Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap negara pasti memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara
lain, mulai dari letak astronomi, letak geografi, letak sosial budaya dan lain
sebagainya. Perbedaan ini membuat beraneka ragam kebudayaan, suku
bangsa, agama, bahasa dan lain sebagainya. Tetapi, perbedaan ini semakin
menambah indahnya kehidupan di bumi ini.
Pada pembahasan kali ini adalah mengenai letak topografi dan
geografi Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia diapit oleh dua
benua besar, yaitu Benua Asia di sebelah Barat Laut dan Benua Australia di
sebelah Tenggara. Indonesia juga diapit oleh dua samudra, yaitu Samudra
Hindia di sebelah Barat dan Selatan dan Samudra Pasifik di sebelah Timur
Laut. Pada makalah ini akan dibahas lebih jauh mengenai letak topografi
dan geografi Indonesia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana letak astronomi Indonesia?
2. Bagaimana letak geografi Indonesia?
3. Bagaimana letak sosial-budaya Indonesia?
4. Bagaimana hubungan letak nusantara dengan unsur geografi regional
Indonesia?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui bagaimana letak astronomi Indonesia.
2. Untuk mengetahui bagaimana letak geografi Indonesia.
3. Untuk mengetahui bagaimana letak sosial-budaya Indonesia.
4. Untuk mengetahui bagaimana hubungan letak nusantara dengan unsur
geografi regional Indonesia .

BAB II
PEMBAHASAN

1. Letak Astronomi
Garis lintang merupakan garis-garis yang sejajar dengan khatulistiwa
yang melintang mengitari bumi sampai daerah kutub. Adapun garis bujur
merupakan garis tegak yang berjajar menghubungkan wilayah kutub utara
dan

selatan.

Garis-garis

tersebut

merupakan

garis

khayal

yang

dipergunakan sebagai pedoman untuk menunjukkan posisi suatu daerah di


muka bumi. Letak astronomi adalah letak suatu tempat berdasarkan garis
lintang dan garis bujurnya. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia
berada di antara 6 LU 11 LS dan antara 95 BT-141 BT. Wilayah
Indonesia paling utara adalah Pulau Weh di Nanggroe Aceh Darussalam
yang berada di 6 LU. Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Roti di
Nusa Tenggara Timur yang berada pada 11LS. Wilayah Indonesia paling
barat adalah di ujung utara Pulau Sumatra yang berada pada 95BT. Adapun
wilayah Indonesia paling timur di Kota Merauke yang berada pada 141BT.
1) Garis Lintang
Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang
sejajar dengan khatulistiwa. Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi
dua belahan utara dan belahan selatan. Garis khatulistiwa atau garis
equator atau garis lini adalah garis lintang 0. Garis lintang dipergunakan
untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari.
Berdasarkan letak lintangnya, wilayah Indonesia berada di antara 6LU
11LS. Hal ini menyebabkan Indonesia beriklim tropis dengan ciri ciri:
a. Memiliki curah hujan yang tinggi,

b. Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis
yang tinggi,
c. Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun,
d. Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
2) Garis Bujur
Garis bujur adalah garis

khayal pada peta atau globe yang

menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180
garis bujur timur (BT) dan 180 garis bujur barat (BB). Perhitungan garis
bujur 0 dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London. Garis bujur
dipergunakan untuk menentukan waktu suatu daerah. Letak astronomi
Indonesia yang berada di antara 95 BT 141 BT menjadikan Indonesia
memiliki tiga daerah waktu, yaitu:
a. Daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), meliputi seluruh Sumatra,
Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau
kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia Barat memiliki selisih waktu 7 jam
lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).
b. Daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa
Tengara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan
pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih
waktu 8 jam lebih awal dari GMT.
c. Daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi Kepulauan Maluku,
Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia bagian timur
memiliki

selisih

waktu

lebih awal dari GMT.


2. Letak Geograf
3

jam

Letak geografis adalah letak suatu wilayah sesuai dengan kondisi


wilayah yang sebenarnya di permukaan bumi. Biasanya letak geografis
dilihat dari permukaan bumi yang ada di sekitarnya. Secara geografis,
Indonesia diapit oleh dua benua besar, yaitu Benua Asia di sebelah Barat
Laut dan Benua Australia di sebelah Tenggara. Indonesia juga diapit oleh
dua samudra, yaitu Samudra Hindia di sebelah Barat dan Selatan dan
Samudra Pasifik di sebelah Timur Laut. Itulah letak dan posisi negara kita.
Letak negara Indonesia pada posisi silang, menjadikan Indonesia
sebagai wilayah yang strategis. Dilalui oleh jalur perdagangan internasional
baik melalui laut maupun udara. Keadaan ini tentu saja dapat memberikan
keuntungan bagi negara kita pada masa damai tetapi memiliki posisi yang
rawan pada saat terjadi konflik.
3. Letak Sosial-Budaya
Letak sosiokultural adalah letak berdasarkan keadaan sosial dan
budaya daerah yang bersangkutan terhadap daerah di sekelilingnya.
Indonesia, secara sosiogeografis kultural, terletak di perempatan jalan
antara Benua Asia dan Australia yang terdiri dari berbagai bangsa. Hal ini
menyebabkan terjadinya akulturasi budaya.
Secara sosiokultural, Indonesia mempunyai banyak persamaan umum
dengan negara negara tetangga. Misalnya, sama-sama merupakan negara
sedang berkembang, sama-sama sedang menghadapi masalah ledakan
penduduk, sama-sama berlandaskan kehidupan beragama, sama-sama
bekas negara jajahan, dan sebagian besar penduduknya mempunyai
persamaan ras.
Dengan melihat kondisi-kondisi sosial tersebut, tidak mengherankan
apabila bangsa-bangsa di Asia, umumnya dan Asia Tenggara, khususnya,
berupaya

memajukan

masyarakat

dan

memperbaiki

keadaan

sosiokulturalnya. Adanya kerja sama dan kontak sosial ini dapat dilihat
dengan dibentuknya ASEAN, Asean Games, dan berbagai bentuk kerja sama
lainnya.

4. Hubungan

Letak

Nusantara

dengan

Unsur

Geograf

Regional

Indonesia
Pengertian letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari
kenyataan di permukaan bumi. Menurut letak geografisnya Indonesia
terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua
samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak Indonesia yang
diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar
terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk.
1) Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Alam
Indonesia merupakan negara kepulauan yang merupakan pertemuan
dua samudra besar (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia) dan diapit
daratan luas (Benua Asia dan Australia). Hal itu berpengaruh terhadap
kondisi alam.
a. Wilayah Indonesia beriklim laut, sebab merupakan negara kepulauan,
sehingga

banyak

memperoleh

pengaruh

angin

laut yang

mendatangkan banyak hujan.


b. Indonesia memiliki iklim musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh
angin muson yang berembus setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal
ini menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.
2) Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Penduduk
Karena Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) antara
dua benua dan dua samudra, maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa
Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam
bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama.
b. Indonesia terletak di antara negara-negara berkembang, sehingga
memiliki banyak mitra kerja sama.
c. Lalu lintas perdagangan dan pelayaran di Indonesia cukup ramai,
sehingga

menunjang

perdagangan

sumber devisa negara.

di

Indonesia

dan menambah

d. Indonesia terletak di daerah tropis yang panasnya merata sepanjang


tahun dan hanya mempunyai dua musim, yaitu musim penghujan dan
musim

kemarau.

Tidak

adanya

musim

dingin

di

Indonesia

menyebabkan kehidupan pertanian, perikanan, dan peternakan dapat


berlangsung sepanjang tahun.
e. Karena terletak di antara dua

samudera

yang

sangat

ramai

pelayarannya, ditambah dengan adanya kekayaan flora, fauna, dan


sumber-sumber

mineral,

akan

sangat

menunjang

lalu

lintas

perdagangan dan menambah sumber devisa negara.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Letak astronomis Indonesia secara absolut pada 6 LU - 11 LS dan 95BT - 141BT dan
letak geografis terletak di antara benua Asia dan benua Australia serta di antara samudera
Hindia dan samudera Pasifik. Letaknya tersebut sangat memberikan dampak baik positif
maupun negatif bagi wilayahnya.
Letak negara Indonesia pada posisi silang, menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang
strategis. Dilalui oleh jalur perdagangan internasional baik melalui laut maupun udara. Salah
6

satu contohnya: karena terletak di antara dua samudera yang sangat ramai pelayarannya,
ditambah dengan adanya kekayaan flora, fauna, dan sumber-sumber mineral, akan sangat
menunjang lalu lintas perdagangan dan menambah sumber devisa negara.
Keadaan ini tentu saja dapat memberikan keuntungan bagi negara kita. Namun, letak
strategis ini tentu tidak hanya memberikan keuntungan. Di sini terdapat pula kerawanan yang
mengundang timbulnya kerugian, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, maupun
keamanan.
B. Saran
Letak Indonesia yang strategis ini hendaknya di manfaatkan secara maksimal tetapi
tetap memperhatikan kaidah norma-norma yang berlaku dan memperhatikan segi lingkungan
hidup serta di upayakan pelestarian pada kekhasan yang ada pada Indonesia ini. Semoga kita
dapat menjadi bangsa yang di ridhoi Allah Swt. dalam keberkahan melimpahnya sumber daya
alam pada negara tercinta ini.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://pembelajaran-ips.blogspot.com/search/label/Ips%20Terpadu

2. http://www.bukupr.com/
3. Buku Paket Geografi Erlangga SMA Kelas X