Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum ke-4

Perencanaan Dasar Ekowisata

Jumat, 23 September 2016

IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN KUALITAS DEMAND


PADA KAWASAN ALAMI
(Studi Kasus: Curug Cisuren)
Disusun oleh:
Praktikum 2/Kelompok 2
Nur Ardi Samra

J3B114046
Dosen:

Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, MoT


Dr. Ir. Ricky Avenzora, M.Sc.F
Helianthi Dewi, S.Hut, M.Si
Rini Untari, S.Hut, M.Si
Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati, A.Md
Nurhidayah, A.Md
Maulana Yusuf, A.Md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

ii

DAFTAR GAMBAR

ii

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Identifikasi 2
2.2 Pengukuran Kualitas 2
2.3 Demand

2.4 Kawasan Alami


III.

KONDISI UMUM

3.1 Letak dan Luas Kawasan

3.2 Aksesibilitas 4
IV.

V.

METODE PRAKTIKUM
4.1 Waktu dan Lokasi

4.2 Alat dan Bahan

4.3 Metode Kerja

4.4 Tahapan Kerja

HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1 Karakteristik Pengunjung

5.2 Motivasi Pengunjung pada Kawasan atau Objek Wisata

5.3 Aktivitas dan Preferensi Pengunjung Pada Kawasan atau Objek Wisata
9
VI.

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

10
11

ii

DAFTAR TABEL
No.

Hal

1.
Karakteristik Pengunjung di Kawasan Curug Cisuren

DAFTAR GAMBAR
No.

Hal

1.
Peta kawasan Curug Cisuren
4
2. Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek Wisata
8
3. Grafik Motivasi Pengunjung pada Aktivitas Wisata
8
4. Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata
9
5. Grafik Aktifitas dan Preferensi Pengunjung pada Kawasan atau Objek Wisata 10

I.
I.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kegiatan pariwisata sangat berpengaruh dengan adanya pelayanan yang


diberikan oleh pengelola. Kepuasan yang didapatkan pengunjung sangat
berpengaruh dengan kualitas pelayanan sebuah tempat wisata. Dengan adanya
kualitas yang baik, maka akan tercipta pula kepuasan bagi pengunjung. Selain
pelayanan yang diberikan, kepuasan juga dapat dinilai dari berbagai aspek yaitu
fasilitas, objek wisata dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung.
Setiap kawasan wisata memiliki permintaan yang berbeda tergantung dari
karakteristik pengunjung yan datang. Permintaan yang diajukan dapat kebutuhan
dan keinginan pengunjung terhadap kawasan wisata. Permintaan atau demand
pengunjung dalam suatu kawasan wisata adalah hal yang dapat digunakan oleh
pengelola untuk mengembangkan suatu kawasan wisata. Dengan adanya
permintaan pengunjung pengelola dapat mengevaluasi kegiatan wisata yang telah
berjalan, serta memenuhi permintaan pengunjung dengan maksimal.
Kawasan khusus adalah kawasan yang memiliki tujuan dan fungsi secara
khusus. Dengan adanya identifikasi dan pengukuran demand pada kawasan
khusus diharapkan dapat mengetahui kualitas demand yang tersedia. Curug
Cisuren merupakan salah satu kawasan khusus yang menjadi kawasan wisata baik
untuk rekreasi ataupun edukasi.
I.2

Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur kualitas


demand yang mencakup Objek Wisata, Aktivitas, Fasilitas serta preferensi
pengunjung pada kawasan Khusus di Kawasan Curug Cisuren.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Identifikasi
Identifikasi berasal dari kata Identify yang artinya meneliti, menelaah.
Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti,
mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari kebutuhan lapangan. Secara
intensitas kebutuhan dapat dikategorikan (dua) macam yakni kebutuhan terasa
yang sifatnya mendesak dan kebutuhan terduga yang sifatnya tidak mendesak.
Fungsi dan tujuan identifikasi kebutuhan program untuk mengetahui berbagai
masalah atau kebutuhan program yang diinginkan masyarakat. Untuk mengetahui
berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan untuk pendukung pelaksanaan program
dan mempermudah dalam menyusun rencana program yang akan dilaksanakan.
Fungsi agar program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Data yang dikumpulkan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana
program yang dapat di pengaruhi pengelola program. Sebagai bahan informasi
bagi pihak lain yang membutuhkan
Identifikasi Demand adalah meneliti atau mengumpulkan data terkait
dengan demand yang dilakukan di kawasan Khusus. Pengumpulan data ini
dilakukan untuk mengetahui permintaan yang diajukan oleh pengunjung yang ada
di kawasan wisata Curug Cisuren. Data yang didapatkan digunakan sebagai
pengukuran kualitas demand untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi
pengelola kawasan wisata dalam memaksimalkan kepuasan pengunjung wisata.
II.2 Pengukuran Kualitas
Menurut Tjiptono (2005 : 110): kualitas jasa atau kualitas pelayanan yang
mendefinisikan sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
sumber daya manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan. Dengan demikian aspek penilaian terhadap kualitas suatu jasa, seperti
child care centre, bisa mencakup berbagai faktor yang saling terkait, di antaranya
lokasi, biaya, status akreditasi, jumlah dan kualifikasi staf, reputasi yang
bersangkutan, desain kelas, arena bermain, variasi menu yang disajikan, jam
operasi, sikap staf, perhatian personal terhadap kebutuhan dan perkembangan
masing-masing anak, ketersediaan dan aksesibilitas terhadap fasilitas bermain dan
belajar dan seterusnya. Individu yang berbeda akan memberikan bobot
kepentingan yang berbeda pada masing-masing faktor.
Selanjutnya Assauri (2003) menyatakan bahwa: Pelanggan menilai mutu
atau kualitas setelah pelanggan tersebut menerima jasa atau pelayanan dari suatu
perusahaan tertentu. Mereka menilai mutu jasa atau pelayanan yang diterima
sesuai dengan harapan mereka, atas jasa atau pelayanan tersebut. Pelanggan
mempertimbangkan mutu jasa atau pelayanan tersebut dalam beberapa dimensi.
Dimensi-dimensi dari jasa atau pelayanan yang didapatkan atau diterima
pelanggan, dinilai terhadap apa yang diharapkan atas dimensi tersebut.
Kepuasan pelanggan tidak hanya dibentuk oleh kualitas layanan semata,
akan tetapi juga ditentukan oleh harga, kualitas barang, faktor pribadi dan faktor
sosial. Artinya sekalipun kualitas layanan yang diberikan oleh perusahaan dinilai

baik oleh pelanggan, namun apabila mereka merasa harga yang ditetapkan jauh
lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang diharapkan, mereka belum tentu
mempunyai kepuasan yang tinggi. Sementara itu, faktor pribadi juga sangat
menentukan tingkat kepuasan seorang konsumen. Karena tinggi rendahnya
kepuasan tidak terlepas dari bagaimana seorang pelanggan memandang produk
yang mereka peroleh.
II.3 Demand
Demand Wisata adalah suatu permintaan wisata terhadap ruang, waktu dan
harga tertentu. Suatu demand wisata akan berkaitan dengan siapa yang meminta,
apa dan berapa banyak yang diminta dan kapan waktu permintaan tersebut
(Avenzora:2008).
Damanik dan Weber (2006) mengemukakan bahwa unsur-unsur penting
dalam demand adalah penduduk lokal dengan segala kebudayaannya yang
menjadi sumber daya wisata. Unsur lainnya yaitu aksesibilitas yang mudah dan
akomodasi. Kebutuhan untuk berwisata sangat terkait dengan masalah iklimdan
kondisi lingkungan hidup atau tempat asal. Waktu luang, uang, sarana dan
prasarana merupakan permintaan potensial wisata.
Terdapat tiga pembagian demand, yaitu:
a. actual demand : permintaan aktual individu atau kelompok terhadap suatu
kegiatan rekreasi.
b. potential demand : permintaan potensial individu atau kelompok terhadap
suatu kegiatan rekreasi.
c. latend demand : belum ada permintaan oleh individu atau kelompok
terhadap suatu kegiatan rekreasi.
II.4 Kawasan Alami
Kawasan alami merupakan suatu unit baik fisik maupun biologi yang
menunjukkan suatu kondisi alami dengan adanya tipe atau vegetasi yang unik
serta adanya suatu asosiasi biotik, edafis dan ciri khas geologi dan perairan.
Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dan Kawasan Suaka Alam (KSA) merupakan
contoh dari kawasan alami yang ada di Indonesia.
Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di
darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga
kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta
pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sedangkan
Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat
maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan
keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi
sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Selanjutnya dikemukakan bahwa
KPA meliputi Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam dan
KSA meliputi Cagar Alam dan Suaka Margasatwa.

III. KONDISI UMUM


3.1 Letak dan Luas Kawasan
Curug Cisuren merupakan salah satu air terjun yang berada di Pusat
Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. Curug Cisuren terletak di Desa
Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Gambar 1 Peta kawasan Curug Cisuren


Sumber: http://ppkab.blogspot.co.id/2008/04/peta-ppkb.html
3.2 Aksesibilitas
Aksesibilitas menuju Curug Cisuren dapat menggunakan kendaraan pribadi dan
kendaraan umum. Akses menuju curug Cisuren dapat ditempuh melalui beberapa
jalur, di antaranya adalah melalui jalan tol Ciawi lalu menuju ke arah Sukabumi
sampai di depan Taman Rekreasi Lido, dilanjutkan kembali menuju ke lokasi yang
ditandai dengan adanya gerbang pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango. Menggunakan kendaraan umum jurusan Sukabumi, berhenti di depan
Taman Rekreasi Lido. Dari sini perjalanan dapat diteruskan menggunakan jasa
ojek menuju ke pintu gerbang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

IV.

METODE PRAKTIKUM

IV.1 Waktu dan Lokasi


Praktikum Identifikasi dan Pengukuran Kualitas Demand pada Kawasan
Alami dilaksanakan pada pertemuan kedua di hari Jumat, tanggal 9 September
2016 di kelas praktikum K10 Kampus Diploma IPB Gunung Gede. Kegiatan yang
dilakukan meliputi observasi lapang dan penyebaran kuesioner yang berlokasi di
Curug Cisuren, Sukabumi. Pengambilan data dilaksanakan pada hari Kamis
tanggal 7 September 2016 pukul 10.00-15.00 WIB.
IV.2 Alat dan Bahan
Kegiatan praktikum membutuhkan alat dan bahan untuk menunjang
pelaksanaan praktikum. Alat dan bahan yang digunakan selama praktikum di
antaranya adalah alat tulis yang digunakan untuk mencatat hasil observasi,
kuesioner sebagai sarana pengukuran kualitas demand, kamera untuk
mendokumentasikan kegiatan observasi lapang, Komputer sebagai alat bantu
mengolah data dan penyusunan laporan. Bahan yang digunakan dalam praktikum
di antaranya adalah Curug Cisuren sebagai objek yang diamati, dan pengunjung
Curug Cisuren sebagai responden yang mengisi kuesioner Pengukuran Kualitas
Demand Kawasan alami.
IV.3 Metode Kerja
Metode yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah dengan
melakukan observasi lapang serta pembagian kuesioner yang dilakukan pada
tanggal 11 September 2016 di kawasan wisata Curug Cisuren dengan jumlah
responden sebanyak 20 orang. Selain menggunakan metode tersebut, studi
literatur juga digunakan untuk membantu dalam proses pencarian data sekunder
baik menggunakan internet maupun literatur.
IV.4 Tahapan Kerja
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Adapun tahapan kerja dalam kegiatan praktikum adalah sebagai berikut:


Melakukan studi literatur, observasi lapang dan wawancara di lokasi curug
Cisuren.
Mengidentifikasi demand dan faktor yang mempengaruhinya di lokasi
observasi.
Merekap hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh masing-masing
anggota kelompok.
Membuat hasil dan pembahasan dari hasil wawancara terhadap responden.
Membagi materi tulisan menjadi sub bab yang kemudian dibahas secara
individu.
Membuat laporan hasil praktikum.

V.
V.1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Pengunjung

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 20 responden, telah


didapatkan hasil karakterisitik pengunjung yang terdapat pada tabel di bawah ini.
(Tabel 1).
Tabel 1 Karakteristik Pengunjung di Kawasan Curug Cisuren
No
1

Karakteristik Responden
Jenis Kelamin

Status Pernikahan

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Pendapatan

Keterangan
Laki-laki
Perempuan
Single
Menikah
16-20 tahun
21-25 tahun
26-30 tahun
SMA
Perguruan Tinggi (PT)
Karyawan Swasta
Wiraswasta
Rp1.000.000,00-Rp2.000.000,00
Rp2.000.000,00-Rp3.000.000,00
>Rp3.000.000,00

Jumlah
15
5
15
5
1
14
5
17
3
5
15
5
15
0

Responden yang berkunjung ke curug Cisuren ini rata rata berjenis kelamin
laki laki, dengan jumlah responden sebanyak 15 orang, dan responden perempuan
sebanyak 5 orang. Status pernikahan didominasi oleh responden yang belum
menikah dengan jumlah responden sebanyak 15 orang dan responden yang sudah
menikah sebanyak 5 orang. Karakteristik umur yang paling tinggi adalah kisaran
21-25 tahun yaitu sebanyak 14 responden, sedangkan yang paling sedikit yaitu 1620 tahun hanya 1 orang responden, dan sisanya sebanyak 5 orang responden
berumur 26-30 tahun. Pendidikan terakhir responden rata rata adalah lulusan SMA
sebanyak 17 orang dan Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 3 orang. Pekerjaan yang
dominan dari responden adalah wiraswasta sebanyak 15 orang dan yang paling
sedikit adalah 5 orang sebagai karyawan swasta. Pendapatan responden yang
paling dominan sebanyak 15 orang yang berpenghasilan rata-rata Rp2.000.000,00
sampai Rp3.000.000,00.
V.2

Motivasi Pengunjung pada Kawasan atau Objek Wisata

Motivasi pengunjung dalam mengunjungi suatu kawasan berbeda dengan


pengunjung lainnya. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan, motivasi pengunjung
dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu objek wisata, aktifitas yang dilakukan dan
fasilitas pada kawasan wisata. Motivasi yang telah didapatkan telah dianalisa dan
diolah dengan menggunakan metode yang telah ditentukan. Untuk data motivasi
berdasarkan objek wisata dapat dilihat di Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek
Wisata.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 2 Grafik Motivasi Pengunjung pada Objek Wisata


Gunung, fauna dan flora merupakan objek wisata dengan motivasi paling
tinggi berdasarkan nilai kepuasan sebesar 5 (agak puas). Responden memberikan
nilai 5 atau agak puas untuk ketiga objek tersebut dikarenakan objek yang ada di
kawasan Curug Cisuren tersebut sudah sesuai dengan permintaan. Pemandangan
yang indah dan udara yang sejuk serta fauna yang menarik untuk dilihat
menjadikan alasan responden memberikan nilai kepuasan sebesar 5 atau agak
puas.
Pengunjung yang didominasi oleh wiraswata dan karyawan swasta
memiliki keinginan untuk merasakan pemandangan yang indah dan udara yang
sejuk. Permintaan pengunjung tersebut berlaku saat musim kemarau, selain udara
yang sejuk, pengunjung juga menginginkan pemandangan alam yang indah.
V.3

Motivasi Pengunjung terhadapAktivitas

Motivasi pengunjung terhadap aktivitas berupa, rekreasi dan Aktualisasi


diri. Berdasarkan data yang didapat, motivasi tersebut telah mendapatkan nilai
kepuasan yang berbeda beda. Dapat dilihat pada Grafik Motivasi Pengunjung
Terhadap Aktivitas yang tertera di bawah ini.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 3 Grafik Motivasi Pengunjung pada Aktivitas Wisata


Curug Cisuren memiliki keadaan udara yang sejuk dan baik untuk
melakukan rekreasi. Responden merasa puas dalam melakukan aktivitas rekreasi,
seperti menikmati udara sejuk dan keinginannya terpenuhi. Durasi aktifitas yang
dilakukan oleh pengunjung berkisar antara 10-30 menit. Aktifitas yang dilakukan

oleh responden di kawasan Curug Cisuren adalah berfoto-foto, bermain air dan
bermain di sekitar canopy trail.
Pendidikan dan penilitan merupakan salah satu motivasi pengunjung untuk
mengunjungi Curug CIsurem. Hal ini dikarenakan Curug Cisuren berada di Pusat
Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. Kawasan ini dapat digunakan
sebagai sarana untuk melakukan kegiatan pendidikan dan penelitian karena
terdapat berbagai macam fasilitas yang mendukung untuk kegiatan pendidikan
atau penelitian bagi para responden.
V.4

Motivasi Pengunjung Terhadap Fasilitas

Motivasi pengunjung terhadap Fasilitas pada kawasan wisata Curug


Cisuren terdiri dari aksesibilitas dan Penginapan. Penilaian motivasi terhadap
fasilitas dapat dilihat pada Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata yang
ada di bawah.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 4 Grafik Motivasi Pengunjung pada Fasilitas Wisata


Fasilitas yang ada di kawasan wisata alam Curug Cisuren sudah cukup baik
untuk beberapa responden. Pengelola Curug Cisuren, yaitu Pusat Pendidikan
Konservasi Alam (PPKA) memperhatikan dengan serius tentang beberapa
kekurangan dari fasilitas yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kenyaman dari para pengunjung.
Pengelola Curug Cisuren bertindak cukup ketat dalam memperhatikan
kondisi fasilitas di dalam kawasan. Fasilitas yang memiliki penilaian tertinggi,
adalah penginapan. Penginapan memiliki nilai kepuasan sebesar 6 atau puas,
fasilitas penginapan yang bersih, nyaman, dan tersedia dengan sangat baik
menjadikan fasilitas tersebut berdampak baik bagi kebutuhan dan sesuai dengan
permintaan para pengunjung.
Selain penginapan, aksesibilitas yang merupakan salah satu fasilitas yang
ada mendapat penilaian agak tidak puas dari hasil rekapitulasi kuisioner. Hal ini
terlihat dari keadaan aksesbilitas yang kurang memadai dan tidak sesuai dengan
harapan pengunjung. Kondisi dari aksesibilitas untuk menuju kawasan Curug
Cisuren cukup sulit dan belum sesuai dengan permintaan pengunjung,
dikarenakan jalan yang tersedia masih berupa bebatuan dan tanah.

V.5

Aktivitas dan Preferensi Pengunjung Pada Kawasan atau Objek Wisata

Aktivitas di kawasan Curug Cisuren terbagi menjadi Canopy Trail dan Air
Terjun. Di kawasan ini terdapat beberapa objek yang dapat digunakan oleh
pengunjung untuk melakukan aktivitas tersebut yang dapat dilihat pada Grafik di
bawah.

Keterangan : 1. Sangat tidak puas, 2. Tidak puas, 3. Agak tidak puas, 4. Biasa saja, 5. Agak puas,
6. Puas, 7. Sangat puas

Gambar 5 Grafik Aktifitas dan Preferensi Pengunjung pada Kawasan atau Objek
Wisata
Berdasarkan hasil rekapitulasi pada gambar 5 dapat dilihat bahwa air
terjun merupakan objek wisata yang paling disukai oleh pengunjung pengunjung
di kawasan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan nilai kepuasan yang
diberikan oleh responden. Air terjun mendapatkan nilai tertinggi yaitu sebesar 6
atau puas. Air terjun menjadi objek wisata yang paling disukai karena memiliki
pemandangan yang indah dan merupakan daya tarik utama dari kawasan tersebut.
Di lokasi ini pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berfoto-foto,
bermain air dan melihat pemandangan sekitar.
Objek wisata dengan nilai terendah adalah canopy trail dengan nilai
kepuasan sebesar 5 atau agak puas. Para responden memberikan nilai terendah
dikarenakan canopy trail merupakan lokasi memiliki jalur cukup berat untuk
diakses. Canopy trail tersebut hanya boleh dilalui dengan batas maksimal 5 orang,
hal ini membuat pengunjung yang datang bersama rombongan tidak boleh melalui
Canopy Trail tersebut dengan bersamaan. Pembatasan yang dilakukan bertujuan
untuk menjaga keamanan pengunjung tersebut, dan agar tidak terjadi hal yang
tidak diinginkan.
Aktivitas yang paling disukai oleh pengunjung adalah bermain air dan
menikmati udara sejuk. Bermain air merupakan aktivitas utama yang diinginkan
oleh pengunjung dalam melakukan wisata ke Curug Cisuren. Durasi yang
dilakukan oleh pengunjung dalam melakukan aktivitas ini berkisar antara 60-90
menit. Selain bermain air, menikmati udara sejuk merupakan aktvitas lain yang
juga dilakukan oleh pengunjung. Durasi pengunjung dalam menikmati udara sejuk
berkisar antara 10-30 menit.

10

VI. KESIMPULAN
Karakteristik pengunjung yang berada di kawasan Curug Cisuren, yaitu
didominasi oleh responden laki-laki, yaitu 15 orang, status pernikahan didominasi
oleh responden yang belum menikah (single) sebanyak 15 orang, rentang umur di
dominasi responden yang berumur 21-25 tahun, pendidikan terakhir mereka
umumnya adalah lulusan SMA sebanyak 17 orang, pekerjaan yang paling
dominan dari para responden, yaitu wiraswasta sebanyak 15 orang dan pendapatan
responden yang paling dominan sebanyak 15 orang yang berpenghasilan rata-rata
Rp2.000.000,00 sampai Rp3.000.000,00. Kawasan alami Curug Cisuren memiliki
demand yang bersifat alami sebagai daya tarik. Permintaan yang paling dominan
berdasarkan motivasi pengunjung terhadap objek wisata, yaitu gunung, flora dan
fauna. Ketiga objek wisata tersebut sudah sesuai dengan permintaan para
responden yang mengunjungi kawasan Curug Cisuren. Permintaan yang paling
dominan berdasarkan motivasi pengunjung terhadap aktivitas, yaitu rekreasi,
pendidikan dan penelitian. Permintaan yang paling dominan berdasarkan motivasi
pengunjung terhadap fasilitas wisata, yaitu penginapan. Hal tersebut dikarenakan
penginapan merupakan fasilitas wisata yang sudah sesuai dengan permintaan
pengunjung. Berdasarkan penilaian pengunjung terhadap demand yang ada,
sebagian besar demand dinilai agak puas dan puas.

11

DAFTAR PUSTAKA
Avenzora R. 2008. Ecotourism Teori dan Praktek. BRR NAD-NIAS. Banda Aceh.
Anonim. 2016. Peta Lokasi. http://ppkab.blogspot.co.id/2008/04/peta-ppkb.html.
[diakses pada tanggal 8 September 2016]
Anonim. 2016. Identifikasi. http://www.landasanteori.com/2015/08/pengetianidentifikasi-definisi-menurut.html .[diakses pada 8 September 2016]
Anonim. 2012. Aktivitas atau Aktifitas. http://kbbi.web.id/aktivitas-atau-aktifitas.
[diakses pada 8 september 2016]
Kurniawan A. 2015. Pengertian Kualitas Menurut Para
www.gurupendidikan.com. [diakses pada 8 September 2016]

Ahli.