Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

BAB II
DASAR TEORI
2.1. Peralatan Ukur Tanah
Andaikan permukaan bumi ini datar, maka kita akan dapat mengykur
semua bangunan terhadap permukaan bumi dengan mudah. Akan tetapi pada
kenyataanya kita berhadapan dengan gunung, lembah, dataran rendah, laut, dan
lain sebagainya. Untuk itu dalam menentukan selisih ketinggian tersebut, dapat
dilakukan penyipatan datar. Pada laporan ini kami akan membahas pengukuran
yang menggunakan alat ukur WaterPass sebagai alat pengukuran. Pengukuran
waterpass adalah pengukuran untuk menentukan ketinggianatau beda tinggi antara
dua titik. Pengukuran waterpass ini sangat penting gunanya untuk mendapatkan
data keperluan pemetaan, perencanaan maupun pekerjaan pelaksana. Hasil-hasil
dari pengukuran waterpass diantaranya untuk perencanaan rel kereta api, saluran,
penentuan letak bangunan gedung yang didasarkan ataselevasi tanah yang ada.
Perhitungan urugan dan galian tanah, penelitian terhadap saluran-saluran yang
sudah ada dan lain-lain. Alat penyipat datar ini biasanya untuk menentukan atau
mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih. Ketentuan alat penyipat datar itu
sangat diperlukan untuk sebuah hasil yang diinginkan. Contoh alat karakteristik
yang digunakan pada Ilmu Ukur Tanah adalah sebagai berikut:

Merk alat
Negara Pembuat
Tipe Alat
Harga konstanta pengali
Harga konstanta penambah

: TOPCON
: JEPANG
: AUTO LEVEL AT-G7
: 100
:0

2.2. Alat-alat Penyipat Datar


Jika ingin menentukan beda tinggi pada jarak jauh dengan teliti, garis
bidik harus ditentukan dengan suatu alat bidik yang teliti tanpa ada paralaks

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

sedang untuk membaca mistar(bak ukur) diperlukan sebuah teropong. Atas dasar
tersebut teropong dikonstruksikan pada semua alat penyipat datar.
Untuk alat penyipat datar ada beberapa macam antara lain:
a. Waterpass Tabung
Prinsip dasar alat ini adalah bagian atas suatu zat cair selalu dalam
keadaan mendatar, alat ini terdiri dari dua tabung gelas tanpa dasara yang
dihubungkan satu sama lain dengan selang karet. Pipa dan kedua tabung
ini diisi air. Panjang selang aret 20 meter, permukaan zat cair akan berada
dalam keadaan mendatar apabila penyumbat tabung dibuka. Disini kita
harus sering memeriksa dengan teliti apakah alat berfungsi dengan baik.
Jika dalam selang tersebut terdapat udara maka harus dikeluarkan.
b. Waterpass Tukang Kayu
Alat ini terdiri dari sebatang kayu atau baja yang didalamnya
dipasang nivo. Nivo adalah sebuah tabung gelas yang sedikit lengkung,
yang seluruhnya kecuali sebgian kecil yang diperlukan bagi ruang uap diisi
dengan zat cair (eter) pada kedua ujung tertentu tabung. Gelembung uap
yang terdapat pada Nivo selalu akan bergerak pada titik yang lebih tinggi..
nivo ini dikonstruksikan sedemikian rupa sehingga gelembung berada pada
titik yang paling tinggi., waterpas akan berada pada keadaan mendatar
(horizontal).
c. Penyipat Horizontal
Pancang-pancang penyipat ini hanya dapat dilakukan apabila
horizon dapat terlihat/ karena horizon tersebut sangat diperlukan untuk
dapat menganggap bahwa garis mata melaju horizontal hingga horizon.
Jika menggunakan pancang-pancang penyipat kita akan dapat menentukan
sejumlah titik yang sama tinggi, karena bagian atasa pancang penyipat
berada dalam satu garis dengan horizon, titik-titik kaki pancang inipun
akan berada pada ketinggian yang sama.
d. Penyipat dengan Bantuan Suatu Permukaan Air
Untuk menentukan selisih ketinggian dalam banyak hal kita dapat
memanfaatkan permukaan air yang terdapat di tempat tersebut. Hal ini

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

misalnya dapat kita lakukan di dekat selokan dan saluran air lainnya yang
punya suatu peil yang ditentukan.
e. Planoskop
Industri optic De Oude Defit telah mengembangkan suatu
preparat yang menakjubkan, yang menyediakan bagi kita suatu permukaan
perbandingan untuk secara sederhana dapat menentukan selisih ketinggian.
Preparat ini dinamakan Planoskop, merupakan sebuah kotak logam yang
diskrupkan pada kaki tiga dan yang didalamnya dilengkapi sepanjang
jaringan benang yang ditempatkan berurutan dapat dilihat pada sebuah pot
kaca didalam preparat tersebut sewaktu melihat melalui plat kaca ini, kita
seakan memproyeksikan jaringan benang yang satu dengan yang lain
sehingga terbentuklah apa yang dinamakan Efek More.
f. Sinar Laser
Jenis instrumen yang belakangan ini mulai digunakan dalam
pembangunan jalan dan irigasi adalah laser pembangunan. Laser adalah
suatu instrumen yang dapat mengeluarkan sinar cahaya merah.
Keistimewaan sinar ini adaah bahwa sinar ini tidak menyebar, melainkan
selalu merupakan seberkas cahaya yang berdiameter sama.
Sedangkan alat penyipat datar dengan teropong, berdasarkan
konstruksinya dibagi dalam lima macam utama, antara lain:
1. Alat ukur penyipat datar yang semua bagiannya tetap, nivo dan
teropongnya bisa berputar pada satu sumbu putar.
2. Alat ukur penyipat datar yang mempunyai nivo reverse dan
ditempatkan pada teropong. Dengan demikian, teropong selain dapat
diputar dengan sumbu kesatu sebagai sumbu putar, dapat pula diputar
dengan sumbu yang letaknya searah dengan garis bidik. Sumbu putar
ini dinamakan sumbu mekanis teropong. Teropong ini dapat diangkat
dari bagian bawah alat ukur penyipat datar.
3. Alat ukur penyipat datar dengan teropong yang mempunyai sumbu
mekanis tetapi nivo tidak diletakkan pada teropong, tetapi ditempatkan
dibawah, lepas dari teropong, teropong ini dapat diangkat dari bagian
bawah alat penyipat datar.

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

4. Alat ukur penyipat datar dengan teropong yang dapat diletakkan


dibagian bawah dengan landasan berbentuk persegi, sedang nivo
ditempatkan pada teropong.
5. Alat ukur penyipat datar otomatis yang terbaru adalah tipe digital,
tahan air sekaligus tahan sinar matahari. Dengan demikian bila
menggunakan alat ini tidak diperlukan lagi payung dan dapat
digunakan dalam segala cuaca, baik pagi ataupun malam hari karena
dilengkapi dengan infra merah. Untuk Automatic Fokus Level yang
dimiliki teknik sipil UPN tipenya tidak tahan terhadap sinar matahari,
tetapi tahan terhadap hujan.
2.3. Pengenalan Bagian Dalam Alat Ukur Sipat Datar
Bagian-bagian dari alat ukur sipat datar adalah sebagai berikut:
a) Lensa dan Teropong
Bagian ini terdiri dari sebuah teropong yang didalamnya dipasang
tiga buah lensa yaitu lensa mata (okuler), lensa obyektif dan lensa sentral.
Lensa sentral tidak terlhat dan terpsang ditengah-tengah teropong, jadi
tidak diubah-ubah oleh seorang ahli ukur pada waktu dia bekerja.
Adapun spesifikasi teropong pada Automatic Fokus Level (AFL240) ini adalah sebagai berikut:
Merk
: PENTAX
Type
: AFL-240
Image
: ERECT
Magnification
: 24x
Objective Lens
: 45 mm
Field Of
: 1 20`
Minimum Focus
: 0.9 m/ 2.9 ft
Resolving Power
: 4.0
Standia Constant
: 0.1 m
Standio Ratio
: 100
Overall Length
: 240 m
Relative Brightness
: 1.86

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

Bila kita dapatmelihat melalui teropong benang-benang silang ini akan


tampak sebagai berikut:

Ba
Bt
Bb

Keterangan : V : Benang-benang silang vertikal


Ba: Benang Atas
Bt: Benang Tengah
Bb: Benang Bawah
Alat-alat Bantu yang Digunakan
Adapun macam-macam alat bantu yang digunakan adalah :
1. BAK UKUR
Alat yang terbuat dari aluminium yang terdapat angka-angka ukur
sebagai penunjuk pengukuran.

2. PITA UKUR/ ROL METER


Untuk pengukuran jarak secara langsung digunakan pita ukur, baik
yang terbuat dari plastik, maupun plat baja. Pita ukur ini biasanya

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

memiliki lebar kurang lebih 2 cm, panjang 50 m dengan menggunakan


skala bolak-balik

3. PENANDA
Sebagai penanda pada patok yang di tembak,agar nantinya apabila di
lakukan pengukuran ulang tidak perlu lagi mengukur menggunakan rol
meter untuk menentukan di mana patok namun hanya peru melihat pena

4. UNTING-UNTING
Digunakan untuk membantu meluruskan prisma sudut dengan titik
yang berada dibawahnya. Alat ini terbuat dari logam pejal kurang lebih 5
cm, dengan diameter 1.5 cm yang salah satu ujungnya runcing sedang
ujung yang lain tumpul dan diberi seutas tali.

5. STATIF

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

Alat yang digunakan untuk membantu agar dapat berdiri tegak,


meskipun diletakkan pada landasan yang cukup miring. Sesuai dengan
namanya, alat ini memiliki 3 kaki yang disetiap ujungnya terbuat dari besi
dengan ujung lancip.

6. PAYUNG
Berguna untuk melindungi pesawat dari sinar matahari secara
langsung yang dapat menyebabkan nivo pecah, mengerasnya kleim
pengunci, mengubah persyaratan alat. Disamping iyu digunakan juga
untuk melindungi pesawat dari air hujan.

7. BUKU UKUR
Berguna untuk mencatat data lapangan yang telah dilakukan secara
hati-hati dan membutuhkan ketelitian, karena sangat berpengaruh sekali
dalam penelitian dan penghitungan.

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM
3.1

Pengukuran Menggunakan Water Passing

Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :


1.Pengukuran Tunggal
Pengukuran tunggal dapat dilakukan jika tinggi tanah dapat diukur dalam
satu kali pengukuran. Bila bak ukur diletakan di titik awal dan akhir pengukuran
maka dapat dibaca dari perletakan alat.
2.Pengukuran berantai
Pengukuran berantai dapat dilakukan jika tinggi tanah dapat diukur dalam
satu kali pengukuran. Bila bka ukur diletakan diatas permukaan tanah pada awal
pengukuran sampai akhir maka tidak akan dapat terlihat secara langsung, oleh
sebab itu harus diadakan pengukuran dengan beberapa langkah sampai titik yang
akhir terlihat (metode ini yang digunakan dalam praktikum). Bedasarkan
perbedaan tujuan pekerjaannya maka pengukuran waterpassing dapat dibedakan
menjadi tiga bagian,yaitu:
a. Pengukuran waterpassing memanjang atau berantai

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

Tujuannya untuk menentukan titik-titik tetap,didalam praktikum kali ini


metode yang digunakan adalah berantai membelakang.
Untuk pengukuran memanjang seperti contoh diatas, perataannya dapat
dilakukan pengukuran pergi dan pulang dibagi pada tiap titik-titiknya(selisih
dari H hasil pengukuran pergi dan pulang untuk bacaan muka dan belakang
dibagi dengan banyaknya jumlah titik).
Dalam hal ini tidak ada H rata-rata terkoreksi, tetapi apabila pengukuran
memanjang atau berantai ini dengan jalan A-1-B-2-C-3-D-4-E ke 1 maka
perantaranya harus dilakukan pergi saja ( selisih dari H hasil pengukuran
pergi untuk bacaan muka dan belakang dibagi dengan banyaknya jumlah titik).
Dan begitu juga untuk perataan pulang ( selisih dari H hasil pengukuran
pergi untuk bacaan muka dan belakang dibagi dengan banyaknya jumlah titik).
Baru apabila pengukuran pergi pulang maka akan diambil perataan pergi dan
pulang dibagi pada tiap titik,dalam hal ini dapat ditemukan H rata-rata
terkoreksinya.
b. Pengukuran Waterpassing profil atau Melintang
Tujuannya untuk saluran, jalan, dll. Dalam pengukuran melintang biasanya
diambil 90 tetapi dapat pula dilakukan dengan melintang (cross) dengan
sudut tertentu ( X ) sesuai dengan keadaan dan permintaan pemilik suatu
proyek dengan memanjang minimal 200m pada titik-titik yang sudah
ditentukan yaitu 1a 1a , b1 b4 , 2a 2d dan seterusnya.
Pengukuran melintang ini harus dibuat seteliti mungkin sebab apabila titik
bantunya kurang teliti maka dapat menyebabkan hitungan bisa melenceng dari
perencanaannya.
c. Pengukuran water passing terpencar
Bertujuan untuk meletakan peta trances, kolam renang, lapangan tenis,
waduk dan pengukuran sangat luas.
Bedasarkan bentuk geometris dari rangkaian titik-titik yang akan
ditentukan beda tingginya maka pengukuran waterpassing dapat dibagi
menjadi dua yaitu:

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

1. Pengukuran waterpassing bedasarkan polygon terbuka


2. Pengukuran waterpassing keliling bedasarkan polygon tertutup
Ditinjau dari segi metode, waterpassing dibagi menjadi empat metode,
yaitu :
1) Metode pengukuran waterpassing 1 kali jalan
2) Metode pengukuran waterpassing 2 kali jalan
3) Metode pengukuran waterpassing double stelling ( 2 kali stell alat ) 1 kali
jalan
4) Metode pengukuran waterpassing double stelling ( 2 kali stell alat ) 2 kali
jalan
Jalannya pengukuran dalam pelaksanaanya, pengukuran jarak dan elevasi
dilapangan dilakukan sebagai berikut:
1. Menetapkan patok-patok dengan jarak antara 25m
2. Meletakan alat ukur waterpass pada titik pertama yaitu antara bak
muka dan bak belakang atau bak ukur yang satu dengan yang lain.
3. Mengukur garis bidik supaya mendatar, memasang nivo sejajar dengan
sekrup penyetel yaitu menetapkan gelembung nivo tegak lurus dengan
sumbu putar, memutar kedua alat penyetel, maka arah garis nivo tegak
lurus dengan sumbu putar. Membuat garis mendatar diafragma tegak
lurus pada sumbu sumbu kesatu oleh pihak pabrik.
4. Mengarahkan teropong pada bak pertama (atau bisa disebut bak
belakang ), bacalah benang atas, benang bawah dan benang tengah.
5. Setelah itu letakan arah jurusan pada bak belakang pada posisi nol dan
kemudian dicatat.
6. Kemudian putar pesawat dan arahkan pada bak muka, kemudian baca
juga benang atas, benang bawah. Baca juga sudut jurusan pada
lingkaran gradasinya.
7. Setelah itu pindahkan alat pada titik kedua dan lakukan langkahlangkah seperti semula.
8. Ukurlah tinggi alat dari permukaan tanah disetiap perletakan alat pada
titik yang telah ditetapkan.

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

9. Selain itu dilakukan pengukuran sudut antara dua pasak dimana tadi
dilakukan pembacaan benang silang.
10. Menentukan potongan melintang lebar jalan, lebar tunggal dan lebar
saluran dengan menggunakan rol meter.
11. Melakukan pengukuran melintang titik-titik tersebut dengan optis,
pengerjaan ini dilakukan sebanyak titik yang diukur.
3.2

Cara Pengukuran Beda Tinggi


Mengukur beda tinggi antara dua titik tidak dapat dicari dengan

pembacaan sumbu belakang dan muka. Beda tinggi antara titik A dan titik B
adalah : AB = hA + hB
AB = beda tinggi antara titik 1 dengan titik B
hA = pembacaan bak di A ( bak belakang )
hB = pembacaan bak di B ( bak muka )
ada dua kemungkinan hAB yaitu :

Jika hA < hB
Jika hA > hB

hAB negatif
hAB positif

turun
naik

Apabila jarak antara A dan B cukup jauh, untuk menghitung beda tinggi antara A
dan B tidak bisa dihitung sekaligus. Untuk itu maka jarak A-B yang jauh itu
dibagi sebagai berikut :
Jarak A sampai titik 1 dinamakan jarak satu slag untuk menghitung beda tinggi AB dihitung beda tinggi masing-masing slag kemudian dijumlahkan. Sesudah
pembacaan rambu dilakukan dan data ditulis pada buku ukur maka dilakukan
perhitungan hasil pembacaan bak siambil dari benang atas, benang tengah, benang
bawah. Dan utntuk perbedaan tingginya hanya diperlukan benang tengah. Misal
diketahui dari data pengukuran waterpassing memanjang :
Pada titik A ( bak belakang ) ba = 1,285

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

bt = 1,160
bb = 1,035
pada titik B ( bak belakang ) ba = 1,510
bb = 1,386
bb = 1,260
maka

1,285+1.035
= 1,160
2
1,510+1,260
2

= 1,386

Beda tinggi A dan B : hAB = btA btB


= 1,225 1,386
= (-) 0.161

Perhitungan pengukuran jarak


Pengukuran jarak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Cara langsung yaitu menggunakan roll meter.
2. Cara tidak langsung yaitu dengan cara penghitungan optis atau dari
perhitungan data data yang diambil
Rumus : d = ba bb x 100
d = jarak dari alat ukur ke bak ukur
A = faktor penggali = 100
B = faktor penambah ( tergantung alat ukur yang

digunakan )

Perhitungan jarak yang diambil rata-rata antar pengukuran secara langsung


dan tidak langsung.
Contoh :

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

Diketahui : - pembacaan bak pada titik A :

baI = 1,285
btI = 1,160
bbI = 1,035

- pembacaan bak pada titik B :

baI = 1,510
bbI = 1,386
bbI = 1,260

jarak antara titik dan alay ukur masing-masing sudah diukur secara
langsung menggunakan roll meter yaitu 25 m maka jarak slag rata-rata A dan B
jika diukur secara langsung adalah 50 m dan jika faktor penambah alat = 0 maka
1 = 100 ( 1,285 1,035 ) + 0 = 25
2 = 100 ( 1,510 1,260 ) + 0 = 25
Jarak slug optis
Jadi jarak slug rata rata =
3.3

= 50
50+ 50
=50
2

Cara Penggambaran
Menentukan terlebih dahulu skala untuk jarak dan tinggi, karena jarak

selalu lebih panjang daripada tinggi, maka untuk jarak dan tinggi selalu diambil
skala yang sama. Skala untuk jarak akan lebih kecil daripada skala beda tinggi,
misal untuk jarak 1:1000 dan skala vertikal 1:100
Selanjutnya untuk pelaksanaan membuat empat garis mendatar. Garis
mendatar pertamaditentukan titik titik yang diukur dengan menggunakan jarak
yang diambil dari titik satu. Titik satu ditempatkan paling kiri garis pertama.

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

Jarak-jarak yang diambil dari titik 1 ditulis dengan garis mendatar ke-1
dan garis mendatar ke-2 serta ditulis tegak lurus, setelah melalui titik titik yang
telah ada pada garis mendatar pertama ditarik garis yang tengah. Diantara garis
mendatar ke2 dan ke3 ditulis dengan arah tegak tinggi daripada titik tersebut. Bila
satu garis yang mempunyai tinggi sama dengan 0 harus ada pada gambar untuk
daftar melukiskan titik titik yang diukur, sehingga diperlukan banyak ruangan.
Maka untuk menghemat ruang, titik yang diukur dilukiskan diatas suatu garis
yang tingginya mendekati titik-titik itu dan tingginya diambil skala bulat. Dengan
menggunakan skala tinggi dapatlah sekarang digambarkan titik-titik yang diukur,
diletakan garis tegak dan ditarik melalui titik yang telah ada pada garis mendatar
pertama. Bila sekarang titik-titik yang telah dilukiskan dengan tingginya yang
dihubungkan berurutan maka dapatlah profil lapangan pengukuran memanjang.
3.4

Ketelitian Pengukuran
Didalam pengukuran mungkin terjadi kesalahan. Kesalahan itu dapat

disebabkan oleh beberapa hal yaitu:


1. Kesalahan yang terjadi pada alat ukur saat dipergunakan. Kesalahan
penggunaan pesawat berhubungan dengan syarat utama yaitu garis bidik
tidak sejajar dengan nivo yang dapat menyebabkan pembacaan miring
2. Karena keadaan alam :
A. Adanya lengkungan permukaan bumi yang dapat
menyebabkan bidang-bidang nivo. Pengaruh
melengkungnya permukaan bumi akan terasa pada
pengukuran sipat yang harus dilakukan dengan ketelitian
besar seperti pada proyek pengairan
B. Melengkungnya sinar cahaya refraksi. Sinar cahaya datang
pada benda yang diteropong akan melalui lapisan udara
yang tidak sama kerapatannya karena suhu dan tekanannya
tidak sama, maka ada perbatasan lapisan udara sinar cahaya
menjadi melengkung dengan bagian cembungnya mengarah
kepermukaan bumi

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

C. Karena getaran udara jadi terdapat adanya pemindahan


hawa panas dari permukaan bumi keatas maka bayangan
mistar yang dilihat dengan teropong akan bergetar sehingga
pembacaan pada mistar tidak dapat dilakukan dengan teliti.
Bila keadaan udara demikian maka sebaiknya pengukuran
dihentikan terlebih dahulu, karena selain keteletian
pembacaan kurang getaran bayangan akan membuat mata
sakit dan lelah.
D. Masuknya kaki tiga dan mistar kedalam tanah. Bila dalam
waktu pengukuran mistar dengan mistar lainnya baik kaki
tiga maupun mistar masuk kedalam tanah, maka pembacaan
pada mistar kedua akan salah bila digunakan untuk mancari
beda tinggi antar dua titik yang ditempati oleh mistar-mistar
tersebut. Sebelum alat ukur penyipat datar diletakan diatas
kaki tiga, ketiga kakinya harus diinjak supaya tertanam
dengan kuat dan tidak mudah untuk bergerak lagi.
3. Karena sipengukur sendiri
Kesalahan yang dilakukan sipengukur yang bersifat individual bermacammacam yaitu:
A. Kesalahan pada mata
Sering orang mengukur dengan menggunakan satu mata saja
sehingga mata akan mudah lelah dan berakibat terjadi
kesalahan pada pengukuran.
B. Kesalahan pembacaan
Karena sering melakukan pembacaan dengan menaksir maka
apabila mata lelah nilai taksir akan berkurang.
C. Kesalahan yang kasar
Disebabkan karena sipengukur tidak paham cara penggunaan alat.
Kesalahan dapat dilakukan dalam menentukan meter dan desimeter angka
pembacaan. Untuk mendapatkan pengukuran yang teliti maka pengukuran
dilakukan dengan pergi dan pulang memakai waterpass yang akan memakan
waktu lama, maka dengan model waterpass system digital dilengkapi dengan

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA

EDM dapat diselesaikan dengan waktu singkat. Sebuah instrument yang berguna
sebagai pencatatan dan pengukuran adalah kamera. Sebuah kamera ringan, handal
dan berharga sedang dapat menghasilkan potret rekaman tugu yang dipasang atau
ditemukan dan bukti-bukti lapangan uang sah lainnya.

LAPORAN ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERANJAWA TIMUR
JL Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Telp.(031) 876369
SURABAYA