Anda di halaman 1dari 6

Pertemuan 1 Rerangka dan Regulasi Audit

1. TUJUAN DAN PRINSIP UMUM PERIKATAN AUDITOR EKSTERNAL


Tujuan: merupakan suatu kontrak yang mengikat antara auditor dengan auditee
Surat perikatan audit (audit engagement letter) adalah surat persetujuan antara auditor dengan
kliennya tentang syarat-syarat pekerjaan audit yang akan dilaksanakan oleh auditor.
Bentuk dan isi surat perikatan audit dapat bervariasi di antara klien, namun surat tersebut
umumnya berisi:

Tujuan audit atas laporan keuangan.

Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan.

Lingkup audit, termasuk penyebutan undang-undang, peraturan, pernyataan dari badan


profesional yang harus dianut oleh auditor.

Bentuk laporan atau bentuk komunikasi lain yang akan digunakan oleh auditor untuk
menyampaikan hasil perikatan.

Fakta bahwa karena sifat pengujian dan keterbatasan bawaan lain suatu audit, dan dengan
keterbatasan bawaan pengendalian intern, terdapat risiko yang tidak dapat dihindari tentang
kemungkinan beberapa salah saji material tidak dapat terdeteksi.

Akses yang tidak dibatasi terhadap catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa pun yang
diminta oleh auditor dalam hubungannya dengan audit.

Pembatasan atas tanggung jawab auditor.

Komunikasi melalui e-mail.


Prinsip-Prinsip Umum Dan Tanggung Jawab

SPA 200, Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Suatu Audit
Berdasarkan Standar Perikatan Audit

SPA 210, Persetujuan atas Syarat-syarat Perikatan Audit

SPA 220, Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan

SPA 230, Dokumentasi Audit

SPA 240, Tanggung Jawab Auditor Terkait Dengan Kecurangan Dalam Suatu Audit
Atas Laporan Keuangan.

SPA 250, Pertimbangan


Laporan Keuangan.

Atas

Peraturan

Perundang-Undangan

Dalam

Audit

SPA 260, Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola.

SPA 265, Pengomunikasian Defisiensi Dalam Pengendalian Internal Kepada Pihak


Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola Dan Manajemen.
Penilaian Risiko dan Respons terhadap Risiko yang telah Dinilai

SPA 300, Perencanaan Suatu Audit Atas Laporan Keuangan.

SPA 315, Pengindentifikasian Dan Penilaian Risiko Salah Saji Material Melalui
Pemahaman
Atas Entitas Dan Lingkungannya.

SPA 320, Materialitas Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Audit.

SPA 330, Respons Auditor Terhadap Risiko Yang Telah Dinilai.


SPA 402, Pertimbangan Audit Terkait Dengan Entitas Yang Menggunakan Suatu
Organisasi Jasa.
SPA 450, Pengevaluasian Atas Salah Saji Yang Diidentifikasi Selama Audit.

Bukti Audit

SPA 500, Bukti Audit.

SPA 501, Bukti Audit Pertimbangan Spesifik Atas Unsur Pilihan.

SPA 505, Konfirmasi Eksternal.

SPA 510, Perikatan Audit Tahun Pertama Saldo Awal.

SPA 520, Prosedur Analitis.

SPA 530, Sampling Audit.

SPA 540, Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar,
Dan Pengungkapan Yang Bersangkutan.

SPA 550, Pihak Berelasi.

SPA 560, Peristiwa Kemudian.

SPA 570, Kelangsungan Usaha.

SPA 580, Representasi Tertulis.


Penggunaan Pekerjaan Pihak Lain

SPA 600, Pertimbangan Khusus Audit Atas Laporan Keuangan Grup (Termasuk
Pekerjaan Auditor Komponen).

SPA 610, Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal.


SPA 620, Penggunaan Pekerjaan Seorang Pakar Auditor.
Kesimpulan Audit dan Pelaporan

SPA 700, Perumusan Suatu Opini Dan Pelaporan Atas Laporan Keuangan.

SPA 705, Modifikasi Terhadap Opini Dalam Laporan Auditor Independen.

SPA 706, Paragraf Penekanan Suatu Hal Dan Paragraf Hal Lain Dalam Laporan
Auditor Independen.

SPA 710, Informasi Komparatif Angka Korespondensi Dan Laporan Keuangan


Komparatif.

SPA 720, Tanggung Jawab Auditor Atas Informasi Lain Dalam Dokumen Yang Berisi
Laporan Keuangan Auditan.
Area-Area Khusus

SPA 800, Pertimbangan Khusus Audit Atas Laporan Keuangan Yang Disusun Sesuai
Dengan Kerangka Bertujuan Khusus.

SPA 805, Pertimbangan Khusus Audit Atas Laporan Keuangan Tunggal Dan Unsur,
Akun, Atau Pos Spesifik Dalam Suatu Laporan Keuangan.

SPA 810, Perikatan Untuk Melaporkan Ikhtisar Laporan Keuangan


Referensi: IAPI
2. MEMBANDINGKAN DAN MEMBEDAKAN PERAN AUDIT INTERNAL DAN
EKSTERNAL
Persamaan:
1. Profesi tata kelola organisasi
2. Pengendalian internal keuangan
3. Memiliki kode etik dan standar professional
4. Harus memahami bisnis, industri, dan resiko strategis yang dihadapi organisasi
5. Memiliki sikap mental objektif dan posisi independen

Perbedaan:
Audit Internal
Melakukan evaluasi desain dan implementasi
pengendalian internal
Manajemen resiko untuk pencapaian tujuan
organisasi
Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi
Mengevaluasi kepatuhan organisasi terhadap
UU, kontrak dan ketentuan internal
Bagian integral dari organisasi (karyawan
organisasi)
Klien utamanya: manajemen, dewan direksi,

Audit Eksternal
Memberikan opini atas kewajaran pelaporan
keuangan
Menilai apakah LK telah disajikan sesuai
prinsip akuntansi yang diterima secara umum
Periodeisasi (pinsip going concern)
Output: opini yang digunakan pengguna LK
(mengukur tingkat reliabilitas)
Pihak ketiga
Melakukan penugasan berdasarkan kontrak

dewan komisaris
Secara umum tidak wajib kecuali yang listing Pemberlakuan
kewajiban
lebih
luas
di BEI dan BUMN
(perusahaan listing di BEI, badan-badan sosial,
parpol)
Berorientasi masa depan baik peluang maupun Berorintasi historis seperti yang ada pada LK
resiko
Tidak harus akuntan
Harus memiliki kualifikasi akuntan
Melakukan review atas aktivitas organisasi Secara periodik / tahunan
secara berkelanjutan
Referensi:
Sawyers Internal Auditing 5th Ed.
Adaptasi Two Sides of Auditing Lal Balkaran (Internal Auditor, Back to Basics, October
2008).
3. SIFAT DAN PENGEMBANGAN AUDIT DAN PERIKATAN ASURANS LAINNYA
Sifat Audit
Absolute Assurance
Assurance
Reasonable Assurance
Audit merupakan salah satu jasa assurans. Istilah untuk menjelaskan jasa audit adalah
atestasi. Atestasi berarti jasa untuk memberikan assurans. Audit (menurut American Accounting
Association) adalah sebuah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan
mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk
memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan,
serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.
Audit membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan
teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati. Dalam membuat
rekomendasi, auditor membuat kriteria-kriteria, seperti prinsip-prinsip manajemen dan
pengendalian, sebagai dasar evaluasi.
Pengembangan Audit
Arround the computer
Audit
Through the computer
Perikatan dan Jasa Assurans
Perikatan asurans berati perikatan dimana praktisi menyatakan kesimpulan untuk
meningkatkan kepercayaan pemakai. Jasa Assurance merupakan jasa profesinal independen yang
meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan, terutama tentang informasi
laporan keuangan historis hingga informasi yang berpandangna ke depan serta informasi lain.
Yang termasuk jasa asurans:
1. Audit atas laporan keuangan historis menyatakan pendapat bahwa LK secara wajar sesuai
dengan PABU

2.
3.
4.
5.

Atestasi mengenai pengendalian internal


Telaah (review) atas laporan keuangan historis
Jasa atestasi mengenai teknologi informasi
Jasa atestasi lain memenuhi keinginan klien yang menginginkan kepastian yang independen
suatu informasi
6. Jasa assurance lainnya: meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan, misalnya ISO
9000, audit lingkungan, jasa konsultan manajemen (konsultasi adalah memberikan rekomendasi)
untuk itu auditor harus memahami tentang GAAP, keahlian dalam mengumpulkan dan
menginterpretasikan bukti audit, serta informasi yang berorientasi modern seperti penggunaan
teknologi internet untuk memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan mutu perusahaan.
4. KONSEP AKUNTABILITAS, STEWARDSHIP DAN KEAGENAN
Akuntabilitas
Akuntabilitas secara umum diartikan sebagai pertanggungjawaban. Berkaitan dengan
sektor publik, maka akuntabilitas juga dikaitkan dengan akuntabilitas publik. Menurut
Mardiasmo (2005) akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah (agent) untuk
memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas
dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pihak pemberi amanah (principal) yang
memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut.
Vertical
Akuntabilitas
Horizontal
Stewardship
Istilah akuntabilitas juga sering dipersamakan dengan stewardship. Sebenarnya,
akuntabilitas merupakan konsep yang lebih luas dari stewardship. Stewardship mengacu pada
pengelolaan atas suatu aktifitas secara ekonomis dan efisien tanpa dibebani kewajiban untuk
melaporkan, sedangkan akuntabilitas mengacu pada pertanggungjawaban oleh seorang yang
diberi amanah kepada pemberi tanggung jawab dengan kewajiban membuat pelaporan dan
pengungkapan secara jelas.

Keagenan
Jensen dan Meckling (1976) dalam teori keagenan (Agency Theory) mendefinisikan
hubungan keagenan sebagai suatu kontrak kerja sama (nexus of contract) yang mana satu atau
lebih principal menggunakan orang lain atau agent untuk menjalankan aktivitas perusahaan.
Principal adalah pemegang saham/ pemilik/ investor, sedangkan agent adalah manajer atau
manajemen yang mengelola perusahaan. Principal menyediakan fasilitas dan dana untuk
kebutuhan operasi perusahaan, sedangkan agent berkewajiban mengelola perusahaan dengan
tujuan meningkatkan kemakmuran pemilik atau laba perusahaan.
Konflik keagenan terjadi karena kepentingan principal dalam memperoleh laba terus
bertambah sedangkan agent tertarik untuk menerima kepuasan yang terus bertambah berupa
kompensasi keuangan sehingga agent sering mengambil keputusan tidak dalam kepentingan

terbaik principal, khususnya bila orang yang oportunis terlibat di dalamnya (Jensen dan
Meckling, 1976). Menurut Fama dan Jensen (1983) tidak adanya prosedur pengawasan yang
efektif, manajemen kemungkinan akan melakukan penyimpangan yang merugikan pemegang
saham.
5. TUJUAN PERIKATAN ASURANS
Memberikan keyakinan memadai.
Memberikan keyakinan terbatas
6. ELEMEN-ELEMEN, JENIS-JENIS, DAN LEVEL ASURANS YANG DIBERIKAN
OLEH AUDIT EKSTERNAL DAN PERIKATAN REVIEW LAINNYA.
Unsur Penugasan Asurans
1. Hubungan tripartite (a three party relationship)
2. Pokok tugas (a subject matter)
3. Kriteria (criteria)
4. Bukti (evidence)
5. Laporan assurans (an assurance report)
7. KONSEP PENYAJIAN SECARA BENAR DAN WAJAR
Benar atau wajar?

Anda mungkin juga menyukai