Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembangunan karakter bangsa merupakan kebutuhan asasi dalam proses
berbangsa dan negara. Karakter merupakan hal yang sangat esensial dalam berbangsa dan
bernegara, oleh sebab itu hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generai
penerus bangsa. Karakter juga memiliki fungsi sebagai penggerak dan kekuatn sehingga
bangsa ini tidak terombang-ambing. Di sisi lain , karakter tidak dating dengan sendirinya,
namun hars dibangun dan dibentuk untuk menjadikan suatu bangsa yang bermartabat.
Dalam membangun sebuah karakter bangsa tidak cukup hanya dengan esensi
fisilk. Perlu adanya suatu orientasi yang sedemikian sehingga esensi fisik tersebut
berlanjut dalam suatu internalisasi untuk menuju pada pembangunan tata nilai. ada 2
(dua) argumen penting menyangkut pembangunan yang bertata nilai yakni :
1. Pembangunan yang bertata nilai merupakan esensi dari suatu pemahaman
pembangunan yang sepenuhnya berorientasi pada manusia sebagai subyek
pembangunan atau lazim dikenal dengan human oriented development.
2. Pembangunan yang bertata nilai juga berarti jalur untuk dapat tercapainya suatu
tata pemerintahan yang baik, atau good governance
Pembangunan dan pembinaan karakter suatu bangsa menjadi suatu istilah yang
semakin sering diungkapkan sekaligus di perlukan pemahamannya yang lebih baik,
khususnya dalam menjadikan pembangunan fisik suatu bangsa sebagai salah satu
instrumen dalam pembinaan karakter manusianya. Aspek lain yang tidak kalah
pentingnya adalah pengaruh dari kemajuan kapasitas berpikir manusia, yang umumnya
diartikulasikan dalam bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama dalam
hal ini adalah teknologi informasi dan telekomunikasi.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas masalah diatas, maka latar belakang diatas akan
dijawab sebagai berikut :
1.
2.
3.

Bagaimana pembinaan karakter dalam berbangsa?


Apa yang jadi penunjang dalam pembangunan karakter?
Apa saja faktor-faktor dalam pembentukan karakter?

BAB II
PEMBAHASAN

A. PEMBINAAN KARAKTER BANGSA


Pembangunan yang dilakukan oleh suatu bangsa seringkali membutuhkan
pengorbanan yang sangat besar termasuk mengorbankan keluarga atau bahkan
kebersamaan dalam keluarga. Sehingga dalam melaksanakan pembangunan dan
pembinaan karakter suatu bangsa dibutuhkan pemahaman yang lebih baik, khususnya
dalam menjadikan pembangunan fisik suatu bangsa sebagai salah satu instrumen dalam
pembinaan karakter bangsanya agar menjadi lebih baik pula dengan berlandaskan pada
suatu nilai.
Menurut Michael Porter (1999), dalam bukunya Daya Saing sebuah Bangsa (The
Competitiveness of A Nation), pemahaman daya saing sebagai salah satu keunggulan
yang dimiliki suatu entitas dibandingkan dengan entitas lainnya. Keunggulan yang
dimaksud dapat berkembang ke berbagai pengertian maupun penerapan. Keunggulan
tersebut dapat diartikan sebagai keunggulan ekonomi, keunggulan politik, keunggulan
militer dan lain-lain. Sedangkan, daya saing pada esensinya dapat diartikan sebagai
sebuah rantai dari suatu nilai proses yang dapat dikendalikan dengan proses pembelajaran
kontinyu atau continuous learning.Sehingga, arti dan makna pembinaan karakter bangsa
di era globalisasi yang sarat dengan daya saing adalah menyangkut tiga hal pokok yaitu:
1. Artikulasi karakter bangsa adalah mengacu pada tingkat peningkatan kapasitas
pengetahuan dari bangsa tersebut untuk terus melakukan pembelajaran agar
semakin meningkat daya saingnya di era globalisasi.

2. Pembinaan karakter bangsa akan diarahkan agar kapasitas pengetahuan yang


terbangun dapat meningkatkan daya saing suatu bangsa, dengan kondisi dimana
daya saing tersebut akan memungkinkan adanya kemajuan kolektif atau kemajuan
bersama bagi bangsa Indonesia.

3. Pemaknaan dari karakter positif bangsa seharusnya diarahkan untuk mencapai dua
hal pokok di atas.

Bangsa Indonesia telah memiliki karakter positif bangsa yang seharusnya terus
ditumbuh-kembangkan untuk menjadi bangsa yang mandiri di era globalisasi ini.
Karakter positif yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia tersebut antara lain adalah
karakter pejuang yang juga telah diakui oleh masyarakat internasional karena Indonesia
mendaparkan kemerdekaannya melalui perjuangan tumpah darah bangsa Indonesia.
selain itu, bangsa Indonesia juga memiliki karakter pemberani dan sejumlah karakter
positif lainnya yang harus ditumbuh-kembangkan sebagai bekal untuk menjadikan bangsa
Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan mandiri di era globalisasi. Seluruh karakter
positif yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia tersebut harus dimaknai dalam konteks
peningkatan daya saing untuk menghadapi globalisasi. Sehingga pembinaan karakter
positif bangsa dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam era
globalisasi.
Namun disisi lain, bangsa Indonesia masih didera oleh sejumlah permasalahan
dalam pembinaan karakter bangsa bahkan yang paling kritis justru yang menyangkut
masalah daya saing bangsa Indonesia, sebuah parameter yang semakin meningkat nilai
pentingnya di era globalisasi saat ini. Meskipun demikian, pembinaan karakter bangsa
Indonesia terus dilaksanakan secara terus-menerus demi terciptanya generasi muda
penerus bangsa yang memiliki mental saing kuat dalam menghadapi globalisasi.
Media Penunjang Pembangunan Karakter
1. Keluarga
Keluarga merupakan media awal dari suatu proses sosialisasi. Begitu seorang bayi
dilahirkan, ia sudah berhubungan dengan kedua orangtuanya, kakak-kakaknya,
dan mungkin dengan saudara-saudara dekatnya yang lain. Peran orangtua lebih
dominan memberi perhatian kepada anak.

2. Pendidikan
Wahana pendidikan seperti tim pengajar dalam artian guru dilaksanakan secara
terintegrasi. Pada pendidikan tingkat dasar, peran guru sangat besar dan bahkan
dominant untuk mempengaruhi dan membentuk pola perilaku anak didik

3. Masyarakat
Pembentukan kepribadian dan wahana pengenalan serta pengimplementasian dari
nilai dan norma.

4. Pemerintah
Sebuah wahana yang dapat memberi keteladanan pada masyarakat oleh para
pelaksana fungsi pemerintahan.

5. Media massa
Media massa yang terdiri atas media cetak (surat kabar, majalah) maupun
elektronik (radio, televise, dan film), merupakan alat komunikasi yang dapat
menjangkau masyarakat secara luas.
B. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN KARAKTER
Menurut Roucek dan Warren menyatakan bahwa ada tiga faktor yang dapat
mempengaruhi pembentukan karakter seorang individu, yaitu:
1. Faktor biologis atau fisik, contohnya seorang yang mempunyai cacat fisik atau
penampilannya kurang ideal, akan rendah diri, pemalu, sukar bergaul, dan
sebagainya.
2. Faktor psikologis atau kejiwaan. Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi
pembentukan karakter seorang individu antara lain unsure temperamen seperti
agresifitas, pemarah, pemalu, hasrat atau keinginan, dan sebagainya
3. Faktor sosiologis atau lingkungan, yaitu faktor yang membentuk karakter
seseorang menjadi sesuai dengan perilaku atau karakter kelompok atau
lingkungan masyarakatnya.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.

Dibutuhkan pembinaan karakter untuk meningkatkan daya saing dalam


ekonomi, politik,militer dan lain-lain

2.

Untuk meningkatkan pembinaan karakter dibutuhkan penunjang dalam


pembangunan karakter, yaitu : keluarga, pendidikan, masyarakat, pemerintah dan
media massa

3.

Untuk membentuk suatu karakter dibutuhkan faktor-faktor yang


mempengaruhi pembentukan karakter, yaitu faktor biologis, faktor psikologis, dan
faktor sosiologis

B. SARAN
Untuk meningkatkan pembinaan karakter bangsa dibutuhkan suatu pendidikan
yang berkarakter, dimana tujuan dari pendidikan yang berkarakter adalah untuk
membangun dan mengembangkan karakter agar dapat menghayati dan mengamalka nilainilai luhur menurut ajaran agama dan nilai-nilai luhur dari setipa butir sila pancasila