Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas membuat


makalah Kepemimpinan yang berjudul kekuasaan dan kepemimpinan. Makalah ini
dibuat untuk melatih sejauh mana kami mampu menyampaikan pemikiran-pemikiran
tentang ilmu mengenai kepemimpinan sebagai salah satu mata kuliah terpenting di
semester ini.
Terbatasnya pengetahuan mungkin telah menjadikan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, semoga isi makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan juga pembaca.
Sekian dan terimakasih
Wassalam

Penulis

KELOMPOK 7

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR1
1

DAFTAR ISI 2
BAB I : PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG...3
- TUJUAN...4
BAB II : PEMBAHASAN
- KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN.5
- KEKUASAAN DAN PEMEGANG WEWENANG7
- KEKUASAAN PRIBADI DAN DEPARTEMENT 8
- KEBUTUHAN KEKUASAAN
BAB III : CASE STUDY
BAB IV : KESIMPULAN.
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
I.

LATAR BELAKANG
Konsep kepemimpinan dan kekuasaan telah melahirkan suatu minat

yang hidup dan diskusi. Kadang-kadang juga menimbulkan kekaburan


sepanjang perkembangan pemikiran manajemen konsep kekuasaan (power)
2

yang erat sekali

hubungannya dengan konsep kepemimpinan. Dengan

kekuasaan, pemimpin memperoleh alat untuk mempengaruhi perilaku para


pengikutnya. Dengan memberikan hubungan yang menyeluruh antara
kepemimpinan dan kekuasaan.
Persoalan kepemimpinan slalu memberikan kesan yang menarik. Topik ini
senantiasa memberikan daya tarik yang kuat pada stiap orang.
Harsey, Blanchard, dan Natemayer merasakan bahwa para pemimpin
seharusnya tidak hanya menila perilakunya sendiri agar mereka dapat
mengerti bagaimana mereka memengaruhi orang lain, akan tetapi juga
mereka harus meneliti posisi mereka dan cara menggunakan kekuasaan.
Paul W. Cummings (Open Management Guides to Succesful Practice)
mengemukakan kekuasaan dan politik dalam manajemen merupakan anak
kembar yang tak terpisahkan, karena yang satu tak dapat hidup tanpa yang
lain. Para manajer jaman sekarang harus mempelajari segi-segi pokok dalam
kekuasaan dan politik, jika mereka mau hidup terus dan berhasil. Mereka
harus belajar tentang garis kekuasaan, menggunakan teknik-teknik politik
secara efektif dalam karir mereka.
Garis
organisasi

kekuasaan
kerja,

kadang-kadang

sehingga

bawahan

sangat
tidak

tidak
sadar

kentara
bahwa

dalam
mereka

sesungguhnya sedang digunakan untuk mengejar keinginan dan maksud


orang lain. Ciri pokok kekuasaan dalam perusahaan industri sekarang ini
adalah penggunaan orang-orang dan kelompok untuk tujuan dan maksud
tertentu.

II.

TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
- Menjelaskan pengertian kepemimpinan dan kekuasaan
- Mengidentifikasi kekuasaan dan pemegang wewenang
- Menjelaskan kekuasaan antarpribadi dan antar departement
- Mengidentifikasi kebutuhan kekuasaan

BAB II
PEMBAHASAN
A. KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN
Pelopor pertama yang menggunakan istilah kekuasaan adalah
sosiolog kenamaan
Max Weber. Dia merumuskan kekuasaan sebagai suatu kemungkinan
yang membuat seorang aktor didalam suatu hubungan sosial berada

dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan

yang menghilangkan halangan.


Walter Nord merumuskan kekuasaan sebagai suatu kemampuan untuk
memengaruhi aliran, energi dan dana yang tersedia untuk mencapai
suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya. Kekuasaan
digunakan

hanya

jika

tujuan-tujuan

tersebut

paling

sedikit

mengakibatkan perselisihan satu sama lain.


Russel mengartikan kekuasaan sebagai suatu produksi dari akibat

yang diinginkan.
Bierstedt mengatakan bahwa kekuasaan adalah kemampuan untuk

menggunakan kekuatan.
Wrong membatasi kekuasaan hanya pada suatu kontrol atas orang

yang berhasil.
Dahl mengatakan bahwa jika orang A mempunyai kekuasaan atas
orang B, maka A bisa meminta B untuk melaksanakan sesuatu yang

tidak bisa dilakukan B terhadap A.


Rogers berusaha membuat jelas

kekaburan

istilah

dengan

merumuskan kekuasaan sebagai suatu potensi dari suatu pengaruh.


Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan Kekuasaan
adalah suatu sumber yang bisa atau tidak bisa untuk digunakan. Penggunaan
kekuasaan selalu mengakibatkan perubahan dalam kemungkinan bahwa
seseorang atau kelompok akan mengangkat suatu perubahan perilaku yang
diinginkan. Dengan demikian, ruang lingkup pengaruh biasanya lebih sempit
dibandingkan dengan kekuasaan. Ia merupakan kemampuan seseorang
untuk mengubah orang atau kelompok lain dalam cara yang spesifik,
misalnya dalam kekuasaan dan pelaksaan kerjanya.
Sebagai kesimpulan dari rumusan tersebut dan yang dihubungkan
dengan konsep kepemimpinan yang telah diuraikan dimuka, pendapat Rogers
tampaknya dapat memberikan rumusan yang bermakna bagi kepemimpinan.
Kepemimpinan seperti yang dirumuskan didepan ialah suatu proses untuk
mempengaruhi aktivitas-aktivitas individu atau kelompok dalam usahanya
unuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.
Dengan demikian, secara sederhana kepemimpinan adalah setiap usaha
untuk memengaruhi, sementara itu kekuasaan dapat diartikan sebaga suatu
potensi pengaruh dari seorang pemimpin tersebut. Ini merupakan suatu
sumber yang memungkinkan seorang pemimpin mendapatkan hak untuk
5

mengajak atau mempengaruhi orang-orang lain. Adapun otoritas (authority)


dapat dirumuskan sebagai suatu tipe khusus dari kekuasaan yang secara asli
melekat pada jabatan yang diduduki oleh pemimpin. Dengan demikian,
otoritas adalah kekuasaan yang disahkan (legitimazed) oleh suatu peranan
formal seseorang dalam suatu organisasi.
Ciri-ciri kekuasaan yaitu :
1.
2.
3.
4.

Mengendalikan orang lain


Orang mampu mengontrol pihak lain tetapi ada perlawanan
Dalam menggunakan kekuasaan selalu ada konflik sosial
siapa yang memiliki social resources pastilah menang

B. KEKUASAAN DAN PEMEGANG WEWENANG


Kekuasaan meliputi hubungan antara dua atau lebih orang. Robert
Dahl, seorang pakar politik menangkap fokus yang hubungan yang penting ini
ketika ia mendifinisikan kekuasaan sebagai A memiliki kekuasaan atas B
berarti bahwa ia dapat memerintah B untuk melakukan esuatu yang harus
dilakukan B. kekuasaan harus diterapkan atau mempunyai potensi untuk
diterapkan dalam hubungannya dengan orang atau kelompok yang lain. Max
Weber menaruh perhatian pada perbedaa-perbedaan diantara dua konsep ini
(Theory of Social Economic ; 1947). Ia percaya bahwa kekuasaan meliputi
kekuatan dan paksaan. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan resmi yang
dimiliki seseorang karena kedudukannya dalam organisasi. Wewenang
mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Terdapat pada posisi seseorang. Individu mempunyai wewenang
karena posisi yang ia pegang, bukan karena sifat pribadi yang
khusus.

2. Diterima oleh bawahan. Individu dalam posisi wewenang yang sah,


menerapkan wewenang dan dapat melaksanakannya karena ia
mempunyai hak yang sah.
3. Kekuasaan digunakan secara vertikal dan mengalir dari atas ke
bawah dalam susunan sebuah organisasi.
Perbedaan Kekuasaan dan Wewenang
Kekuasaan (power) dan Wewenang
Kekuasaan

tidak

membutuhkan

(authority)

legitimasi

saling

sedangkan

terkait.

wewenang

membutuhkan legitimasi dan kekuasaan.


Wewenang merupakan hak untuk manipulasi atau merubah orang lain.

C. KEKUASAAN ANTAR PRIBADI DAN ANTAR DEPERTEMENT


Kekuasaan Antar Pribadi
Kekuasaan adalah kapasitas untuk mempengaruhi sikap dan perilaku
orang lan dalam arah yang diinginkan. Wewenang adalah hak untuk
mempengaruhi orang lain dengan cara tertentu dan menjadi dasar yang
penting dalam organisasi formal. Potensi mempengaruhi berasal dari posisi
manajer dalam organisasi yang disebut kekuasaan posisi, dan hal ini
meliputi :
Kekuasaan yang memiliki legitimasi (legitimate power)
Kekuasaan ini bersumber pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin.
Secara normal, semakin tinggi posisi seorang pemimpin, maka
semakin besar kekuasaan legitimasinya. Seorang pemimpin yang
tinggi kekuasaan legitimasinya mempunyai kecenderungan untuk
mempengaruhi orang lain, karena pemimpin tersebut merasakan
bahwa ia mempiunya hak atau wewenang yang diperoleh dari jabatan
dalam organisasinya. Sehingga diharapkan saran-sarannya akan
banyak diikuti oleh orang lain.
Kekuasaan terhadap penghargaan (Reward Power)
Kekuasaan ini bersumber atas kemampuan untuk menyediakan
penghargaan atau hadiah bagi orang lain, misalnya gaji, promosi, atau
penghargaan
tergantung

jasa.

pada

Dengan
seseorang

demikian,
yang

kekuasaan

mempunyai

ini

sumber

sangat
untuk
7

menghargai atau memberikan hadiah tersebut. Tujuan dari kekuasaan


ini dapat diperkirakan secara jelas, yakni harus dinilai dengan hadiahhadiah tersebut. Seorang pemimpin atau manajer yang mempunyai
potensi untuk melakukan pengahrgaan ini, maka ia mempunyai
kekuasaan atas bawahannya. Potensi itu selain ditampilkan dengan
menambah nyamannya kondisi kerja, memperbarui kelengkapan kerja
dan memuji atas keberhasilan para pengikut dalam menyelesaikan
pekerjaannya.
Kekuasaan keahlian (Expert Power)
Kekuasaan ini bersumber dari keahlian, kecakapan, atau pengetahuan
yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang diwujudkan lewat rasa
hormat, dan pengaruhnya terhadap orang lain. Seorang pemimpin
yang tinggi kekuasaan keahliannya ini, kelihatannya mempunyai
keahlian untuk memberikan fasilitas terhadap perilaku kerja orang lain.
Kekuasaan Referensi ( Referent Power)
Kekuasaan ini bersumber pada sifat-sifat pribadi dari seorang
pemimpin. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan referensinya
pada umumnya disenangi dan dikagumi oleh orang lain karena
kepribadiannya. Kekuatan pimpinan atau manajer dalam kekuasaan
referensi ini sangat tergantung pada kepribadiannya yang mampu
menarik para bawahan atau pengikutnya. Kesenangan daya tarik, dan
kekaguman para bawahan dapat memberikan identifikasi tersendiri
terhadap pengaruh pimpinannya. Pimpinan yang selalu tampil dengan
kepribadian yang jujur, satu kata dengan perbuatan, taat pada agama,
loyal pada undang-undang negara, dan sederhana gaya hidup dan
tutur katanya.
Kekuasaan Informasi (Information Power)
Kekuasaan ini bersumber karena adanya ekses informasi yang dimiliki
oleh pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
Sebagai seorang pemimpin, maka semua informasi mengenai
organisasi ada padanya, demikian pula informasi yang datang dari
luar organisasi. Dengan demikian, pimpinan merupakan sumber
informasi. Kekuasaan yang bersumber pda usaha memengaruhi orang
lain karena mereka membutuhkan informasi yang ada pada pimpinan,
maka kekuasaan ini digolongkan pada kekuasaan informasi.
Kekuasaan hubungan (Connection Power)
8

Kekuasaan ini bersumber pada hubungan yang dijalin oleh pemimpin


dengan orang-orang penting dan berpengaruh baik diluar atau
didalam organisasi. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan
hubungannya ini cenderung meminta saran-saran dari orang lain,
karena mereka membantu mendapatkan hal-hal yang menyenangkan
dan menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari kekuasaan
hubungan ini.

APLIKASI SUMBER KEKUASAAN PADA KEPIMIMPINAN SITUASIONAL


Kepemimpinan situasional yang melahirkan gaya kepemimpinan yang
berdasarkan atas kematangan pengikutnya, dan sumber-sumber kekuasaan
yang melahirkan bentuk-bentuk kekuasaan. Kalau kedua hal itu diintegrasikan
akan menimbulkan suatu pemahaman yang menyeluruh dari konsepsi
kepemimpinan dan kemungkinan aplikasinya. Oleh karena itu, sebagai
seorang pemimpin yang efektif selain menerapkan gaya kepemimpinan yang
sesuai dengan kematangan pengikut, ia pun seharusnya juga menerapkan
bentuk dan sumber kekuasaan yang sesuai pada pengikut yang sama.
Sumber dan bentuk kekuasaan yang dapat memengaruhi perilaku pengikut
pada berbagai tingkat kematangan dapat diamati digambar dibawah ini.
TINGKAT KEMATANGAN
Tinggi

sedang
Rendah
M4

M3

M2

Keahlian
Referensi
Paksaan
Informasi

M1

Penghargaan
Legitimasi

Hubungan

Gambar diatas menunjukkan hubungan antara sumber kekuasaan dan


tingkat kematangan para pengikut. Dari kedua hubungan itu dapat juga
terlibat hubungan lansung antara jenis sumber kekuasaan seseorang dengan
gaya

kepemimpinan

yang

dapat

mengefektifkan

usaha

dalam

memengaruhperilaku orang lain pada berbagai tingkat kematangan. Marilah


9

kita amati sekarang hubungan aplikasi ketiga hal tersebut, yakni : sumber
kekuasaan, gaya kepemimpinan, dan tingkat kematangan para pengikut.
Kekuasaan Paksaan. Pengikut yang rendah kematangannya (M1)
biasanya memerlukan perilaku pengarahan yang kuat agar menjadi
produktif. Gaya kepemimpinan yang cocok kepada pengikut-pengikut
seperti ini ialah sering diberikan instruksi. Perilaku orang-orang yang
berada ditngkat kematangan yang rendah ini kelihatannya dipengaruhi
oleh suatu kesadaran bahwa biaya akan bertambah banyak jika
mereka

tidak

mengetahui,

mempelajari

dan

mengikuti

aturan

permainan yang ada. Kekuasaan paksaan yang dimiliki pemimpin


dapat digunakan untuk memotivasikan bahawan agar bisa menghindari
hukuman atau biaya, dengan cara mematuhi apa yang dikatakan
pimpinan.
Kekuasaan Hubungan. Ketika seorang pengikut mulai beranjak dari
tingkat kematangan M1 ke M2, maka perilaku mengarahkan masih
diperlukan dan menaikkan, perilaku mendukung pun supportive juga
dirasakan amat penting. Gaya kepemimpinan instruksi dan konsultasi
sesuai untuk tingkat kematangan seperti ini dan hasilnya akan lebih
efektif jika dikombinasikan dengan sumber kekuasaan hubungan dari
pemimpin.
Kekuasaan

Penghargaan.

Pengikut

yang

berada

pada

tingkat

kematangan yang berkembang dari rendah ke sedang sering


membutuhkan sjumlah perilaku dukungandan pengarahan yang besar.
Gaya konsultasi sering memperkuat kekuasaan penghargaan ini.
Sumber kekuasaan penghargaan yang dimiliki pemimpin dengan
diperkuat oleh gaya konsultasi, adalah sesuai untuk pengikut yang
mempunyai tingkat kematangan yang berkembang dari rendah ke
sedang.
Kekuasaan Legitimasi. Gaya kepemimpinan yang sesuai untuk
memengaruhi secara efektif pada kedua tingkat kematangan sedang ni
(M2 dan M3) ialah gaya konsultasi dan partiipasi. Dalam hal ini
pemimpin akan mampu untuk memaksa atau memengaruhi para
pengikutnya, karena keberuntungan jabatan yang dipegangnya dalam
hirearki organisasi.
10

Kekuasaan Referensi. Pengikut yang berada pada tingkat kematangan


dari sedang ke tinggi (M3 dan M4) hanya membutuhkan pengarahan
yang sedikit tapi masih memerlukan tingkat tinggi untuk berkomunikasi
dan dukungan dari pemimpin. Gaya partisipasi dapat digunakan
secara efektif, jika pemimpin mempunyai kekuasaan referensi.
Kepada orang-orang yang tidak mampu dan mau, maka sumber
kekuasaan ini cenderung menjadi sarana yang lebih penting untuk
menambah keyakinan dan memberikan semangat kerja, penghargaan,

dan perilaku dukungan lainnya.


Kekuasaan Informasi. Gaya kepemimpinan yang dapat memotivasikan
pengikut secara efektif pada rata-rata diatas tingkat kematangan (M3
dan M4), ialah partisipasi dan delegasi. Tampaknya kekuasaan
informasi akan banyak menolong dengan menggunakan gaya-gaya
kepemimpinaan ini. Orang yang berada pada tingkat kematangan ini
memandang pemimpin sebagai orang yang mempunyai informasi
untuk memelihara dan menyempurnakan pelaksaan kerja. Lewat
kekuasaan ini pemimpin mampu untuk mengetahui orang-orang yang

sudah matang ini.


Kekuasaan Keahlian. Pengikut yang sudah berkembang pada suatu
tingkat kematangan yang tinggi sering hanya memerlukan sedikit
pengarahan

dan

dukungan.

Pengikut-pengikut

ini

mempunyai

kemampuan dan keinginan untuk melaksanakan tugas-tugas yang


dibebankan kepadanya. Selain itu para pengikut ini hampir semuanya
telah siap menjawab gaya kepemimpinan delegasi dan kekuasaan
keahlian dari pemimpinnya.
Kekuasaan Antar Depertement

11