Anda di halaman 1dari 3

Nama : Khurniaty Dewi

NIM : 15813019
Mata Kuliah : Air Tanah (SA-2205)
Dosen : Eka Oktariyanto N., ST., MT., Ph.D.
Tugas I

Teknologi Konservasi Air Tanah dengan Sumur Resapan


Air tanah berasal dari hujan yang jatuh ke permukaan bumi yang
kemudian mengalami perkolasi atau penyerapan ke dalam tanah dan
mengalami filtrasi secara alamiah. Proses yang dialami air hujan tersebut,
di dalam perjalanannya ke bawah tanah, membuat air tanah menjadi lebih
baik dan lebih murni dibandingkan air permukaan. Air tanah memiliki
beberapa kelebihan dibandingkan sumber air lain. Pertama, air tanah
biasanya bebas dari kuman penyakit dan tidak perlu mengalami proses
purifikasi atau penjernihan. Persediaan air tanah juga cukup tersedia
sepanjang tahun, saat musim kemarau sekalipun. Air tanah juga
mengandung zat-zat mineral yang cukup tinggi. Peranan air tanah
semakin lama semakin penting karena air tanah menjadi sumber air
utama untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup orang banyak, seperti air
minum, rumah tangga, irigasi, perkotaan, industri, dll.
Terlepas dari kerugiannya, keberadaan air tanah ternyata semakin
menipis khususnya pada daerah perkotaan. Hal ini disebabkan karena
aktivitas manusia yang secara tidak langsung dapat merusak kelestarian
air tanah, seperti berdirinya gedung-gedung pencakar langit yang
menekan permukaan tanah, kemudian semenisasi yang mengurangi
daerah resapan sehingga lama kelamaan permukaan tanah di kota
tersebut menurun. Pengambilan air tanah juga dapat menyebabkan intrusi
air laut.
Konservasi air tanah diartikan sebagai menyimpan air dan
menggunakannya untuk keperluan yang produktif di kemudian hari.
Konservasi air tanah tidak hanya menyangkut perlindungan kuantitas air
tanah namun juga menyangkut penataan daerah imbuh (recharge area)
maupun daerah luah (discharge) air tanah.
Salah satu cara konservasi air tanah adalah dengan membuat
bangunan berupa sumur yang berfungsi untuk memasukkan air hujan
kedalam tanah (sumur resapan). Infiltrasi diperlukan untuk menambah
jumlah air yang masuk ke dalam tanah sehingga fluktuasi muka air tanah
pada waktu musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam. Terjaganya
jumlah air di dalam tanah mampu menjaga kekuatan tanah yang pada
gilirannya mampu mencegah terjadinya penurunan tanah akibat beban
bangunan di atasnya. Hal ini tentu memberikan manfaat ekonomi tidak
langsung berupa pencegahan kerusakan bangunan. Sumur resapan juga
mempunyai manfaat untuk mengurangi limpasan permukaan sehingga
dapat mencegah banjir.

Dasar dari pembuatan sumur resapan adalah memanfaatkan ruang


kosong di antara butir-butir tanah di atas permukaan air tanah untuk
mengalirkan air hujan hingga ke muka air tanah. Dua syarat minimal yang
diperlukan agar sistem sumur resapan bekerja adalah adanya ruang
antara dasar sumur dengan muka air tanah dan permeabilitas tanah yang
cukup. Semakin besar ruang antara dasar sumur resapan dengan muka
air tanah dan semakin besar permeabilitas tanah, semakin banyak volume
air yang mengalir melalui sumur resapan. Pembuatan sumur resapan ini
juga harus berada pada lahan yang datar dan tidak ada tanah yang
berlereng, curam, atau labil.
Untuk membuat sumur resapan, hal pertama yang harus diketahui
adalah kedalaman muka air tanah dari permukaan tanah. Hal ini bisa
diketahui dari kedalaman sumur di sekitarnya. Semakin dekat muka air
tanah dengan dasar sumur resapan semakin baik karena semakin banyak
air yang bisa ditampung di dalam sumur sebelum diresapkan ke dalam
tanah. Perlu diketahui bahwa kemampuan meresapkan air ke dalam tanah
sangat kecil dibandingkan debit air yang masuk ke dalam sumur,
sehingga perlu waktu lebih lama
untuk mengalirkan air dari sumur
resapan ke dalam tanah
dibandingkan mengumpulkan air
hujan ke dalam sumur resapan.
Analisis curah hujan dan luas daerah
tangkapan hujan juga perlu dilakukan
untuk mengetahui intensitas curah
hujan maksimum pada periode
tertentu sehingga kapasitas sumur
resapan dapat diketahui. Lapisan
tanah pun perlu dianalisis karena
sumur resapan akan sangat efisien
jika dibuat sampai pada daerah
dengan lapisan tanah berpasir/gravel.
Komponen dari sumur resapan sendiri adalah :
- Saluran air sebagai jalan air yg akan dimasukkan ke dalam sumur.
- Bak kontrol yang berfungsi untuk menyaring air sebelum masuk sumur
resapan.
- Pipa pemasukan atau saluran air masuk.
- Sumur resapan.
- Pipa pembuangan yang berfungsi sebagai saluran pembuangan jika air
dalam sumur resapan sudah penuh.

Referensi :
- http://pag.bgl.esdm.go.id/siat/?q=content/konservasi-air-tanah-0
- http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Sumur/sumur.html
- http://jumilahdedai.blogspot.co.id/2011/12/teknologi-konservasi-airdengan-sumur.html
- http://bpbd.jakarta.go.id/education/detail/79