Anda di halaman 1dari 4

KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH...................

Badan Hukum Nomor :


Tanggal
:
Alamat
:

.............................
.............................
.............................

Pengurus KSPS ........................ memutuskan, menetapkan


Peraturan khusus nomor : ................................
Tentang :

Persus tentang Rasio Kecukupan Modal (CAR) pada koperasi simpan


pinjam syariah ............................
Pengurus KSPS ........................................

Menimbang :

a) Bahwa Koperasi Simpan Pinjam Syariah ...........................


merupakan lembaga koperasi yang melakukan kegiatan usaha
penghimpunan dan penyaluran dana dari dan untuk anggota yang
perlu dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip kehatihatian dan kesehatan Koperasi, sehingga dapat meningkatkan
kepercayaan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya
kepada anggota dan masyarakat disekitarnya.
b) Bahwa diperlukananya pengendalian internal koperasi dalam
rangka pengendalian kebijakan manajemen khususnya penyediaan
dan kebijakan permodalan sendiri koperasi simpan pinjam
...........................
c) Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai mana dimaksud dalam
huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Khusus Tentang Rasio
Kecukupan Modal (CAR) pada Koperasi Simpan Pinjam Syariah
............................

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.


2. Peraturan Pemerintah
Nomor : 9 Tahun 1995 tentang
Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1998 Tentang Modal
Penyertaan Koperasi
4. Peraturan
Menteri
Negara
dan
UKM
Nomor
19/Per/M.KUKM/XI/2008
tentang
Pedoman
Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi.
5. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor
35.3/Per/M.KUKM/X/2007
tentang
Pedoman
Penilaian
Kesehatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Unit Jasa
Keuangan Syariah .
6. Peraturan
Menteri
Negara
dan
UKM
Nomor
04/Per/M.KUKM/VII/2012 tentang Pedoman Umum Akuntansi
Koperasi
7. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi Simpan
pinjam syariah ...........................

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

Persus tentang Rasio Kecukupan Modal (CAR) pada


koperasi simpan pinjam syariah ............................
Bab I
Ketentuan Umum
Pasal 1

(1)
(2)

(3)

(4)

Koperasi simpan pinjam syariah ........................................ adalah koperasi


sebagaimana dimaksud dalam badan hukum koperasi No..............................
AktivaTertimbang Menurut Risiko (ATMR) adalah hasil perkalian nilai nominal
aktiva yang ada dalam neraca dengan bobot risiko masing masing komponen
aktiva sebagaimana tertuang dalam lampiran Peraturan Menteri Negara dan UKM
35.3/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa
Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah.
Modal tertimbang adalah jumlah dari hasil kali setiap komponen modal KSPS
............... yang terdapat pada neraca dengan bobot pengakuan risiko
sebagaimana tertuang dalam lampiran Peraturan Menteri Negara dan UKM
35.3/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa
Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah.
Rasio kecukupan modal ( CAR ) adalah perbandingan antara Modal Tertimbang
dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) dikalikan dengan100%.
Bab II
Bobot Pengakuan Resiko
Pasal 2
Aktiva Tertimbang Menurut Resiko

Sesuai dengan lampiran yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara dan UKM
35.3/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa
Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah, bobot pengakuan resiko untuk
aktiva adalah :

No

Komponen Modal

Nilai
(Rp)
(3)

Bobot
Pengakuan
(%)

(1)

(2)

(4)

1.

Kas

2.

Simpanan/rekening di Bank

20

3.

Simpanan/rekening di KJKS

50

4.

Pembiayaan

100

5.

Penyertaan Pada

50

6.

Aktiva Tetap

70

7.

Aktiva lain-lain

70

Aktiva
Tertimbang
(3) x (4)

ATMR

Pasal 3
Modal Tertimbang
Sesuai dengan lampiran yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara dan UKM
35.3/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa
Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah, bobot pengakuan resiko untuk
komponen Modal adalah :

Komponen Modal

Nilai (Rp)

Bobot Pengakuan
Resiko (%)
Modal Tertimbang
3

4= (2) x ( 3 )

1. Modal anggota
a. Setoran Pokok

100

b. Sertifikat Modal Koperasi

100

2. Cadangan Umum

100

3. Modal sumbangan

100

4. SHU belum dibagi

50

Modal Sendiri tertimbang

Bab III
Aspek Permodalan
Pasal 4
Pengurus dan atau pengelola harus mampu mengusahakan Rasio kecukupan
modal sendiri terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) sebagaimana
pasal 1 ayat (4) peraturan ini minimal diatas 8 %
Pasal 5
Dalam Hal pengurus dan atau pengelola tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 4
peraturan ini maka pengurus dan atau pengelola diwajibkan memberikan alasan
yang kuat atas sebab-sebab tidak terpenuhinya ketentuan tersebut baik dalam
laporan bulanan (Laporan pengelola kepada pengurus) maupun laporan tahunan
(laporan pertanggungjawaban pengurus dalam RAT)

Bab IV
Ketentuan Penutup
Pasal 6

Peraturan khusus tentang Rasio Kecukupan Modal (CAR) pada koperasi simpan
pinjam syariah ........................... ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar
diketahui oleh setiap anggota, Pengurus, pengawas dan pengelola koperasi simpan
pinjam syariah ............................
Keputusan in berlaku sejak ditetapkan

Ditetapkan di : .....................
Tanggal
: .....................

Koperasi Simpan Pinjam Syariah


........................
Ketua

Sekertaris

(.......................)

(.............................)