Anda di halaman 1dari 2

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.Hasil Pengamatan
No
1
2
3
4
5
6

Panjang Gelombamg
220
240
243
244
245
246

No
1
2
3
4
5
6
X

ppm
10
12
14
16
18
20
15
90

N0
Sampel
1
holidon

Generik

Tropigesik

Kamolas

absorbansi
0,677
0,831
0,983
1,058
1,230
1,360
1,023
6,139
waktu
Menit ke 5
Menit ke 10
Menit ke 20
Menit ke 30
Menit ke 5
Menit ke 10
Menit ke 20
Menit ke 30
Menit ke 5
Menit ke 10
Menit ke 20
Menit ke 30
Menit ke 5
Menit ke 10
Menit ke 20
Menit ke 30

absorbansi
0,388
0,774
0,778
0,774
0,766
0,,756
xy
6,77
9,972
13,762
16,928
22,14
27,4

X2
100
144
196
256
324
400

Y2
0,4583
0,6905
0,9662
1,1193
1,5129
1,8496

96,772

1420

6,5968

absorbansi
0,024
0,069
0,169
2,480
0,129
0,162
0,058
0,082

Kadar
0,3828%
3,37725 %
10,0989 %
165, 43 %
7,4439 %
9,661 %
26,716 %
42,849 %

0,126
0,145
0,175
0,180

7,20 %
8,48 %
10,50 %
10,83 %

keterangan

4.2.Pembahasan
Disolusi obat adalah suatu proses pelarutan senyawa aktif dari bentuk sediaan padat
ke dalam media pelarut. Pelarutan suatu zat aktif sangat penting artinya karena ketersediaan
suatu obat sangat tergantung dari kemampuan zat tersebut melarut kedalam media pelarut
sebelum di serap ke tubuh.
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui bagaimana proses obat
terdisolusi dalam saluran cerna dengan menggunakan dissolution tester,mengetahui
penggunaan alat dissolution tester,mengetahui cara penetapan kadar secara spektrofotometri
tablet paracetamol dalam berbagai merk.
Sifat sifat kimia ,fisika, bentuk obat, danjuga fisiologis dari sistem biologis
mempengaruhi kecepatan absorbsi suatu obat dalam tubuh,pada saat obat masuk kedalam
tubuh, selanjutnya terjadi absorbsi ke dalam sirkulasi darah dan akan terdistribusi ke sseluruh
cairan dan jaringan tubuh.apabila zat aktif pada sediaan obat memiliki pelarut yang cepat
maka efek yang akan ditimbulkan juga akan cepat ,begitu juga sebaliknya.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah uji disolusi. Jenis dissolution tester yang
digunakan pada praktikum kali ini adalah jenis dayung atau tipe 2 denagan waktu disolusi 30
menit., media yang digunakan adalah aqudest sebanyak 900 mL.berdasarkan farmakope
indonesia edisi IV jenis media disolusi yang cocok untuk tablet paracetamol adalah dapar
fosfat namun karena dapar fosfat tidak tersedia maka digantikan dengan aquadest. Selama
dilakukan uji disolusi, larutan uji dipipet sebanyak 2,5 mL dan diencerkan lagi hingga 25 mL
pada menit ke 5,10,20,30. Kemudian di uji kadar masing-masing larutan tadi secara
spektrofotometri.
Berdasarkan farmakope indonesia edisi IV dijelaskan toleransi dalam waktu 30 menit
harus larut tidak kurang dari 80 %,dan kadar dari tablet paracetamol merk holidon pada menit
ke 30 adalah 165,43 %. Dan ini kadar yang tidak mungkin terjadi karena tidak ada kadar di
atas 100 % diduga kesalah terjadi karena jenis media disolusi yang digunakan tidak sesuai
sehingga sediaan tidak terlarut sempurna dan merata dengan demikian ketika larutan di pipet
maka jumlah zat aktif dalam larutan yang terpipet pada menit ke 30 terlalu banyak.