Anda di halaman 1dari 7

1.

Virus Polio
Penyakit polio awalnya diteliti oleh ilmuwan asal Jerman bernama Jacob fon
Heine pada tahun 1840. Penyakit polio disebabkan oleh virus poliomielitis. Virus ini
masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung dan mulut.
Di dalam tubuh, virus poliomielitis menginfeksi sel saraf pusat dan
menggunakannya sebagai sarana replikasi. Infeksi yang ditimbulkannya dapat
menyebabkan paralisis yaitu ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh
secara parsial dan permanen.
Penyakit ini biasanya ditemukan pada anak anak berusia antara lima sampai
tujuh tahun. Periode inkubasi virus ini berkisar antara 4 sampai 35 hari. Gejala awal
ditunjukkan adanya kelelahan, demam, sakit kepala, muntah-muntah, kesulitan buang
air besar, kekakuan pada leher, diare, dan rasa sakit pada anggota gerak tubuh. Karena
sel saraf yang mengatur pergerakkan otot tidak dapat diganti ketika rusa. Maka
infeksi virus polio dapat menyebabkan paralisis permanen.
Jika virus poliomielitis menyerang sel saraf pusat yang mengatur
respirasi/pernapasan, maka penderita hanya dapat bertahan hidup jika menggunakan
paru-paru buatan. Kasus paralisis muncul satu diantara 100 kejadian nonparalisis.
Pada tahun 1950 telah ditemukan vaksin yang dapat mengatasi serangan dari virus
poliomielitis, sehingga serangan virus polio dapat dicegah serendah mungkin.

2. Virus Kanker
Penyakit Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan
sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan
cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke
jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan
menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal,
sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak.
Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya,

sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan
sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ
yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di
setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan
tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker
itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul
gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.
Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab
kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan.
Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko kanker salah satunya
adalah virus
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :

Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya

merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.


Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh

darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)


Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.
Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di
China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi

karena faktor lingkungan dan genetik.


Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan
kanker darah lainnya.

3. Virus SARS
Pengertian Penyakit SARS Gejala Pencegahan dan Pengobatan. Sindrom
Pernapasan Akut Berat atau dalam bahasa Inggrisnya Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS) adalah sebuah jenis penyakit pneumonia. Penyakit ini pertama
kali muncul pada November 2002 di Provinsi Guangdong, Tiongkok. SARS
disebabkan oleh virus SARS.

Saat munculnya virus SARS, Tiongkok membungkam berita wabah SARS


baik internal maupun internasional, sehingga penyakit ini menyebar sangat cepat,
mencapai negeri tetangga Hong Kong dan Vietnam pada akhir Februari 2003,
kemudian ke negara lain dengan perantaraan wisatawan internasional. Kasus terakhir
dari epidemi ini terjadi pada Juni 2003. Dalam wabah itu, 8.069 kasus muncul yang
menewaskan 775 orang.
Penyebab Penyakit SARS adalah virus corona dan paramoxviridae. Kedua
virus ini sudah lama ada tapi gejalanya tidak seganas dan separah seperti saat ini.
Coronavirus selama ini dikenal sebagai virus penyebab demam flu, radang paru-paru
dan diare, sedang virus paramoxyviridae adalah penyebab parainfluenza. Kesimpulan
sementara virus penyebab SARS saat ini adalah virus baru hasil mutasi dari
coronavirus.
Virus corona menyebar lewat udara, masuk melalui saluran pernapasan lalu
bersarang di paru-paru. Dalam tempo sekitarnya dua hingga sepuluh hari, paru-paru
akan meradang, bernapas kian sulit. Penularannya juga dapat terjadi melalaui melalui
kontak langsung dengan pasien atau terkena cairan pasien. Misalnya terkena ludah
saat pasien bersin atau batuk.
Awal gejalanya mirip seperti flu, demam, myalgia, lethargy, gejala
gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. Satusatunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38 C (100.4
F). Dan selanjutnya napas menjadi sesak.
Gejalanya biasa muncul 210 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari
juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara
23 hari. Sekitar 1020% kasus membutuhkan ventilasi mekanis.
Penderita penyakit ini, paru-parunya mengalami radang, limfositnya menurun,
trombositnya juga mungkin menurun. Kalau sudah berat, oksigen dalam darah
menurun dan enzim hati akan meningkat. Ini semua gejala yang bisa dilihat dengan
alat medis.
Kemunculan SARS pada Sinar X di dada (CXR) bermacam-macam
bentuknya. Kemunculan patognomonic SARS tidak kelihatan tetapi biasanya dapat

dirasakan dengan munculnya lubang di beberapa bagian di paru-paru. Hasil CXR


awalnya mungkin lebih kelihatan.
Jumlah Sel darah putih dan platelet cenderung rendah. Laporan awal
mengindikasikan jumlah neutrophilia dan lymphopenia yang cenderung relative
disebut demikian karena angka total sel darah putih cenderung rendah. Hasil
laboaratorium lainnya seperti naiknya kadar lactate dehydrogenase, creatinine kinase
dan C-Reactive protein.
4. Virus Cacar Air
Cacar air adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella
zoster yang mengakibatkan munculnya ruam kulit berupa kumpulan bintik-bintik
kecil baik berbentuk datar maupun menonjol, melepuh serta berkeropeng dan rasa
gatal. Penyakit cacar air merupakan penyakit menular yang bisa ditularkan seseorang
kepada orang lain secara langsung. Cacar air dikenal juga dengan nama lainnya yaitu
varisela dan chickenpox.
Orang yang pernah terkena infeksi virus cacar air maka tubuh orang tersebut
akan membentuk antibodi terhadap virus varicella zoster sehingga di masa depan
tidak akan lagi terserang penyakit virus cacar air dari penularan yang dilakukan oleh
orang lain. Namun cacar air yang tidak diberantas habis secara tuntas bisa terus hidup
di dalam tubuh penderitanya dan akan muncul menjadi penyakit herpes zoster ketika
kekebalan tubuh orang tersebut sedang tidak baik.
Penyebab dari penyakit cacar air adalah infeksi suatu virus yang bernama
virus varicella zoster yang disebarkan manusia melalui cairan percikan ludah maupun
dari cairan yang berasal dari lepuhan kulit orang yang menderita penyakit cacar air.
Seseorang yang terkena kontaminasi virus cacar air varicella zoster ini dapat
mensukseskan penyebaran penyakit cacar air kepada orang lain di sekitarnya mulai
dari munculnya lepuhan di kulitnya sampai dengan lepuhan kulit yang terakhir
mongering.
Tanda-Tanda / Ciri-Ciri / Gejala Penyakit Cacar Air :

1. Setelah 10 sampai 21 hari setelah terkena infeksi virus cacar air muncul gejala
penyakit seperti sakit kepala, demam sedang dan juga rasa tidak enak badan.
Pada anak di bawah umur 10 tahun biasanya tidak muncul gejala, sedangkan
pada orang dewasa bisa lebih parah gejalanya.
2. Setelah dua atau tiga hari kemudian akan mulai muncul bintek merah datar
yang disebut macula, lalu menjadi menonjol yang disebut papula, kemudian
muncul cairan didalamnya seperti melepuh disertai rasa gatal yang disebut
vesikel, dan yang terakhir adalah mengering sendiri. Lama proses mulai dari
macula, papula, vesikel dan kropeng membutuhkan waktu kurang lebih 6
sampai 8 jam. Proses berulang-ulang ini akan berlangsung selama empat hari.
3. Pada hari ke lima biasanya tidak ada kemunculan lepuhan baru di kulit.
4. Pada hari ke enam semua lepuhan yang tadinya muncul akan kering dengan
sendirinya dan akhirnya hilang setelah kurang lebih sekitar 20 hari.
Pada anak-anak yang terkena cacar air biasanya tidak mengalami
kesulitan yang berarti untuk bisa cepat sembuh, namun pada orang dewasa
dan juga orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh dari penyakit,
maka penyakit cacar air bisa berakibat buruk dan bahkan fatal. Komplikasi
penyakit yang dapat terjadi akibat cacar air adalah seperti :
Pnemounia yang diakibatkan virus lain
Ensefalitis atau infeksi pada otak
Peradangan pada jantung
Peradangan pada sendi
Peradangan pada hati
Sakit cacar air bisa memunculkan infeksi bakteri stafilokokus jika
terjadi infeksi luka akibat garukan pada kulit yang gatal. Sakit cacar air juga
bisa saja menyebabkan pembengkaan kelenjar getah bening pada leher bagian
samping. Luka terbuka atau disebut ulkus yang terjadi akibat papula yang
pecah biasa terjadi di bagian mulut, saluran pernapasan bagian atas, vagina,
rectum dan kelopak mata. Jika terdapat papula di pita suara dan saluran
pernapasan atas akan mengakibatkan gangguan pernapasan.

Diagnosa dilakukan dengan melihat ruam pada kulit dengan


munculnya makula, papula, vesikel dan keropeng. Untuk mengatasi gejalagejala penyakit cacar air bisa dilakukan dengan melakukan kompres dingin
pada kulit yang terkena agar rasa gatal berkurang dan mengurasi garuk-garuk
yang dapat menyebabkan infeksi. Selain kompres dingin bisa juga dengan
memberikan losyen (lotion) khusus. Untuk mengurangi rasa gatal yang
berlebihan bisa diberikan obat pengurang gatal pada kulit. Jika terjadi demam
maka bisa diberikan obat sesuai dengan petunjuk atau resep dokter. Cacar air
nantinya akan hilang dengan sendirinya pada penderita setelah jangka waktu
tertentu.
Untuk mencegah tejadinya infeksi bakteri serta komplikasi akibat
serangan cacar air bisa dilakukan beberapa usaha berikut ini, antara lain :
Menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun,
Memotong kuku yang panjang dan mengikir kuku yang tajam, Sering mandi
atau mencuci kulit dengan sabun anti kuman, Memakai pakaian yang telah
dicuci bersih dan kering serta nyaman dipakai, Sering mengganti pakaian jika
sudah dirasa kotor atau tidak nyaman
Pencegahan penyakit cacar air dilakukan dengan memberikan vaksin
varisela pada anak-anak bayi yang berumur antara 12 sampai 18 bulan. Pada
orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar serta mempunyai
gangguan pada sistem kekebalan tubuh bisa minta diberikan immunoglobulin
zoster atau immunoglobulin varicella zoster dari dokter karena dikhawatirkan
akan terjadi hal buruk ketika terserang penyakit cacar air akibat komplikasi
yang bisa mengakibatkan kematian.
Apabila di sekitar kita ada orang yang menderita penyakit cacar air
sebaiknya segera menjauh jika kita bukan keluarganya agar tidak tertular.
Jangan dekat-dekat maupun memegang benda-benda yang telah dipegang
penderita ketika sakit cacar air. Jika kita keluarganya ada baiknya penderita
segera dirawat di rumah sakit agar virus tidak menyebar di dalam rumah
maupun di tempat lainnya si penderita melakukan aktivitas. Jika tidak

memungkinkan maka bisa dirawat berobat jalan di rumah sesuai petunjuk dari
dokter. Jangan lupa untuk membersihkan segala benda-benda yang mungkin
terkontaminiasi virus cacar air.