Anda di halaman 1dari 15
JUNI 2015
JUNI
2015
JUNI 2015 Plot Titik Koordinat dalam Bentuk Excel di ArcGIS (ArcMap) Melakukan plot secara langsung data

Plot Titik Koordinat dalam Bentuk Excel di ArcGIS (ArcMap)

Melakukan plot secara langsung data titik-titik koordinat yang disimpan dalam format Microsoft Office Excel (.xsl atau .xslx) di software ArcGIS.

MAP VISION

Create Your Vision with a Map

JUNI 2015

format Microsoft Office Excel (.xsl atau .xslx) di software ArcGIS. MAP VISION Create Your Vision with
Microsoft Office Excel (.xsl atau .xslx) di software ArcGIS. MAP VISION Create Your Vision with a

Data titik-titik koordinat yang disimpan dalam format Microsoft Office Excel (.xls atau .xlsx), dapat langsung ditampilkan di software ArcGIS (ArcMap). Bagaimana caranya?, simak tutorialnya berikut ini :

1). Buka software ArcMap (disini kami menggunakan ArcMap 10.1) :

software ArcMap (disini kami menggunakan ArcMap 10.1) : Gambar 1. Buka Software ArcMap dengan Cara Klik

Gambar 1. Buka Software ArcMap dengan Cara Klik Dua Kali Icon ArcMap di Desktop Komputer

2). Setelah berada pada jendela tampilan utama ArcMap, masukkan data titik-titik koordinat (dalam format Excel) yang akan diplot ke ArcMap, dengan cara sebagai berikut :

yang akan diplot ke ArcMap, dengan cara sebagai berikut : Gambar 2. Memasukkan Data Titik-Titik Koordinat

Gambar 2. Memasukkan Data Titik-Titik Koordinat dalam Format Excel ke ArcMap

Pada bagian menu bar, klik : File | Add Data | Add XY Data

dan 3, pada Gambar 2), dimana setelah itu akan muncul jendela tampilan pengaturan dari kotak dialog Add XY Data, yang dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini :

(ditunjukkan oleh angka 1, 2,

Gambar 3. Pemilihan Data Klik tombol Browse Folder ( ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar

Gambar 3. Pemilihan Data

Klik tombol Browse Folder (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 3), untuk mencari lokasi penyimpanan dari data yang hendak dimasukkan ke ArcMap. Setelah itu, klik dua kali pada data titik-titik koordinat dalam format Excel yang hendak dimasukkan ke lembar kerja ArcMap (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 3), dimana pada contoh tutorial kali ini, nama filenya yaitu TitikKoordinat.xlsx, kemudian setelah itu pilih Sheet1$ (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 3), dan terakhir klik tombol Add (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 3), untuk mengakhiri pemilihan data yang hendak ditampilkan di ArcMap.

Secara default, lembar kerja di Microsoft Office Excel terdapat 3 sheet, oleh karena itu pada pemilihan data titik-titik koordinat dalam format Excel ini, kita terlebih dahulu harus menentukan pada sheet berapa kita menyimpan data titik-titik koordinat tersebut. Pada tutorial kali ini, data titik-titik koordinat disimpan pada sheet 1.

ini, data titik-titik koordinat disimpan pada sheet 1. Gambar 4. Secara Default atau Awal Mula Tampilan

Gambar 4. Secara Default atau Awal Mula Tampilan Terdapat 3 Sheet Pada Microsoft Excel (Sheet Dapat Dilihat Pada Bagian Bawah Kiri Jendela Tampilan Excel)

Kembali ke jendela tampilan pengaturan utama dari kotak dialog Add XY Data, atur data yang akan ditampilkan di lembar kerja ArcMap sebagai berikut :

akan ditampilkan di lembar kerja ArcMap sebagai berikut : Gambar 5. Pengaturan Data 4 Map Vision

Gambar 5. Pengaturan Data

Pada bagian drop down list dari X Field, pilih bagian X (ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 5), kemudian pada bagian drop down list dari Y Field, pilih bagian Y (ditunjukkan oleh angka 6 pada Gambar 5), dan terakhir pada bagian Z Field (ditunjukkan oleh area berwarna biru pada Gambar 5), pada tutorial kali ini kami tidak mengisinya.

Keterangan :

Berikut tampilan 5 (lima) titik koordinat di Excel, yang akan dimasukkan ke lembar kerja ArcMap :

di Excel, yang akan dimasukkan ke lembar kerja ArcMap : • X Field harus diisi dengan

X Field harus diisi dengan data nilai titik-titik koordinat pada bagian sumbu X, dimana data pada tutorial kali ini, titik-titik koordinatnya mempunyai sistem proyeksi Geodetik dengan datum WGS 84, dan oleh karena hal tersebut, bagian X Field ini harus diisi dengan nilai titik-titik koordinat pada bagian Longitude.

Y Field harus diisi dengan data nilai titik-titik koordinat pada bagian sumbu Y, dimana data pada tutorial kali ini, titik-titik koordinatnya mempunyai sistem proyeksi Geodetik dengan datum WGS 84, dan oleh karena hal tersebut, bagian Y Field ini harus diisi dengan nilai titik-titik koordinat pada bagian Latitude.

Z Field harus diisi dengan data nilai titik-titik koordinat pada bagian sumbu Z (nilai

ketinggian), dimana data pada tutorial kali ini, tidak ada nilai pada bagian ini.

Bagian X menunjukkan data titik-titik koordinat pada kolom pertama, Y pada kolom kedua, dan Z pada kolom ketiga di Excel. Jadi, jika pada kolom pertama diisi nilai titik-titik koordinat bagian Longitude, dan kolom kedua bagian Latitude, maka pada bagian X Field dipilih huruf X, dan pada bagian Y Field dipilih huruf Y. Begitu juga sebaliknya, jika pada kolom pertama diisi nilai titik-titik koordinat bagian Latitude, dan kolom kedua bagian Longitude, maka pada bagian X Field dipilih huruf Y, dan pada bagian Y Field dipilih huruf X. Hal tersebut juga berlaku jika terdapat nilai ketinggian (bagian Z Field).

Pada tutorial kali ini, titik-titik koordinat yang akan diplot mempunyai sistem proyeksi Geodetik dengan datum WGS 84 (proyeksi global), sehingga pada bagian Coordinate System of Input Coordinates dapat dilewati, namun jika sistem proyeksinya yang digunakan seperti UTM atau sistem proyeksi lokal, maka diperlukan kembali pemilihan sistem proyeksi dan datum-nya dengan klik tombol Edit (ditunjukkan oleh area berwarna orange pada Gambar

5).

Selesai melakukan pengaturan, klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 7 pada Gambar 5), dimana setelah itu akan muncul kotak dialog seperti ditunjukkan Gambar 6 di bawah ini :

kotak dialog seperti ditunjukkan Gambar 6 di bawah ini : Gambar 6. Kotak Dialog Table Does

Gambar 6. Kotak Dialog Table Does Not Have Object-ID Field

Data dengan format Excel yang kita plot di ArcMap tidak dapat kita edit, seperti keterangan yang terlihat pada kotak dialog di atas. Untuk bisa melakukan editing pada data tersebut, kita harus mengubah dulu data tersebut dalam bentuk format shapefile atau feature class.

Selanjutnya klik tombol OK (ditunjukkan oleh area berwarna hitam pada Gambar 6), untuk memasukkan data tersebut ke ArcMap. 3). Selesai dengan langkah sebelumnya, maka titik-titik koordinat akan tampil pada lembar kerja ArcMap.

titik-titik koordinat akan tampil pada lembar kerja ArcMap. Gambar 7. Titik-Titik Koordinat Sudah Tampil Pada Lembar

Gambar 7. Titik-Titik Koordinat Sudah Tampil Pada Lembar Kerja ArcMap

8 Map Vision | http://citrasatelit.wordpress.com
8 Map Vision | http://citrasatelit.wordpress.com

4). Seperti yang diinformasikan sebelumnya, data tersebut tidak dapat kita edit kecuali kita ubah dulu formatnya menjadi shapefile atau feature class. Oleh karena itu, ubah data tersebut ke dalam format shapefile/feature class supaya dapat kita edit, dengan cara sebagai berikut :

class supaya dapat kita edit, dengan cara sebagai berikut : Gambar 8. Export Data Seleksi data

Gambar 8. Export Data

Seleksi data pada bagian Table Of Contents dengan cara klik sekali (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 8), kemudian klik kanan pilih Data (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar

8) dan terakhir klik Export Data

(ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 8).

Selanjutnya akan muncul jendela tampilan pengaturan Export Data, seperti diperlihatkan Gambar 9 di bawah ini :

Export Data, seperti diperlihatkan Gambar 9 di bawah ini : Gambar 9. Pengaturan Bagian Export Data

Gambar 9. Pengaturan Bagian Export Data

Pada bagian Output feature class, klik tombol Browse Folder (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 9), untuk memilih lokasi penyimpanan data hasil pengubahan format. Selanjutnya pada bagian kotak isian bagian Name, isi nama data hasil pengubahan format, dimana pada contoh tutorial kali ini, kami menamainya dengan nama Point (ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 9). Pada bagian Save as type, kami memilih format data Shapefile (ditunjukkan oleh angka 6 pada Gambar 9). Jika pengaturan sudah selesai dilakukan, klik tombol Save (ditunjukkan oleh angka 7 pada Gambar 9). Selesai dengan pengaturan pada jendela tampilan pengaturan Export Data, klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 8 pada Gambar 9).

Sesudah proses pengubahan format berakhir, akan tampil kotak dialog sebagai berikut :

format berakhir, akan tampil kotak dialog sebagai berikut : Gambar 10. Kotak Dialog Untuk Memasukkan File

Gambar 10. Kotak Dialog Untuk Memasukkan File Yang Telah Diubah Formatnya Ke Lembar Kerja ArcMap

Jika ingin memasukkan file dengan format shapefile yang telah dibuat sebelumnya pada lembar kerja ArcMap, klik tombol Yes (ditunjukkan oleh area berwarna kuning pada Gambar 10).

5). Dengan data titik-titik koordinat sudah dalam format shapefile, maka kita dapat melakukan editing pada data tersebut, seperti misalnya mengubah titik koordinat tersebut menjadi sebuah garis. Pembuatan data vektor dalam bentuk sebuah garis dari data titik-titik koordinat, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

koordinat, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Gambar 11. Points To Line 11 Map Vision

Gambar 11. Points To Line

12 Map Vision | http://citrasatelit.wordpress.com
12 Map Vision | http://citrasatelit.wordpress.com

Pada bagian tool bar, klik tool Search (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 11), dimana setelah itu akan muncul jendela tampilan dari tool Search. Pada bagian kotak isian, ketik points to line (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 11), lalu klik tombol pencarian (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 11). Hasil pencarian akan muncul pada bagian bawah kotak isian pencarian, dimana setelah itu pilih dan klik dua kali tool Points To Line (Data Management) (Tool) (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 11).

Selanjutnya, akan muncul jendela tampilan pengaturan dari tool Points To Line, seperti terlihat pada Gambar 12 di bawah ini :

To Line, seperti terlihat pada Gambar 12 di bawah ini : Gambar 12. Pengaturan Points To

Gambar 12. Pengaturan Points To Line

Pada bagian Input Features, klik drop down list dan pilih data Point (ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 12). Selanjutnya, pada bagian Output Feature Class, klik tombol Browse Folder (ditunjukkan oleh angka 6 pada Gambar 12), untuk memilih lokasi penyimpanan hasil dari pembuatan data vektor dalam bentuk garis dari data titik-titik koordinat. Setelah

memilih lokasi penyimpanan, isi kotak isian Name untuk memberi nama file, dimana kami memberi nama filenya Line (ditunjukkan oleh angka 7 pada Gambar 12), dalam bentuk format data Feature classes (ditunjukkan oleh angka 8 pada Ga(mbar 12). Dan yang terakhir, klik tombol Save untuk menyimpan hasil pengaturan tersebut (ditunjukkan oleh angka 9 pada Gambar 12).

Selesai melakukan pengaturan pada tool Points To Line, klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 10 pada Gambar 12), dan hasilnya akan tampil pada lembar kerja ArcMap, seperti diperlihatkan Gambar 13 di bawah ini :

ArcMap, seperti diperlihatkan Gambar 13 di bawah ini : Gambar 13. Data Vektor Dalam Bentuk Line

Gambar 13. Data Vektor Dalam Bentuk Line Hasil Pengubahan Dari Data Titik-Titik Koordinat

Sekian tutorial kali ini, semoga memberi manfaat, dan sampai jumpa pada tutorial-tutorial berikutnya.