Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH IDK 109

JENIS-JENIS SISTEM IMUN


Dosen Pembimbing :
H.Rifai,S.Kep,Ns

Di Susun Oleh Kelompok 3 :


1) Shinta lukita kirana putri (151001039)
2) Tiflatul amin hidayah (151001040)
3) Irma maulinda damayanti (151001021)
4) Makfiyatul abadiyah (151001023)
5) Widya pangestu ambarwati (151001045)
6) Novita anggun P (151001032)
7) Adinda vici pandulum (151001012)
8) Tita heni febrianti (151001041)
9) Ahmad soba rizki akbar (151001003)
10) Mahda faninda W (151001022)

PRODI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
STIKES PEMKAB JOMBANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah swt. karena berkat


rahmat dan hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah
berjudul JENIS JENIS SISTEM IMUN : Peranan Sistem Imun sebagai
Pertahanan Tubuh Terhadap Penyakit . Makalah ini disusun untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah IDK 109.
Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh merupakan semua
mekanisme tubuh untuk mempertahankan diri dari serangan benda asing
yang masuk kedalam tubuh. Keberadaan sistem imun dalam tubuh
manusia

sangat

penting,

hal

itu

dikarenakan

sistem

imun

akan

menyerang antigen yang masuk kedalam tubuh sehingga kita terhindar


dari berbagai penyakit. Pada sistem imun terdapat istilah imunitas.
Imunitas sendiri adalah ketahanan tubuh atau resistensi tubuh terhadap
berbagai penyakit yang dapat membahayakan tubuh.
.

Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki

banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik
penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya
semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.
Amin.

Jombang, 5 oktober 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH..................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH.................................................................................1
C. TUJUAN PENULISAN...................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................2
1. DEFINISI SISTEM IMUN..........................................................................2
B. PEMBAHASAN..............................................................................................2
1. JENIS-JENIS SISTEM IMUN TUBUH..........................................................2
2. KERJA SISTEM SISTEM IMUN TUBUH.....................................................9
3. MANFAAT SISTEM IMUN...........................................................................9
4. CARA MENJAGA SISTEM IMUN...................................................................10

BAB III PENUTUP


A. SIMPULAN.....................................................................................................11
B. SARAN...........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Untuk melawan benda asing, tubuh memiliki sistem pertahanan yang saling
mendukung.Epidermis yang berfungsi sebagai pertahanan fisik, dibantu oleh airmata, sebum,
ludah, dan getah lambung yang mengandung unsure pertahanan kimiawi.
Sistem pertahanan tubuh merupakan gabungan sel, molekul, dan jaringan yang berperan
dalam rseistensi terhadap bahan atau zat yang masuk kedalam tubuh. Jika bakteri pathogen
berhasil menembus garis pertahanan pertama, tubuh melawan serangan dengan reaksi
radang(inflamasi) atau reaksi imun yang spesifik. Reaksi yang dikoordinasikan sel-sel dan
molekul-molekul terhadap banda asing yang masuk kedalam tubuh disebut respon imun.
Sistem imun ini sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap
bahaya yang dapat ditimbulakn oleh berbagai bahan atau zat dari lingkungan hidup.
B.

RUMUSAN MASALAH
1.bagaimana jenis jenis system imun ?

C. TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui jenis-jenis system imun
Kerja system imun dalam tubuh
Manfaat sistem imun dalam tubuh
Bagaimana menjaga kekebalan tubuh

BAB III

PEMBAHASAN

A. Tinjauan Pustaka
1. Definisi Sistem Imun
Imunitas merupakan jawaban reaksi tubuh terhadap bahan asing secara molekuler
maupun seluler. Immunitas berasal dari kata latin yaitu immunitas. Secara umum sistem
kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sistem perlindungan dari pengaruh luar biologis
yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme sehingga tidak mudah
terkena penyakit.
Jika sistem imun bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap
infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh.
Sebaliknya, jika sistem imun melemah, maka kemampuannya untuk melindungi tubuh juga
berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus dapat berkembang dalam tubuh.
Sistem imun juga memberikan pengawasan terhadap pertumbuhan sel tumor. Terhambatnya
mekanisme kerja sistem imun dapat meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.
Sebagai bahan pemicu respon imun tersebut dikenal dengan antigen dan sebagai jawaban
reaksi imun dikenal dengan anribodi.
Respon imun merupakan respon tubuh berupa suatu urutan kejadian yang
kompleks terhadap antigen yang bertujuan mengeliminasi antigen tersebut. Respon imun
melibatkan berbagai macam sel dan protein, terutama sel makrofag, sel limfosit, komplemen,
dan sitokin yang saling berinteraksi secara kompleks.
B. Pembahasan
Jenis jenis kekebalan tubuh :
a.

Sel-Sel Imun Non Spesifik


Sistem imun non-spesifik merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi
serangan berbagai mikroorganisme, karena sistem imun spesifik memerlukan waktu sebelum
dapat memberikan responsnya. Sistem tersebut disebut non-spesifik, karena tidak ditujukan
terhadap mikroorganisme tertentu.
Kornponen-Kornponen Sistem Imun Non-Spesifik Terdiri Atas :

1. Pertahanan fisis dan mekanis.


2. Pertahanan biokimia.
3. Pertahanan humoral.

4. Pertahanan selular.
1.1.

Pertahanan Fisis dan Mekanis

Kulit, selaput lendir, silia saluran nafas, batuk, dan bersin dapat mencegah berbagai
kuman patogen masuk ke dalam tubuh. Kulit yang rusak misainya oleh luka bakar dan
selaput lendir yang rusak oleh karena asap rokok akan meningkatkan risiko infeksi.

1.2.

Pertahanan Biokimia

Bahan yang disekresi mukosa saluran napas, kelenjar sebaseus kulit, kelenjar kulit,
telinga, spermin dalam semen merupakan bahan yang berperan dalam pertahanan tubuh.
Asam hidroklorik dalam cairan lambung, lisosim dalarfi keringat, ludah, air mata, dan air
susu dapat melindungi tubuh terhadap kuman gram positif dengan jalan menghancurkan
dinding kuman tersebut. Air susu ibu mengandung pula laktoferitin dan asam neurominik
yang mempunyai sifat antibakterial terhadap E.coli dan stafilokok.
1.3.
a.

Pertahanan Humoral

Komplemen
Komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruksi bakteri dan parasit dengan
jalan opsonisasi (Gambar 3). Kejadian-kejadian tersebut di atas adalah fungsi sistem imun
nonspesifik, tetapi dapat pula terjadi atas pengaruh respons imun spesifik.

b.

Interferon
Interferon adalah suatu glikoprotein yang dihasilkan berbagai sel manusia yang
mengandung nukleus dan dilepas sebagai respons terhadap infeksi virus. Interferon
mempunyai sifat antivirus dengan jalan menginduksi sel-sel sekitar sel yang telah terserang
virus tersebut. Di samping itu, interferon dapat pula mengaktifkan natural killer cel-sel NK
untuk membunuh virus (Gambar 4) dan sel neoplasma.

c.

C-Reactive'Protein (CRP)
CRP dibentuk tubuh pada keadaan infeksi. Perannya ialah sebagai opsonin dan dapat
mengaktifkan komplemen.
1.4.

Pertahanan Seluler

Fagosit / makrofag dan set NK berperan dalam sistem imun non-spesifik selular.
a.

Fagosit

Meskipun berbagai set dalam tubuh dapat melakukan fagositosis, set utama yang
berperan pada pertahanan non-spesifik adalah set mononuklear (monosit dan makrofag) serta
set polimorfonuklear seperti neutrofil. Kedua golongan set tersebut berasal dari set
hemopoietik yang sama.
Fagositosis dini yang efektif pada invasi kuman akan dapat mencegah timbuInya
penyakit. Proses fagositosis terjadi dalam beberapa tingkat sebagai berikut: kemotaksis,
menangkap, membunuh, dan mencerna.
b.

Natural Killer Cell (sel NK)


Set NK adalah set limfosit tanpa ciri-ciri" set limfoid sistem imun spesifik yang
ditemukan dalam sirkulasi. Oleh karena itu disebut juga set non B non T atau set populasi
ketiga atau null cell. Set NK dapat menghancurkan set yang mengandung virus atau set
neopiasma. Interferon mempercepat pematangan dan meningkatkan efek sitolitik set NK

b.

Sistem Imun Spesifik


Berbeda dengan sistem imun nonspesifik, sistem imun spesifilk mempunyai
kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing yang
pertama timbul dalam badan yang segera dikenal sistem imun spesifik, akan mensensitasi selsel imun tersebut. Bila set sistem tersebut terpajan ulang dengan benda asing yang sama, yang
akhir akan dikenal lebih cepat dan dihancurkannya. Oleh karena itu sistem tersebut disebut
spesifik.
Sistem imun spesifilk dapat bekeria sendifi untuk menghancurkan benda asing yang
berbahaya bagi badan, tetapi pada umumnya terjalin kerja sama yang baik antara antibodi,
komplemen, fagosit dan antara set T-makrofag. Oleh karena komplemen turut diaktifkan,
respons imun yang terjadi sering disertai dengan reaksi inflamasi.

1.

Sistem Imun Spesifilk Humoral


Yang berperan dalam sistem imun spesifik humoral adalah limfosit B atau set B. Set B
tersebut berasal dari set asal multipoten. Pada unggas set asal tersebut berdiferensiasi menjadi
set B di dalam alat yang disebut Bursa Fabricius yang letaknya dekat kloaka. Bila set B
dirangsang benda asing, set tersebut akan berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi set
plasma yang dapat membentuk antibodi. Antibodi yang dilepas dapat ditemukan di dalam

serum. Fungsi utama antibodi ialah mempertahankan tubuh terhadap infeksi bakteri, virus
dan netralisasi toksin.
2.

Sistern Imun Spesifilk Selular


Yang berperan dalam sistem imun spesifilk selular adalah limfosit T atau set T. Set
tersebut juga berasal daril set asal yang sama seperti set B, tetapi proliferasi dan
diferensiasinya terjadi di dalam kelenjar timus. Berbeda dengan set B, set T terdiri atas
beberapa subset set yang mempunyai fungsi yang berlainan.
Fungsi sel T umumnya ialah :

a.

membantu set B dalam memproduksi antibodi

b.

mengenal dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus

c.

mengaktifkan makrofag dalam fagositosis

d.

mengontrol ambang dan kualitas sistem imun


Sel T terdiri atas beberapa subset sel sebagai berikut :

1.

Sel Th (T helper)
Sel Th dibagi menjadi Th1 dan Th2. Th2 menolong sel B dalam memproduksi antibodi.
Untuk memproduksi antibodi, kebanyakan antigen (T dependent antigen) harus dikenal
terlebih dahulu, baik oleh sel T maupun sel B. Sel Th (Th1) berpengaruh atas sel Tc dalam
mengenal sel yang terkena infeksi virus, jaringan cangkok alogenik dan sel kanker. Istilah sel
T inducer dipakai untuk menunjukkan aktivitas sel Th yang mengaktifkan subset sel T
lainnya. Sel Th juga melepas limfokin; limfokin asal Th1 mengaktifkan makrofag, sedang
limfokin asal sel Th2 mengaktifkan sel B/sel plasma yang membentuk antibodi.

2.

Sel Ts (T supresor)
Sel Ts menekan aktivitas sel T yang lain dan sel B. Menurut fungsinya, sel Ts dapat
dibagi menjadi sel Ts spesifik untuk antigen tertentu dan sel Ts non-spesifik.

3.

Sel Tdh atau Td (delayed hypersensitivity)


Sel Tdh adalah sel yang berperan pada pengerahan makrofag dan sel inflamasi lainnya ke
tempat terjadinya reaksi lambat. Dalam fungsinya, memerlukan rangsangan dari sel Thl.

4.

Sel Tc (cytotoxic)
Sel Tc mempunyai kemampuan untuk menghancurkan sel alogpnik, sel sasaran yang
mengandung virus dan sel kanker.
Sel Th dan Tc disebut juga sel T regulator sedang sel Tdh dan sel Tc disebut sel efektor.
Dalam fungsinya, sel Tc memerlukan rangsangan dari sel Th.

5.

Sel K

Sel K atau ADCC (Antibody Dependent Cell Cytotoxicity) adalah sel yang tergolong
dalam sistem imun non-spesifilk tetapi dalam kerjanya memerlukan bantuan imunoglobulin
(molekul dari sistem imun spesifik).
Jenis Sistem Imun Menurut Sifatnya
a.

Sistem Kekebalan Alami


Jika tubuh terserang suatu penyakit, misalnya campak, tubuh akan membentuk
antibodi untuk melawan campak. Dibentuknya antibodi ini menyebabkan tubuh
menjadi kebal (imun) terhadap campak. Kekebalan (imunitas) terhadap suatu penyakit
yang dimiliki tubuh tanpa perlakuan tertentu ini dinamakan kekebalan alami/kekebalan
perolehan (aquired immune). Contoh kekebalan alami yang lain adalah kebalnya bayi
terhadap beberapa penyakit setelah menyusu pada hari pertama. Di dalam air susu ibu
tersebut terkandung kolostrum yang kaya antibodi dan mineral. Kekebalan bayi ini
bertahan beberapa hari sampai beberapa minggu.
Bagaimana tubuh dapat mengingat dan mengenali antigen yang pernah menyerang

sebelumnya? Ternyata ada sel-sel khusus yang bertugas untuk mengingat dan mengenal
antigen yang disebut sel-sel memori.

Inilah ciri khas sistem kekebalan tubuh:

pengingatan/pengenalan dan pengkhususan. Pengenalan artinya sel-sel memori mampu


mengingat dan mengenal antigen yang pernah menyerang tubuh. Sedangkan kekhususan
berarti satu antibodi hanya cocok untuk satu antigen tertentu. Sebagai contoh antibodi cacar
hanya cocok untuk antigen cacar dan tidak cocok untuk antigen lainnya.
b.

Sistem Kekebalan Buatan


Kekebalan buatan adalah suatu bentuk kekebalan tubuh yang sengaja dibuat atau

ditumbuhkan melalui pemberian vaksin. Vaksin adalah bibit penyakit (kuman/antigen) yang
telah dilemahkan. Proses pemberian vaksin dalam tubuh disebut vaksinasi. Contohnya jika
menginginkan tubuh memproduksi antibodi tetanus, maka seseorang disuntik bakteri tetanus
yang telah dilemahkan. Vaksin tetanus yang masuk tersebut akan dianggap tubuh sebagai
antigen sehingga tubuh akan memproduksi antibodi. Akibatnya tubuh menjadi kebal terhadap
tetanus jika suatu saat penyakit tersebut menyerang. Kekebalan yang dibuat oleh tubuh
dengan pemberian vaksin ini dinamakan kekebalan buatan dan termasuk kekebalan aktif
karena tubuh membentuk antibodi sendiri.

Cara

lain

untuk

menumbuhkan

kekebalan

pada

tubuh

adalah

dengan

menyuntikkanserum. Serum adalah plasma darah yang telah mengandung antibodi untuk
melawan antigen tertentu. Pembuatan serum dilakukan dengan menyuntik kuda atau kelinci
dengan vaksin tertentu. Setelah tubuh kelinci atau kuda membentuk antibodi, kemudian
plasma darah yang mengandung antibodi diisolasi. Umumnya pemberian serum dilakukan
untuk pengobatan dan bukan pencegahan. Misalnya seseorang yang digigit ular berbisa
ditolong dengan menyuntikkan serum anti bisa ular. Pemberian serum seperti ini disebut
dengan kekebalan pasif karena tubuh tidak membentuk antibodi sendiri.
Semua langkah untuk membuat tubuh menjadi kebal (imun) baik dengan vaksinasi
maupun pemberian serum seperti di atas disebut dengan imunisasi. Dengan memahami
sistem

kekebalan

di

atas,

kita

tahu

ada

jenis

imunisasi,

yaitu imunisasi

alamiah dan imunisasi buatan. Seseorang yang pernah terinfeksi suatu penyakit dan
akhirnya memperoleh kekebalan disebut memperoleh imunisasi alamiah. Sebaliknya jika
memperoleh kekebalan karena pemberian

vaksin

atau

serum disebut

imunisasi

buatan (artifisial).
Kekebalan karena vaksinasi biasanya memiliki jangka waktu tertentu, sehingga permberian
vaksin harus diulang lagi setelah beberapa lama. Hal ini dilakukan karena jumlah antibodi
dalam tubuh semakin berkurang sehingga imunitas tubuh juga menurun. Beberapa jenis
penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi antara lain cacar, tuberkulosis, dipteri,
hepatitis B, pertusis, tetanus, polio, tifus, campak, dan demam kuning. Vaksin untuk penyakit
tersebut biasanya diproduksi dalam skala besar sehingga harganya dapat terjangkau oleh
masyarakat.
Secara garis besar, vaksin dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu:
1.

Vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG), polio jenis sabin, dan campak. Vaksin ini terbuat
dari mikroorganisme yang telah dilemahkan

2.

Vaksin pertusis dan polio jenis salk. Vaksin ini berasal dari mikroorganisme yang telah
dimatikan.

3.

Vaksin tetanus toksoid dan difteri. Vaksin ini berasal dari toksin (racun) mikrooganisme
yang telah dilemahkan/diencerkan konsentrasinya.

4.

Vaksin hepatitis B. Vaksin ini terbuat dari protein mikroorganisme

Cara Kerja Sistem Imun dalam Tubuh


sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh
sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar,
sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel
kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya
melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang
menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga
memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah
dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.
Manfaat Sistem Imun
1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan
mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang
masuk ke dalam tubuh
2.

Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.

3.

Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal Sasaran utama: bakteri patogen & virus
Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast)

Bagaimana cara Menjaganya ?


Sistem kekebalan tubuh sangat penting peranannya bagi kesehatan. Untuk menjaganya tentu
saja harus disertai dengan pola makan sehat, cukup berolahraga dan terhindar dari masuknya
zat-zat atau senyawa beracun hadir dlam tubuh, maka harus segera dikeluarkan.
Kondisi sistem kekebalan tubuh juga menentukan kualitas hidup. Dalam tubuh yang
sehat terdapat sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit
juga prima. Pada bayi yang baru lahir, pembentukan sistem kekebalan tubuhnya belum
sempurna dan memerlukan ASI yang membawa sistem kekebalan tubuh sang ibu untuk
membantu daya tahan tubuh bayi. Semakin dewasa, sistem kekebalan tubuh terbentuk
sempurna. Namun, pada orang lanjut usia, sistem kekebalan tubuhnya secara alami menurun.

Itulah sebabnya timbul penyakit degeneratif atau penyakit karena penuaan usia. Daya tahan
tubuh manusia mencapai puncaknya di usia 20an dan perlahan tapi pasti mulai terjadi
penurunan di usia 30an dan semakin pesat menurun di usia 50an tahun.
Belum lagi kualitas makanan yang dikonsumsi, polusi udara, kurang berolahraga, kurang
tidur dan stres. Apabila terus berlanjut, daya tahan tubuh akan menurun, lesu, cepat lelah dan
mudah terserang penyakit. Karena itu, banyak orang yang masih muda mengidap penyakit
degeneratif. Disamping itu, konsumsi makanan sebaiknya tidak hanya untuk memenuhi
kebutuhan gizi saja, tetapi juga mempertimbangkan kandungan zat-zat dalam makanan yang
dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat agar daya tahan tubuh dapat dipertahankan.
Untuk sayuran mutlak diperlukan karena kandungan vitamin, mineral dan enzim selaku
senyawa bioaktif sangat diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Imonologi atau Imunitas
adalah resistensi terhadap penyakit terutama penyakit infeksi. Gabungan sel, molekul dan
jaringan yang berperan dalam resistensi terhadap infeksi disebut sistem imun. Reaksi yang
dikoordinasi sel-sel, molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respons
imun. Sistem imun diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya
yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.
Jenis-jenis Sistem Imun
a. Sel-Sel Imun Non Spesifik
b. Sistem Imun Spesifik
Cara Kerja Sistem Imun dalam Tubuh
sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh
sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar,
sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel
kanker dan zat asing lain dalam tubuh.
manfaat Sistem Imun
1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan
mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor)
yang masuk ke dalam tubuh
2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal Sasaran utama: bakteri patogen &
virus Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel
mast)
B. Saran
Disarankan bagi pembaca agar dapat lebih menjaga kesehatan diri diantaranya dengan
menjaga kekebalan tubuh agar dapat terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus dan
bakteri

DAFTAR PUSTAKA
Perry & Potter.2005.Fundamental of Nursing, Edisi 2 Volume 2.Jakarta:EGC

Wartonah, Tarwoto. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:
EGC
Akbar Nugraha . 2011 . Mobilisasi . 1 April 2011 . http://story-of-nurse.blogspot.com /
2011/03/mobilisasi.html
Guide,Suide,MD,(1990).Mikrobiologi Dasar Ed.3.Jakarta: Binarupa Aksara
Tambayong,Jan,dr,(2000).Mikrobiologi Untuk Keperawatan.Jakarta: Widya Medika
www.pustakasekolah.com/jenis-jenis-kekebalantubuh.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_kekebalan
Ishimoto H, Yanagihara K, Araki N, et al. (2008). Single-cell observation of phagocytosis by
human blood dendritic cells. Jpn. J. Infect Dis.
M.J.Parka, V.A. Stucke.Microbiology for Nursing.(1982).Bailliere Tindall.