Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
KKN PPM merupakan wadah bagi para mahasiswa sebagai proses pembelajaran
sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat. Pola ini direncanakan dan dilaksanakan
secara sistematis berdasarkan tema yang digali dari potensi masyarakat, dirumuskan, dan
dilaksanakan bersama masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat memacu
kemampuan masyarakat dalam pengembangan diri dan wilayah sehingga terjadi
peningkatan kesejahteraan.
Sebelum penerjunan ke lokasi KKN PPM, mahasiswa melakukan survey untuk
mengetahui potensi dan permasalahan yang ada pada Desa Lokasi KKN PPM. Desa
Bener Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan adalah salah satu lokasi KKN PPM
TIM I Universitas Diponegoro Tahun 2013. Survey pertama dilakukakan pada tanggal 20
Desember 2012 dan survey kedua pada tanggal 29 desember 2012 didapatkan potensi dan
permasalahan yang ada pada Desa Bener, baik dalam bentuk Sumber Daya Manusia
(SDM) maupun wilayahnya. Berdasarkan hasil survey tersebut, maka disusun rencana
kegiatan atau program sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Adapun kegiatan yang
direncanakan lebih berkonsentrasi pada 4 program pokok dan 2 program bantu. Rencana
kegiatan atau program yang akan dilaksanakan antara lain meliputi:
A. Program Pokok
1. Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat dengan Pemanfaatan Hasil Ikan ele Menjadi Olahan
Nugget Lele
2. Pemanfaatan Limbah Kain Batik Menjadi Aksesoris dan Hiasan
3. Pngelolaan Limbah Sampah
4. Peningkatan Program Pembelajaran Anak Tingkat SD
5.
B. Program Bantu
1. Optimalisasi Kegiatan Masyarakat
2. Memberi Tambahan Pelajaran Di Luar Jam Sekolah Untuk Anak Sekolah Dasar
(SD)

B. Masalah
1. Banyaknya bermunculan makanan yang komposisi dan kebersihannya tidak
diperhatikan yang sangat banyak dijajakkan untuk anak-anak.
2. Banyaknya pengusaha ternak lele yang belum dikelola dengan maksimal
3. Pengolahan ikan lele yang masih monoton menjadikan turunnya minat terhadap
4.
5.
6.
7.
8.

konsumsi ikan lele.


Banyak masyarakat yang tidak tahu pentingnya kandungan gizi dari ikan lele.
Maraknya makanan yang tidak sehat yang dikonsumsi oleh anak anak
Kurangnya pengetahuan anak-anak tentang nutrisi ikan
Kurangnya informasi mengenai pentingnya identitas batik Pekalongan di dunia luas.
Masih banyaknya kain perca yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan

Bener.
9. Kurangnya motivasi dan pembelajaran tentang pengelolaan bahan sisa agar dapat
lebih bermanfaat.
10. Kurangnya pengetahuan mengenai pengemasan produk batik agar menarik minat
konsumen di pasaran.
11. Keluhan dari UKM tentang sulitnya melakukan pemasaran
12. Masih kurangnya kesadaran
ibu-ibu Kelurahan Bener tentang pentingnya
berwirausaha.
13. Belum adanya informasi tentang penataan ruangan produksi yang baik.
14. Banyaknya keinginan masyarakat dan guru untuk memberikan sosialisasi tentang
perilaku hidup bersih di kalangan siswa SD.
15. Penanaman rasa cinta terhadap lingkungan hidup disekitar kita sangat penting
dilakukan sejak usia dini.
16. Tidak adanya informasi khususnya tentang kesehatan dan pola hidup sehat bagi
warga.
17. Belum adanya penyuluhan mengenai efek kebersihan lingkungan bagi kesehatan
tubuh.
18. Banyaknya masyarakat yang kurang sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
19. Kurang adanya pengelolaan sampah yang baik di Kelurahan Bener.
20. Masih banyaknya sampah yang berserakan dan menumpuk di sungai dan selokan.
21. Masih jarang lembaga pendidikan tambahan disekitar lingkungan mereka, sehingga
siswa mengalami kendala dalam belajar di rumah.
22. Belum adanya ketertarikan siswa-siswi untuk belajar matematika.
23. Siswa mengalami kesulitan dalam mata pelajaran Matematika
24. Anak SD merasa pelajaran matematika adalah momok pelajaran yang sangat susah
untuk dielesaikan.
25. Belum adanya Ketertarikan Siswa Siswi untuk memperdalam ilmu Sejarah
26. Masih kurangnya pemahaman dunia laut untuk anak SD
27. Masih kurangnya ketertarikan belajar mengenai macam-macam jenis kapal untuk
anak SD
28. Banyak anak-anak setelah pulang sekolah hanya bermain tanpa mau belajar.
29. Tidak adanya pelajaran keterampilan khusus untuk pengembangan diri siswa SD.
2

30. Banyaknya Siswa Siswi SD belum mengetahui rambu-rambu lalu lintas yang harus
ditaati oleh setiap orang.
31. Masih belumnya terlaksana belajar tambahan di luar jam sekolah
32. Banyak permainan anak anak di jaman sekarang yang jarang melatih kreativitas
mereka.
33. Kurangnya penyuluhan tentang pentingnya minyak ikan bagi anak-anak.

C. Tujuan
Kegiatan KKN PPM yang dilaksanakan di Desa Bener menggunakan suatu
pendekatan atau metode pendekatan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat atau dalam
bahasa ilmiahnya sering disebut dengan konsep PRA (Participatory Rural Appraisal).
Salah satu tujuan dilaksanakannya KKN PPM dengan menggunakan konsep ini adalah
agar masyarakat pedesaan bisa ikut serta meningkatkan pengetahuan dan menganalisa
kondisi mereka sendiri, wilayahnya sendiri dan berhubungan dengan kehidupan seharihari supaya masyarakat dapat membuat rencana dan tindakan yang harus dilakukan,
dengan pendekatan berkumpul bersama. Secara lebih spesifik, tujuan dari kegiatan
program kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Desa dapat dikelompokkan kedalam
poin-poin sebagai berikut :
1. Memberikan informasi pada ibu-ibu PAUD mengenai pentingnya memperhatikan
makanan yang anak-anak makan.
2. Adanya pengolahan nugget lele yang meningkatkan minat anak-anak untuk
mengkonsumsi makanan yang bergizi.
3. Memberikan informasi mengenai Status Gizi pada nugget yang dibuat sendiri ,
yang aman dari bahan pengawet.
4. Memberikan informasi lebih tentang kreatifitas pengolahan ikan.
5. Masyarakat dapat mengetahui pengemasan nugget yang menarik apabila dijadikan
suatu program usaha.
6. Masyarakat dapat mengetahui pentingnya identitas batik Pekalongan di dunia luar.
7. Masyarakat dapat mengetahui tata ruang yang baik dalam memproduksi barang.
8. Masyarakat dapat berkreasi dengan pembuatan kemasan yang menarik bagi
konsumen.
9. Masyarakat dapat belajar mengelola sisa kain perca batik agar menjadi lebih
ekonomis.
10. Masyarakat dapat menjadikan pengelolaan sisa kain batik menjadi suatu usaha
yang dapat dikembangkan.
11. Area pemasaran produk UKM akan menjadi lebih luas
3

12. Masyarakat dapat menerapkan strategi yang baik dalam melakukan pemasaran
suatu produk.
13. Para ibu-ibu kader, ibu-ibu PAUD dan PKK dapat mengetahui Pentingnya
berwirausaha.
14. Memberikan informasi terkait mengenai pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan.
15. Mengurangi perkembangan jentik jentik nyamuk pada musim penghujan seperti
saat ini dengan membuang sampah pada tempatnya.
16. Meningkatkan kesadaran hidup bersih anak-anak SD sejak dini.
17. Meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang jenis-jenis sampah yang ada dan
pengelolaannya.
18. Meningkatkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya yang berdampak baik
bagi lingkungan dan kesehatan.
19. Meningkatkan minat siswa-siswi untuk belajar matematika
20. Meningkatkan minat siswa-siswi untuk belajar sejarah
21. Memberkan informasi tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas sejak dini
22. Meningkatkan minat siswa-siswi untuk belajar dunia bawah laut
23. Meningkatkan minat siswa-siswi untuk belajar jenis-jenis kapal
24. Membantu anak-anak dalam memahami materi yang mereka peroleh di sekolah
25. Membantu Siswa Siwi SD dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah mengenai
pelajaran yang diajarkan.
26. Memberikan keterampilan atau permainan yang dapat melatih motorik anak anak
SD yang masih dalam tahap pertumbuhan.
27. Sebagai tambahan SDM yang kurang dalam pembangunan PAUD tersebut
sehingga memperingan pekerjaan para pekerja.
28. Meningkatkan gizi/ vitamin anak dengan minyak ikan yang baik bagi kesehatan.

D. Metodologi/Langkah kerja
Metode pengumpulan data dan langkah kerja

yang digunakan dalam

melaksanakan kelima program tersebut adalah melalui wawancara, observasi, dan


sosialisasi kepada Kepala Lurah dan jajarannya, Kepala Dusun, Ketua-ketua RT/RW,
instansi pendidikan, serta beberapa warga Kelurahan

Bener setempat. Di dalam

pelaksanaan setiap program kegiatan, mahasiswa berusaha melibatkan seluruh


komponen masyarakat agar prinsip permberdayaan masyarakat dapat terlaksana dan
prtisipasi masyarakat akan suatu kegiatan bertambah.
Intinya didalam proses pelaksanaan kelima kegiatan tersebut, mahasiswa
melakukan pendekatan secara langsung baik itu dengan pihak masyarakat selaku

obyek maupun dengan pihak-pihak yang membantu terlaksananya kegiatan yang


dalam hal ini bertindak sebagai subyek plus obyek.
D1 Metodologi Program pokok
D1.1 Metodologi Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dengan Pemanfaatan
Hasil Ikan Lele Menjadi Olahan Nugget Lele

D1.1.1 Metodologi Proses Produksi Nugget Lele


D1.1.2 Metodologi Pemaparan Kandungan Nilai Gizi Nugget Lele
D1.1.3 Metodologi Pembuatan Kemasan Nugget Lele (Packaging) dan
Logo
D1.1.4 Metodologi Sosialisasi Strategi Pemasaran Nugget Lele
D1.1.5 Metodologi Sosialisasi Pendaftaran Merek di Badan POM
D1.2 Metodologi : Pemanfaatan Kain Batik Menjadi Aksesoris dan Hiasan
D1.2.1 Metodologi Pemaparan Identitas Batik
D1.2.2 Metodologi Penataan Ruang Produksi yang Nyaman
D1.2.3 Metodologi Desain Logo dan Pembuatan Kemasan Produk
Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian pada desain logo dan
pembuatan kemasan produk yaitu sebagai berikut :
-Survey Lokasi Industri Batik
Survey ini dilakukan untuk meninjauan lokasi-lokasi tempat
industri batik rumahan yang berada di Kelurahan Bener. Selain itu
kegiatan survey ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan kain perca
kain batik yang sudah dilakukan oleh para pengerajin/penjahit batik
setempat.
5

-Permohonan Izin Pengelolaan Sisa Kain Perca Batik


Permohonan izin untuk mendapatkan bahan kain perca batik di
lokai-lokasi industri batik rumahan yang berpotensi mempunyai bahan
kain perca namun belum didaur ulang menjadi barang yang lebih
ekonomis.
-Pengambilan Sisa Kain Perca batik
Pengambilan beberapa kain perca batik yang tidak digunakan
lagi agar dapat diolah menjadi barang yang lebih ekonomis seperti
aksesoris dan hiasan batik.
-Persiapan Alat dan Bahan Pembuatan Aksesoris dan Hiasan
Pemilihan dan alat dan bahan yang hemat biaya untuk dapat
dijadikan alat dan bahan pembantu dalam proses pembuatan aksesoris
dan hiasan dari bahan kain perca batik.
Penggunaan alat dan bahan digunakan dengan harga seminim
mungkin untuk menghemat biaya produksi limbah kain perca batik
yang tidak terpakai lagi.
-Pemilahan Bahan Kain Perca Batik yang Akan Digunakan
Pemilihan dan pemilahan bahan-bahan kain yang baik untuk
digunakan untuk bahan aksesoris dan hiasan sesuai dengan motif batik
yang ada, serta dipadukan untuk menghasilkan aksesoris yang menarik
konsumen.
-Proses Pembuatan Aksesoris dan Hiasan
Dalam langkah pembuatan aksesoris dilakukan pembuatan pola
dan bentuk terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan proses penjahitan
dan pengeleman menjadi aksesoris dan hiasan siap pakai.
-Pengenalan Sampel Produk dan Sosialisasi kepada Masyarakat

Mengenalkan contoh produk aksesoris dan hiasan kain perca


kepada Ibu-ibu PAUD dan Ibu-ibu PKK di Kelurahan, serta Guru-Guru
SD Muhammadiyah Pencongan.
-Pelatihan Pembuatan Aksesoris dan Hiasan kepada Masyarakat
Memaparkan tentang pentingnya pengelolaan sisa kain perca
batik menjadi barang ekonomis yang dapat dikenal oleh masyarakat
luas dan menjadi ciri khas Pekalongan.
Menjelaskan dan mempraktekkan langkah-langkah proses
pembuatan aksesoris.Kegiatan lainnya memberikan pelatihan kepada
ibu-ibu kader di Kelurahan Bener proses pembuatan aksesoris dan
hiasan yang menarik dan bernilai ekonomis.

D1.2.4 Metodologi Proses Produksi Aksesoris dan Hiasan


Beberapa langkah yang dilakukan dalam proses produksi aksesoris dan
hiasan dari bahan kain perca batik antara lain adalah :
-Survey Lokasi Industri Batik
Peninjauan lokasi-lokasi tempat industri batik rumahan yang
berada di Kelurahan Bener. Selain itu kegiatan survey ini bertujuan
untuk meninjau pengelolaan kain perca kain batik yang sudah
dilakukan oleh para pengerajin/penjahit batik setempat.
-Permohonan Izin Pengelolaan Sisa Kain Perca Batik
Permohonan izin untuk mendapatkan bahan kain perca batik di
lokai-lokasi industri batik rumahan yang berpotensi mempunyai bahan
kain perca namun belum didaur ulang menjadi barang yang lebih
ekonomis.
-Pengambilan Sisa Kain Perca batik

Pengambilan beberapa kain perca batik yang tidak digunakan


lagi agar dapat diolah menjadi barang yang lebih ekonomis seperti
aksesoris dan hiasan batik.
-Persiapan Alat dan Bahan Pembuatan Aksesoris dan Hiasan
Pemilihan dan alat dan bahan yang hemat biaya untuk dapat
dijadikan alat dan bahan pembantu dalam proses pembuatan aksesoris
dan hiasan dari bahan kain perca batik.
Penggunaan alat dan bahan digunakan dengan harga seminim
mungkin untuk menghemat biaya produksi limbah kain perca batik
yang tidak terpakai lagi.
-Pemilahan Bahan Kain Perca Batik yang Akan Digunakan
Pemilihan dan pemilahan bahan-bahan kain yang baik untuk
digunakan untuk bahan aksesoris dan hiasan sesuai dengan motif batik
yang ada, serta dipadukan untuk menghasilkan aksesoris yang menarik
konsumen.
-Proses Pembuatan Aksesoris dan Hiasan
Dalam langkah pembuatan aksesoris dilakukan pembuatan pola
dan bentuk terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan proses penjahitan
dan pengeleman menjadi aksesoris dan hiasan siap pakai.
-Pengenalan Sampel Produk dan Sosialisasi kepada Masyarakat
Mengenalkan contoh produk aksesoris dan hiasan kain perca
kepada Ibu-ibu PAUD dan Ibu-ibu PKK di Kelurahan, serta Guru-Guru
SD Muhammadiyah Pencongan.
-Pelatihan Pembuatan Aksesoris dan Hiasan kepada Masyarakat
Memaparkan tentang pentingnya pengelolaan sisa kain perca
batik menjadi barang ekonomis yang dapat dikenal oleh masyarakat
luas dan menjadi ciri khas Pekalongan.
Menjelaskan dan mempraktekkan langkah-langkah proses
pembuatan aksesoris.Kegiatan lainnya memberikan pelatihan kepada
8

ibu-ibu kader di Kelurahan Bener proses pembuatan aksesoris dan


hiasan yang menarik dan bernilai ekonomis.
D1.2.5 Metodologi Pemasaran Hasil Produk Limbah Kain Perca Batik
yang Berupa Aksesoris dan Hiasan
D1.3 Metodologi Pengelolaaan Limbah Sampah
D1.3.1 Metodologi Pemaparan Efek Sampah Terhadap Kesehatan
D1.3.2 Metodologi Pemaparan Jenis Sampah Dan Efek Terhadap
Lingkungan; Pengadaan Program Pengolahan Limbah Sampah Terpadu
Beberapa langkah yang dilakukan dalam Pemaparan Jenis Sampah Dan
Efek Terhadap Lingkungan; Pengadaan Program Pengolahan Limbah Sampah
Terpadu adalah :
-Survey lokasi lingkungan Kelurahan Bener
Meninjau beberapa tempat dikelurahan Bener yang sekiranya
perlu adanya perhatian lebih tentang kebersihan lingkungan.
-Perijinan ke Kelurahan
Melakukan perijinan tempat-tempat

yang akan dilakukan

tempat penyuluhan dan pemaparan tentang kebersihan.


Melakukan wawancara mengenai permasalahan kebersihan
yang terjadi di Kelurahan Bener.
-Survey dan Perijinan ke SD Muhammadiyah Kelurahan Bener
Melakukan peninjauan ke SD Muhammadiyah yang akan
dilakukan kegiatan penyuluhan tentang jenis-jenis sampah dan efek
sampah terhadap lingkungan.
-Survei Lahan Bengkok dan Pengukuran Lahan Bengkok
Meninjau tanah/ lahan yang akan diajukan sebagai tempat
untuk tempat pengelolaan limbah sampah terpadu. Serta dilakukan
pengukuran luas lahan sesuai dengan kebutuhan syarat luas lahan yang
dibutuhkan untuk program tersebut.
9

-Persiapan Materi jenis sampah dan efek sampah terhadap lingkungan


Persiapan materi yang menarik bagi anak-anak SD agar
mendengarkan dan mengerti pemaparan yang dijelaskan tentang jenisjenis sampah.
-Pembuatan Pamflet
Pembuatan pamphlet yang menarik dengan gambar-gambar dan
tulisan yang mudah dimengerti oleh pembacanya.
-Pelaksanaan Program
Pemaparan materi yang telah dipersiapkan mengenai
jenis

sampah/

pengelompokan

sampah.

Serta

mengajak

jenisdan

mempengaruhi siswa-siswi untuk dapat berperilaku hidup bersih agar


tidak merusak lingkungan sekitar. Dan menempatkan pamflet ke
beberapa tempat yang strategis agar mudah dibaca.
-Pembuatan Proposal Pengajuan
Pebuatan proposal tentang kebutuhan pengadaan tempat
sampah dan program pengelolaan limbah sampah tepadu yang sangat
dibutuhkan oleh masyarakat Kelurahan Bener.
-Konsultasi Program Pengelolaan Limbah Sampah Terpadu Dengan
Pak Lurah
Melakukan konsultasi tentang kebenaran proposal yang akan
diajukan apakah telah sesuai aturan yang berlaku atau belum, serta
melakukan perbaikan proposal sesuai kebutuhan pengajuan.
-Pengajuan Proposal Sampah ke Ciptakarya Prov. Jateng (Perwakilan
Wiradesa)
Pengajuan proposal ke CiptaKarya tentang proposal pengadaan
pengeloalaan limbah sampah terpadu dan diharapkan program dapat
diberlakukan di Kelurahan Bener.

10

D1.3.3 Metodologi Penyuluhan Kebiasaan Hidup Sehat dan Ramah


Lingkungan
D1.3.4 Metodologi Desain Tempat Sampah Yang Menarik; Pengadaan
Program Pengolahan Limbah Sampah Terpadu
D1.3.5 Metodologi Pemanfaatan Limbah Sampah
D1.4 Metodologi Peningkatan Program Pembelajaran Anak Tingkat SD
D1.4.1

Metodologi

Pembelajaran

Hitung

Menghitung

yang

Menyenangkan
D1.4.2 Metodologi Pemutaran Film Sejarah Indonesia
D1.4.3 Metodologi Pengenalan Hukum Rambu-rambu Sejak Dini
D1.4.4 Metodologi Pemutaran Film Mengenai Dunia Laut
D1.4.5 Metodologi Pembelajaran Maritim Indonesia dan Pengenalan
Jenis Kapal
D2 Metodologi Program Bantu
B2.1
B2.2
B2.3
B2.4
B2.5
B2.6
B2.7
B2.8 Metodologi Pemberian Tambahan Pelajaran Bahasa Indonesia
- Survey Ke Sekitar Kelurahan Bener
Peninjauan ke lingkunan seitar wilayah Kelurahan Bener tentang
kegiatan Belajar Mengajar di luar kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
-Memberikan Brosur Tentang Kegiatan Tambahan Pelajaran Bahasa Indonesia
Secara Gratis
Memberikan info tentang belajar gratis bagi siswa-siswi SD yang akan
di lakukan di posko KKN.
-Memberkan Materi Bahasa Indonesia yang Sesuai Dengan Kisi-kisi UN
11

Memberikan pembelajaran kepada siswa-siswi SD dengan bahasa yang


mudah dan menarik sehingga dapat dimengerti siswa-siswi SD tersebut.
-Memberikan Latihan Soal-soal UN dan Pembahasannya
Memberikan latihan-latihan untuk menguji kemampuan para siswa
agar terbiasa mengerjakan soal-soal latihan.
-Memberikan Trik-Trik yang Mudah dan Cara yang Tercepat Mengerjakan
Soal UN
Memberikan langkah-langkah yang mudah untuk menyukseskan ujian
nasional yang akan dijalani oleh siswa-siswi tingkat SD.
B2.9
B2.10

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI KEGIATAN
A. Profil Penduduk
Kelurahan Bener secara administrasi dibawah kabupaten Peklaongan, penduduk
Kelurahan Bener kebanyakan bekerja sebagai petani, Buruh Tani, PNS, dan Nelayan. Dengan
rincian sebagai berikut :
No
1
2
3
4
5
6
7

Jenis Pekerjaan
Petani
Buruh Tani
PNS
Nelayan
Montir
TNI
POLRI

Laki-laki
37
53
88
103
4
1
3

Perempuan
51
-

Kelurahan Bener terdiri dari 5 RW dan 25 RT. Jumlah keluarga di desa Bener berjumlah
1.120 KK dengan sekitar dengan warga yang tamat SD sebesar 2.086 orang , tamat SLTP
sebanyak 950, tamat SLTA sebanyak 768, dan tamat dari perguruan tinggi sebanyak 204.
Dengan rincian sebagai berikut :
12

No
1
2
3
4
5
6
7

Tingkatan Pendidikan
Tamat SD/ sederajat
Tamat SMP/ sederajat
Tamat SMA/ sederajat
Tamat D1/ sederajat
Tamat D2/ sederajat
Tamat D3/ sederajat
Tamat S1/ sederajat

Laki-Laki
1.049
493
428
5
4
2
101

Perempuan
1.037
457
341
6
3
8
103

Banyaknya warga yang berumur produktif kerja sebanyak 2.332 orang. Dengan rincian
data sebagai berikut :
No
1

Tenaga Kerja
Penduduk usia 18-56 tahun

Laki-Laki
1.112

Perempuan
1.220

yang bekerja

B. Kelompok Sasaran
Sasaran dari program kerja Tim I KKN Desa Bener Universitas Diponegoro
adalah warga masyarakat secara umum, secara khusus adalah perangkat desa,
pengusaha UMKM, pekerja, anak-anak PAUD, sekolah, remaja, ibu-ibu PAUD
kelompok ibu PKK. Sasaran ditentukan sesuai dengan program kerja yang
dilaksanakan.

C. Potensi Desa / Komunitas


Desa Bener mempunyai luas pemukiman sebesar 30.550 ha, luas persawahan (sawah
tadah hujan) 16.515 ha. Luas tanaman buah-buahan sebagai berikut :
Mangga 2 Ha
Pisang 3 Ha
Nangka Ha
Sedangkan untuk jenis ternak yang dikelola antara lain adalah sapi, ayam kampong, ayam
broler, kambing, angsa, dan burung wallet.

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
13

A. Rekapitulasi Kegiatan
B. Uraian Kegiatan
B1 Uraian Kegiatan Program Pokok
B1.1 Uraian Kegiatan Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dengan
Pemanfaatan Hasil Ikan Lele Menjadi Olahan Nugget Lele
B1.1.1 Uraian Kegiatan Proses Produksi Nugget Lele
B1.1.2 Uraian Kegiatan Pemaparan Kandungan Nilai Gizi Nugget Lele
B1.1.3 Uraian Kegiatan Pembuatan Kemasan Nugget Lele (Packaging)
dan Logo
B1.1.4 Uraian Kegiatan Sosialisasi Strategi Pemasaran Nugget Lele
B1.1.5 Uraian Kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Merek di Badan POM
B1.2 Uraian Kegiatan Pemanfaatan Kain Batik Menjadi Aksesoris dan Hiasan
B1.2.1 Uraian Kegiatan Pemaparan Identitas Batik
B1.2.2 Uraian Kegiatan Penataan Ruang Produksi yang Nyaman
B1.2.3 Uraian Kegiatan Desain Logo dan Pembuatan Kemasan Produk
B1.2.4 Uraian Kegiatan Proses Produksi Aksesoris dan Hiasan
Pembuatan aksesoris dan hiasan dari bahan kain perca batik menjadi
peluang usaha yang bermanfaat dan patut di kembangkan di Kelurahan Bener
karena pengelolaan kain perca yang kurang berkembang di masyarakat.
Pembuatan aksesoris dan hiasan ini menjadi lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu
di Kelurahan Bener. Hal tersebut berdampak positif dalam rangka mengurangi
pengangguran.
Pemilihan bahan dan alat bantu yang digunakan dipilih dengan
meminimkan pengeluaran yang ada. Sehingga diharapkan dengan bahan kain
yang sangat minim dan peralatan yang minim pula dapat menghasilkan barang
yang bernilai ekonomis tinggi.
Pembuatan aksesoris dikembangkan dengan kreativitas masing-masing
orang agar dapat menarik minat konsumen apabila diperdagangkan. Selain itu

14

aksesoris dan hiasan ini dibuat untuk mengingkatkan penggunaan batik


sebagai identitas warga Indonesia.
Kegiatan pelatihan yang dilakukan kepada ibu-ibu kader di Kelurahan
Bener bertujuan untuk membuka dan melatih kreativitas akan kain perca yang
dianggap tidak bermanfaat menjadi barang yang lebih bermanfaat.
B1.2.5 Uraian Kegiatan Pemasaran Hasil Produk Limbah Kain Perca
Batik yang Berupa Aksesoris dan Hiasan
B1.3 Uraian Kegiatan Pengelolaaan Limbah Sampah
B1.3.1 Uraian Kegiatan Pemaparan Efek Sampah Terhadap Kesehatan
B1.3.2 Uraian Kegiatan Pemaparan Jenis Sampah Dan Efek Terhadap
Lingkungan; Pengadaan Program Pengolahan Limbah Sampah Terpadu
Jenis-jenis sampah perlu dipaparkan pada anak-anak SD agar mereka
paham bagaimana membuang sampah yang benar sesuai dengan jenis sampah
yang yang telah dijelaskan. Sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan
dengan lebih mudah sesuai dengan pengelompokan sampah organic dan
anorganik.
Pemaparan pada anak SD dilakukan agar meningkatnya kesadaran
anak tentang kebersihan lingkungan. Hal ini untuk penanaman sejak dini
tentang pentingnya kebersihan, sehingga anak menjadi terbiasa dalam
membuang sampah pada tempatnya dan tau cara-cara pengelolaan sampah
yang baik.
Pengajuan pengadaan tempat sampah dan pengajuan pengadaan
program pengolahan limbah terpadu karena masyarakat telah peduli akan
kebersihan lingkungan. Pengajuan ini perlu dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan

masyarakat

akan

kebersihan

lingkungan

dalam

rangka

meminimalisir penyakit-penyakit yang timbul kaibat penumpukan sampah..


B1.3.3 Uraian Kegiatan Penyuluhan Kebiasaan Hidup Sehat dan Ramah
Lingkungan
B1.3.4 Uraian Kegiatan Desain Tempat Sampah Yang Menarik;
Pengadaan Program Pengolahan Limbah Sampah Terpadu
B1.3.5 Uraian Kegiatan Pemanfaatan Limbah Sampah
15

B1.4 Uraian Kegiatan Peningkatan Program Pembelajaran Anak Tingkat SD


B1.4.1 Uraian Kegiatan Pembelajaran Hitung - Menghitung yang
Menyenangkan
B1.4.2 Uraian Kegiatan Pemutaran Film Sejarah Indonesia
B1.4.3 Uraian Kegiatan Pengenalan Hukum Rambu-rambu Sejak Dini
B1.4.4 Uraian Kegiatan Pemutaran Film Mengenai Dunia Laut
B1.4.5

Uraian

Kegiatan

Pembelajaran

Maritim

Indonesia

dan

Pengenalan Jenis Kapal


B2. Uraian Kegiatan Program Bantu
B2.1
B2.2
B2.3
B2.4
B2.5
B2.6
B2.7
B2.8 Uraian Kegiatan Pemberian Tambahan Pelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran Bahasa Indonesia terkadang disepelekan oleh siswa-siswi SD,
namun ternyata pemahaman tentang bahasa yang baik dan benar perlu dilatih agar
mendapatkan hasil yang maksimal.
Berlatar belakang kurangnya pembelajaran diluar belajar-mengajar di sekolah,
maka dilakukan tambahan pelajaran gratis di Posko KKN Kelurahan Bener. Dengan
metode belajar-mengajar yang menarik maka diharapkan siswa-siswi SD dapat
tertatik untuk belajar lebih giat dan mendapatkan nila ujian nasional yang maksimal.
B2.9
B2.10

C. Pembahasan kegiatan (Kekuatan, Kelemahan, peluang, Ancaman/


kendala)
16

C1 Pembahasan kegiatan Program Pokok


C1.1 Pembahasan Kegiatan Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dengan
Pemanfaatan Hasil Ikan Lele Menjadi Olahan Nugget Lele
C1.1.1 Pembahasan Kegiatan Proses Produksi Nugget Lele
C1.1.2 Pembahasan Kegiatan Pemaparan Kandungan Nilai Gizi Nugget
Lele
C1.1.3 Pembahasan Kegiatan Pembuatan Kemasan Nugget Lele
(Packaging) dan Logo
C1.1.4 Pembahasan Kegiatan Sosialisasi Strategi Pemasaran Nugget Lele
C1.1.5 Pembahasan Kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Merek di Badan
POM
C1.2 Pembahasan Kegiatan Pemanfaatan Kain Batik Menjadi Aksesoris dan
Hiasan
C1.2.1 Pembahasan Kegiatan Pemaparan Identitas Batik
C1.2.2 Pembahasan Kegiatan Penataan Ruang Produksi yang Nyaman
C1.2.3 Pembahasan Kegiatan Desain Logo dan Pembuatan Kemasan
Produk
C1.2.4 Pembahasan Kegiatan Proses Produksi Aksesoris dan Hiasan
Kekuatan :
- Materi yang disampaikan menarik dan mudah diserap oleh ibu-ibu
yang mengikuti pelatihan
- Kemudahan dalam pembuatan aksesoris yang simple namun
menghasilkan barang berupa hiasan dan aksesoris yang sangat
menarik.
Kelemahan :
- Kurangnya peralatan dengan perbandingan jumlah peseta yang hadir
dalam pelatihan.
Peluang :
- Adanya antusiasme ibu-ibu kader Kelurahan Bener untuk mengolah
bahan kain perca menjadi hiasan dan aksesoris yang menarik dan
mempunyai nilai ekonomis.
17

- Banyak tersedianya bahan kain perca yang tidak diolah menjadi


barang yang lebih ekonomis.
Kendala :
- Waktu yang terbatas dalam pembuatan sample produksi barang
aksesoris dan hiasan .
- Kurang banyaknya peserta yang hadir mengikuti pelatihan.
C1.2.5 Pembahasan Kegiatan Pemasaran Hasil Produk Limbah Kain
Perca Batik yang Berupa Aksesoris dan Hiasan
C1.3 Pembahasan Kegiatan Pengelolaaan Limbah Sampah
C1.3.1 Pembahasan Kegiatan Pemaparan Efek Sampah Terhadap
Kesehatan
C1.3.2 Pembahasan Kegiatan Pemaparan Jenis Sampah Dan Efek
Terhadap

Lingkungan; Pengadaan

Program

Pengolahan Limbah

Sampah Terpadu
Kekuatan :
- Materi yang disampaikan menarik dan mudah diserap oleh siswasiswi.
- Kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai pentingnya
kebersihan terhadap lingkungan.
- Tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat sampah dan pengadaan
program pengolahan limbah.
Kelemahan :
- Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dalam
menjaga kebersihan lingkungan di sekitar sungai dan selokan.
Peluang :
- Adanya antusiasme siswa-siswi SD kader Kelurahan Bener untuk
belajar hidup bersih, serta mengenal jenis-jenis smapah.
- Mulai tingginya kebutuhan masyarakat akan kebersihan lingkungan.
Kendala :
- Kendala pengaturan waktu siswa-siswi SD pada proses penyuluhan
jenis-jenis sampah.
18

-Waktu yang terbatas dan sulit tembusnya proposal pengajuan


pengadaan

program

pengolahan

limbah

terpadu

yang

sangat

dibutuhkan masyarakat.
C1.3.3 Pembahasan Kegiatan Penyuluhan Kebiasaan Hidup Sehat dan
Ramah Lingkungan
C1.3.4 Uraian Kegiatan Desain Tempat Sampah Yang Menarik;
Pengadaan Program Pengolahan Limbah Sampah Terpadu
C1.3.5 Pembahasan Kegiatan Pemanfaatan Limbah Sampah
C1.4 Pembahasan Kegiatan Peningkatan Program Pembelajaran Anak Tingkat
SD
C1.4.1 Pembahasan Kegiatan Pembelajaran Hitung - Menghitung yang
Menyenangkan
C1.4.2 Pembahasan Kegiatan Pemutaran Film Sejarah Indonesia
C1.4.3 Pembahasan Kegiatan Pengenalan Hukum Rambu-rambu Sejak
Dini
C1.4.4. Pembahasan Kegiatan Pemutaran Film Mengenai Dunia Laut
C1.4.5 Pembahasan Kegiatan Pembelajaran Maritim Indonesia dan
Pengenalan Jenis Kapal
C2 Pembahasan kegiatan Program Bantu
C2.1
C2.2
C2.3
C2.4
C2.5
C2.6
C2.7
C2.8 Pembahasan Kegiatan Pemberian Tambahan Pelajaran Bahasa Indonesia
Kekuatan :
- Materi yang disampaikan menarik dan mudah diserap siswa
Kelemahan :
- Kondisi pada saat bimbingan belajar di posko kurang kondusif
19

Peluang :
- Adanya antusiasme siswa dalam belajar bahasa Indonesia
Kendala :
- Keterbatasan sarana pendukung saat memberikan bimbingan belajar
C2.9
C2.10

BAB IV
KESIMPULAN

A. Diagram rekapitulasi waktu pelaksanaan Program POKOK DAN


Program Bantu

Rekapitulasi Waktu Pelaksanaan KKN


( dalam jam kerja effektif )
An. Kelurahan Bener
Program Pokok
19.03

Program Bantu

1.64

Program Unggulan

79.32

20

Program pokok yang kami laksanakan berjumlah 50 program pokok yang

total waktu

pelaksanaan 50 program pokok tersebut adalah 2321 jam ,dengan JOK sebesar 5740, dana
yang di perlukan untuk melaksanakan 50 program tersebut adalah Rp 132.373.000,- dengan
rincian dari dana lain-lain yang semuanya adalah sumbangan dari sponsor. Jumlah total
waktu pelaksanaan program bantu adalah 557 jam. Selain dari program pokok, kami juga
melaksanakan program unggulan dengan total jam 48 jam.
Secara garis besar, keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, meski ada hambatan
yang dapat diatasi dengan baik. Hambatan tersebut antara lain kendala komunikasi, masalah
koordinasi waktu pelaksanaan, medan yang sangat curam dan kendala teknis lainnya.

a. Kesimpulan Pelaksanaan di Lapangan


1. Masyarakat desa Bener telah bekerja sama dengan baik dengan mahasiswa dalam
mensukseskan program kerja yang ada, yaitu dengan membantu, mengikuti dan
memahami dengan baik.
2. Program kerja berjalan dengan lancar tanpa halangan berarti dan mendapatkan
apresiasi bagus dari masyarakat desa Bener.
3. Seluruh anggota tim I KKN Undip telah menjalin hubungan yang baik dengan
perangkat desa dan warga desa setempat.

21

BAB V
SARAN/REKOMENDASI
1. Bagi mahasiswa
a. Mahasiswa diharapkan lebih dapat meningkatkan kerjasama dan komunikasi
yang baik dengan masyarakat.
b. Mahasiswa sebaiknya dapat berpartisipasi aktif di dalam berbagai kegiatan yang
bersifat kemasyarakatan.
c. Program yang dilaksanakan seharusnya sesuai dengan kebutuhan warga
sehingga program tersebut memiliki dampak nyata di masyarakat
d. Mahasiswa menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa agar tercipta
sinergi dalam membina dan mensejahterakan masyarakat.
e. Mahasiswa harus kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program kegiatan
yang akan diaplikasikan kepada masyarakat.
2. Bagi pihak Universitas Diponegoro
a. Pendampingan mahaiswa di lapangan oleh DPL harus lebih di tingkatkan
komunikasi dan koordinasi agar kinerja tim KKN dapat berjalan lancar.
b. Penyampaian informasi mengenai penyusunan laporan dan sebagainya oleh
DPL kepada mahasiswa hendaknya harus disosialisasikan secara jelas dan
merata agar tidak terjadi salah informasi dan ketidak-efektifan kerja.
c. Dalam hal pembuatan laporan dan sebagainya,dari pihak P2KKN memberikan
format baku sehingga

tidak

ada kekeliruan

dan

pengulangan

yang

menghabiskan banyak waktu yang tidak efektif.


22

3. Bagi pemerintah dan masyarakat


a. Partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan KKN hendaknya perlu
ditingkatkan ,yakni dengan sosialisasi oleh perangkat desa kepada masyarakat.
b. Peran serta pihak perangkat desa dalam hal sosialisasi program kegiatan KKN
kepada warga hendaknya perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman
antar masyarakat dengan mahasiswa KKN.

BAB VI
LAMPIRAN
FOTO KEGIATAN

23