Anda di halaman 1dari 7

TUGAS GEOLOGI BATUBARA

Disusun Oleh :
DANENDRA GARUDA WISDA
111.140.015
KELAS A

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016

Geologi Batubara

LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA


Menurut Diessel (1984, op cit Susilawati ,1992) lebih dari 90% batubara
di dunia terbentuk di lingkungan paralik yaitu rawa-rawa yang berdekatan dengan
pantai. Daerah seperti ini dapat dijumpai di dataran pantai, lagunal, deltaik, atau
juga fluviatil.
Diessel (1992) mengemukakan terdapat 6 lingkungan pengendapan utama
pembentuk batubara yaitu gravelly braid plain, sandy braid plain, alluvial valley
and upper delta plain, lower delta plain, backbarrier strand plain, dan estuary. Tiap
lingkungan pengendapan mempunyai asosiasi dan menghasilkan karakter batubara
yang berbeda.
1. Endapan Limnik
Endapan ini

merupakan

zona

endapan

dari

batubara,

dimana

terendapkannya di daerah rawa-rawa yang terdapat di daratan.


a. Fluvial swamp (termasuk upper delta plain swamp)
Rawa fluvial banyak terdapat pada dataran banjir fluvial oleh karena
terlindung dari suplai sedimen oleh adanya leeve sepanjang teras sungai.
Gambut/ batubara yang dihasilkan dapat berselang- seling dengan lapisan
pasir atau lempung yang terbawa oleh adanya banjir. Kadang pembentukan
gambut pada lingkungan ini juga diselingi dengan adanya fasies danau.
b. Danau
Pembenukan gambut terutama terjadi pada pinggir danau, sedangkan pada
posisi yang lebih dalam terbentuk lumpur organic oleh karena minimnya
sirkulasi air.
c. Upland bog
Gambut juga dapat terbentuk pdaa lingkungan yang tidak secara langsung
berhubungan dengan kodisi fluvial, akan tetapi tetap terjadi drainasi dan
akumulasi material klastik tidak terlalu banyak melampaui akumulasi
tumbuhan. Dari kedua kelompok lingkungan pengendapan pada batubara
tersebut, lingkungan pengendapan yang membentuk tingkat batubara yang
Danendra Garuda Wisda
111.140.015
Kelas A

Page 2

Geologi Batubara

lebih baik adalah lingkungan limnik/air tawar, karena pada lingkungan


pengendapan ini keadaannya tenang, jauh dari aktivitas laut, sehingga semakin
sedikit lanau yang terbawa, begitu juga dengan kandungan abunya. Selain itu,
lingkungan pengendapan yang tidak terganggu, memungkinkan bakteri
anaerob bekerja secara maksimal dalam proses pembentukan batubara
(terutama dalam tahap awal gambut).
2. Endapan Paralik
Endapan ini merupakan zona endapan dari batubara, dimana terendapkannya di
daerah rawa-rawa yang berada di dekat pantai.
Pada lingkungan paralik atau marginal marine, terdapat beberapa sub-lingkungan
dimana batubara umum terbentuk, yaitu pada:
a. Estuarin, lagun, dan teluk
Pada lingkungan ini terjadi sedimen klastik organin dari marsh/ swamp (paya/
rawa) di sekitarnya serta kontribusi alga insitu.
b. Crevasse Splay
Limpasan material sedimen dibagian delta dari distributary. Bentukan gambutnya
meliuk- liuk.
c. Coastal Marsh
Lingkungan ini berada pada daerah rendah dibelakang gosong pantai sehingga
terpisah dari laut. Akan tetapi pada saat terjadi pasang tinggi dan badai, coastal
marsh secara periodic dipengaruhi oleh air laut. Tumbuhan yang terdapat pada
lingkungan ini adalah tumbuhan yang mampu beradaptasi engan berbagai kondisi
salinitas. Tumbuhan yang umumnya ditemukan pada coastal marsh daerah tropis
adalah berupa mangrove.
d. Lower delta plain marsh/ swamp
Fasies ini terutama berupa daratan yang ditumbuhi tumbuhan (mangrove) pada
delta bagian depan yang berhadapan dengan laut. Pada saat terjadi pasang tinggi
dan badai, air laut yang masuk dapat menyebabkan penambahan sulfur sehingga
menyebabkan terbentuknya deposit gambut yang kaya akan pirit. Selain itu pada
saat banjir, sedimen berbutir halus dapat diendapkan bersama material tanaman
sehingga terbentuk gambut yang kandungan abunya tinggi.

Danendra Garuda Wisda


111.140.015
Kelas A

Page 3

Geologi Batubara

PENGARUH

STRUKTUR

SYN-DEPOSITIONAL

DAN

POST

DEPOSITIONAL PADA BATUBARA


Batubara merupakan hasil dari akumulasi tumbuh-tumbuhan pada
kondisi lingkungan pengendapan tertentu. Akumulasi tersebut terjadu karena
pengaruh-pengaruh syn-sedimentary dan post-sedimentary. Akibat pengaruhpengaruh tersebut dihasilkan batubara dengan tingkat (rank) dan kerumitan
struktur yang bervariasi. Lingkungan pengendapan batubara dapat digunakan
untuk menentukan penyebaran lapisan, cara terjadinya, serta kualitas batubara.
Namun sering kali masih belum dapat menghasilkan yang prediksi yang akurat
(Thomas, 2002). Proses syn depositional tidak mempengaruhi kualitas batubara,
namun lebih ke kuantitasnya, sedangkan proses post depositional lebih
berpengaruh ke kualitas batubara.

Danendra Garuda Wisda


111.140.015
Kelas A

Page 4

Geologi Batubara

SYN DEPOSITIONAL
Adalah proses geologi yang berlangsung bersamaan dengan pembentukkan batubara,
adanya perbedaan bentuk sedimentasi dan bentuk morfologi dasar pada cekungan, pola
struktur yang telah terbentuk sebelumnya dan kondisi batubara terbentuk. Contoh pada

proses Syn-depositional:
1. Terbentuk lapisan yang horizontal (Horizontality) dalam keadaan yang
2.
3.
4.
5.

normal.
Perbedaan kecepatan akumulasi batubara.
Morfologi cekungan.
Sudsidence (penurunan elevasi tanah suatu daerah).
Erosi pensesaran.

Gambar 1. Menunjukkan proses pengendapan peat pada daerah dengan sesar aktif, sesar tersebut
memotong lapisan peat sehingga saat menjadi batubara lapisannya tidak menerus.

Danendra Garuda Wisda


111.140.015
Kelas A

Page 5

Geologi Batubara

POST DEPOSITIONAL
Proses geologi yang berlangsung setelah lapisan batubara terbentuk, adanya
sesar, kekar, lipatan, erosi oleh proses-proses yang terjadi di permukaan atau
intrusi batuan beku. Proses ini juga meliputi proses-proses geotektonik dan terjadi
fase geokimia, yaitu proses kimiawi bahan/material oleh proses-proses alam yang
terjadi di dalam bumi. Contoh Post-depositional:
1.
2.
3.
4.

Adanya struktur geologi berupa kekar,sesar, dan lipatan


Adanya ketidakselarasan (Unconformity) akibat dari intrusi batuan beku.
Terbentuknya channel yang menghasilkan fenomena washout.
Mengalami erosi dan terbentuk bidang erosional.

Gambar 1. Menunjukkan pengaruh intrusi diaphir pada lapisan batubara di Belchatow. Intursi
membagi lapisan batubara menjadi 2 area yang berbeda.

Danendra Garuda Wisda


111.140.015
Kelas A

Page 6

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Falcon, Rosemary, 2013, Coal Geology, Types, Ranks, and Grades,
University of the Witwatersrand.
Anonim.

(https://www.scribd.com/document/290983372/Syn-Depositional-Dan-

Post-Depositional), diakses pada tanggal 31 Agustus 2016.


Anonim. 2016. (http://www.geologinesia.com/2016/01/macam-macam-lingkungan-

pengendapan.html), diakses pada 4 september 2016.