Anda di halaman 1dari 5

8.

Kasus :
Perusahaan Percetakan "Prima Cetak" memiliki tiga departemen proses produksi yakni departemen setting,
departemen cetak, dan departemen finishing. Manajer produksi bermaksud
mengevaluasi kinerja Departemen Cetak .
Berikut ini adalah laporan kinerja dari Departemen Cetak:
Keterangan
Sesungguhnya
Anggaran
Selisih
Untung/Rugi
Volume
75,000
70,000
Biaya Produksi :
Bahan Baku
224,000
210,000
14,000
Rugi
Upah Langsung
412,500
350,000
62,500
Rugi
Overhead Variabel
160,000
140,000
20,000
Rugi
Overhead Tetap
68,750
70,000
-1,250
Untung
Jumlah
865,250
770,000
95,250
Rugi
Berdasarkan data tersebut diminta :
a. Mengevaluasi laporan kinerja departemen cetak
b. Menyiapkan sebauh laporan prestasi departemen cetak yang lebih tepat
(gunakan metode perhitungan anggaran fleksibel)
Jawaban :
a. Pada laporan kinerja departemen cetak selisih antara biaya sesungguhnya dan
anggaran biaya pada kapasitas sesungguhnya adalah selisih merugikan sebesar
Rp. 95.250, yang merupakan kombinasi dari selisih biaya bahan baku adalah
selisih rugi Rp. 14.000, selisih biaya variabel adalah selisih rugi Rp. 20.000 .
selisih biaya tenaga kerja langsung adalah selisih rugi Rp. 62.500. Adapun
untuk biaya overhead tetap mempunyai selisih menguntungkan Rp. 1.250
Jadi dapat disimpulkan bahwa biaya bahan baku, upah langsung, overhead
Pabrik lebih besar biaya sesungguhnya yang dikeluarkan dari pada biaya
anggarannya, maka akan berdampak pada kinerja departemen
cetak yang kurang baik.

b. laporan prestasi departemen cetak (metode anggaran Fleksibel)


Bahan baku

B.bahanbaku yang direalisasikan B. bahan baku yang dianggarkan fleksibel


Rp224.000 Rp225.000
Rp1.000 (menguntungkan )

Upah langsung

B. upah langsung yang diealisasikan B. upah langsung anggaran fleksibel


Rp412.500 Rp375.000
Rp37.500 (tidak menguntungkan)

Overhead variabel = Rp160.000 Rp150.000


Rp10.000 (tidak menguntungkan )
Overhead tetap = Rp70.000 Rp70.000
0
Jumlah seluruh biaya =

seluruh biaya sesungguhnya seluruh B.anggran fleksibel

Rp866.500 820.000
Rp46.500 (tidakmenguntungkan )

9. Perusahaan Prima Tekstil" merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha produksi kain.
Untuk mengevaluasi penjualan, perusahaan menyediakan data-data berikut:
Keterangan
Anggaran
sesungguhnya
Unit Penjualan
600
450
Harga jual per unit
Rp7
Rp9
biaya variabel standar per unit
Rp6
Rp4
constibution margin per unit
Rp3
Rp5
penjualan
Rp4,200
Rp4,050
biaya variabel standar
Rp2,400
Rp1,800
CM pada harga standar
Rp1,800
Rp2,250
Diminta:
1. Hitunglah selisih harga jual dan selisih volume pejualan!
2. hitunglah selisih volume penjualan bersih!
Jawaban :
1. a. Selisih harga Jual
= {Harga Jual sesungguhnya - Harga jual dianggarkan} x Volume penjualan sesungguhnya
={ Rp. 9 - Rp. 7 } x 450
= 900 (M)
b. Selisih Volume Penjualan
= { Volume Penjualan sesungguhnya - Volume penjualan dianggarkan } x Harga jual dianggarkan
= { 450 - 600 } x Rp.7
= Rp. 1.050 (TM)
2. Selisih Volume Penjualan Bersih :
Selisih harga jual {Rp.9 - Rp.7} x 450
Selisih Volume Penjualan {450-600} x Rp7
Selisih Volume Penjualan Bersih

= Rp. 900
= Rp. 1.050
= Rp. 150

M
TM
TM

Berikut ini adalah data divisi "X" dari PT. ABC pada tahun 2011
Penjualan
Rp10,000,000
Investasi
Rp2,500,000
Laba
Rp600,000
Perputaran investasi
2x
Tingkat kembalian mininum
18%

a. Hitunglah besarnya Return on Investment perusahaan!


b. Hitunglah besarnya Residual income!
Jawaban :
a) ROI =
=
=
=

Laba (EAT)
Investasi
600,000
2,500,000
0.24
24%

b. Residual Income
Laba Pusat Investasi (EAT)
Kembalian Minimal : 18% x Rp. 2.500.000
Residual Income

=
=
=

Rp. 600.000
Rp. 450.000
Rp. 150.000