Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ILMU KEPERAWATAN DASAR II (IKD

113)
TEORI KEPERAWATAN IMOGENE M. KING
Dosen Pembimbing
Pepin Naharani, S.Kep, Ns, M.Kes

KELOMPOK 5 :

Galih Puji Prastyo


Mita Febryantrisna
Nur Aini
Shinta Lukita Kirana Putri
Tita Heni Febrianti
Widya Pangestu Ambarwati

(151001017)
(151001024)
(151001033)
(151001039)
(151001041)
(151001025)

PRODI S1 KEPERAWATAN
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang
Tahun Ajaran 2015/2016
KATA PENGANTAR
1

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karuni, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Keperawatan
Dasar II (IKD 113) tentang TEORI KEPERAWATAN IMOGENE M. KING . Dan juga kami
berterima kasih kepada Ibu Pepin Naharani, S.Kep, Ns, M.Kep selaku dosen mata kuliah IKD
113 STIKES PEMKAB JOMBANG yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai karangan dikatakan ilmiah dan ciri-ciri bahasa ilmiah. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Jombang, 19 Oktober 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

COVER .............................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1-2


1.1 LATAR BELAKANG ................................................................................................. 1
1.2 TUJUAN ...................................................................................................................... 2
1.3 RUMUSAN MASALAH ............................................................................................ 2
BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................................... 3
BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................. 4-11
3.1 HUBUNGAN TEORI KING DENGAN KEPERAWATAN ............................... 4-11
3.2 KELEBIHAN dan KEKURANGAN TEORI KING .............................................. 11
BAB IV PENUTUP .............................................................................................................. 12
4.1 KESIMPULAN ............................................................................................................... 12
4.2 SARAN ............................................................................................................................ 12

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu
bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada
perkembangannya ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain,
mengingat ilmu keperawatan merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti
perkembangan zaman. Demikian juga dengan pelayanan keperawatan di Indonesia,
kedepan diharapkan harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara
profesional sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang
kesehatan yang senantiasa berkembang.
Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar rumah sakit Indonesia
umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses keperawatan. Profesi
keperawatan adalah profesi yang unik dan komplek. Dalam melaksanakan
prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang
sudah dimunculkan.Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang
abstrak yang dapat di organisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep
keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model
keperawatan. Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang
nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian
yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti
secara langsung.Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk
menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan
digunakan

sebagai

dasar

dalam

menyusun

suatu

model

konsep

dalam

keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model


praktek keperawatan.
Dalam tulisan ini mencoba untuk menyajikan hasil analisa Theory of Goal
Attainment yang diperkenalkan oleh Imogene M. King pada tahun 1971. Teori yang
bersifat terbuka dan dinamis, dengan sembilan konsep utama yang meliputi interaksi,

persepsi, komunikasi, transaksi, peran, stress, tumbuh kembang waktu dan ruang
(Marriner, A. 1986).

1.2 TUJUAN
Untuk mengetahui teori keperawatan teori Emogene M. King dan mengaplikasikan dalam
bidang keperawatan

1.3 RUMUSAN MASALAH


Bagaimana cara mengaplikasikan teori keperawatan Emogene M. King dalam bidang
keperawatan ?

BAB II
LANDASAN TEORI

Teori dibuat untuk menjelaskan sebuah fenomena,seperti perawatan diri sendiri atau
pelayanan.Sebuah teori adalah suatu cara melihat melalui suatu kumpulan kenyataan dan

konsep khusus secara relative dan proporsinya dalam menggambarkan atau hubungannya
dengan konsep (Fawcett,2005).
Teori merupakan sebuah kumpulan konsep,definisi dan asumsi atau proporsi untuk
menjelaskan sebuah fenomena (Gambar 1). Teori menjelaskan bagaimana elemen -elemen
tersebut berhubungan dengan fenomena secara khusus.
Teori keperawatan adalah konseptualitas dari beberapa aspek keperawatan unuk
mencapai tujuan menggambarkan,menjelaskan,memperkirakan,dan/atau pelaksanaan asuhan
keperawatan(Maleis,2006).
Teori merupakan abstraksi yang menyiratkan prediksi berbasis dipenelitian.Teori tanpa
penelitian dan penelitan tanpa dasar teoritis tidak akan membangun pengetahuan ilmiah untuk
disiplin (King,1977,p.23). King secara bertahap mengeluarkan pernyataan -pernyataan
dimulai pada periode 1961-1966 yaitu tentang Konsep Umum dari Perilaku Manusia (General
Concepts of Human Behaviour). Ini merupakan konseptual yang dihasilkan melalui
penelaahan literature.Pada tahun 1966-1968, ia mengeluarkan artikel yang berjudul Kerangka
Kerja Konseptual Keperawatan (A Conceptual Framework for Nursing) yang berorientasi
pada pencapaian tujuan (Goal Attainment). Pada tahun 1971 King memperkenalkan suatu
model konseptual yang terdiri atas tiga system yang saling berinteraksi. Model keperawatan
terakhir dari King memadukan tiga system interaksi yang dinamis-personal, interpersonal dan
social yang mengarah pada perkembangan teori pencapaian tujuan (King,1981 dalam
Christensen J.P,2009).
Dia memilih 15 konsep dari literature keperawatan (diri, peran, persepsi, komunikasi,
interaksi, transaksi, tumbuh kembang, stess, waktu, ruang pribadi, organisasi, status,
kekuasaan, kewenangan, dan pengambilan keputusan) sebagai pengetahuan yang penting
digunakan oleh perawat. Dipilih sepuluh konsep dalam kerangka kerja tersebut (diri, peran,
persepsi, komunikasi, interaksi, transaksi, tumbuh-kembang, stress, waktu dan ruang pribadi)
sebagai pengetahuan inti yang digunakan perawat dalam situasi keperawatan yang
sebenarnya.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 HUBUNGAN TEORI KING DENGAN KEPERAWATAN
1. Karakteristik Teori

Teori Imogene M. King mengenai pencapaian tujuan (1981) berasal dari kerangka
konsepnya (Gambar 2). Kerangka kerja King menunjukkan hubungan system personal
(individu), system interpersonal (kelompok seperti perawat - pasien), dan system social
(misalnya system pendidikan, system layanan kesehatan).
King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan
pendekatan system terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan,
sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi.
a. System Personal (individu). Untuk system personal konsep yang relevan adalah persepsi,
diri, peretumbuhan dan perkembangan, citra tubuh, dan waktu.
1) Persepsi
Persepsi adalah gambaran seseorang tentang objek, orang dan kejadian- kejadian.
Persepsi berbeda dari satu orang dan orang lain dan hal ini tergantung dengan pengalaman
masa lalu, latar belakang, pengetauhan dan status emosi. Karakteristik persepsi adalah
universal atau dialami oleh semua, selekltif untuk semua orang, subjektif atau personal.
2) Diri
Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. Diri
adalah individu atau bila seseorang berkata AKU. Karakteristik diri adalah individu yang
dinamis, system terbuka dan orientasi pada tujuan.
3) Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuh kembang meliputi perubahan sel, molekul dan perilaku manusia. Perubah ini
biasnya terjadi dengan cara yang tertib, dan dapat diprediksiakan walaupun individu itu
berfariasi, dan sumbangan fungsi genetic, pengalam yang berarti dan memuaskan. Tumbuh
kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia
bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri.
4) Citra Tubuh
King mendefinisikan citra diri yaitu bagaimana orang merasakan tubuhnya dan reaksi
- reaksi lain untuk penampilanya.
5) Ruang
Ruang adalah universal sebab semua orang punya konsep ruang, personal atau
subjektif, individual, situasional, dan tergantung dengan hubunganya dengan situasi, jarak dan
waktu, transaksional, atau berdasarkan pada persepsi individu terhadap situasi. Definisi secara
operasioanal, ruang meliputi ruang yang ada untuk semua arah, didefinisikan sebagai area
fisik yang disebut territory dan perilaku oran yang menempatinya.
6) Waktu
King mendefisikan waktu sebagai lama antra satu kejadian dengan kejadian yang lain
merupakan pengalaman unik setiap orang dan hubungan antara satu kejadian dengan kejadian
yang lain
4

b. Sistem Interpersonal
King mengemukakan system interpersonal terbentuk oleh interkasi antra manusia.
Interaksi antar dua orang disebut DYAD, tiga orang disebut TRIAD, dan empat orang disebut
GROUP. Konsep yang relefan dengan system interpersonal adalah interkasi, komunikasi,
transaksi, peran dan stress.
1)Interaksi
Interaksi didefinisak sebagai tingkah laku yang dapat diobserfasi oleh dua orang atau
lebih didalam hubungan timbal balik.
2) Komunikasi
King mendefinisikan komunikasi sebagai proses diman informasi yang diberikan dari
satu orang keorang lain baik langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui telpon,
televisi atau tulisan kata. ciri-ciri komunikasi adalah verbal,non verbal, situasional,
perceptual, transaksional, tidak dapat diubah, bergerak maju dalam waktu, personal, dan
dinamis. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis dalam menyampaikan ide ide satu orang keorang lain.Aspek perilaku nonverbal yang sangat penting adalah sentuhan.
Aspek lain dari perilaku adalah jarak, postur, ekspresi wajah, penampilan fisik dan gerakan
tubuh.
3) Transaksi
Ciri-ciri transaksi adalah unik, karena setiap individu mempunyai realitas personal
berdasarkan persepsi mereka. Dimensi temporal -spatial, mereka mempunyai pengalaman
atau rangkaian - rangkaian kejadian dalam waktu.
4) Peran
Peran melibatkan sesuatu yang timbal balik dimana seseorang pada suatu saat sebagai
pemberi dan disat yang lain sebagai penerima ada 3 elemen utama peran yaitu, peran berisi set
perilaku yang di harapkan pada orang yang menduduki posisi di social system, set prosedur
atau aturan yang ditentukan oleh hak dan kewajiban yang berhubungan dengan prosedur atau
organisasi, dan hubungan antara 2 orang atau lebih berinteraksi untuk tujuan pada situasi
khusus.
5) Stress
Definisi stress menurut King adalah suatu keadaan yang dinamis dimanapun manusia
berinteraksi

dengan lingkungannya

untuk

memelihara keseimbangan pertumbuhan,

perkembangan dan perbuatan yang melibatkan pertukaran energi dan informsi antara
seseorang dengan lingkungannya untuk mengatur stressor. Stress adalah suatu yang dinamis
sehubungan dengan system terbuka yang terus-menerus terjadi pertukaran dengan lingkunagn,
intensitasnya berfariasi, ada diemnsi yang temporal-spatial yang dipengaruhi oleh pengalaman
lalu, individual, personal, dan subjektif.
5

c. Sistem Social
Merupakan system dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. Ada
beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat, interaksi, persepsi, dan
kesehatan. Sistem social dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep
organisasi, kekuasaaan, status, dan pengambilan keputusan.
1) Organisasi
Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan
dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan
personal atau organisasi.
2) Otoritas
King mendefinisikan otoritas atau wewenang, bahwa wewenang itu aktif, proses
transaksi yang timbal balik dimana latar belakang, persepsi, nilai-nilai dari pemegang
mempengaruhi definisi, validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan
dengan wewenang.
3) Kekuasaan
Kekuasaan adalah universal, situasional, atau bukan sumbangan personal, esensial
dalam organisasi, dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi, dinamis dan orientasi
pada tujuan.
4) Pembuatan Keputusan
Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan
dan pekerjaan, orang, universal, individual, personal, subjektif, situasional, proses yang terus
menerus, dan berorientasi pada tujuan.
5) Status
Status bercirikan situasional,

posisi

ketergantungan,

dapat

diubah.King

mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam
hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status
berhubungan dengan hak-hak istimewa, tugas-tugas, dan kewajiban.
2. Konsep Interaksi Teori
King mempunyai asumsi dasar terhadap kerangka kerja konseptualnya, bahwa
manusia seutuhnya (Human Being) sebagai system terbuka yang secara konsisten berinteraksi
dengan lingkungannya. Asumsi dasar King tentang manusia seutuhnya meliputi social,
perasaan, rasional, reaksi, control, tujuan, orientasi kegiatan dan orientasi pada waktu.
Dari keyakinannya tentang Human Being ini, King telah menderivat asumsi tersebut
lebih spesifik terhadap interaksi perawat klien ;
a. Persepsi dari perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi.
b. Tujuan, kebutuhan - kebutuhan dan nilai dari perawat dan klien mempengaruhi interaksi.
c. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri.
d. Individu mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
6

e. Profesional kesehatan mempunyai tanggung jawab terhadap pertukaran informasi.


f. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan.
g. Tujuan dari professional kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan dapat
berbeda.

Berdasarkan gambar tersebut bahwa konsep hubungan manusia menurut king terdiri
komponen (Murwani A, 2009) ;
a. Aksi merupakan proses awal hubungan dua individu dalam berperilaku,dalam memahami
dan mengenali kondisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hubungan perawat
dan lien untuk melakukan kontrak atau tujuan yang diharapkan.
b. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat adanya aksi dan merupakan respon
dari individu.
c. Interaksi merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling mempengaruhi antara perawat
dan klien yang terwujud dalam komunikasi.

d. Transaksi merupkan kondisi dimana antara perawat dan klien menjadi suatu persetujuan
dalam rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
3. Pandangan King terhadap Keperawatan
7

Ruang lingkup merupakan perspektif dari sebuah profesi.Ruang lingkup keperawatan


menyediakan aspek praktik dan teoritis disiplin. Sebuah paradigma berguna untuk
menggambarkan ruang lingkup sebuah disiplin. Paradigma keperawatan melibatkan empat
cakupan yaitu manusia, kesehatan, lingkungan/situasi dan keperawata.
Asumsi-asumsi utama Imogene M.King :
a. Keperawatan
Keperawatan merupakan suatu proses interaksi antara klien dan perawat yang selama
pengkajian, pembuatan tujuan dan menjalankannya, terjadi transaksi dan tujuan dicapai.
b. Klien
King mengatakan bahwa klien adalah individu (system personal) atau kelompok (system
interpersonal) yang tidak mampu mengatasi peristiwa atau masalah kesehatan ketika
berinteraksi dengan lingkungan.
c. Kesehatan.
Menurut King,kesehatan adalah kemampuan individu untuk melakukan aktivitas kehidupan
sehari-hari dalam peran social yang lazim, suatu pengalaman hidup yang dinamis dalam
penyesuaian terus-menerus terhadap stressor lingkungan melalui penggunaan sumber-sumber
yang optimum.
d. Lingkungan.
King menyatakanlingkungan merupakan setiap system social dalam masyarakat, system
social adalah kekuatan dinamis yang mempengaruhi perilaku social, integrasi, persepsi dan
kesehatan, seperti RS, kinik, lembaga komunitas dan industry.
4. Asumsi King
King mengangsumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun
implisit. Asumsi eksplisitmeliputi :

a. Focus sentral dari keperawan adalah interaksi dari manusia dan lingkunganya, dengan
tujuan untuk kesehatan manusia

b. Individu adalah social, mengirim, rasional, reaksi, penerimaan, control, berorientasi pada
kegiatan waktu.

c. Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi, tujuan, kebutuhan, dan nilai klien serta perawat.
8

d. Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi, berpartisipasi


dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupanya, kesehatan, dan pelayanan
komunitas dan menerima atau menolak keperawatan.

e. Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu
tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil
keputusan.

f. Tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama.

Sedangakan asumsi implicit meliputi :


a. Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan.
b. Pasien sadar, aktif, dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau
pengambilan keputusan.
c. Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri.
d. Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan.
5. Penegasan Teoritis
Untuk mencapai tujuannya, King (1981) memberikan proposisi yang memperlihatkan /
menggambarkan hubungan konsep - konsep teori King sebagai berikut;
a. Jika terdapat kekuatan perceptual dalam interaksi perawat - klien maka akan terjadi
transaksi.
b. Jika perawat danklien melakukan transaksi maka tujuan akan dicapai.
c. Jika tujuan tercapai maka akan terjadi kepuasan.
d. Jika tujuan dicapai maka akan terjadi asuhan keperawatan yang efektif.
e. Jika transaksi dibuat dalam interaksi perawat - klien, tumbuh kembang akan meningkat.
f. Jika harapan peran dan performa peran yang dirasakan oleh perawat dan kien sesuai maka
akan terjadi transaksi.
g. Jika konflik peran dialami oleh perawat/klien atau oleh keduanya maka akan menimbulkan
stress dalam interaksi perawat - klien.
h. Jika perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan khusus mengkomunikasikan informasi
yang sesuai kepada klien maka akan terjadi penyusunan tujuan dan pencapaian tujuan
bersama.

3.2 KELEBIHAN dan KEKURANGAN TEORI KING


Kelebihan
1. Teori ini dapat menyesuaikan pada setiap perubahan, teori ini dapat dipergunakan dan
menjelaskan atau memprediksi sebagian besar fenomena dalam keperawatan.
2. Teori ini merupakan serangkaian konsep yang saling berhubungan dengan jelas dan dapat
diamati dalam praktek keperawatan.
3. Mengedepankan partisipasi aktif klien dalam penyusunan tujuan bersama, mengambil
keputusan, dan interaksi untuk mencapai tujuan klien.
4.Teori ini dapat dipakai pada semua tatanan pelayanan keperawatan.
5. Teori ini dapat dikembangkan dan diuji melalui riset.
6. Teori ini sangat penting pada kolaborasi antara tenaga kesehatan.
Kekurangan
1. Beberapa konsep dasar kurang jelas,contohnya teori ini menyatakan bahwa stress memiliki
konsekuensi positif dan menyarankan perawat harus menghilangkan pembuat stress dari
lingkungan RS.
2.Teori ini berfokus pada system interpersonal sehingga tujuan yang akan dicapai sangat
tergantung pada presepsi perawat dan klien yang terlibat dalam hubungan interpersonal dan
hanya pada saat itu saja.
3.Teori ini belum menjelaskan metode yang aplikatif dalam penerapan konsep
interaksi,komunikasi,transaksi dan persepsi,misalnya pasien-pasien yang tidak dapat
berinteraksi dengan perawat misalnya klien dengan koma, BBL ,dan pasien psikiatrik.

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan model konsep dan teori keperawatan king dapat disimpulkan bahwa
konsep keperawatan menurut king adalah sebagai proses aksi, reaksi, dan interaksi perawat
danklien yang secara bersama - sama memberikan informasi tentang persepsi mereka dalam
suatu situasi keperawatan dan sebagai proses interaksi humanis antara perawat dan klien yang
10

masing- masing merasakan situasi dan kondisi

yang berlainan, dan melalui komunikasi

mereka menentukan tujuan, mengeksplorasi maksud, dan menyetujui maksud untuk mencapai
tujuan.

4.2 SARAN
1. Setiap pembaca bisa memahami makalah ini dan mengerti tentang teori konsep
keperawatan menurut king ini.
2. Setiap pembaca bisa mengaplikasikannya dalam praktek keperawatan menurut king ini.
3. Setiap pembaca bisa mencari lebih banyak lagi literatur dan pemahaman lainnya tentang
konsep keperawatan menurut king.
4. Dan semoga teori ini bisa bermanfaat dalam praktek keperawatan, dan seharusnya dalam
setiap teori keperawatan harus fokus minimalnya terhadap satu aspek proses perawatan.
Seperti teori king ini yang memfokuskan kepada fase-fase perencanaan dan implementasi
dalam proses perawatan. Serta Perawat dan pasien saling memikirkan pencapaian tujuan,
meneliti sarana-sarana untuk mencapai tujuan bertransaksi dan meraih tujuan.

DAFTAR PUSTAKA
http://risjanandi.blogspot.co.id/2014/11/model-konsep-dan-teori-keperawatan.html

11