Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL

I.

II.

TUJUAN
1 Mahasiswa mampu untuk mengoperasikan simulator pompa sentrifugal.
2 Mahasiswa mampu menganalisa head sistem maupun head pompa.
3 Mahasiswa mampu menyimpulkan letak best efficiency performance (BEP)
dan daya pompa pada kondisi tersebut.
KESELAMATAN KERJA
1 Perlatan menggunakan listrik, sehingga harus ditangani dengan hati-hati.
2 Alat-alat instrumentasi terbuat dari bahan yang cukup rawan seperti kaca,

sehingga perlu berhati-hati.


3 Pengoperasian alat terutama intrumentasi harus dalam kemampuannya.
III.
DASAR TEORI
III.1. Pengertian Pompa
Pompa adalah salah satu peralatan yang digunakan untuk memindahkan
cairan dari satu tempat ke tempat lainnya melalui pipa dengan cara memberi
energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung terus menerus.
Energi yang diberikan pada cairan dapat berupa energi potensial (Static
Head) atau energi kecepatan (Dynamic Head). Agar pemakaian pompa sesuai dengan
kebutuhan, maka pemilihan pompa harus didasarkan pada beberapa faktor sebagai
bahan pertimbangan, antara lain :
Kapasitas dan tekanan yang dikehendaki.
Sifat dan jenis cairan yang dipompakan.
Faktor keekonomian yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan.
III.2. Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal termasuk dalam kelompok pompa pemindah non positif,
dimana aliran cairan masuk sejajar poros dan keluar pompa dengan arah tegak lurus
atau radial.
Prinsip kerja pompa sentrifugal, secara garis besar dapat diuraikan sebagai
berikut:
Energi mekanik dari impelling element (impeller) yang berputar diberikan pada
cairan. Didalam impeller terjadi gaya sentrifugal dan karena perbedaan jari-jari sisi
masuk dan keluar impeller maka energi kecepatan cairan bertambah. Selanjutnya

energi kecepatan dari cairan diubah menjadi energy potensial/tekanan didalam


diffuser dengan cara memperlambat laju kecepatan cairan dan berlangsung terus
menerus. Energi potensial/tekanan cairan yang keluar dari pompa merupakan tekanan
discharge pompa.
Dari uraian diatas jelas bahwa pompa sentrifugal dapat mengubah energy
mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi energi fluida. Energi inilah yang
mengakibatkan pertambahan head tekanan, head kecepatan, dan head potensial
pada zat cair yang mengalir secara kontinyu.
III.3. Unjuk Kerja Pompa
Unjuk kerja adalah kinerja yang dihasilkan oleh sebuah pompa sentrifugal dalam
mengalirkan cairan.Untuk mengetahui unjuk kerja suatu pompa diperlukan data
instalasi dan kondisi operasi sehingga dapat menghitung parameter yang terkait
dengan unjuk kerja. Secara sederhana sistem perpompaan dapat digambarkan sebagai
berikut:
Parameter yang berkaitan dengan unjuk kerja pompa sentrifugal pada umumnya
terdiri dari :

Kapasitas ( Q )
Head ( H )
Efisiensi ( )
Daya ( N )

III.3.1.Kapasitas
Kapasitas pompa adalah banyaknya volume cairan yang dapat dipindahkan oleh
pompa setiap satuan waktu.Kapasitas pada umumnya dinyatakan dalam satuan
volume per satuan waktu. Satuan satuan kapasitas yang umumnya sering digunakan
antara lain :

Barrel perhari (barrel perday)


Gallon permenit (GPM)
Meter kubik perdetik (m/det)

Besarnya kapasitas dapat dihitung menggunakan rumus :


Q = V x A .. (3-1)
Keterangan :
Q = Kapasitas pompa (m/det)
V = Kecepatan alir fluida (m/det)
A = Luas penampang dalam pipa (m)
III.3.2.Head
Head adalah energi mekanik total per satuan berat zat cair, dan dinyatakan dengan
satuan tinggi kolom zat cair dalam meter.5:1) Istilah head pada pompa adalah head
total yang merupakan selisih antara head pada sisi discharge dengan head pada sisi
suction. Satuan head adalah satuan tinggi kolom air atau tinggi kolom cairan yang
dihitung mulai dari bidang datum. Bidang datum adalah bidang datar yang melalui
pusat pompa. Head pompa terdiri dari :

Head tekanan , m
Head kecepatan , m
Head statis ( Z ), m
Head loss adalah kerugian head akibat gesekan fluida dengan perpipaan.

III.3.2.1. Bagian Hisap (Head Suction)


head pada sisi suction (Hs) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :

HS=

Ps Pa
Vs
=
Zsdhls
,m

2g

Keterangan :
(+) = untuk level cairan di atas pompa
(-) = untuk level cairan di bawah pompa
Ps = Tekanan pada suction (Kg/m)
Pa = Tekanan bejana atmosferik (Kg/mabs)
hls = Kerugian head pada sisi suction (mkc)
Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction (m/det)
g = Percepatan gravitasi (m/det)
= Berat jenis cairan (Kg/m)
Zsd = Tinggi suction statik cairan dengan datum pompa (m)
III.3.2.2. Bagian Tekan (Head Discharge)
besarnya head pada sisi discharge (Hd) dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut :

HD=

Pd Pa
Vd
=
Zdhld
,m

2g

Keterangan :
Pd = Tekanan pada discharge pompa (Kg/m)
Pa = Tekanan bejana atmosferik (Kg/mabs)
hld = Kerugian head pada sisi discharge (m)
Vd = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa discharge (m/det)

g = Percepatan gravitasi (m/det)


= Berat jenis cairan (Kg/m)
Zd = Tinggi discharge statik cairan dengan datum pompa (m)
III.3.2.3. Head Total
Head total pompa dapat dihitung berdasarkan sistem perpipaan yang terpasang
pada pompa tersebut, yang harus dilawan pompa untuk mengalirkan fluida dengan
persamaan berikut :

H=( HDHS ) + +

Vd2 Vs 2
,m
2g

Keterangan :
Hd = Head sepanjang sisi discharge (m)
Hs = Head sepanjang sisi suction (m)
Vd = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa discharge (m/det)
Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction (m/det)
g = Percepatan gravitasi (m/det)
= Berat jenis cairan (Kg/m)
Y = selisih tinggi posisi manometer (Pd-Ps) (m)

III.3.2.4. Kerugian Head (Head Loss)


Kerugian energi per satuan berat fluida pada pengaliran cairan dalam sistem
perpipaan disebut kerugian head (head loss) yang besarnya merupakan jumlah dari
kerugian head pada pipa dan kerugian head pada fitting dan katup, sehingga head
loss dapat dinyatakan dengan rumus :
Hl=hlp+ hlf

Keterangan :
Hl = Kerugian head pada sistem perpipaan (m)
hlp = Kerugian head pada pipa (m)
hlf = Kerugian head pada fitting dan katup (m)
III.3.2.4.1.Kerugian Head pada Pipa
Merupakan kerugian energi sepanjang saluran pipa lurus yang dinyatakan dengan
rumus :
2

hlp=f x

L V
x
D 2g

Keterangan :
hlp = Kerugian head pada pipa (m)
f = Faktor gesekan
L = Panjang pipa (m)
V = Kecepatan alir fluida dalam pipa (m/det)
D = Diameter dalam pipa (m)

Besarnya faktor gesekan (f) didapat dari grafik pada lampiran 6 sebagai fungsi
dari bilangan Reynold (Rn) dan kekasaran relatif (/d) yang nilainya dapat dilihat
pada grafik lampiran 5 sebagai fungsi dari nominal diameter pipa dan kekasaran
permukaan dalam pipa yang tergantung dari jenis material pipa. Untuk mencari
bilangan Reynold (Rn) dengan persamaan:

Rn=

VD

Keterangan :
V = Kecepatan alir fluida dalam pipa (m/det)
D = Diameter dalam pipa (m)
= Viskositas absolut (poise, gr/cm.det)
= Density cairan, Berat Spesifik (Kg/m)
III.3.2.4.2.Kerugian Head pada Fitting dan Katup
Merupakan kerugian energi saat melewati fitting dan katup yang terdapat
sepanjang sistem perpipaan. Dapat dicari menggunakan rumus :
2

hlf =f x

Lc V
x
D 2g

Keterangan :
hlf = Kerugian head pada fitting dan katup (m)
n = Jumlah fitting/katup untuk diameter yang sama
k = Koefisien gesekan
V = Kecepatan rata-rata aliran (m/det)

g = Percepatan gravitasi (m/det)


Dengan demikian head sistem sebagai fungsi kapasitas dapat ditunjukkan
seperti gambar berikut.

perhitungan instalasi dapat diekivalensikan dengan head pompa atau head yang
diperlukan atau dibangkitkan pompa.
III.3.3.Daya
Daya pompa adalah besarnya energi per satuan waktu selama melakukan kerja,
ada tiga pengertian daya yaitu :
III.3.3.1. Daya Cairan (Hydraulic Horse Power)
Daya hidrolis (daya pompa teoritis) adalah daya yang dibutuhkan untuk
mengalirkan sejumlah zat cair. Daya ini dapat dihitung dengan rumus :

HHP=

Qx Hx
, HP
75

Keterangan :
HHP = Daya Hidrolis Pompa (HP)
Q = Kapasitas (m/s)
H = Total head pompa (m)
= Berat jenis cairan (Kg/m)
III.3.3.2. Daya Poros
Daya poros (shaft horse power) adalah daya untuk mengatasi kerugian daya yang
dibutuhkan oleh poros, yang sesungguhnya adalah lebih besar dari pada daya hidrolis.
Besarnya daya poros sesungguhnya adalah daya hidrolis pompa dibagi dengan
efisiensi transmisi atau dapat dirumuskan sebagai berikut :

SHP=

HHP
, HP
p

Keterangan :
SHP = Shaft Horse Power (HP)
HHP = Hydroulic Horse Power (HP)
p = Efisiensi pompa dari kurva performance desain pompa

III.3.3.3. Daya Penggerak


Daya penggerak (driver) adalah daya poros dibagi dengan efisiensi mekanis
(efisiensi transmisi), dapat dihitung dengan rumus:

Nd=

SHP
, HP
trans

Keterangan :
NP = Daya penggerak (HP)
SHP = Shaft Horse Power (HP)
trans = Efisiensi transmisi (0,85-0,98)
Bila ditinjau dari motor penggeraknya, dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :
Nd=V . I . cos . n05
Keterangan :
V = Beda potensial tegangan (volt)
I = Jumlah Arus yang masuk (ampere)
n = Jumlah fase
Cos = Faktor koreksi tegangan

III.3.4.Efisiensi Pompa
Efisiensi pada dasarnya didefinisikan sebagai perbandingan antara output dan
input atau perbandingan antara HHP pompa dengan BHP pompa, Efisiensi pompa
dapat dirumuskan sebagai berikut :

pompa=

HHP
x 100
SHP

Sedangkan efisiensi overall pompa merupakan perbandingan antara daya


penggerak secara teoritis dengan daya penggerak sesungguhnya

overall=

daya penggerak teoritis


x 100
daya penggerak sesungguhnya

III.4. Net Positive Suction Head


Net Positive Suction Head disingkat NPSH adalah tekanan bersih yang tersedia
pada lubang isap pompa untuk mengalirkan cairan yang dinyatakan dalam head.Besar
kecilnya NPSH sangat ditentukan oleh tekanan uap cairan yang dipompakan, head
statis terhadap pompa serta dikurangi rugi-rugi tekanan instalasi pompa. Terdapat dua
macam NPSH, yaitu :
- NPSHrequired (yang diperlukan)
- NPSHavailable (yang tersedia)
III.4.1.NPSHr
NPSH required adalah tekanan absolute minimum yang dinyatakan dalam
head yang diperlukan pada lubang isap pompa agar cairan dapat sampai ke impeller
sehingga pompa dapat bekerja. Nilai NPSHr sudah ditentukan oleh pabrik
berdasarkan desain dan hasil tes.
III.4.2.NPSHa
Net Positive Suction Head available adalahhead tersedia atau head
terpasang pada instalasi pipa suction dari pompa. Kegunaan NPSHa untuk
memberikan tekanan ke suction pompa. Harga NPSHa pada instalasi pompa dapat
dihitung dengan persamaan :

NPSHa=

Pa Pv
Vs2
Z hls
,m

2g

Keterangan :
NPSHa = Net Positive Suction Head available (m)
Pa = Tekanan pemukaan cairan (Kg/m)
Pv = Tekanan penguapan (Kg/m)
Z = Tinggi cairan disisi suction (m)
hls = Head loss pada pipa suction (m)
Vs = Kecepatan rata-rata cairan pada pipa suction (m/det)
g = Percepatan gravitasi (m/det)
= Berat jenis cairan (Kg/m)
( + ) bila cairan diatas pompa, ( - ) bila cairan dibawah pompa
Syarat agar pompa dapat mengisap cairan dengan baik adalah NPSHa
harus lebih besar dari pada NPSHr.

IV.

BAHAN & PERALATAN


Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah air dan peralatan simulasi

pompa.
V. LANGAKAH KERJA
1. Memastikan semua valve dalam keadaan tertutup.
2. Atur valve perpipaan dalam kondisi aliran seri dan globe valve discharge dalam
keadaan full open.
3. Memastikan pompa sudah terhubung dengan baik dengan sumber listrik.
4. Nyalakan pompa.
5. Catat penunjukan flow meter, pressure discharge dan daya pompa melalui ampere
dan volt meter.
6. Atur valve discharge hingga didapat tekanan dengan perbedaan yang cukup besar
dibanding tekanan sebelumnya.
7. Lakukan langkah 6 diatas hingga 6 kali.
8. Mencatat dimensi perpipaan.

VI.
PEMBAHASAN
VI.1. Data Praktikum
Data peralatan yang kami gunakan dapat dilihat pada table 6.1 dan 6.2 berikut ini:
Tabel 6.1 Data fitting dan peralatan
No
1
2
3
4
5
6
7

Jenis Fitting
Elbow 900 (Suction)
Tees (Suction)
Globe valve (Suction)
Elbow 900 (Discharge)
Tees (Discharge)
Globe valve (Discharge)
Gate valve (Discharge)

Jumlah
4
4
3
21
5
2
4

K
0,4
3
15
0,4
3
15
0,3

nxK
1,6
12
45
8,4
15
30
1,2

Tabel 6.2 Spesifikasi peralatan


no
1
2

Peralatan
Pipa galvanized
Pompa

Tangki

Spesifikasi
Inside Diameter
Head
Capacity

Jumlah
0,5
33
34

Satuan
Inch
M
/ minute

Speed
Capacity

2560
20

Rpm
Liter

VI.1.1. Data Spesifikasi Pompa


Spesifikasi pompa sentrifugal yang digunakan dapat dilihat pada table 6.3
dibawah ini :
Tabel 6.3 Data Spesifikasi Pompa
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Spesifikasi
Manufacture
Manufacture Model
Kapasitas

Shimizu
PS-128 BIT
34

Nilai
-

Satuan

Head
Pump speed
Water Temperature
NPSH required(NPSHr)
Suction & discharge pipe

33
2560
Max. 40
9
1

Meter
RPM
0
C
Meter
Inch

minute

VI.1.2. Data Spesifikasi Motor Penggerak


Spesifikasi motor listrik sebagai penggerak (driver) pompa dapat dilihat pada
tabel 6.4 berikut :
Tabel 6.4 spesifikasi motor penggerak
No
1
2
3
4
5
7

Spesifikasi
Manufacture
Type
Electric Speed
Output Power
Voltage
Frekwensi

Nilai

Satuan

Shimizu
PS-128 BIT
2560
125
220-240
50

RPM
Watt
Volt
Hz

VI.1.3. Data Operasi Percobaan


data operasi simulator yang digunakan dalam praktikum ini disajikan pada tabel
6.5 berikut :
Tabel 6.5 Hasil Percobaan
No
1
2
3
4
5
6

Flow Rate
0,0000256
0,0000238
0,0000217
0,0000182
0,0000154
0,0000137

Satuan
m3/s
m3/s
m3/s
m3/s
m3/s
m3/s

Discharge pressure
1,35
1,5
1,7
2
2,25
2,4

Satuan
Kg/cm2
Kg/cm2
Kg/cm2
Kg/cm2
Kg/cm2
Kg/cm2

VI.1.4. Data Fluida


Data fluida pada kondisi praktikum disajikan pada tabel 6.6 berikut :
Tabel 6.6 Spesifikasi Fluida
No
1
2
3
4

Spesifikasi
Jenis fluida
Temperatur operasi
Density
Viskositas

Nilai
Air
27
1000
0,977

Satuan
0
c
Kg/m3
Pa.s

VI.2. Perhitungan
Perhitungan pompa sentrifugal dalam kesempatan kali ini menyakup 4 hal yaitu
Kapasitas ( Q )
Head sistem ( H )
Daya pompa ( N )
Efisiensi pompa ( )
VI.2.1. Kapasistas Pompa
Kapasitas pompa diukur dengan menggunakan flow meter dengan berbagai
kondisi sebagai berikut :
Tabel 6.7 Laju Alir Pompa
No
1
2
3
4
5
6

Flow/putaran flow meter


0.0001 M3
0.0001 M3
0.0001 M3
0.0001 M3
0.0001 M3
0.0001 M3

Waktu / putaran
3.9
4.2
4.6
5.5
6.5
7.3

Flow (m3/s)
0.0000256
0.0000238
0.0000217
0.0000182
0.0000154
0.0000137

VI.2.2. Kecepatan Aliran


Kecepatan aliran dalam sepanjang perpipaan akan bergantung pada flow fluida
yang melewatinya. Dengan menggunakan data flow dan diameter dalam pipa, besar
kecepatan diketahui dengan persamaan : Q/(*ID2/4)
Tabel 6.8 Kecepatan Aliran
No
1
2
3
4

Flow (m3/s)
0.0000256
0.0000238
0.0000217
0.0000182

A (*ID2/4)
0.000127
0.000127
0.000127
0.000127

v (m3/s)
0.203
0.188
0.172
0.144

5
6

0.0000154
0.0000137

0.000127
0.000127

0.122
0.108

VI.2.3. Renold Number


Renold number dihitung berdasarkan berat jenis fluida (), kecepatan fluida (v),
diameter pipa (D) dan viskositas fluida (). Re = .v.D/
Tabel 6.9 Renold number
No
1
2
3
4
5
6

v (m3/s)
0.203
0.188
0.172
0.144
0.122
0.108
= 1000 kg/m3
D = 0.0127 m
= 0.997

Re
2.632
2.444
2.232
1.867
1.579
1.406

Sebab Renold number tidak lebih besar dari 2300 maka aliran tersebut dalam
keadaan laminar. Sehingga factor gesekan atau friksi adalah : f = 64/Re
No
1
2
3
4
5
6

Re
2.632
2.444
2.232
1.867
1.579
1.406

24.312
26.182
28.675
34.286
40.519
45.506

VI.2.4. Head Sistim


Head sistem merupakan head yang timbul pada sistem perpipaan dimana dimana
terdiri dari head static dan head dynamic. Head static merupakan head yang tetap
pada sistem karena tidak dipengaruhi oleh kondisi aliran. Head ini diwakili oleh head
ketinggian atau head elevation. Sedangkan head dynamic merupakan head yang
timbul karena aliran fluida. Dengan kata lain, head dynamic bergantung pada kondisi
aliran.
Head sistim dapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut :

H ( Hpd Hps ) Y

Vd

Vs 2
2g

Y merupakan beda ketinggian manometer suction dan discharge, sebab nilainya


yang kecil dan sebab suction pompa simulator tidak dilengkapi manometer maka nilai
Y dapat diabaikan.

VI.2.4.1. Head Suction (Hs)


Ps Pa
Vs 2

Hs
Zs Hls

2 g
L
+
Head losses suction (Hls) = (f. D

vs 2
). 2. g

VI.2.4.2. Head Discharge (Hd)


Pd Pa
Vpd 2

Hd

Zd Hld

2 g
L
+
Head losses suction (Hld) = (f. D

vd 2
). 2. g

Sehingga besarnya head sistim (Hs) adalah sebagai berikut :


Hp=( Zd+ Zs ) +(Hld+ Hls)

V, Pa suction dan discharge sama.


Tabel 6.10 head losses suction dan discharge
No
Q (M3/s)
Hlosses suc
Hlosses dis
1
0.0000256
5.673
28.843
2
0.0000238
5.261
26.771
3
0.0000217
4.796
24.432
4
0.0000182
4.000
20.418
5
0.0000154
3.377
17.265
6
0.0000137
3.003
15.367
Dengan head elevasi sebesar 0.89 m dari suction hingga discharge, maka head
total pompa dapat ditentukan dengan

Hp=( Zd+Zs ) +(Hld+Hls)

Besarnya head sistim tiap flow adalah seperti dibawah ini :


Tabel 6.11 Head Sistem

Q (M3/s)
0.0000256
0.0000238
0.0000217
0.0000182
0.0000154
0.0000137

No
1
2
3
4
5
6

Hlosses total
34.516
32.032
29.227
24.417
20.643
18.371

Head Sistim
35.406
32.922
30.117
25.307
21.533
19.261

VI.2.5. Head Pompa


Head Pompa merupakan head yang dibangkitkan oleh pompa terhadap fluida
dalam suatu sistim perpipaan. Nilai head pompa akan terpengaruh oleh besarnya
hambatan seperti jepitan pada valve. Semakin besar tingkat jepitan ( throttle ) pada
aliran fluida maka pressure discharge meningkat karena terjadi energi yang hilang.
Oleh sebab itu, besarnya head pompa adalah sebagai berikut :
Hpompa=

PdPs

Hpompa=

Pd Pa
Vs 2
( Hls
Zs)

2. g

karena besarnya Pd bukan merupakan skala absolute melainkan skala gauge maka
besarnya Pa dapat dianggap 0.
2

Hpompa=

Pd
Vs
(Hls
Zs)

2. g
Tabel 6.12 Head Pompa

Pressure

No

Q (M3/s)
0.0000256
0.0000238
0.0000217
0.0000182
0.0000154
0.0000137

1
2
3
4
5
6

(kg/cm2)
1.35
1.5
1.7
2
2.25
2.4

H pompa
V (m/s)
0.203
0.188
0.172
0.144
0.122
0.108

Zs (m)
0.24
0.24
0.24
0.24
0.24
0.24

(m)
18.935
20.022
21.557
23.761
25.638
26.764

VI.2.6. Daya Pompa


Daya pompa merupakan besarnya daya yang dibangkitkan pompa terhadap fluida.
Daya pompa sendiri dapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut :
Np=

QH
75 kg . m/(sHp )
Tabel 6.13 daya pompa

No
1
2
3
4
5
6

Q (M3/s)
0.0000256
0.0000238
0.0000217
0.0000182
0.0000154
0.0000137

H pompa (m)
18.935
20.022
21.557
23.761
25.638
26.764

Daya Pompa (HP)


0.006474
0.006356
0.006248
0.00576
0.005259
0.004888

VI.2.7. Grafik Head Sistem Dan Head Pompa


Grafik head sistem dan pompa hasil perhiungan disajikan gambar 7.1 berikut :.
Gambar 7.1. Grafik Perhitungan Head Sistem dan Head Pompa

VIII. SIMPULAN
1. Head sistem yang terjadi pada sistem perpipaan dipengaruhi oleh laju alir dari fluida.
Kenaikan flowrate fluida mengakibatkan kenaikan head sistem yang disebabkan
kecepatan aliran fluida akan mengakibatkan gesekan fluida dengan permukaan pipa.
Hal in tunjukkan pada hasil perhitungan pada tabel 6.11.
2. Head yang dibangkitkan pompa akan maksimal pada aliran terkecil dari fluida yang
dipompakan. hal ini disebabkan adanya pengurangan aliran yang disebabkan oleh
bukaan valve. Pengurangan bukaan valve akan menimbulkan head yang ditimbulkan
sistem akan menjadi lebih besar sehingga head pompa juga terikut naik untuk
mengatasi head sistem yang terjadi. Kondisi seperti ini mengakibatkan adanya head
losses yang berkorelasi dengan inefficiency operation cost.
3. Dari grafik antara head sisem dan head pompa didapatkan BEP pada kondisi aliran
1.825 x 10-5 m3/s dan head pompa 24.75 m.