Anda di halaman 1dari 7

Identifikasi pasien.

Nama: ny. Mia kurniati


Umur : 20 thn
Jenis kelamin : perempuan
Anamnesis :
Keluhan utama :
pasien datang dengan keluhan nyeri di pergelangan kaki kiri.
Mekanisme trauma:
10 menit SMRS pasien mengalami kecelakaan lalulintas tunggal, pasien
terjatuh kesamping kiri saat menghindari lubang, dengan kec. 40km/jam.
Pingsan (-), mual (-), muntah (-), sesak napas (-)
Pemeriksaan fisik
A : Clear
B : RR: 24x/menit, napas spontan
C : TD: 110/70 mmHg, nadi : 112x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup,
kualitas baik, T: 36,3 C
D : E4M6V5
Kepala: normocephali
Mata: conjungtiva anemis (-) sklera ikterik (-)
Leher: pulsasi a. Carotis teraba
Thorax: simetris, retraksi (-), jejas (-), BJI/II (+) normal, murmur (-), galoop
(-), vesikuler (+) normal Regio Thorax dextra et sinistra
Abdomen: jejas (-), datar, bising usus (+) normal, lemas, nyeri tekan (+)
epigastium
Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 detik.
Status lokalis :
Regio maleolus lateral pedis sinistra
Look: deformitas (+) vulnus laceratum panjang 1cm, vulnus ekskoriatum,
eritem (+), perdarahan (+),
Feel: nyeri saat d pegang, krepitasi (+)
Move: nyeri saat di gerakkan

Regio cavum oris


Look: vulnus ekoriatum, eritem (+) perdarahan (-),
Feel: nyeri saat d pegang,
Move: nyeri saat di gerakkan
Diagnosis. Open fraktur maleolus lateral sinistra + vulnus ekskoriatum regio
sirkum oral
Penatalaksanaan :
Wound toilet
Bidai
Farmakologi
Ivfd RL gtt 20 x /m
Inj. Ketorolak 1 amp

Identifikasi pasien.
Nama: Ny. Sunaliah
Umur : 56 thn
Jenis kelamin : perempuan
Anamnesis :
Keluhan utama : pasien datang dengan keluhan luka di bibir, dan lutut serta
merasa senap di ulu hati sejak 15 menit SMRS
Mekanisme trauma:
15 menit yll, saat pasien menyebrang jembatan pasien terpeleset dengan
posisi tengkurap, bibir dan lutut terbentur aspal, Pingsan selama 5 menit,
mual (+), muntah (-), sesak napas (-)

Pemeriksaan fisik
A : Clear
B : RR: 20x/menit, napas spontan
C : TD: 140/90 mmHg, nadi : 88x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup,
kualitas baik, T: 36,8 C
D : E4M6V5
Kepala: normocephali,
Mata: conjungtiva anemis (-) sklera ikterik (-)
Leher: pulsasi a. Carotis teraba
Thorax: jejas (-), simetris, retraksi (-), jejas (-), BJI/II (+) normal, murmur (-),
galoop (-), vesikuler (+) normal Regio hemithorax dextra et sinistra
Abdomen: jejas (-), datar, bising usus (+) normal, lemas, nyeri tekan (+)
epigastium
Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 detik.
Status lokalis :
Regio cavum oral inferior
Look: vulnus laceratum panjang 2cm dalam 1 cm, eritem (+), perdarahan
(+),
Feel: nyeri saat d pegang
Move: tidak ada kelainan.
Regio genu dextra et sinistra
Look: eritem (+), vulnus ekskoriatum 5x5 cm, deformitas (-), perdarahan
minimal,
feel: nyeri saat dipegang (+)
move: sendiri lutut nyeri saat di gerakkan.
Diagnosa : vulnus laceratum regio cavum oris inferior + vulnus ekskoriatum
regio genu dextra et sinistra
Penatalaksanaan :
Wound toilet
Hecting

Farmakologi
Cefotaxime 3x1
Asam mefenamat 3x1

Identifikasi pasien.
Nama: jhoni
Umur : 20 thn
Jenis kelamin : laki-laki
Anamnesis :
Keluhan utama : pasien datang dengan keluhan luka tusuk di punggung
dan kepala sejak 15 menit SMRS
Mekanisme trauma:
15 menit yll, saat sedang mengamen tiba2 pasien di tikam oleh seorang
yang tidak di kenal dari arah belakang, pasien menderita luka tusuk

sebanyak 3 tusukkan. 2 luka tusukkan di punggung dan satu di kepala


bagian belakang. Pasien mengaku mengaku mengalami perdarahan cukup
banyak. Pingsan (-), mual (-), muntah (-), sesak napas (-)
Pemeriksaan fisik
A : Clear
B : RR: 22x/menit, napas spontan
C : TD: 100/60 mmHg, nadi : 96x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup,
kualitas baik, T: 36,8 C
D : E4M6V5
Kepala: normocephali, lihat distatus lokalis
Mata: conjungtiva anemis (-) sklera ikterik (-)
Leher: pulsasi a. Carotis teraba
Thorax: simetris, retraksi (-), jejas (-), BJI/II (+) normal, murmur (-), galoop
(-), vesikuler (+)
Abdomen: datar, bising usus (+) normal, lemas, nyeri tekan (-)
Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 detik.
Pasien menolak untuk di rongten
Status lokalis :
Regio : truncus posterior
Look: terdapat 2 vulnus punctum masing masing panjang 2cm, lebar 0,5
cm kedalaman 2 cm. deformitas (-), perdarahan (+), eritem
feel: nyeri saat dipegang (-)
move: tidak ada kelainan
Regio occipitalle
Look: vulnus punctum panjang 3cm, lebar 0,5 cm kedalaman 1 cm.
deformitas (-), perdarahan (+), eritem
feel: nyeri saat dipegang (-)
move: tidak ada kelainan
Diagnosa : vulnus punctum multiple regio truncus posterior et occipitalis

Penatalaksanaan :
Wound toilet
Hecting 6 jahitan
Farmakologi
ATS pasien menolak untuk d inj. Obat
Cefixime 3x1
Asam mefenamat 3x1