Anda di halaman 1dari 5

Nama : Setyo Hendharu

NIM : 201412037
Kelas : 4A / S1 Administrasi RS

KELEMBAGAAN K3 RS di Rumah Sakit


LATAR BELAKANG
Rumah sakit merupakan suatu bentuk badan usaha di bidang jasa yang meliputi
komponen manusia,m e s i n , p e r a l a t a n d a n e n e r g y y a n g m e r u p a k a n a s s e t
u n t u k d a p a t m e n c a p a i t u j u a n y a n g t e l a h ditetapkan, sehingga dapat
meningkatkan produktivitas kerja yang lebih baik.Dengan demikian diperlukan upayaupaya agar setiap pegawai dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya
sendiri maupun pegawai lainnya dan lingkungan rumah sakit.U p a ya t e r s e b u t d i a t a s
meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan,
o l e h karenanya harus dilakukan identifikasi permasalahan, evaluasi dan tindak lanjut yang
harus segeradilakukan.Kegiatan-kegiatan K3 rumah sakit harus dapat meminimalkan
terjadinya penyakit akibat kerja dankecelakaan akibat kerja serta memberikan rasa aman
akan adanya bencana dan kebakaran.Berdasarkan hal tersebut di atas maka dipandang perlu
untuk menunjuk dan mengangkat Panitia K3Rumah Sakit yang merupakan organisasi
non structural, yang terdiri dari tenaga staf dan tenaga penunjang.

KELEMBAGAAN K3
Adalah sebuah organisasi / badan swasta independent, non pemerintah yang bergerak
di bidang pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), beranggotakan perusahaan
dan lembaga usaha berbadan hukum di Indonesia. Lembaga K3 yang ada di Indonesia pada
saat ini adalah : P2K3, DK3N dan PJK3.

Dasar hukum
pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) ialah Permenaker
RI Nomor PER.04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja.
pasal 2
Tempat kerja dimana pengusaha/pengurus memperkerjakan 100 (seratus) orang atau
lebih, atau tempat kerja dimana pengusaha/pengurus memperkerjakan kurang dari 100
(seratus) tenaga kerja namun menggunakan bahan, proses dan instalasi yang memiliki resiko
besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif
pengusaha/pengurus wajib membentuk P2K3.

Tugas Pokok :
1. Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kerja, Pemeriksaan Berkala dan Pemeriksaan
Khusus
2. Pembinaan Dan Pengawasan Atas Penyesuaian Pekerjaan Terhadap Tenaga Kerja.
3. Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Lingkungan Kerja.
4. Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Perlengkapan Saniter.
5. Pembinaan Dan Pengawasan Perlengkapan Untuk Kesehatan Tenaga Kerja.
6. Pembinaan Dan Pengawasan Terhadap Tenaga Kerja Yang Mempunyai Kelainan
Tertentu Dalam Kesehatannya.

MAKSUD DAN TUJUAN


Pe mbentukan Panitia K3 ber maksud untuk me nentukan dan me mbagi
t u g a s , w e w e n a n g , d a n tanggung jawab dalam melakukan pengawasan, pengkoordinasian
dan pengendalian kegiatan K3 diRumah Sakit terhadap seluruh pegawai, dokter, pasien dan
pengunjung lainnya.Kepanitian K3 dibentuk bertujuan untuk menciptakan kondisi sehat, aman
dari kecelakaan kerja danlingkukangan yang nyaman bagi pegawai sehingga
produktivitas kerja meningkat dan rasa aman dari bahaya kebakaran dan bencana
lainnya.

1. Terciptanya cara kerja dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman


2. Meningkatkan derajat kesehatan karyawan RS
PROSEDUR PEMBENTUKAN PANITIA K3
Panitia K3 rumah sakit (PK3RS) ditunjukt dan diangkat langsung
o l e h D i r e k t u r R u m a h S a k i t berdasarkan pada usulan-usulan dan
pertimbangan yang disampaikan oleh Wakil Direktur Umumdengan tetap
memperhatikan prestasi kerja masing-masing PK3RS, kemudian ditetapkan
dalamsurat Keputusan Direktur Rumah Sakit.

STRUKTUR ORGANISASI
PK3RSRSIA HERMINA PODOMORO
DIREKTUR
Rumah Sakit

Ketua K3
Rumah Sakit
Sekretaris
PK3RS

STAF PK3RS
Tim Keselamatan Kerja
TimPenanggulanganKerja
Tim KewaspadaanBencana

Pendukung PK3RS

Fungsi K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) antara lain :


1. Menghimpun dan mengolah data mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
di tempat kerja.
2. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja mengenai :
o

Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan


K3 termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara menanggulanginya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja.

Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kerja yang bersangkutan.

Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

3. Membantu Pengusaha/Pengurus dalam :


o

Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.

Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap Keselamatan dan


Kesehatan Kerja.

Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK)


serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan kerja,


higiene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomi.

Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan


makanan di perusahaan.

4. Tugas dan Tanggung Jawab


KETUAPanitia K3
Rumah Sakit mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Direktur mengenai masalah K3.
2. Menghimpun dan mengolah segala data atau permasalahan K3 di tempat kerja
masing-masing bidang / bagian.
3. Mendorong ditingkatkannya penyuluhan, pengawasan, pendidikan dan latihan
serta penelitianK3.
4. Tercapainya sasaran untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja di rumah
sakit.
5. Bertanggungjawab langsung kepada direktur Rumah Sakit.
STAF Panitia K3RS mempunyai tugas sebagai berikut :
Bertanggungjawab langsung kepada Ketua Panitia K3 RS.
Bertanggungjawab meyusun dan menetapkan program PK3RS sesuai
kedudukannya dalamtim di staf.
Bertugas melaksanakan kegiatan yang telah tersusun dalam program
PK3RS.
Membuat evaluasi pelaksanaan kegiatan program dan disampaikan
kepada ketua PK3RS.
SEKRETARIS
Membuat laporan ke Disnakertrans setempat maupun instansi lain yang
bersangkutan dengan kondisi dan tindakan bahaya di tempat kerja. Mencatat
data-data yang berhubungan dengan K3 serta memberikan bantuan/saran-saran
yang diperlukan oleh seksi-seksi demi suksesnya program-program K3.
PENDUKUNG PK3RS,
mempunyai tugas sebagai berikut :
o Bertugas melaksanakan kegiatan kegiatan program PK3RS.
o Bertugas memberikan usulan / saran untuk peningkatan pelaksanaan
program PK3RS.
o Bertanggungjawab kepada Ketua PK3RS.