Anda di halaman 1dari 12

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah


Seiring berjalannya waktu maka persediaan sumber energi di bumi kita akan
semakin menipis, seperti halnya batu bara yang lama kelamaan akan habis karena
terus di ambil untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia ataupun negara lain.
Hal inilah yang membuat peneliti terdorong untuk menemukan sumber energi
lain yang lebih efisien, dalam penelitian ini peneliti menggunakan buah apel , jeruk
dan kentang sebagai bahan percobaan, selain mudah di jumpai, ternyata apel jeruk
dan kentang tersebut berpotensi untuk menghaslkan energi listrik karena di dalamnya
terdapat kandungan elektrolit.

B. Rumusan Masalah
Objek penelitian ini adalah buah apel,jeruk,dan kentang, karena di dalamnya
terdapat larutan elektrolit yang mampu bereaksi apabila di hubungkan dengan
elektroda. Sebelumnya, terlabih dahulu kita harus mengetahui tentang elektroda dan
elektrolit. Elektroda dalam sel elektrokimia dapat disebut sebagai anoda atau katoda,
kata-kata yang juga diciptakan oleh Faraday. Anoda ini didefinisikan sebagai
elektroda di mana elektron datang dari sel elektrokimia dan oksidasi terjadi, dan
katoda didefinisikan sebagai elektroda di mana elektron memasuki sel elektrokimia
dan reduksi terjadi. Setiap elektroda dapat menjadi sebuah anoda atau katoda

tergantung dari tegangan listrik yang diberikan ke sel elektrokimia tersebut. Elektroda
bipolar adalah elektroda yang berfungsi sebagai anoda dari sebuah sel elektrokimia
dan katoda bagi sel elektrokimia lainnya.
Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan
selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom -atom
bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa
senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam.
Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu
misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam,
basa dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen
polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai
contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur.
NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan
aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat
berfungsi sebagai elektrolit.
Oleh karena itu, apabila elektrolit dapat dihasilkan dari yang bersifat asam dan basa
maka apel,jeruk,dan kentang dapat digunakan sebagai elektrolit, karena telah
diketahui bahwa apel dan jeruk bersifat asam dan kentang bersifat basa.Sedangkan
untuk elektroda bisa menggunakan seng dan tembaga karena seng dan tembaga
merupakan penghantrar arus listrik yang baik.
Berdasarkan uraian tersebut maka dihasilkan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut :

1. Apakah apel,jerukdan kentang mampu menghasilkan arus listrik?


2. Apabila dibandingkan antara ketiganya, manakah yang menghasilkan arus
listrik lebih besar?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan umum :
Untuk mengetahui cara menghasilkan energi listrik dengan bahan apel dan jeruk.
Tujuan khusus :
a.
b.

Untuk mengetahui kandungan apel,jeruk,dan kentang


Untuk mengetahui seberapa besar energi listrik yang di hasilkan apel, jeruk

dan kentang.
D. Manfaat Penelitian
1. Menambah wawasan peneliti tentang pemanfaatan apel,jeruk,dan
kentang
2. Dapat membantu mengatasi kekurangan energi listrik.

BAB II

Kajian Pustaka

Materi yang mendasari


Apel (Pyrus malus) dapat hidup subur di daerah yang mempunyai temperatur
udara dingin. Tumbuhan ini di Eropa dibudidayakan terutama di daerah subtropis
bagian Utara. Sedang apel lokal di Indonesia yang terkenal berasal dari daerah
Malang, Jawa Timur. Atau juga berasal dari daerah Gunung Pangrango, Jawa Barat.
Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan
pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan apel dikatagorikan sebagai salah satu anggota keluarga mawar-mawaran
dan mempunyai tinggi batang pohon dapat mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat
mirip dengan daun tumbuhan bunga mawar. Berbentuk bulat telur dan dihiasi gerigigerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada
sekitar bulan Juli. Buah apel yang berukuran macam-macam tersebut sebenarnya
merupakan bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang
padat dan berisi.
Apel banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti
fitokimian, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat
dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit.

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggotamarga Citrus


dari suku Rutaceae (sukujeruk-jerukan).Anggotanya

berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar,
meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam
berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua
anggotanya.
Sebutan "jeruk" kadang-kadang juga disematkan pada beberapa anggota
marga lain yang masih berkerabat dalam suku yang sama, seperti kingkit. Dalam
bahasa sehari-hari, penyebutan "jeruk" atau "limau" (di Sumatra dan Malaysia)
seringkali berarti "jeruk keprok" atau "jeruk manis". Di Jawa, "limau" (atau "limo")
berarti "jeruk nipis".
Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan
menghasilkan hibrida antar spesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter
yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali
menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya,
karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul.
Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian
terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella
(kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan
dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu
Citrus dan Papeda.
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah
busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke

barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan lemon berasal dari Asia Timur,
sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.
Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan,
wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan
wewangian/parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu sumber utama


karbohidrat, yang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa
Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh
penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman
pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk.
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku solanaceae yang
memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang
sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada
awalnya didatangkan dari Amerika selatan..

Selain penjelasan di atas, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa di


dalam buah apel,jeruk,dan kentang terdapat elektrolit yang mampu menghasilkan
listrik.Jadi buah apel,jeruk,dan kentang dapat kita rangkai menjadi sebuah baterai.
Caranya, baterai apel ,jeruk dan kentang disusun secara seri. Pelat seng dari apel /
jeruk / kentang pertama dihubungkan dengan pelat tembaga dari apel / jeruk / kentang

yang kedua. Pelat seng apel / jeruk / kentang kedua dihubungkan dengan pelat seng
apel / jeruk / kentang ketiga, dan begitu seterusnya.
Karena dalam buah apel dan jeruk terdapat cairan asam dan dalam kentang
terdapat cairan basa yang berfungsi sebagai elektrolit maka pada rangkaian tersebut
akan terjadi arus listrik dari pelat tembaga menuju pelat seng, hal ini membuktikan
bahwa rangkaian ini mneghasilkan energi listrik. Untuk mendapat arus listrik yang
besar diperlukan buah apel,jeruk,dan kentang yang lebih banyak.

Kerangka Berpikir
Apel , Jeruk , Kentang
Elektroda (seng dan tembaga)
LED
Kabel penghubung
Tusukkan elektroda
Hubungkan dengan kabel
Kabel dihubungkan dengan LED
Baterai yang dapat menghidupkan lampu LED

Hipotesis
Apel , Jeruk , Kentang dapat menghasilkan energi listrik.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat danWaktu Penelitian


Waktu penelitian berlangsung selama dua minggu. Kegiatan pertama dimulai pada
minggu pertama bulan juni 2011 dan berakhir pada minggu keempat bulan juni 2011.
dalam waktu dua minggu itu digunakan untuk untuk berbagai kegiatan yang
berhubungan dengan penelitian. Penelitian dilaksanakan di rumah peneliti. Karena
alat-alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian tersedia di lingkungan rumah.

B. Teknik Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data adalah dengan cara experimen. Dengan menggunakan alat
dan bahan sebagai berikut:
C. Alat dan bahan :
1. Cara kerja pada buah apel :
a. Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada buah apel
b. Hubungkan kedua pelat dengan kabel

2. Cara kerja pada buah jeruk :


a. Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada buah jeruk
b. Hubungkan kedua pelat dengan kabel

3. Cara kerja pada kentang :

a. Tancapkan pelat tembaga dan pelat seng pada kentang.


b. Hubungkan kedua pelat dengan kabel.

Untuk menguji voltasenya kita dapat menggunakan multimeter,


Rancangan Pembuatan
1.

Cara menghubungkan kabel dengan kawat tembaga dan seng jika ingin merangkai
serinya yaitu: CU-ZN-CU-ZN-CU-ZNdan japitkan capit buaya pada kabel pada
tembaga dan seng tersebut.

2.

Dan hubungkan pada lampu LED.

3.

Maka telah dihasilkan baterai apel, jeruk, dan kentang. hal ini membuktikan bahwa
apel, jeruk, kentang dapat menghasilkan arus listrik dan bisa menjadi pengganti
elektrolit, elemen ini disebut dengan elemen galvani.

Instrumen (Alat Pengumpulan Data)


Instrument pengumpul data yang digunakan berupa table perekaman hasil
experiment atau percobaan.

Pengujian Alat

Buah yang di

Besar tegangan yang


Jumlah yang di pakai

pakai
Apel

1 buah

Reaksi LED
dihasilkan
0,1 volt

tidak nyala

2 buah
6 buah
12 buah
24 buah

0,2 volt
0,6 volt
1,2 volt
2,4 volt

tidak nyala
tidak nyala
tidak nyala
Nyala

Jeruk

1 buah
2 buah
3 buah

0,9 volt
1,8 volt
3,6 volt

tidak nyala
tidak nyala
Nyala

Kentang

1 buah
2 buah
3 buah
4 buah

0,5 volt
1,0 volt
1,5 volt
2,0 volt

tidak nyala
tidak nyala
tidak nyala
Nyala

Penjelasan :

1. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai apel dibutuhkan 24


buah apel yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai
katoda.
2. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai jeruk dibutuhkan 3
buah jeruk yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai
katoda.
3. Untuk menyalakan sebuah lampu LED dengan baterai kentang dibutuhkan 4
buah kentang yang di rangkai secara seri dengan tembaga dan seng sebagai
katoda.