Anda di halaman 1dari 5

STRATEGIC MANAGEMENT

Robin Hood

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

Execituve Summary
Kasus ini bercerita tentang Robin Hood yang melakukan melawan High Sheriff dari Nottingham.
Pemberontakan tersebut awalnya dipicu oleh alas an pribadi. Akan tetapi, Robin Hood tidak mungkin
melawan Sheriff seorang diri. Oleh karena itu, ia kemudian membentuk sebuah organisasi yang akan diisi
oleh siapapun yang mempunyai rasa keadilan yang tinggi dan juga ingin mengalahkan Sheriff. Setelah
organisasi yang dinamakan Merry Men terbentuk, para kandidat mulai bergabung dan organisasi semakin
lama menjadi semakin besar. Robin Hood sebagai pemimpin memberikan beberapa mandate atau jabatan
pada 4 orang dengan tugasnya masing-masing. Organisasi yang semakin besar ini mulai memberikan
beberapa masalah seperti persediaan perlengkapan, dana, dan makanan yang mulai menipis, serta
kedisiplinan yang mulai sulit untuk ditegakkan dan dikontrol. Selain itu keuangan juga mulai menipis dan
para traveler yang akan menjadi sasaran jarahan mereka mulai menghindari hutan Sherwood yang
merupakan tempat mereka berada.
Robin Hood merasa mereka harus merubah peraturan, dari yang awalnya melakukan penyitaan
dan perampokan terhadap para traveler yang melewati hutan menjadi system pajak tetap. Namun para
anggota Merry Men menolak hal tersebut karena tidak sesuai dengan motto mereka yaitu Rob the Rich
and Give to The Poor. Selain itu, pajak juga akan membebani para petani dan warga kota yang kemudian
berujung pada menghancurkan hubungan yang sangat baik dengan mereka dan akibatnya akan semakin
mempersulit misi mereka untuk melawan Sheriff. Sheriff sendiri semakin lama semakin kuat posisinya
dan semakin terorganisir. Ia juga semakin kuat dari sisi jumlah dan finansial sehingga celah kelemahan
mereka mulai tertutupi. Posisi kekuasaannya semakin kuat dengan adanya koneksi politiknya dengan
penguasa daerah yang baru yaitu Prince John.
Prince John terkenal jahat dan tidak disukai oleh masyarakat. Mereka lebih menginginkan King
Richard kembali dan dibebaskan dari penjara. Prince John takut kepada para baron yang awalnya
memberikan tahta kepadanya, saat ini berbalik kembali ingin merebut tahta tersebut. Para baron
mengundang Robin Hood untuk ikut bergabung melakukan konspirasi guna mendapatkan tebusan untuk
King Richard. Namun Robin Hood merasa ragu karena Prince John mempunyai mata-mata yang
mengintai dimana-mana. Apabila mereka gagal, maka Robin Hood dan organisasinya akan berada dalam
bahaya dan mereka akan dihukum tanpa belas kasihan.

Rumusan Masalah:

Bagaimana pelaksanaan eksekusi strategi kelompok Merry Men?

Analisis Kasus:

SWOT

I.

Eksekusi Strategi Merry Men: Three Key Action

Kesimpulan dan Saran

Perolehan dana yang didapat dari jarahan, tidak lagi cukup untuk mengakakomodasi
keperluan anggota kelompok. Ada baiknya untuk melakukan pembatasan dalam
penambahan jumlah anggota kelompok. Jumlah anggota kelompok yang ideal akan

memaksimalkan kinerja Merry Men.


Tujuan yang jelas, loyalitas, serta menejemen logistio yang efisien dapat menjadi key

success factor yang mampu memaksimalkan kinerja.


Merry Men dapat menerima tawaran Baron dalam melakukan kerjasama. Hal ini lebih
baik dilakukan karena pembebasan King Richard adalah untuk mensejahterakan rakyat,
dari pada memenuhi keinginan Robin Hood yang ingin membunuh Sheriff sebagai wujud
balas dendamnya.

Beri Nilai