Anda di halaman 1dari 4

Akuntansi Pajak Persediaan

Definisi Persediaan
Aset yang tersedia untuk dijual dalam kegitan usaha normal
untuk usaha dagang, usaha manufaktur maupun jasa.

Sistem Pencatatan Persediaan


Sistem pencatatan persedian tidak diatur secara jelas dalam UU PPh. Selama dapat
menunjukkan pencatatan yang benar dan konsisten dan taat asas, ketentuan pajak
dapat menerimanya.
Sistem Periodik

Sistem Perpetual

Persediaan dihitung dengan melakukan


inventarisasi pada setiap akhir periodik

Menyajikan keterangan mengenai persediaan


dan Harga Pokok Penjualan secara terus
menerus tanpa dilakukan inventarisasi

Hasil perhitungan digunakan untuk


menghitung Harga Pokok Penjualan

Setiap transaksi yang berhubungan dengan


persediaan selalu dicatat sehingga pencatatan
dapat menyajikan saldi persediaan fisik.

Cocok digunakan untuk persediaan yang


jumlahnya sedikit
Estimasi tidak terlihat dalam penilaian
persediaan akhir

Contoh : Pencatatan Perpetual


Tanggal 1 Oktober 2016, PT. ABC (PKP) membeli 200 unit barang dagang dengan harga sebesar Rp
10.000.000 (belum termasuk PPN) secara tunai.
Persediaan barang dagang
10.000.000
Pajak Masukan
1.000.000
Kas/Bank
11.000.000
Harga per 1 unit = 10.000.000 : 200 = Rp 50.000
Tanggal 31 Oktober 2016, PT. ABC menjual 60 unit barang dagang secara tunai dengan harga jual masingmasing sebesar Rp 140.000 (belum termasuk PPN)
Kas/Bank
9.240.000
Pajak Keluaran
840.000
Penjualan
8.400.000
Harga Pokok Penjualan (50.000 x 60)
3.000.000
Persediaan Barang Dagang
3.000.000
Persediaan barang dagang yang tersisa dan tercatat dalam pembukuan PT. ABC per tanggal 31 Oktober 2016
adalah : Rp 50.000 x (200 60) = Rp 7.000.000