Anda di halaman 1dari 33

PEDOMAN

PENGORGANISASIAN
INSTALASI LABORATORIUM

RUMAH SAKIT BANYUMANIK


SEMARANG
2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN .................................................................................

BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT .............................................

BAB III

VISI, MISI, MOTTO, NILAI-NILAI DASAR, DAN FILOSOFI


RUMAH SAKIT BANYUMANIK SEMARANG ..............................

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT BANYUMANIK


SEMARANG.......................................................................................

BAB V

VISI, MISI INSTALASI LABORATORIUM......................................

BAB VI

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI LABORATORIUM .........

BAB VII

URAIAN JABATAN ...........................................................................

10

BAB VIII

TATA HUBUNGAN KERJA ...............................................................

19

BAB IX

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL ................

21

BAB X

KEGIATAN ORIENTASI ....................................................................

22

BAB XI

PERTEMUAN/RAPAT ........................................................................

24

BAB XII

PENCATATAN DAN PELAPORAN .................................................

25

BAB XIII

PENUTUP ............................................................................................

28

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAB I
PENDAHULUAN
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan
dalam satu kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi adalah
suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang terdapat pada suatu
perusahaan atau organisasi, dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang
satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktifitas dan fungsi tersebut dibatasi. Dalam
struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan horizontal maupun vertical yang
jelas antar bagian.
Organisasi rumah sakit menurut undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit Pasal 33 ayat 2 disebutkan bahwa paling sedikit terdiri atas kepala rumah sakit, unsur
pelayanan medik, unsure keperawatan dan unsure penunjang medik, komite medik dan satuan
pengawas internal serta administrasi umum dan keuangan.
Unsur penunjang medis diantaranya Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS),
Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi, rekam Medik, dan Gizi.
Pelayanan Laboratorium kesehatan merupakan sarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan
bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi
ksehatan atau factor yang dapat berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Laboratorium
kesehatan merupakan sarana penunjang upaya pelayanan kesehatan, khususnya bagi
kepentingan preventif, kuratif bahkan promotif dan rehabilitatif. Pelayanan laboratorium
sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk mendiagnosa dan menetapkan
penyebab penyakit, pemberian pengobatan dan pemantauan hasil pengobatan. Sedangkan
laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan
di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, imunologi klinik
atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama u tuk
menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
Indikator kemajuan laboratorium adalah dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah
pemeriksaan dan pendapatan dari sebuah laboratorium.
Dengan adanya susunan organisasi dalam lingkup rumah sakit maka segala kegiatan
pelayanan kesehatan dapat berfungsi dengan baik dan terarah sebagaimana mestinya.
Sehinggga akan meningkatkan kualitas akan sumberdaya dari masing-masing pelaksana
kesehatan rumah sakit itu sendiri.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT
I.

GAMBARAN UMUM
Rumah Sakit Banyumanik Semarang merupakan salah satu rumah sakit swasta
di Semarang. Pada awal Rumah Sakit ini bernama Rumah Sakit Prof. DR. Hars Da nubroto
yang berada dibawah naungan Yayasan Romo Ibu. Rumah Sakit ini beroperasi pertama
kali pada bulan November 1989. Selanjutnya pada tahun 2000 Rumah Sakit Banyumanik
Semarang ini dialihkan dibawah naungan Yayasan Nurul Aini dan mulai tahun 2001
sampai saat ini berada dibawah naungan Yayasan Al Mansurin. Penggantian nama Rumah
Sakit Prof. DR. Hars Danubroto menjadi Rumah Sakit Banyumanik Semarang dilakukan
pada tahun 1998 dengan dasar Keputusan Menteri Kesehatan bahwa nama seseorang
yang masih hidup tidak dapat digunakan sebagai nama institusi. Rumah Sakit Banyumanik
Semarang termasuk dalam kategori kelas Rumah Sakit Umum Swasta Madya, berdiri diatas
tanah seluas 1.890 m2 dan luas bangunan 1.560 m2. Pada awal berdirinya hingga saat ini,
Rumah Sakit Banyumanik Semarang berlokasi di jalan Bina Remaja No. 61 Semarang
Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.
Nama Rumah Sakit

: Rumah Sakit Banyumanik Semarang

Alamat

: Jl. Bina Remaja No. 61 Semarang

Status Kepemilikan

: Yayasan Al Manshurin Semarang

Akte Pendirian

: Nomor -1- tanggal 01 Oktober 2001

Kelas

:D

Perijinan

: Surat

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

Nomor:

YM.02.04.3.5.1757
Akreditasi

: Status Akreditasi Penuh Tingkat Dasar Nomor :


YM.00.03.2.2.132 tanggal 22 Januari 2003

Lokasi

: Kecamatan Banyumanik Kota Semarang

Wilayah Pelayanan

: Kecamatan
Kecamatan

Banyumanik,
Ungaran,

Kecamatan

Kecamatan

Tembalang,

Candisari

dan

sekitarnya
Rumah Sakit Lain terdekat

: Rumah Sakit Ungaran 10 Km


Rumah Sakit Elisabeth 10 Km
Rumah Sakit Rumani 15 Km
Rumah Sakit dr. Kariadi 15 Km

Rumah Sakit Rujukan

: Rumah Sakit Elisabeth


Rumah Sakit dr. Kariadi

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

Sarana Transportasi

: a. Ambulance
a. Panther
b. Sepeda Motor

: 1 unit
: 1 unit
: 1 unit

Sarana Komunikasi

: Telepon empat nomor, Telepon seluler satu nomor.

Mulai Operasional

: 19 Agustus 2000

Kapasitas TT tahun 2009

: 41 tempat tidur dewasa


9 Tempat tidur bayi

Luas Tanah

: 1.890 M2

Luas Bangunan

: 1.560 M2

Direktur

: dr. Akbar Kurniawan

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAB III
VISI, MISI, MOTTO, NILAI-NILAI DASAR, DAN FILOSOFI RUMAH
SAKIT BANYUMANIK SEMARANG
Visi :
Menjadi rumah sakit umum pilihan utama masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan
yang optimal.

Misi :
1. Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang terbaik kepada masyarakat secara efektif
dan efisien.
2. Menyediakan Sumber Daya Manusia yang religius dan profesional
3. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung sesuai dengan standar pelayanan.

Motto :
Kesembuhan Anda harapan kami.

Nilai-nilai dasar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jujur (Honest)
Amanah (Trust)
Rukun (Harmony)
Kompak (Integrity)
Kerjasama yang baik (Team work)
Mujhid Muzhid (efektif dan efisien)

Filosofi :
Mengedepankan pelayanan yang berbasis akhlakul karimah.

Tujuan

Memberikan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai standar mutu pelayanan kesehatan


masyarakat, dengan unggulan dibidang kesehatan ibu dan anak.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT BANYUMANIK SEMARANG

I.

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT


Susunan organisasi Rumah Sakit Banyumanik Semarang terdiri dari :
a.

Direktur

b.

Bidang Pelayanan

c.

Bidang Umum

d.

Bidang Keuangan dan Program

e.

Seksi Akuntan dan Perpajakan

f.

Seksi Perbendaharaan dan Verifikasi

g.

Seksi Keperawatan

h.

Seksi Pelayanan Medis

i.

Seksi Penunjang Medis

j.

Seksi RT dan IPSRS

k.

Seksi Personalia

l.

Seksi Pemasaran Dan Humas

m. Seksi Rekam Medis

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

RUMAH SAKIT BANYUMANIK SEMARANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI LABORATORIUM
A.

Struktur Organisasi
1.

Secara struktur organisasi, instalasi laboratorium berada


dibawah seksi penunjang. Dalam hal yang berkaitan dalam SDM keperawatan dan
sarana prasarana rawat inap akan berkoordinasi dengan seksi keperawatan rawat
Inap.

2.

Instalasi laboratorium adalah unit pelyanan yang dipimpin oleh


seorang kepala instalasi yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan penunjang
medis pemeriksaan laboratorium.

3.

Struktur organisasi Instalasi laboratorium sebagai berikut:

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

STRUKTUR ORGANISASI LABORATORIUM RUMAH SAKIT BANYUMANIK

Direktur
dr.Akbar Kurniawan

Seksi Penunjang Medis


D SpA
dr. Hartono,
Ka Instalasi Laboratorium
dr. Hartono, SpA

Ka. Ruang laboratorium


Sulistyani, Amd

Analis Pelaksana
Yenny Haryati

Analis Pelaksana
Dwi Agusatya N, Amd

Analis Pelaksana
Eko R., Amd

Analis Pelaksana
Amalia
Kusumaningtyas

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

Analis Pelaksana
Annies Fadilah, Amd

10

Analisis Pelaksana
Ratih Khusnul K.
Str.Ak

Analis Pelaksana
Yuni Nurul A., Amd

BAB VII
URAIAN JABATAN
Uraian Jabatan
Berikut ini dipaparkan Daftar Nama Jabatan dan Uraian Tugas Tenaga di Laboratorium
Klinik Rumah Sakit Banyumanik Semarang :
1. Nama
NIK
Jabatan
Tugas
1.

: dr. Hartono, SpA


: 01.053
: Kepala Instalasi Laboratorium
:
Menyusun Standar Pelayanan Profesi Medis

2.

Menyusun Standar Administrasi

3.

Merencanakan pengembangan staf dan kebutuhan sarana dan


prasarana pelayanan medic

4.

Menyusun program dan perencanaan pengembangan mutu


pelayanan medik

5.

Menyusun

program

dan

perencanaan

kegiatan

instalasi

laboratorium.
6.

Menyelesaikan masalah pelayanan medis yang timbul dalam


bidangnya.

7.

Meneliti dan menandatangani hasil laboratorium

8.

Memberi catatan / mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.

9.

Mengadakan pertemuan kelompok Staf Medik Fungsional

10.

Memelihara dan meningkatkan hubungan kerjasama yang baik


dengan bagian lain yang terkait

11.

Mengawasi pelaksanaan kontrol kualitas internal dan jika ada


eksternal

12.

Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan profesi dan administrasi


dan ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan

Wewenang
1.
2.
3.

:
Memberi teguran kepada staf laboratorium.
Mengajukan promosi staf laboratorium.
Memberikan penilaian DP3 staf laboratorium

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

11

2. Nama
: Sulistyani, A.Md
NIK
: 00.017
Pangkat Jabatan
: Kepala Ruang Laboratorium
Tugas
:
1. Mengatur jadwal Rotasi tugas analis.
2.

Membantu kerja analis.

3.

Melakukan pengecekan berkala terhadap persediaan reagen, alat habis


pakai.

4.

Melakukan pemesanan Reagen dibuku permintaan untuk pengajuan


pembuatan surat permintaan (SP) dan alat habis pakai ke bagian pemesanan.

5.

Memantau penyimpanan dan penggunaan alat serta reagen laboratorium.


Menghubungi rekanan kalau ada alat yang trobel.

6.

Memantau rekanan alat untuk maintenen rutin.

7.

Mengawasi penampilan kerja pelaksana laboratorium.

8.

Mengikuti rapat setiap ada undangan rapat di SMF.

9.

Stock opnam reagen laporan 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun

10. Membuat laporan bulanan jumlah pemeriksaan laboratorium untuk


dilaporkan ke RM
11. Menggantikan kepala instalasi laboratorium memimpin rapat rutin
laboratorium jika kepala instalasi berhalangan.
12. Melaporkan semua kegiatan kepada kepala instalasi laboratorium.
13. Bertanggung jawab atas pengamanan harta dan peralatan dilaboratorium.
Wewenang :
1.

Memberi teguran secara lisan.

2.

Menggantikan pekerjaan analis yang berhalangan

3. Mengatur jadwal dinas pelaksana Laboratorium.

4.

Melaporkan kepada Ka.Instalasi bila dijumpai kesulitan-kesulitan yang


dialami analis dalam pekerjaannya dan mencari jalan keluarnya

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

12

3. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Yenny haryati
: 11.135
: Pelaksana Laboratorium
:
1.
2.

Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai Formulir

3.

Permintaan Pemeriksan Laboratorium (FPPL).


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

laboratorium rawat jalan dan rawat jalan.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPP/ buku

5.

permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tarif pemeriksaan.


Mengecek dan menyiapkan reagen yang harus disediakan / yang hampir

6.

habis.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat ACCU-CHECK

7.

sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol sebelum

8.

melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya


Membuat rekapitulasi jumlah pemeriksaan laboratorium

9.
10.
11.
12.
13.

bulanan,tahunan (hematologi, kimia klinik, urinnologi, faeces)


Menginput hasil pemeriksaan kimia klinik dan mencetak hasil pemeriksaan.
Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak
Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi datang.
Melakukan pemeriksaan PME.
Melakukan perendaman, pencucian, pembilasan dan mensterilkan

permintaan

pemeriksaan

harian,

alkes/tabung reaksi.
14. Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
15. Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan tugas
kepada Ka.Instalasi.
16. Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan lingkungan kerja
17. Turut bertanggungjawab atas pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium.
18. Melakukan tugas / fungsinya secara profesional sesuai kode etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

13

4. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Dwi Agusatya Nugraha, Amd.


: 12.144
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

1.
2.
3.

Formulir permintaan pemeriksan laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium rawat jalan dan rawat jalan


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat

7.

Caretium Elektrolit sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control

8.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Membuat rekapitulasi jumlah pasien harian,, bulanan, tahunan

9.

berdasarkan kelas baik rawat ianp maupun rawat jalan


Menginput hasil pemeriksaan laboratorium dan mencetak hasil
pemeriksaan

10.
11.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
datang

12.
13.
14.

Melakukan pemeriksaan PME


Melakukan perendaman, pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.

15.

Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan

tugas kepada Ka.Instalasi.


16.
Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan
17.

lingkungan kerja
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan

peralatan di laboratorium
18.
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

14

5. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Eko Romandianto, Amd.


: 13.159
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

1.
2.
3.

Formulir permintaan pemeriksan laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium dari ruangan / bangsal.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan

7.

mikropipet sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control

8.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Menginput hasil pemeriksaan lab dan mencetak hasil

perawatan

harian,

mingguan,

dan

bulanan

pemeriksaan
9.
10.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak.


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
dating

11.
12.

Melakukan pemeriksaan PME


Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.

13.

Melakukan

perendaman,

pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


14.
Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan
tugas kepada Ka.Instalasi.
15.
Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan
16.

lingkungan kerja
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan

peralatan di laboratorium
17.
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

15

6. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Amalia Kusumaningtyas
: 15.180
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

1.
2.
3.

Formulir permintaan pemeriksan laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium dari ruangan / bangsal.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat

7.

centrifuge sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control

8.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Menginput hasil pemeriksaan laboratorium dan mencetak hasil
pemeriksaan

9.
10.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
datang

11.
12.

Melakukan pemeriksaan PME


Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.

13.

Melakukan

perendaman,

pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


14.
Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan
tugas kepada Ka.Instalasi.
15.
Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan
16.

lingkungan kerja
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan

peralatan di laboratorium
17.
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

16

7. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Annies Fadhilah, Amd.


: 15.182
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

1.
2.
3.

Formulir Permintaan Pemeriksan Laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium dari ruangan / bangsal.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat

7.

fotometer Stardust MC 15 sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control

8.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Menginput hasil pemeriksaan lab dan mencetak hasil
pemeriksaan

9.
10.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak.


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
datang

11.
12.

Melakukan pemeriksaan PME


Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.

13.

Melakukan

perendaman,

pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


14.
Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan
tugas kepada Ka.Instalasi.
15.
Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan
16.

lingkungan kerja
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan

peralatan di laboratorium
17.
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

17

8. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Ratih Khusnul Khotimah, Amd.


:
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan Sesuai

1.
2.
3.

Formulir Permintaan Pemeriksan Laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium dari ruangan / bangsal.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat alat

7.

hematologi analyzer ABX MICROS 60 sesuai dengan petunjuk manual alat.


Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control

8.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Menginput hasil pemeriksaan lab dan mencetak hasil
pemeriksaan

9.
10.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak.


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
datang

11.
12.

Melakukan pemeriksaan PME


Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.

13.

Melakukan

perendaman,

pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


14.
Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan
tugas kepada Ka.Instalasi.
15.
Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan
16.

lingkungan kerja
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan

peralatan di laboratorium
17.
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

18

9. Nama
NIK
Jabatan
Tugas

: Yuni Nurul Azizah, Amd.


:
: Pelaksana Laboratorium
:
Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

1.
2.
3.

Formulir Permintaan Pemeriksan Laboratorium (FPPL)


Melakukan pengambilan specimen sesuai

4.

pemeriksaan laboratorium dari ruangan / bangsal.


Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai

permintaan

FPP/ buku permintaan pemeriksaan laboratorium dan membuat tariff


5.

pemeriksaan.
Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan

6.

untuk pemeriksaan.
Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat

7.

mikroskop Olymphus CX 21 sesuai dengan petunjuk manual alat.


Bertanggung jawad terhadap ketersediaan alkes/ bahan habis

8.

pakai (BAHP)
Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol

9.

sebelum melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.


Menginput hasil pemeriksaan laboratorim dan mencetak hasil
pemeriksaan

10.
11.

Mengarsip hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dicetak.


Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi
datang

12.
13.

Melakukan pemeriksaan PME


Melakukan perendaman, pencucian,

pembilasan

dan

mensterilkan alkes/tabung reaksi


14.
Melaksanakan dan mentaati peraturan dan prosedur yang
ditetapkan.
15.

Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan

16.

tugas kepada Ka.Instalasi.


Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan dan

lingkungan kerja
17.
Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan
18.

peralatan di laboratorium
Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode
etik profesi.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

19

BAB VIII
TATA HUBUNGAN KERJA UNIT LABORATORIUM
1.

Instalasi Gawat Darurat (IGD)


a.

Jika ada pasien IGD yang akan melakukan pemeriksaan laboratorium,


maka perawat IGD akan mengambil specimen yang dibutuhkan oleh
laboratorium kemudian mengantarkannya ke laboratorium dengan formulir
permintaan pemeriksaan laboratorium (FPPL) untuk kemudian diperiksa.

b.

Hasil Laboratorium yang sudah jadi, kemudian diantar oleh analis jaga
laboratorium ke IGD untuk kemudian diserahkan kepada dokter jaga.

2.

Instalasi Rawat Jalan


a.

Jika ada pasien rawat jalan yang akan melakukan pemeriksaan


laboratorium, maka perawat akan mengantar pasien ke laboratorium dengan
FPPL yang telah didisi lengkap identitas dan pemeriksaan yang akan dilakukan.

b.

Hasil laboratorium yang sudah jadi, kemudian diberikan kepada perawat


rawat jalan untuk kemudian dibrikan kepada dokter dan pasien pada saat pulang.

3.

Instalasi Rawat Inap


a.

Jika ada pasien rawat inap yang akan melakukan pemeriksaan


laboratorium, maka perawat rawat inap mengantarkan FPPL ke laboratorium.

b.

Pengambilan specimen dilakukan sesuai jam sampling laboratorium.

c.

Apabila pasien cito, maka perawat mengantarkan FPPL beserta dengan


specimen yang ingin di periksa ke ruang laboratorium.

d.

Untuk specimen urine,faeces,sputum, tiap shift analis jaga mengambil ke


ruang pasien.

e.

Hasil laboratorium yang sudah jadi, Analis jaga menyerahkan ke ruang


perawat untuk kemudian dilaporkan kepada dokter penanjung jawab pelayanan
(DPJP)

4.

Ruang Kebidanan
a.

Jika

ada

pasien

kebidanan

yang

akan

melakukan

pemeriksaan

laboratorium, maka perawat rawat inap mengantarkan FPPL ke laboratorium.


b.

Pengambilan specimen dilakukan sesuai jam sampling laboratorium.

c.

Apabila pasien cito, maka perawat mengantarkan FPPL beserta dengan


specimen yang ingin di periksa ke ruang laboratorium.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

20

d.

Hasil laboratorium yang sudah jadi, Analis jaga menyerahkan ke ruang


kebidanan untuk kemudian dilaporkan kepada dokter penanjung jawab
pelayanan (DPJP)

5.

Ruang Operasi
a.

Jika ada jaringan dari tindakan operasi, maka jaringan tersebut akan
diantar oleh perawat kamar operasi beserta formulir permintaan patologi anatomi
yang sudah diisi lengkap beserta tanda tangan dokter.

b.

Analis jaga laboratorium mengirim jaringan patologi anatomi ke


laboratorium yang telah ditunjuk.

c.

Hasil laboratorium patologi anatomi yang sudah jadi diserahkan ke unit


terkait dengan ekspedisi hasil laboratorium.

6.

High Care Unit (HCU)


a.

Jika ada pasien HCU yang akan melakukan pemeriksaan laboratorium,


maka perawat rawat inap mengantarkan FPPL ke laboratorium.

b.

Pengambilan specimen dilakukan oleh analis jaga dengan segera.

c.

Hasil laboratorium yang sudah jadi, Analis jaga menyerahkan ke ruang


perawat untuk kemudian dilaporkan kepada dokter penanjung jawab pelayanan
(DPJP)

7.

Rumah Sakit / Laboratorium lain


a.

Pemeriksaan tertentu yang tidak dapat dikerjakan di laboratorium Rumah


sakit Banyumanik akan di rujuk ke laboratorium rekanan.

b.

Apabila ada pemeriksaan tertentu yang tidak dapat dilakukan di Rumah


Sakit Banyumanik, tetapi pemeriksaan bersifat cito, maka petugas laboratorium
mencari kurir untuk kemudian di rujuk ke rumah sakit terdekat yang dapat
melayani pemeriksaan tersebut.

Instalasi Rawat Inap/HCU

Instalasi Rawat
Jalan

Laboratoriu
m

Ruang Kebidanan

Instalasi Gawat
Darurat

Ruang Operasi

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM


RS Lain

21

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

22

BAB IX
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
I.

Definisi
Adalah Ketentuan yang mengatur jumlah kebutuhantenaga analis laboratorium di
unit laboratorium dengan mempertimbangkan jumlah tenaga dan kualifikasi yang
diharapkan.

II.

Tujuan
1.

Menentukan

jumlah

dan

komposisi

tenaga

di

ruang

laboratorium berdasarkan kualifikasi.

III.

2.

Melakukan perhitungan agar sesuai kebutuhan.

3.

Mengatur agar penyediaan ketenagaan tetap efektif dan efisien

Jumlah, komposisi dan kualifikasi tenaga di ruang laboratorium


Berdasarkan data kepegawaian per januari 2016 maka jumlah petugas diruang
laboratorium ada 8 orang.Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja di ruang
laboratorium adalah :
No

IV.

Komposisi
Tenaga

Jumlah

Kualifikasi

1.

Kepala Ruang

D III Analais Medis

Analis Pelaksana

D III Analis Kesehatan

3.

Analis Pelaksana

SMAK (Masa penyetaraan D III AK)

Perhitungan Ketenagaan
Kualifikasi sumber daya manusia di instalasi laboratorium terdiri dari :
1.

Kepala ruang laboratorium


Dalam perhitungan ketenagaan maka, kepala ruang laboratorium dihitung sebagai
tenaga analis laboratorium

2.

Analis Pelaksana
Dinas harian analis terdiri dari 3 shift yaitu pagi, siang, malam

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

23

BAB X
KEGIATAN ORIENTASI
I.

PENDAHULUAN
Program orientasi merupakan salah satu kegiatan di instalasi laboratorium bekerja
sama dengan bagian personalia dalam rangka memberikan pengarahan dan bimbingan serta
mempersiapkan analis baru agar dapat bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya.
Analis baru umumnya adalah analis yang sudah lulus dari pendidikan yang belum
mengenai lingkungan kerja serta peraturan atau kebijakan yang ada di Rumah Sakit
Banyumanik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diadakan program orientasi
bagi analis baru untuk kelancaran dalam bekerja.

II.

LATAR BELAKANG
Seiring dengan upaya Rumah Sakit Banyumanik untuk menjalankan visinya yaitu
menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat, maka supaya sumber daya manuasia bisa
memberikan pelayanan professional dan berpengalaman. Dengan bertambahnya kebutuhan
akan tenaga analis, maka Rumah Sakit Banyumanik perlu melakukan pengenalan pada
tenaga analis baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

III.

TUJUAN
1.

Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan dan gambaran tentang laboratorium Rumah Sakit
Banyumanik Semarang.

2.

Tujuan Khusus
a.

Meningkatkan pengetahuan dan profesionalis


dalam lingkungan kerja.

b.
c.

IV.

Meningkatkan pengetahuan tentang visi, misi,


motto dan tata nilai Rumah Sakit Banyumanik semarang.
Meningkatkan ketrampilan dalam pelayanan
kesehatan di Laboratorium Rumah Sakit Banyumanik Semarang.

KEGIATAN POKOK
Kegiatan pokok
:
Rincian kegiatan
1.

mengadakan orientasi analis baru di laboratorium Rumah Sakit


Banyumanik Semarang.

Menyusun kegiatan tentang program orientasi analis baru di Rumah Sakit


Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

24

2.
3.

V.

Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi, analisa dan tindak lanjut dari


program orientasi analis baru di Rumah sakit Banyumanik Semarang.
Menyelenggarakan orientasi analis baru di Rumah sakit Banyumanik
Semarang.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1.
2.
3.

Membuat permohonan penambahan analis baru ke manajemen Rumah sakit


Banyumanik Semarang.
Menyusun program orientasi analis baru
Melakukan perekrutan analis baru Rumah sakit Banyumanik Semarang meliputi :
a.

Perekrutan analis baru


meliputi tes tertulis, praktek dan wawancara

b.

Orientasi

atau

pengenalan Rumah sakit Banyumanik Semarang


c.

Penempatan analis baru


di laboratorium

d.

Orientasi

ruang

Orientasi

reagen

Orientasi

administrasi

laboratorium
e.
laboratorium
f.
laboratorium
g.
4.
VI.

Melakukan sampling di

laboratorium dank e ruang perawatan pasien


Rapat koordinasi

SASARAN
Sasaran orientasi adalah karyawan baru di Laboratorium Rumah Sakit Banyumanik
Semarang.

VII. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN


1.
2.
3.

Unit kerja wajib mencatat, dan melaporkan kegiatan ke bagian personalia


Bagian personalia menganalisa hasil kegiatan ke direktur
Evaluasi kegiatan program orientasi dilaksanakan setiap unit dari rumah sakit

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

25

BAB XI
PERTEMUAN RAPAT
Dalam lingkup Rumah Sakit Banyumanik Semarang selalu dilakukan rapat.
Pertemuan Rapat ini sangat bermanfaat untuk masing-masing unit guna memberikan
informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan rumah sakit.
Kegiatan rapat ini bias dilakukan hanya dalam unit laboratorium sendiri atau bias juga
dilakukan rapat antar unit lainnya. Kegiatan rapat ini biasanya dihadiri oleh seluruh staf
laboratorium.
Kegiatan yang dibahas meliputi banyak kegiatan baik dari pelaporan kerja,
kebutuhan sarana dan prasarana dilapangan, maupun berbagai hal yang menyangkut
kelangsungan dan kelancaran laboratorium. Sehingga dengan dilakukan rapat rutin ini
dapat dilakukan tindak lanjut untuk kendala yang dihadapi dilapangan maupun yang
dihadapi di unit internal itu sendiri. Dalam kegiatan rapat ini dibuat undangan, daftar hadir
dan notulen hasil rapat yang nantinya dilaporkan kepada kepala bagian penunjang medik
Rumah Sakit Banyumanik Semarang.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

26

BAB XII
PENCATATAN DAN PELAPORAN
Pencatatan dan pelaporan kegiatan laboratorium diperlukan dalam perencanaan,
pemantauan, dan evaluasi serta pengambilan keputusan untuk peningkatan pelayanan
laboratorium. Untuk itu kegiatan ini harus dilakukan secara cermat dan teliti, karena
kesalahan dalam pencatatan dan pelaporan akan mengakibatkan kesalahan dalam
menetapkan suatu tindakan.
A.

PENCATATAN
Pencatatan kegiatan

laboratorium

dilakukan

sesuai

dengan

jenis

kegiatannya. Ada 5 Jenis pencatatan yaitu :


1)
2)
3)
4)
5)

Pencatatan kegiatan pelayanan


Pencatatan keuangan
Pencatatan logistik
Pencatatan kepegawaian
Pencatatan kegiatan lainnya, seperti pemantapan mutu internal,
keamanan laboratorium.

Dalam bab ini hanya akan dibahas pencatatan kegiatan pelayanan saja.
Pencatatan kegiatan pelayanan dapat dilakukan dengan membuat buku sebagai
berikut :
1)

2)
3)
4)
5)
6)
7)

Buku registrasi pasien yang berisi data-data secara lengkap baik


rawat inap, rawat jalan, macam pemeriksaan, biaya pemeriksaan, serta
staus pembayaran (umum/asuransi).
Buku bantu arsip pemeriksaan (hematologi, kimia klinik,
imunologi, dll)
Buku ekspedisi pengambilan hasil pemeriksaan rawat inap dan
rawat jalan.
Buku administrasi rujukan pemeriksaan.
Buku penerimaan specimen jaringan dan kultur
Formulir komunikasi pertukaran petugas jaga (Shift)
Formulir pencatatan control harian

B. PELAPORAN
Pelaporan kegiatan pelayanan laboratorium terdiri dari :
1.

Laporan kegiatan rutin harian


Laporan harian ini dilakukan setiap hari.Kegiatan pelaporan
harian ini dilakukan oleh kepala unit laboratorium atau petugas
laboratorium baik secara lisan maupun tulisan. Pelaporan harian ini
seperti laporan mengenai jumlah petugas laboratorium yang dinas
dengan jumlah pasien yang ditangani dan kendala yang dihadapi
setiap harinya, pelaporan keluhan pasien atau pegawai yang

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

27

berhubungan dengan pengambilan specimen, hasil pemeriksaan


laboratorium, dan pelaporan tentang kebutuhan sarana dan prasarana
unit laboratorium baik pengadaan bahan reagen ataupun peralatan.
Pelaporan harian ini biasanya disampaikan kepada kepala unit atau
bidang terkait.
2.

Laporan kegiatan rutin bulanan


Laporan bulanan dilakukan setiap bulan sebagai tindak lanjut
dari laporan kejadian setiap hari dalam kegiatan pelayanan
laboratorium. Pelaporan ini biasanya menyangkut kegiatan program
kerja yang dilakukan unit laboratorium dalam kurun waktu setahun.
Laporan ini dapat berupa : laporan rapat bulanan intern, laporan
inventaris pemeliharaan barang instalasi laboratorium, laporan
penilaian karyawan, lapran indicator mutu, laporan evauluasi program
kerja instalasi laboratorium, laporan kebutuhan karyawan, laporan
kejadian K3RS, dll.

3.

Laporan tahunan
Laporan tahunan biasanya dilakukan setiap akhir tahun. Tujuan
laporan tahunan ini untuk mengevaluasi seluruh laporan harian dan
bulanan sehingga dapat dilihat total kegiatan yang berlangsung dalam
pelayanan laboratorium sehingga dapat dilakukan tindak lanjut dari
evaluasi laporan tahun ini. Laporan tahunan kegiatan pelayanan dapat
berupa rekapitulasi total pasien yang melakukan pemeriksaan
hematologi, kimia klinik, urinalisa, faeces, bakteriologi, elektrolit dll,
rekapitulasi laporan total keluhan pasien, rekapitulasi indikator mutu,
dll

4.

Laporan pemeriksaan
a)

Tanggung jawab manajemen untuk membuat format hasil :

b)

Manajemen laboratorium harus membuat format laporan


hasil
pemeriksaan.
Format
laporan
dan
cara
mengkomunikasikanya kepada pemakai harus ditentukan
dengan mendiskusikanya dengan pengguna jasa laboratorium.
Penyerahan hasi tepat waktu

c)

Manajemen laboratorium ikut bertanggung jawab atas


diterimanya hasil pemeriksaan kepada orang yang sesuai dalam
waktu yang disepakati.
Komponen laporan hasil pemeriksaan
Hasil harus dapat dibaca tanpa kesalahan dalam
tulisan, dan dilaporkan kepada orang yang diberi wewenang

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

28

untuk menerima dan menggunakan informasi medis. Laporan


setidaknya harus mencakup hal - hal berikut :

Identifikasi dari pemeriksaan yang jelas dan tidak


ragu ragu, termasuk prosedur pengukuran bila perlu
Identifikasi laboratorium yang menerbitkan laporan
Identifikasi khas dan bila mungkin lokasi pasien serta
tujuan dari laporan
Nama atau identitas khas lain dari pemohon dan
alamat pemohon
Tanggal dan waktu pengumpulan sampel primer,
apabila tersedia dan relevan dengan pelayanan pasien,
sertta waktu penerimaan oleh laboratorium
Tanggal dan waktu penerbitan laporan. Jika tidak
tercantum pada laporan, tanggal dan waktu penerbitan
laporan harus dapat diperoleh dengan segera bila
diperlukan
Sumber dan system organ sampel primer. Misalnya :
darah vena,pus
Bila dapat digunakan, hasil pemeriksaaan dilaporkan
dalam unit Standar Internasional atau telusur hingga
unit Standar Internasional
Interval acuan biologis, apabila dapat digunakan
Interpretasi hasil, apabila sesuai
Identifiasi dari petugas yang diberi wewenang
mengeluarkan hasil
Jika relevan, hasil asli dan hasil yang diperbaiki
Apabila mungkin, tandatangan atau otorisasi dari
petugas yang memeriksa atau menerbitkan laporan.

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

29

BAB XIII
PENUTUP
Peran Rumah Sakit Umum Banyumanik Semarang sangat penting dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat, sehingga perlu ditingkatkan kemampuan pelayanan pengelolaan
rawat inap agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan terpadu.
Koordinasi internal dan eksternal Rumah Sakit perlu selalu dilakukan dalam upaya peningkatan
kegiatan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Banyumanik Semarang
Direktur diharapkan selalu memperhatikan dan mendorong peningkatan pelayanan
kesehatan masyarakat di Rumah Sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dalam rangka
meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, melalui monitoring, pembinaan dan
dukungan dana agar terwujud peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat
Rumah Sakit Banyumanik Semarang
Direktur

dr. Akbar Kurniawan


NIK. 11.137

PEDOMAN PENGORGANISASIAN INSTALASI LABORATORIUM

30