Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH FITOKIMIA

GLIKOSIDA ISOTIOSIANAT
Dosen :

Di Susun Oleh :

Nathasya Asyiva
Maya Rosalina
Dormian Simanjuntak
Alpinna Aditia

(13330016)
(13330018)
(13330019)
(13330022)

FAKULTAS FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA SELATAN
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun Panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas kehendakNyalah makalah Fitokimia dengan judul Glikosida Isotiosianat ini dapat diselesaikan dengan
baik.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penyusun tidak terlalu banyak mengalami
kesulitan, karena penyusun pun mendapatkan berbagai bimbingan dari beberapa pihak yang
pada akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Semoga dengan adanya makalah ini dapat
menambah ilmu pengetahuan para pembaca tentang Glikosida Isotiosianat.
Dan pada Akhirnya kepada Allah jualah penyusun mohon taufik dan hidayah, semoga
usaha kami mendapat manfaat yang baik, serta mendapat ridho Allah SWT. Amin ya rabbal
alamin.

Jakarta, Juni 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman judul

...

Kata pengantar

...

ii

Daftar isi

...

iii

..........................................................

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan masalah

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Glikosida


2.2 Pengelompokan Glikosida berdasarkan ikatan antara glikon dan aglikon
2.3 Penggolongan Glikosida
2.4 Biosintesis Glikosida
2.5 Jenis-Jenis Gula

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Pengertian Glikosida Isotiosianat
3.2 Biosintesis Glikosida Isotiosianat

BAB IV KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan

................................................................

13

DAFTAR PUSTAKA

................................................................

14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Glikosida adalah senyawa yang terdiri atas gabungan dua bagian senyawa, yaitu gula
dan bukan gula. Keduanya dihubungkan oleh suatu bentuk ikatan berupa jembatan oksigen
(O glikosida, dioscin), jembatan nitrogen (N-glikosida, adenosine), jembatan sulfur (Sglikosida, sinigrin), maupun jembatan karbon (C-glikosida, barbaloin). Bagian gula biasa
disebut glikon sedangkan bagian bukan gula disebut sebagai aglikon atau genin. Apabila
glikon dan aglikon saling terikat maka senyawa ini disebut sebagai glikosida.
Glikosida Isotiosianat merupakan glikosida dengan aglikon berupa isotiosianat.
Aglikon ini meungkin derivat alifatik atau aromatik.

Biji-biji dari beberapa tanaman

cruciferae mengandung glikosida ini. Sebagai contoh dari glikosida ini adalah sinigrin dari
black mustard, sinalbin dari white mustard, dan gluconapin dari rape seed. Hasil hidrolisis
dari glikosida ini adalah minyak mustard. Meskipun kandungan minyak lemak dari biji-biji
tersebut lebih besar daripada kadar minyak atsirinya, yang terbentuk dari hasil hidrolisisnya,
tetapi khasiat dari obat ini ditentukan oleh minyak atsirinya.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian dari Glikosida?
1.2.2 Apa pengertian dari Glikosida Isotiosianat?
1.2.3 Bagaimana Biosintesis dari Glikosida Isotiosianat?
1.2.4 Apa saja sifat fisika-kimia dari Glikosida Isotiosianat?
1.2.5 Apa saja manfaat dari Glikosida Isotiosianat?
1.2.6 Bagaimana metode dan isolasi dari Glikosida Isotiosianat?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Glikosida


Glikosida merupakan salah satu kandungan aktif tanaman yang termasuk dalam
kelompok metabolit sekunder. Di dalam tanaman glikosida tidak lagi diubah menjadi
senyawa lain, kecuali bila memang mengalami peruraian akibat pengaruh lingkungan luar
(misalnya terkena panas dan teroksidasi udara).
Glikosida adalah senyawa yang terdiri atas gabungan dua bagian senyawa, yaitu gula
dan bukan gula. Keduanya dihubungkan oleh suatu bentuk ikatan berupa jembatan oksigen
(O glikosida, dioscin), jembatan nitrogen (N-glikosida, adenosine), jembatan sulfur (Sglikosida, sinigrin), maupun jembatan karbon (C-glikosida, barbaloin). Bagian gula biasa
disebut glikon sedangkan bagian bukan gula disebut sebagai aglikon atau genin. Apabila
glikon dan aglikon saling terikat maka senyawa ini disebut sebagai glikosida.

2.2 Pengelompokan Glikosida berdasarkan ikatan antara glikon dan aglikon


Pengelompokan glikosida berdasarkan ikatan antara glikon dan aglikon dapat dibagi
menjadi empat, yaitu:
1. O-glikosida, jika glikon dan aglikonnya dihubungkan oleh atom O, contohnya : salisin.
2. S-glikosida, jika glikon dan aglikonnya dihubungkan oleh atom S, contohnya : sinigrin.
3. N-glikosida, jika glikon dan aglikonnya dihubungkan oleh atom N, contohnya kronotosida.
4. C-glikosida, jika glikon dan aglikonnya dihubungkan oleh atom C, contohnya : barbaloin
(Farnsworth, 1966).

2.3 Penggolongan Glikosida


Penggolongan Glikosida terdiri dari: glikosida sianogenik, glikosida saponin,
glikosida isotiosianat ( glukosinolat), glikosida antrakinon, glikosida tannin, glikosida
flavonol, glikosida resin, glikosida jantung, glikosida alcohol, glikosida aldehid, glikosida
fenol dan glikosida lakton.

2.4 Biosintesis Glikosida


Apabila bagian aglikon dari suatu glikosida juga merupakan gula, maka glikosida ini
disebut hollosida, sedang kalau bukan gula disebut heterosida. Pembicaraan tentang
biosintesa dari heterosida umumnya terdiri dari dua bagian yang penting. Yang pertama
adalah reaksi umum bagaimana bagian gula terikat dengan bagian aglikon, diperkirakan
reaksi transfer ini sama pada semua sistem biologik. Ini kemudian dilanjutkan dengan
pembicaraan secara mendetail tentang jalannya reaksi biosintesa untuk berbagai jenis aglikon
yang akan menyusun glikosida.

2.5 Jenis-Jenis Gula


Glikosida sering diberi nama sesuai bagian gula yang menempel didalamnya dengan
menambahkan kata oksida. Sebagai contoh, glikosida yang mengandung glukosa disebut
glukosida, yang mengandung arabinosa disebut arabinosida, yang mengandung galakturonat
disebut galakturonosida, dan seterusnya.
Gula yang sering menempel pada glikosida adalah -D-glukosa. Meskipun demikian
ada juga beberapa gula jenis lain yang dijumpai menempel pada glikosida misalnya ramnosa,
digitoksosa dan simarosa. Bagian aglikon atau genin terdiri dari berbagai macam senyawa
organik, misalnya triterpena, steroid, antrasena, ataupun senyawa-senyawa yang mengandung
gugus fenol, alkohol, aldehid, keton dan ester.
Secara kimiawi, glikosida adalah senyawa asetal dengan satu gugus hidroksi dari gula
yang mengalami kondensasi dengan gugus hidroksi dari komponen bukan gula. Sementara
gugus hidroksi yang kedua mengalami kondensasi di dalam molekul gula itu sendiri
membentuk lingkaran oksida. Oleh karena itu gula terdapat dalam dua konformasi, yaitu
bentuk alfa dan bentuk beta maka bentuk glikosidanya secara teoritis juga memiliki bentuk
alfa dan bentuk beta. Namun dalam tanaman ternyata hanya glikosida bentuk beta saja yang
terkandung didalamnya. Hal ini didukung oleh kenyataan bahwa emulsion dan enzim alami
lain hanya mampu menghidrolisis glikosida yang ada pada bentuk beta.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Glikosida Isotiosianat


Glikosida Isotiosianat merupakan glikosida dengan aglikon berupa isotiosianat.
Aglikon ini meungkin derivat alifatik atau aromatik.

Biji-biji dari beberapa tanaman

cruciferae mengandung glikosida ini. Sebagai contoh dari glikosida ini adalah sinigrin dari
black mustard, sinalbin dari white mustard, dan gluconapin dari rape seed.
Hasil hidrolisis dari glikosida ini adalah minyak mustard.

Meskipun kandungan

minyak lemak dari biji-biji tersebut lebih besar daripada kadar minyak atsirinya, yang
terbentuk dari hasil hidrolisisnya, tetapi khasiat dari obat ini ditentukan oleh minyak
atsirinya.

3.2 Tanaman yang Mengandung Glikosida Isotiosianat


3.2.1 Black Mustard
Black Mustard diperoleh dari biji masak kering dari Brassica nigra atau Brassica
juncea (Fam. Cruciferae).

Biji ini berbentuk bola dengan garis tengah 1-1,6 mm. Biji ini

dengan basa akan menjadi lebih kuning cerah. Biji ini mengadung sinigrin dan mirosin.
Setelah maserasi dengan air akan menghasilkan 0,7-1,3% minyak atsiri. Minyak atsiri ini
terdiri dari 90% alil isotiosianat. Biji juga mengandung 27% meinyak lemak, 30% minyak
protein, mucilago dan runutan sinapin hidrogen sulfat, abu 4,2-5,7%.
3.2..2 White Mustard
White Mustard mengandung glukosida sinalbin dan mirosin.

Bila basah terjadi

penguraian dengan pemberukan isotiosianat, sinapin hidrogen sulfat dan glukosa.


Isotiosianat adalah cairan seperti minyak yang berasa pedas dan sifat rubefasient, tetapi
karena mudah menguap tidak memberikan tajam dari alil isotiosianat. Sinapin hidrogen
sulfat yang juga terdapat dalam mustard hitam, adalah garam alkaloid yang tidak stabil Biji
juga mengandung kira-kira 30% minyak lemak, 25% protein,d an mucilago, serta abu 4%.

Pemakaian mustard terutama dalam bentuk plaster, rubefacient, dan counter-irritant.


Dosis besar mempuyai daya kerja emetika.

Kedua varietas tersebut digunakan sebagai

rempah.

3.3 Biosintesa Glikosida Isotiosianat


Aglikon dari glikosida isotiosianat dapat merupakan senyawa alifatik
atau turunan aromatik. Penelitian dengan radio isotop telah menunjukkan
bahwa aglikon yang berupa senyawa alifatik biosintesanya dapat melalui
Acetate Pathway sedang yang aromatik melalui Shikimic Acel Pathwey.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Didik. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid 1.

Penebar Swadaya. Jakarta.


Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.
Tim Dosen. Farmakognosi I. Fakultas Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam UNHAS. Makassar.


http/www. Google.co.id/ glycoside.
http/www.google.com/glikosida-isotiosianat