Anda di halaman 1dari 9

Akreditasi Puskesmas dan Klinik .

12/13

Pedoman
Dokumen.

Kerangka Acuan
IMUNISASI
A. Pendahuluan
Saat ini, Indonesia menghadapi tiga beban penyakit dalam pembangunan
kesehatan, yaitu disatu pihak masih banyaknya penyakit infeksi yang harus
ditangani, penyakit menular baru dan penyakit menular yang sudah lama
hilang muncul kembali, sementara itu penyakit tidak menular (PTM) semakin
meningkat.PTM merupakan penyakit yang seringkali tidak terdeteksi karena
tidak bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut
sehingga sulit disembuhkan dan berakhir dengan kecacatan atau kematian
dini. Keadaan ini menimbulkan beban pembiayaan yang besar bagi penderita,
keluarga dan negara.PTM ini dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko,
yaitu merokok, kurang aktifitas fisik, diet yang tidak sehat, dan konsumsi
alkohol. Peningkatan kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap faktor
risiko PTM sangat penting dalam pengendalian PTM. Untuk itu diperlukan
pemberdayaan dan peran serta masyarakat yang dikenal dengan pembinaan
terpadu (Posbindu) PTM.
B. Latar belakang
Saat ini, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian
utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi di
seluruh dunia, di mana sekitar 29 juta (80%) justru terjadi di negara yang
sedang berkembang (WHO, 2010). Peningkatan kematian akibat PTM di masa
mendatang diproyeksikan akan terus terjadi sebesar 15% ( 44 juta kematian)
dengan rentang waktu antara tahun 2010 dan 2020. Kondisi ini timbul akibat
perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat
terutama pada negara-negara berkembang.
Pada awal perjalanan PTM seringkali tidak bergejala dan tidak
menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah terlambat

76

atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi
kelainan yang terjadi pada dirinya.
Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukan bahwa 69,6% dari
kasus diabetes melitus dan 63,2% dari kasus hipertensi masih belum
terdiagnosis.Keadaan ini mengakibatkan penanganan menjadi sulit, terjadi
komplikasi bahkan berakibat kematian lebih dini.
Dalam kurun waktu tahun 1995 -2007, kematian akibat PTM mengalami
peningkatan dari 41,7% menjadi 59,5%. Riset KesehatanDasar tahun 2013
menunjukkan prevalensi penyakit Stroke 12,1 per 1000, Penyakit Jantung
Koroner 1,5%, Gagal Jantung 0,3%, Diabetes Melitus 6,9%, Gagal Ginjal
0,2%, Kanker 1,4 per 1000, Penyakit Paru Kronik Obstruktif 3,7% dan Cidera
8,2%.
Salah satu strategi pengendalian PTM yang efisien dan efektif adalah
pemberdayaan

dan

peningkatan

peran

serta

masyarakat.Masyarakat

diberikan fasilitas dan bimbingan untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian


faktor risiko PTM dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk
melakukan deteksi dini, monitoring faktor risiko PTM serta tindak lanjutnya.
Kegiatan ini disebut dengan Pos pembinaan terpadu (Posbindu) PTM.
Upaya pengembangan program Posbindu PTM sedang gencar dilakukan,
dan harapan ke depan Posbindu PTM dapat dijadikan kendaraan program
pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.
C. Tujuan umum dan tujuan khusus
Tujuan Umum :
Terlaksananya pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM berbasis
peran serta masyarakat secara terpadu, rutin dan periodic
Tujuan Khusus :
a. Terlaksananya deteksi dini faktor risiko PTM
b. Terlaksananya monitoring faktor risiko PTM
c. Terlaksananya tindak lanjut dini
D. Cara melaksanakan kegiatan

77

Untuk mencapai keberhasilan program Posbindu PTM perlu dikembangkan


strategi pelaksanaan kegiatan, yaitu :
a. Sosialisasi dan advokasi kepada pemerintah, pihak legislatif,pemerintah
daerah serta pemangku kepentingan .
b.

Peningkatan

kemampuan

dan

keterampilan

masyarakat

dalam

pengendalian faktor risiko PTM .


c. Fasilitasi ketersediaan sarana dan prasarana .
d. Peningkatan jejaring kerja PTM dengan melibatkan lintas program,lintas
sektor terkait baik di Pusat maupun Provinsi, dan Kabupaten/ Kota dan
puskesmas.
e.Peningkatan

peran

pemerintah

dan

masyarakat

dalam

perencanaan,pelaksanaan monitoring dan evaluasi.


f. Berbasis bukti ilmiah (evidence-based) dan sesuai kearifan lokal.
g. Pendekatan .integratif pada kelompok masyarakat khusus dan pada
berbagai tatanan seperti disekolah, tempat kerja, lingkungan
Cara pelaksanaan Posbindu PTM
1. Tahap layanan/Meja 1
Registrasi ,Pemberian nomor urut / kode yang sama serta pencatatan
ulang hasil pengisian Buku monitoring FR PTM ke Buku Pencatatan oleh
Petugas Pelaksana (Kader)Posbindu PTM
2. Tahap Layanan 2/Meja 2
Wawancara oleh Petugas Pelaksana Posbindu PTM
3. Tahap Layanan 3/Meja 3
Pengukuran TB,BB,IMT Lingkar perut,Analisa Lemak Tubuh
4. Tahap Layanan 4/Meja 4
Pemeriksaan Tekanan darah, Gula darah,Kolesterol total,Asam Urat
5. Tahap Layanan 5/Meja 5
Identifikasi faktor risiko PTM, Konseling/Edukasi,serta tindak lanjut
lainnya
E. Sasaran
1. Sasaran Utama
78

Sasaran

utama

merupakan

sasaran

penerima

langsung

manfaat

pelayanan yang diberikan, yaitu masyarakat sehat, masyarakat berisiko


dan masyarakat dengan PTM berusia mulai dari 15 tahun ke atas.
2. Sasaran Penunjang
Sasaran

penunjang

merupakan

kelompok/organisasi/lembaga

masyarakat

sasaran
dan

individu,

profesi,

lembaga

pendidikan dan lembaga pemerintah yang berperan memberi dukungan


baik dukungan kebijakan, teknologi dan ilmu pengetahuan, material
maupun

dana,

untuk

terlaksananya

Posbindu

PTM

dan

keberlanjutannya.Mereka antara lain adalah pimpinan daerah/ wilayah,


Perusahaan,Lembaga Pendidikan, Organisasi Profesi, dan Penyandang
Dana.
F. Skedul (Jadwal) pelaksanaan kegiatan

No
1

Desa
Karang Talun

Nama Posbindu PTM


Bougenvile

Alamat
Joho

Tgl. Pelaksanaan
Tiap Hari Sabtu
mggu ke 3

Karang Talun

Lestari

Jangkang

Tiap Hari Sabtu


mggu ke 1

Aster

Dangkel

Tiap Hari Sabtu


mggu ke 2

Jamus

Sehat Sejahtera

Krajan

Kauman

Tiap Hari Sabtu


mggu 4

G. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi dilakukan untuk melihat Hasil Kegiatan

dan dampak baik positif

maupun negatif pelaksanaan Posbindu PTM berdasarkan indikator. Dari hasil

79

evaluasi tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran guna melakukan


perbaikan dan pengembangan Posbindu PTM berikutnya.
Melalui kegiatan surveilans faktor risiko PTM berbasis posbindu PTM,
dilakukan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap faktor risiko
PTM secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan
dan penyebaran informasi epidemiologi kepada peserta, penyelenggara
program maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan posbindu
PTM untuk dilakukan intervensi dalam rangka pengembangan kegiatan,
pencegahan dan pengendalian factor risiko PTM.
H. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan
Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan Posbindu PTM dilakukan secara
manual dan/atau menggunakan sistem informasi manajemen PTM oleh
Petugas Pelaksana Posbindu PTM maupun oleh Petugas Puskesmas.
Petugas Puskesmas mengambil data hasil pencatatan posbindu PTM atau
menerima hasil pencatatan dari petugas pelaksana posbindu PTM. Hasil
pencatatan ini dianalisis untuk digunakan dalam pembinaan, sekaligus
melaporkan ke instansi terkait secara berjenjang.

*sumber buku PEDOMAN UMUM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK


MENULAR KEMENTRIAN KESEHATAN RI DITJEN PENGENDALIAN PENYAKIT DAN
PENYEHATAN LINGKUNGAN DIREKTORAT PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK
MENULAR TAHUN 2014

80

TATA NILAI / PEDOMAN PERILAKU KERJA


PUSKESMAS NGLUWAR

1. Profesional
Semua karyawan wajib berperilaku professional :
Bekerja sesuai prosedur
Kompeten di bidangnya
Selalu berusaha meningkatkan kemampuan
Berusaha memberikan yang terbaik.
Membangun budaya selalu ingin maju
2. Jujur,Tulus dan Ikhlas
Niatkan kerja sebagai ibadah kepada Alloh SWT,sehingga kita dapat
bekerja secara jujur tulus dan ikhlas
Setiap perbuatan dan perkataannya harus dapat dipercaya .
Berusaha melaksanakan kegiatan dan pekerjaan dengan tulus dan
ikhlas .
3. Disiplin,konsisten dan bertanggungjawab.
Seluruh karyawan harus berusaha berperilaku disiplin,konsisten,dan
bertanggungjawab dengan cara sebagai berikut:
Menghormati,menghargai,patuh dan taat terhadap peraturan yang
berlaku baik tertulis maupun tidak tertulis.
Sanggup menjalankan dan tidak mengelak menerima sanksi apabila
melanggar aturan,tugas dan wewenang yang diberikan.
Mempunyai ketetapan dalam menjalankan pekerjaan.
81

Selaras antara pikiran perkataan dan perbuatan.


Tidak melakukan penyalahgunaan wewenang jabatan,dan perbuatan
korupsi kolusi dan nepotisme
- Loyal dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat.
4. Selalu berusaha melakukan pembaharuan
Semua karyawan wajib membawa semangat selalu ingin menjadi
lebih baik
dengan cara :
Harus memelihara semangat inovasi
Bangun kesadaran diri untuk lebih cerdas dan kreatif dalam bekerja
Kembangkanlah terus potensi diri demi prestasi terbaik.
1.Berorientasi kepada pelanggan
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan harus memprioritaskan kepuasan
dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.
2.Memperhatikan dan tanggap terhadap setiap keluhan dan harapan
atau kebutuhan pelanggan
3.Berusaha memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi
pelanggan.
4.Memelihara komunikasi dan hubungan yang baik dengan pelanggan.

82

83

84