Anda di halaman 1dari 8

ISOLASI PROTEIN

A. TUJUAN
-

Memisahkan kadar protein dalam organ

Mengetahui cara mengisolasi protein

B. TINJAUAN PUSTAKA
Istilah protein berasal dari protos atau proteus yang berati pertama atau utama.
Protein merupakan komponen penting dan utama pada sel hewan atau manusia.
Karena sel merupakan komponen pembentuk tubuh, maka protein yang terdapat
dalam makanan berfungsi sebagai zat pembentuk dan pertumbuhan tubuh.
Fungsi dari protein :
1. zat pembentuk dan pertumbuhan tubuh
2. biokatalisator
3. sumber energi (jika tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak)
4.

sebagai

pengangkut

oksigen

dari

paru-paru

ke

seluruh

tubuh(Hemoglobin).
Ciri-ciri molekul protein :
1. protein mempunyai molekul besar dengan berat molekul bervaruasi.
2. umumnya terdiri dari 20 macam asam amino.
3. terdapatnya ikatan kimia lain.
4. strukturnya tidak stabil terhadap beberapa faktor :
-

pH

- tempetarur

radiasi

- medium pelarut organik

- deterjen

5. umumnya reaktif dan sangat spesifik.


Protein mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada protein yang mudah larut
dalam air, tetapi ada juga yang sukar larut dalam air. Rambut da n kuku adalah
suatu protein yang tidak larut dalam air dan tidak mudah bereaksi, sedangkan
protein yang terdapat dalam bagian putih telur mudah larut dalam air dan mudah
bereaksi.
Berdasarkan bentuknya, protein terbagi atas :

1. Protein serat
Merupakan susunan rantai polipeptida di dalam suatu lembaran yang
panjang. Protein serat menjalankan fungsi pertahanan luar karena merupakan
komponen utama dari lapisan kulit luar, rambut, bulu, dan tanduk. Protein serat
juga memiliki fungsi sebagai penyangga kekuatan dan pemberi bentuk seperti pada
tulang-tulang rawan, urat, dan lapisan kulit sebelah dalam.
2.

Protein Globular
Merupakan rantai polipeptida yang berlipat dengan rapat sehingga menjadi
bentuk bulat atau globular yang kompak. Protein globular dapat berupa enzim,
protein dalam darah, antibodi, hormon, sebagai komponen membran dan ribosom.
Berdasarkan peranan biologisnya protein dapat digolongkan menjadi :
a. Enzim
Merupakan polipeptida yang mempunyai aktivitas katalisis. Hampir pada
semua reaksi kimia bio molekul organik didalam sel dikatalisis oleh enzim.
Terdapat lebih dari 2.000 jenis enzim yang dapat menkatalisis reaksi kimia yang
berbeda dan telah ditemukan di dalam berbagai bentuk kehidupan.
b. Protein transport
Terdapat di dalam plasma darah untuk mengikat dan membawa molekul
atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain. Plasma darah mengandung
lipoprotein yang membawa lipid dari hati ke organ lain. Protein transport juga
terdapat di dalam membran sel dan menyesuaikan strukturnya untuk mengikat dan
membawa glukosa, asam amino dan nutrien lain melalui membran menuju ke
dalam sel.
c. Protein nutrien dan penyimpan
Pada biji berbagai tumbuhan terdapat protein nutrien yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan embrio tanaman, contohnya protein biji gandum, jagung, dan beras.
Ovalbumin merupakan protein utama pada putih telur, kasein merupakan protein
utama pada air susu sedangkan ferritin merupakan protein jaringan hewan yang
berfungsi menyimpan Fe.
d. Protein kontraktil

Beberapa protein memberi kemampuan kepada sel dan mikroorganisme


untuk berkonstaksi, mengubah bentuk dan bergerak. Aktin dan Miosin merupakan
protein filamen yang berfungsi di dalam sistem kontaktil otot kerangka dan sel yang
bukan otot. Mikrotubulin meruoakan komponen penting pada flagela dan silia yang
dapat menggerakkan sel.
e. Protein struktural
protein yang berperan sebagai filamen, serabut dan lembaran penyangga
untuk memberi steruktur biologi kekuatan atau proteksi. Komponen utama dari urat
dan tulang rawan adalah protein serabut kolagen, yang mempunyai daya tegang
yang tinggi. Pada persendian terdapat terdapat elastin, yaitu suatu protein yang
mampu meregang kedua dimensi. Rambut, kuku dan bulu burung atau ayam terdiri
dari protein yang tidak larut dan liat yang disebut keratin. Komponen utama dari
serat sutra dan jaring laba-laba adalah protein fibroin.
f. Protein pertahanan
Imunoglobulin atau antibodi pada hewan vertebrata merupakan proteun
khusus yang dinuat oleh limfosit yang dapat mengenali dan menetralisisr infeksi
virus, bakteri atau protein asing. Fibrinogen dan trombin merupakan protein
penggumpal darah yang menjaga kehilangan darah jika sistem pembuluh darah
terluka. Bisa ular, toksin bakteri dan protein tumbuhan beracun juga dapat
berfungsi pada pertahanan tubuh.
g. Protein pengatur
Berbagai protein membantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi.
Misalnya hormon insulin yang mengatur metabolisme glukosa sehingga apabila
terjadi kelainan akan menyebebkan diabetes. Hormon pertumbuhan dari pituitari
dan hormon parateroit mengatur transport kalsium dan fosfat.
h. Protein lain
Merupakan protein yang luar biasa dengan sifat dan fungsi yang berbeda
yang terbuat dari 20 asam amino esensial yang sama, misalnya protein antibeku,
monelin dan resilin.
Monelin merupakan suatu protein dari sejenis tanaman di afrika yang
mempunyai rasa sangat manis. Resilin, merupakan protein pada persendian sayap

beberapa serangga yang bersifat sangat elastis. Protein antibeku, pada darah ikan di
Antartika yang melindungi darah ikan dari pembekuan.
Komposisi rata-rata unsur kimia dalam protein adalah C 50%, H 7%, O
23%, N 16%, S 0-3% dan P 0-3%.
C. MATERI DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
-

alat penggores

sentrifuge

tabung sentrifuge

tabung reaksi

refrigerator

tabung cuvette

spektrofotometer

Bahan
-

organ (jantung, hati, lien, otot, dll)

PBS (Phosphat Buffer Salina)

(NH4)2SO4

Larutan biuret

Isolasi Protein Organ


5-10 gr (jantung, hati, lien, otot, dll)
Digerus halus
Tambahkan PBS 10 ml dicampur rata
Sentrifuge 5000 g, 30- 60
Diambil supernatan

(NH4)2SO4 dicampur 1 : 1
Diresuspensikan di dalam kulkas 10
Sentrifuge 3500 g, 15
Diambil pelletnya, kemudian + PBS
UJI BIURET
-

memakai serum

hanya biuret saja


0,5 ( 10 tetes) larutan protein
+19 ml larutan NaCl
+ 1 ml serum/plasma
Mix 5 ml larutan biuret
Panaskan 38C, 35 menit
Ambil 2 ml masukkan ke cuvette
Spektrofotometer 555

D. HASIL PRAKTIKUM
Setelah sentrifuge yang kedua didapat dua lapisan. Lapisan atas adalah
supernatan dan lapisan bawah merupakan pellet. Sentrifuge yang ke dua ini,
pelletnya yang diambil karena pellet tersebut adalah protein yang mengendap.
E. PEMBAHASAN
Praktikum isolasi protein kali ini menggunakan protein dari organ jantung
ayam. Pertama-tama organ jantung tersebut dihilangkan lemaknya dan dipotong
kecil-kecil, kemudian digerus sampai halus. Penggerusan ini bertujuan agar kita

memperoleh protein dari organ jantung tersebut maka protoplasma akan keluar dan
akan diperoleh protein, sebab didalam protoplasma tersebut terkandung protein.
Setelah digerus sampai halus, organ tersebut dimasukkan ke dalam tabung
sentrifuge dan diberi PBS (Phosphat Buffer Salina) 10 ml yang bertindak sebagai
larutan penyangga protein agar tidak rusak. Selain itu PBS juga menjaga pH agar
selalu tetap. Kemudian larutan yang bercampur disentrifuge 30. Tujuannya untuk
memisahkan protein berdasarkan berat jenisnya. Dengan daya gravitasi tinggi,
sedimentasi molekul berbanding lurus dengan berat molekul dan bentuknya.
Dengan senyawa terutama protein. Suatu molekul dengan berat molekul berbagai
senyawa terutama protein. Suatu molekul dengan berat molekul besar akan berada
dibawah menjadi pellet, sedangkan molekul dengan berat molekul yang kecil akan
berada diatas menjadi supernatan.
Hasil sentrifuge yang pertama ini diambil supernatannya karena di dalam
supernatan inilah terdapat protein. Supernatan yang diambil kemudian dicampur
dengan Amonium Sulfat/ (NH4)2SO4 yang berfungsi untuk mengkonsentrasikan
protein yang ada pada protein. Perbandingan campuran antara supernatan dengan
Amonium Sulfat adalah 1 : 1. kemudian campuran tersebut diresuspensikan ke
dalam kulkas 10-15. Hal ini dilakukan agar dengan suhu yang rendah akan
memudahkan protein berikatan dengan Amonium Sulfat, sehingga berbentuk
larutan yang agak pekat sedangkan apabila pada suhu rendah akan mengakibatkan
turunnya daya larut protein.
Setelah diresuspensikan larutan tersebut disentrifuge kembali. Pada sentrifuge
kedua ini yang diambil adalah pelletnya. Pellet tersebut dihasilkan dari protein yang
berikatan dengan (NH4)2SO4. Setelah supernatan di buang pellet tersebut ditambah
dengan PBS lagi.
Pellet tersebut digunakan untuk uji biuret. Larutan biuret adalah suatu larutan
yang terdiri dari 1, 5 tembaga (II) Sulfat Pentahidrat, 6 gram Natrium Tetrahidrat
dalam 500 ml air, ditambah 300 ml 10% larutan carbonate-free sodium hydroxixe,
kemudian volume ditambah sampai 1000 ml. dalam media alkalis iom tembaga (II)
berikatan dengan 4 atom Nitrogen yang terbagi dari kelompok CONH2, reaksi

yang terjadi diberikan diberikan oleh CHNH2CH2OH dan CHNH2, - C(NH)NH2,


serta oleh biuret sendiri.
Pada uji biuret untuk sampel protein, disediakan 2 tabung, yang satu untuk
protein dan yang satu lagi untuk blanko. Tabung bersampel nama protein berisi 5
ml biuret, o,25 protein dan 4, 75 NaCl. Tabung bersampel nama blanko berisi 5 ml
biuret dan 5 ml NaCl( jenuh), fungsi blanko sebagai pembanding.
Kemudian kedua tabung dipanaskan di atas penangas air dengan suhu 30C.
suhu 38C adalah suhu optimal sehingga reaksi dapat berjalan dengan optimal.
Setelah 30 ambil kedua tabung tersebut dan masukkan masing-masing larutan ke
dalam cuvette, dengan ukuran sama, dan masukkan kedalam spektrofotometer.
Teknik spektrofotometer telah lama dilakukan sebagai suatu teknik yang handal
untuk deteksi, identifikasi dan pengukur kadar senyawa kimia dalam suatu larutan.
Pada percobaan ini spektrofotometer digunakan untuk menghitung protein yang
telah diwarnai oleh biuret dengan menggunakan cahaya, panjang gelombang 555.
Biuret memberikan warna pada protein maka dapat diukur atau dibaca oleh
spektrifotometer. Prinsip spektrofotometer yaitu menangkap cahaya monokromatis.
Cahaya monokromatis merupakan cahaya satu warna dengan satu panjang
gelombang, sehingga cahaya yang diserap oleh larutan berwarna dapat diukur.
Pada praktikum kali ini tidak dilakukan uji biuret.
Rumus perhitungan kadar protein :
Y = ax + b

Y = angka yang diperoleh dari spektrofotometer


a = tetapan (0,0671)
b = tetapan (0,0126)
x = kadar protein

F. KESIMPULAN
Protein yang digunakan pada praktikum kali ini diperoleh dari protoplasma
organ jantung ayam, yang keluar saat organ tersebut dihancurkan. Setelah
sentrifuge yang kedua, di ambil pelletnya dan pellet tersebut adalah protein yang
mengendap.
G. DAFTAR PUSTAKA

Poedjiadi, Anna dan Supriyanti, Titin. 2005. DASAR-DASAR BIOKIMIA. Jakarta :


Universitas Indonesia
Sutresna, Nana. 2002. KIMIA. Bandung : Grafindo Media Pratama
Thenawidjaja, Maggy. 1994. LEHNINGER DASAR-DASAR BIOKOMIA. Jakarta :
Erlangga
http://www.jvetunud.com/archives/100/
http://csm.jmu.edu/biology/courses/bio480_580/mblab/protein_isolation.htm
http://www.springerlink.com/content/t532030777hu376h/