Anda di halaman 1dari 17

Laporan Praktikum ke-7

Perencanaan Dasar Ekowisata

Jumat, 7 Oktober 2016

PERENCANAAN KAWASAN BERDASARKAN PENDEKATAN


DEMAND
(Studi Kasus: Curug Cisuren)

Disusun oleh:
Praktikum 2/Kelompok 2
Nur Ardi Samra

J3B114046
Dosen:

Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, MoT


Dr. Ir. Ricky Avenzora, M.Sc.F
Helianthi Dewi, S.Hut, M.Si
Rini Untari, S.Hut, M.Si
Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati, A.Md
Nurhidayah, A.Md
Maulana Yusuf, A.Md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

ii

DAFTAR GAMBAR

ii

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan

II.

1
2

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perencanaan 2
2.2 Wilayah dan Kawasan
2.3 Demand

III.

3
6

KONDISI UMUM
3.1 Letak dan Luas Kawasan

3.2 Aksesibilitas 6
IV.

V.

METODE PRAKTIKUM
4.1 Waktu dan Lokasi

4.2 Alat dan Bahan

4.3 Metode Kerja

4.4 Tahapan Kerja

7
8

HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1 Karakteristik Pengunjung

5.2 Motivasi Pengunjung pada Kawasan atau Objek Wisata


5.3 Motivasi Pengunjung terhadapAktivitas

5.4 Motivasi Pengunjung Terhadap Fasilitas

10

5.5 Rancangan Program 11


VI.

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

13
14

ii

DAFTAR TABEL
No.

Hal

1.
Karakteristik Pengunjung di Kawasan Curug Cisuren
2. Ittenerary Program Wisata Ragam Satwa Cisuren

8
11

DAFTAR GAMBAR
No.

Hal

1.
Peta kawasan Curug Cisuren
6
2. Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek Wisata
9
3. Grafik Motivasi Pengunjung pada Aktivitas Wisata
9
4. Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata
10
5. Ilustrasi Kegiatan (a) Bermain di Curug Cisuren (b) Pengamatan Reptil dan Amfibi 12
6. Ilustrasi Kegiatan (a) Pengamatan Burung dan Mamalia (b) Fun Games
12

I.
I.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perencanaan
merupakan
sebuah
proses
pengembangan
dan
pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk
menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam hal perencanaan pembangunan kawawasan pariwisata, proses
pengembangan dan pengkoordinasian tersebut menyangkut masa depan dari suatu
destinasi pariwisata. Proses perencanaan menggambarkan lingkungan yang
meliputi elemen-elemen : politik, fisik, sosial, budaya dan ekonomi, sebagai
komponen atau elemen yang saling berhubungan dan saling tergantung, yang
memerlukan berbagai pertimbangan (Paturusi, 2001).
Curug cisuren merupakan kawasan alami yang memiliki sumberdaya alam
yang menarik. Pemandangan indah dan beragam fauna yang ada menjadikan
kawasan curug cisuren dapat dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi maupun
edukasi. Sumberdaya dapat dimanfaatkan dengan baik jika pengelolaan yang
dilakukan terencana dan dijalankan secara baik dan benar. Potensi sumberdaya
yang ada dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata yang menarik. Perencanaan
wisata merupakan cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan potensi
sumberdaya yang ada di Curug Cisuren. Perencanaan program dilakukan dengan
mempertimbangkan Demand pengunjung yang telah dianalisa pada Kawasan
Curug Cisuren. Pertimbangan ini dilakukan semata-mata agar program yang
dibuat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengunjung.
I.2

Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah untuk membuat suatu program wisata dengan
menggunakan pendekatan Demand di Kawasan Curug Cisuren.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Perencanaan
Perencanaan
merupakan
sebuah
proses
pengembangan
dan
pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk
menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam hal perencanaan pembangunan kawawasan pariwisata, proses
pengembangan dan pengkoordinasian tersebut menyangkut masa depan dari suatu
destinasi pariwisata. Proses perencanaan menggambarkan lingkungan yang
meliputi elemen-elemen : politik, fisik, sosial, budaya dan ekonomi, sebagai
komponen atau elemen yang saling berhubungan dan saling tergantung, yang
memerlukan berbagai pertimbangan (Paturusi, 2001)
Dalam proses sebuah perencanaan kawasan pariwisata, elemen-elemen yang
disebut diatas merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan agar
mewujudkan pembangunan kawasan pariwisata yang berkelanjutan dan mencapai
sasaran kesejahtraan masyarakat sebagai tujuan dari sebuah pembangunan. Untuk
menyikapi fenomena yang terjadi pada sebuah destinasi baru dimana arah
kebijakan pengembangannya hanya semata-mata mengejar pertumbuhan
pendapatan (ekonomi makro).
Pada proses awal perencanaan sebuah kawasan pariwisata baru
pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung seperti infrastruktur dan amenity core
merupakan sebuah hal yang mutlak untuk dilakukan, terlebih dengan potensi alam
dan kebudayaan yang menjadi daya tarik kawasan pariwisata yang secara
signifikan akan merangsang minat wisatawan untuk berkunjung. Namun di sisi
lain, elemen lain yang tidak dapat dikesampingkan adalah keterlibatan masyarakat
yang merupakan bagian dari stakeholder dan juga sebagi pihak yang akan
merasakan dampak langsung pengembangan kawasan tersebut baik dampak
postitf maupun negative yang akan ditimbulkan.
II.2 Wilayah dan Kawasan
Definisi Wilayah :
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait padanya, yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada
aspek administratif dan atau aspek fungsional. Wilayah adalah ruang yang
merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan
sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.
Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah
kedaulatan. Pada masa lampau, seringkali sebuah wilayah dikelilingi oleh batasbatas kondisi fisik alam, misalnya sungai, gunung, atau laut. Sedangkan setelah
masa kolonialisme, batas-batas tersebut dibuat oleh negara yang menduduki
daerah tersebut, dan berikutnya dengan adanya negara bangsa, istilah yang lebih
umum digunakan adalah batas nasional.

Definisi Kawasan :
1. Kawasan (dari bahasa Jawa kuna, kawaan yang berarti daerah waa, dari
bahasa Sansekerta: "memerintah") artinya daerah yang memiliki ciri khas
tertentu atau berdasarkan pengelompokan fungsional kegiatan tertentu,
seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, dan kawasan rekreasi.
Misalnya: "Kebayoran Baru merupakan 'kawasan' perumahan elite."
2. Kawasan Pengembangan Pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu
yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan
pengembangan pariwisata;
Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor :2 Tahun 2003 Tentang
Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Tahun 2003-2013
3. Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi
daya.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN
2007 TENTANG PENATAAN RUANG
4. Kawasan pariwisata dibagi atas dua bentuk yaitu :
a. Kawasan pariwisata murni yaitu suatu areal yang secara khusus
disediakan untuk menampung berbagai kegiatan pariwisata,
dilengkapi dengan berbagai saran penunjang untuk memudahkan
bagi kegiatan pariwisata, dimana pengelolaannya ditangani oleh
suatu badan baik pemerintah maupun swasta atau kerjasama
pemerintah dengan swasta.
b. Kawasan pariwisata terbuka yaitu kawasan yang bobotnya
dipergunakan untuk pengembangan pariwisata di kawasan
pariwisata tersebut, kegiatan lainnya dari masyarakat umum seperti
pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya masih terbuka, yang
diatur dan ditata agar mendukung pengembangan pariwisata
II.3 Demand
Demand Wisata adalah suatu permintaan wisata terhadap ruang, waktu dan
harga tertentu. Suatu demand wisata akan berkaitan dengan siapa yang meminta,
apa dan berapa banyak yang diminta dan kapan waktu permintaan tersebut
(Avenzora:2008).
Berikut ini merupakan salah satu inti keterkaitan 5 pilar pengembangan yang
harus dicermati dalam membangun kawasan pariwisata. Proses perencanaan
pengembangan kawasan pariwisata diawali dengan melakukan analisis faktor
internal dan eksternal suatu kawasan. Faktor internal adalah sesuatu yang dapat
diprediksi dan diatur sesuai tujuannya, hal yang berada didalamnya yaitu Supply
(Tourist Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary, Community Involvement)

Sedangkan factor eksternal adalah Demand (Tingkat kunjungan wisatawan) yang


datang kesuatu kawasan pariwisata.
1. Hubungan Demand dengan Tourist Attraction
Tourist attraction adalah segala atraksi di suatu destinasi yang menarik
untuk dilihat dan dikunjungi sehingga sangat besar pengaruhnya dalam
mempengaruhi demand (tourist) untuk berkunjung kesuatu destinasi pariwisata.
2. Hubungan Demand dengan Accessibility
Akses adalah suatu hal yang sangat penting dan vital dalam mempengaruhi
kunjungan wisatawan (demand) ke suatu objek/destinasi pariwisata. Tidak dapat
dipungkiri, dalam pengembangan sebuah destinasi pariwisata demand saling
mempengaruhi dalam pembangunan akses menuju objek wisata tersebut. Jika
suatu daerah memiliki potensi pariwisata, maka harus disediakan aksesibilitas
yang memadai sehingga daerah tersebut dapat dikunjungi demand atau tourist.
3. Hubungan Demand dengan Amenities
Amenities merupakan hal yang pentingnya dalam pengembangan kawasan
pariwisata. Amenities dapat berbentuk fasilitas-fasilitas penunjang seperti hotel,
transportasi, restaurant, spa, dan yang lainnya. Jika di suatu daerah tidak terdapat
amenities yang mencukupi, maka demand tidak akan betah berkunjung di tempat
tersebut. Amenities ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan harapan
konsumen, Fasilitas-fasilitas inilah yang menyebabkan demand merasa betah dan
nyaman berada di suatu destinasi pariwisata. Jika amenities tidak berkualitas dan
mencukupi, maka demand tidak akan tertarik untuk mengunjungi daerah tersebut.
Begitu pula sebaliknya, jika tidak ada demand maka amenities tidak akan
berkembang karena tidak ada pemasukan atau keuntungan. Namun sebaliknya,
jika pembangunan amenity core tersebut dilakukan terlalu eksploratif seperti yang
terjadi di suatu destinasi maka pengembangan tersebut akan jauh dari konsep
sustainability yang berbasis berkelanjutan dan pro kerakyatan.
4. Hubungan Demand dengan Ancillaries
Ancillaries adalah hal-hal pendukung sebuah pariwisata, seperti misalnya
ketersediaan tourist information centre dan peraturan-peraturan mengenai objek
wisata tersebut. Adanya hal-hal pendukung ini disebabkan oleh demand yang
berkunjung ke suatu tempat karena hal-hal tersebut dibutuhkan oleh demand dan
dirasa dapat menghasilkan keuntungan, kenyamanan dan keamanan dalam
berkunjung.
5. Hubungan Demand dengan Community Involvement
Community involvement adalah keterlibatan atau dukungan masyarakat
dalam kegiatan pariwisata. Community involvement ini sangat mempengaruhi
kunjungan demand. Masyarakat harus dapat mendukung jalannya kegiatan

pariwisata ini. Jika masyarakat tidak mendukung atau melakukan tindakantindakan anarkis seperti pencurian, perampokan, pengeboman, pembunuhan, maka
demand tidak akan berani mengunjungi daerah tersebut. Sebaliknya, jika
masyarakat bersikap baik dan ramah terhadap tamu, maka tourist akan betah
tinggal di daerah tersebut. Sehingga peran keterlibatan masyarakat sangat
menentukan keberlanjutan sebuah kawasan wisatanya sendiri, terlebih dengan
potensi kebudayaan yang mengundang minat wisatawan mancanegara untuk
berkunjung maka telah sepantasnya masyakat dapat menikmati hasil pariwisata itu
sendiri.

III. KONDISI UMUM


3.1 Letak dan Luas Kawasan
Curug Cisuren merupakan salah satu air terjun yang berada di Pusat
Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. Curug Cisuren terletak di Desa
Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Gambar 1 Peta kawasan Curug Cisuren


Sumber: http://ppkab.blogspot.co.id/2008/04/peta-ppkb.html
3.2 Aksesibilitas
Aksesibilitas menuju Curug Cisuren dapat menggunakan kendaraan pribadi dan
kendaraan umum. Akses menuju curug Cisuren dapat ditempuh melalui beberapa
jalur, di antaranya adalah melalui jalan tol Ciawi lalu menuju ke arah Sukabumi
sampai di depan Taman Rekreasi Lido, dilanjutkan kembali menuju ke lokasi yang
ditandai dengan adanya gerbang pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango. Menggunakan kendaraan umum jurusan Sukabumi, berhenti di depan
Taman Rekreasi Lido. Dari sini perjalanan dapat diteruskan menggunakan jasa
ojek menuju ke pintu gerbang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

IV.

METODE PRAKTIKUM

IV.1 Waktu dan Lokasi


Praktikum Perencanaan Kawasan Berdasarkan Pendekatan Demand
dilaksanakan pada pertemuan ke-tujuh di hari Jumat, tanggal 30 September 2016
di kelas praktikum K10 Kampus Diploma IPB Gunung Gede. Kegiatan yang
dilakukan adalah membuat perencanaan program berdasarkan pendekatan demand
yang menggunakan data Kualitas Demand pada Kawasan Alami di Curug
Cisuren, Sukabumi. Data yang dipakai adalah data yang telah diambil pada hari
Kamis tanggal 7 September 2016.
IV.2 Alat dan Bahan
Kegiatan praktikum membutuhkan alat dan bahan untuk menunjang
pelaksanaan praktikum. Alat dan bahan yang digunakan selama praktikum di
antaranya adalah, Komputer sebagai alat bantu mengolah data dan penyusunan
laporan. Bahan yang digunakan dalam praktikum di antaranya adalah Curug
Cisuren sebagai objek yang diamati, dan data Pengukuran Kualitas Demand.
IV.3 Metode Kerja
Metode yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah dengan
melakukan analisa terhadap data Pengukuran Kualitas Demand pada Kawasan
Curug Cisuren. Selain menggunakan metode tersebut, studi literatur juga
digunakan untuk membantu dalam proses pencarian data sekunder baik
menggunakan internet maupun literatur.
IV.4 Tahapan Kerja
a.
b.
c.

Adapun tahapan kerja dalam kegiatan praktikum adalah sebagai berikut:


Melakukan analisa data Pengukuran Kualitas Demand di lokasi curug
Cisuren.
Merancang perencanaan kawasan berdasarkan Demand pada kawasan yang
telah ditentukan
Membuat laporan hasil praktikum.

V.
V.1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Pengunjung

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 20 responden, telah


didapatkan hasil karakterisitik pengunjung yang terdapat pada tabel di bawah ini.
(Tabel 1).
Tabel 1 Karakteristik Pengunjung di Kawasan Curug Cisuren
No
1

Karakteristik Responden
Jenis Kelamin

Status Pernikahan

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Pendapatan

Keterangan
Laki-laki
Perempuan
Single
Menikah
16-20 tahun
21-25 tahun
26-30 tahun
SMA
Perguruan Tinggi (PT)
Karyawan Swasta
Wiraswasta
Rp1.000.000,00-Rp2.000.000,00
Rp2.000.000,00-Rp3.000.000,00
>Rp3.000.000,00

Jumlah
15
5
15
5
1
14
5
17
3
5
15
5
15
0

Responden yang berkunjung ke curug Cisuren ini rata rata berjenis kelamin
laki laki, dengan jumlah responden sebanyak 15 orang, dan responden perempuan
sebanyak 5 orang. Status pernikahan didominasi oleh responden yang belum
menikah dengan jumlah responden sebanyak 15 orang dan responden yang sudah
menikah sebanyak 5 orang. Karakteristik umur yang paling tinggi adalah kisaran
21-25 tahun yaitu sebanyak 14 responden, sedangkan yang paling sedikit yaitu 1620 tahun hanya 1 orang responden, dan sisanya sebanyak 5 orang responden
berumur 26-30 tahun. Pendidikan terakhir responden rata rata adalah lulusan SMA
sebanyak 17 orang dan Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 3 orang. Pekerjaan yang
dominan dari responden adalah wiraswasta sebanyak 15 orang dan yang paling
sedikit adalah 5 orang sebagai karyawan swasta. Pendapatan responden yang
paling dominan sebanyak 15 orang yang berpenghasilan rata-rata Rp2.000.000,00
sampai Rp3.000.000,00.
V.2

Motivasi Pengunjung pada Kawasan atau Objek Wisata

Motivasi pengunjung dalam mengunjungi suatu kawasan berbeda dengan


pengunjung lainnya. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan, motivasi pengunjung
dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu objek wisata, aktifitas yang dilakukan dan
fasilitas pada kawasan wisata. Motivasi yang telah didapatkan telah dianalisa dan
diolah dengan menggunakan metode yang telah ditentukan. Untuk data motivasi
berdasarkan objek wisata dapat dilihat di Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek
Wisata.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 2 Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek Wisata


Gunung, fauna dan flora merupakan objek wisata dengan motivasi paling
tinggi berdasarkan nilai kepuasan sebesar 5 (agak puas). Responden memberikan
nilai 5 atau agak puas untuk ketiga objek tersebut dikarenakan objek yang ada di
kawasan Curug Cisuren tersebut sudah sesuai dengan permintaan. Pemandangan
yang indah dan udara yang sejuk serta fauna yang menarik untuk dilihat
menjadikan alasan responden memberikan nilai kepuasan sebesar 5 atau agak
puas.
Pengunjung yang didominasi oleh wiraswata dan karyawan swasta
memiliki keinginan untuk merasakan pemandangan yang indah dan udara yang
sejuk. Permintaan pengunjung tersebut berlaku saat musim kemarau, selain udara
yang sejuk, pengunjung juga menginginkan pemandangan alam yang indah.
V.3

Motivasi Pengunjung terhadapAktivitas

Motivasi pengunjung terhadap aktivitas berupa, rekreasi dan Aktualisasi


diri. Berdasarkan data yang didapat, motivasi tersebut telah mendapatkan nilai
kepuasan yang berbeda beda. Dapat dilihat pada Grafik Motivasi Pengunjung
Terhadap Aktivitas yang tertera di bawah ini.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 3 Grafik Motivasi Pengunjung pada Aktivitas Wisata


Curug Cisuren memiliki keadaan udara yang sejuk dan baik untuk
melakukan rekreasi. Responden merasa puas dalam melakukan aktivitas rekreasi,
seperti menikmati udara sejuk dan keinginannya terpenuhi. Durasi aktifitas yang
dilakukan oleh pengunjung berkisar antara 10-30 menit. Aktifitas yang dilakukan

10

oleh responden di kawasan Curug Cisuren adalah berfoto-foto, bermain air dan
bermain di sekitar canopy trail.
Pendidikan dan penilitan merupakan salah satu motivasi pengunjung untuk
mengunjungi Curug CIsurem. Hal ini dikarenakan Curug Cisuren berada di Pusat
Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. Kawasan ini dapat digunakan
sebagai sarana untuk melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian karena
terdapat berbagai macam fasilitas yang mendukung untuk kegiatan pendidikan
atau penelitian bagi para responden.
V.4

Motivasi Pengunjung Terhadap Fasilitas

Motivasi pengunjung terhadap Fasilitas pada kawasan wisata Curug


Cisuren terdiri dari aksesibilitas dan Penginapan. Penilaian motivasi terhadap
fasilitas dapat dilihat pada Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata yang
ada di bawah.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 4 Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata


Fasilitas yang ada di kawasan wisata alam Curug Cisuren sudah cukup baik
untuk beberapa responden. Pengelola Curug Cisuren, yaitu Pusat Pendidikan
Konservasi Alam (PPKA) memperhatikan dengan serius tentang beberapa
kekurangan dari fasilitas yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kenyaman dari para pengunjung.
Pengelola Curug Cisuren bertindak cukup ketat dalam memperhatikan
kondisi fasilitas di dalam kawasan. Fasilitas yang memiliki penilaian tertinggi,
adalah penginapan. Penginapan memiliki nilai kepuasan sebesar 6 atau puas,
fasilitas penginapan yang bersih, nyaman, dan tersedia dengan sangat baik
menjadikan fasilitas tersebut berdampak baik bagi kebutuhan dan sesuai dengan
permintaan para pengunjung.
Selain penginapan, aksesibilitas yang merupakan salah satu fasilitas yang
ada mendapat penilaian agak tidak puas dari hasil rekapitulasi kuisioner. Hal ini
terlihat dari keadaan aksesbilitas yang kurang memadai dan tidak sesuai dengan
harapan pengunjung. Kondisi dari aksesibilitas untuk menuju kawasan Curug
Cisuren cukup sulit dan belum sesuai dengan permintaan pengunjung,
dikarenakan jalan yang tersedia masih berupa bebatuan dan tanah.

V.5

Rancangan Program

11

Program wisata Ragam Satwa Cisuren ini merupakan kegiatan menginap


yang ditujukan untuk orang dewasa dengan durasi kegiatan selama dua hari satu
malam. Program ini bertujuan untuk mengajak peserta mengenal lebih dekat
kawasan curug cisuren dari segi perspektif sumberdaya biotik khususnya fauna.
Tabel 2 Ittenerary Program Wisata Ragam Satwa Cisuren
No
1

Program
Penyambutan

Waktu
08.00-09.30

Wisata Curug

09.30-12.00

Ishoma

12.00-15.00

Reptil Learn and


Handle

15.00-17.00

Dinner

18.00-19.00

Herpetology

19.00-21.00

Coffee Night

21.00-23.00

Birmal Watch (Birds


and Mammals
Watching)
Say o Nara

05.00-07.00

07.00-13.00

Aktivitas
Kedatangan Peserta
Perkenalan antar peserta
Mengkoordinasi Barang bawaan
Trekking menuju Curug
Beraktivitas di Curug
Istirahat, Sholat, Makan
Persiapan Pemberian Materi
Pemberian Materi seputar Ular
berbisa dan penangan Gigitan
pada Ular Berbisa
Makan Malam
Ramah Tamah
Persiapan Pengamatan Reptil
dan Amfibi
Pengamatan Reptil dan Amfibi
Ramah Tamah
Kegiatan Api Unggun
Persiapan pengamatan burung
dan mamalia
Break
Outbond
Fun Games
Pembagian Hadiah
Persiapan Pulang

Peserta akan memulai kegiatan dari awal kedatangan yang ditentukan pada
pukul 08.00 dan diakhiri dengan acara fun games keesokan hari nya. Di hari
pertama peserta akan melakukan perkenalan dengan peserta yang lain agar
keakraban antar peserta makin erat. Setelah perkenalan peserta akan diajak untuk
trekking menuju Curug Cisuren untuk melihat keindahan alam yang ada di Curug
tersebut. perjalanan yang ditempuh untuk menuju Curug dapat memakan waktu
sekitar 45 menit dari lokasi awal peserta berkumpul. Setelah sampai di Curug,
peserta akan diberikan waktu selama dua jam untuk melalukan aktivitas seperti
bermain air, berenang, berfoto foto maupun duduk santai dan setelah selesai
peserta akan kembali menuju perkemahan.
Di lokasi perkemahan, peserta akan mengkoordinir barang bawaan masing
masing untuk diletakkan di lokasi tenda yang telah ditentukan dan dilanjutkan
dengan pemberian materi tentang reptil. Pemberian materi yang berlangsung
selama dua jam ini akan membahas seputar jenis ular berbisa dan penanganan saat
terkena gigitan ular, materi akan disampaikan oleh tenaga ahli yang profesional.
Setelah materi selesai diberikan peserta akan break terlebih dahulu dan akan

12

dilanjutkan dengan kegiatan pengamatan reptil dan amfibi yang akan dilaksanakan
setelah makan malam. Pengamatan reptil dan amfibi akan dipandu langsung oleh
tenaga ahli yang menguasai, peserta dapat berhubungan langsung dengan reptil
maupun amfibi yang dapat ditemukan di kawasan curug cisuren, pengamatan ini
dilakukan sampai pukul sembilan malam. Setelah pengamatan selesai, peserta

akan diberikan waktu bebas untuk menikmati api unggun dalam kegiatan Coffee
Night, dalam kegiatan ini peserta akan disediakan kopi dan makanan ringan dari
tim pelaksana.
(a)

(b)

Gambar 5 Ilustrasi Kegiatan (a) Bermain di Curug Cisuren (b) Pengamatan Reptil
dan Amfibi
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pada hari kedua peserta akan melaksanakan kegiatan Bird and Mamals
Watching yang dilakukan di pagi hari. Sebelum melaksanakan kegiatan peserta
akan diberikan pengarahan dan peralatan pendukung untuk pengamatan seperti
binoculer. Pengamtan dilakukan sampai dengan pukul 07.00 untuk melakukan
break sampai pukul 08.00 dan dilanjutkan dengan outbond dan fun games. Pada
akhir acara peserta akan berkumpul untuk mengumumkan pemenang outbond dan
fun games. Setelah pengumuman dilakukan, peserta akan bersiap siap untuk
pulang.
a

(
)

(b)
Gambar 6 Ilustrasi Kegiatan (a) Pengamatan Burung dan Mamalia (b) Fun Games
Sumber: Dokumentasi Pribadi

13

VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dibahas dapat disimpulkan
bahwa perencanaan program berdasarkan pendekatan demand pada kawasan
alami yang dibuat adalah program wisata Ragam Satwa Cisuren. Dilihat dari
demand pengunjung yang motivasi nya lebih tinggi pada kawasan curug dan
satwa yang ada di curug cisuren. Program wisata ini memiliki sasaran kelompok
dewasa yang berisi 3-5 orang dengan durasi waktu yang dilaksanakan selama dua
hari satu malam. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah
pemberian materi seputar fauna khususnya reptil, Pengamatan Reptil dan Amfibi
pada kawasan Curug Cisuren, Birds and Mamals Watching, Outbond dan
Fungames.

14

DAFTAR PUSTAKA
Avenzora R. 2008. Ecotourism Teori dan Praktek. BRR NAD-NIAS. Banda Aceh.
Anonim. 2016. Peta Lokasi. http://ppkab.blogspot.co.id/2008/04/peta-ppkb.html.
[diakses pada tanggal 8 September 2016]
Anonim. 2016. Identifikasi. http://www.landasanteori.com/2015/08/pengetianidentifikasi-definisi-menurut.html .[diakses pada 8 September 2016]
Anonim. 2012. Aktivitas atau Aktifitas. http://kbbi.web.id/aktivitas-atau-aktifitas.
[diakses pada 8 september 2016]
Anonim. 2014. Definisi Kawasan. http://arti-definisi-pengertian.info/pengertiankawasan/. [diakses pada 6 Oktober 2016]
Anonim.
2012. PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN
PARIWISATA
NEGERI KHAYAL.
https://sukmawinarya.wordpress.com/2012/05/17/perencanaan-danpengembangan-kawasan-pariwisata-negeri-khayal-2/ [diakses pada 6 Oktober
2016]
Kurniawan A. 2015. Pengertian Kualitas Menurut Para
www.gurupendidikan.com. [diakses pada 8 September 2016]

Ahli.

Paturusi, Samsul A. (2001). Perencanaan Tata Ruang Kawasan Pariwisata, Materi


kuliah Perencanaan Kawasan Pariwisata Program Magister (S2) Kajian
Pariwisata, Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar.