Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PROYEK ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN (BI2103)

ANATOMI IKAN (Cyprinus carpio), KATAK (Rana macrodon),


KADAL (Mabouya multifasciata), BURUNG MERPATI
(Columbia livia), DAN MENCIT (Mus musculus)

Tanggal Praktikum: 7 September 2016


Tanggal Pengumpulan: 14 September 2016
Disusun oleh:
Nadia Fairuz Aprilia
10615038
Kelompok 10

Asisten:
Titis Setiyobudi/10614058

PROGRAM STUDI BIOLOGI


SEKOLAH ILMU TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Vertebrata adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. Tulang
belakang adalah tulang yang beruas-ruas dan berderet dari leher sepanjang
punggung sampai ekor. Tubuh vertebrata sangat identik dengan tubuh
manusia, dapat dilihat dari sistem organ dan fungsinya. Hal itulah yang
mempermudah dalam mempelajari sistem organ yang ada pada manusia,
dengan menggunakan tubuh hewan vertebrata sebagai objek pengamatan
berkaitan dengan susunan tubuhnya. Pengamatan terhadap hewan vertebrata
merupakan suatu hal yang penting karena dengan melakukan pengamatan
pada hewan vertebrata, selain kita dapat mengetahui organ organ penyusun
sistem pada tubuhnya, kita juga dapat mengidentifikasi jenis hewan, jenis
kelamin, ciri khasnya dan apabila hewan vertebrata tersebut memerlukan
pertolongan, ilmu pengamatan anatomi ini bisa dijadikan acuan bagian mana
yang bisa langsung memengaruhi kesembuhan hewan. Hal ini juga sebagai
sarana untuk membantu melestarikan hewan-hewan vertebrata yang hampir
punah.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Menentukan morfologi dan nama nama organ penyusun sistem
kardiovaskular pada vertebrata (ikan, katak, mencit, burung dan kadal)
2. Menentukan morfologi dan nama nama organ penyusun sistem respirasi
pada vertebrata (ikan, katak, mencit, burung dan kadal)
3. Menentukan morfologi dan nama nama organ penyusun sistem pencernaan
pada vertebrata (ikan, katak, mencit, burung dan kadal)
4. Menentukan morfologi dan nama nama organ penyusun sistem urogenital
pada vertebrata (ikan, katak, mencit, burung dan kadal)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Terdapat beberapa istilah pada anatomi hewan vertebrata yaitu habitus,


situs solitus dan situs viscerum. Habitus adalah kenampakan dari suatu hewan
sebelum dibedah. Dapat dilihat anatomi eksternal hewan tersebut. Situs solitus
merupakan kenampakan hewan vertebrata setelah dibedah namun belum diurai
bagian bagiannya. Jadi dapat dilihat berbagai macam organ yang mendukung
berbagai sistem organ. Sedangkan situs viscerum adalah setelah dibedah dan
diurai satu persatu sehingga kita dapat melihat dengan lebih jelas organ-organ
tersebut (Martini,2011).

2.1 Anatomi Ikan


Ikan merupakan hewan vertebrata akuatik yang memiliki organ berbeda
seperti insang sebagai organ respirasi (Wittenberg, 1958). Ikan bergerak dan
menjaga keseimbangan tubuhnya dengan menggunakan sirip sirip . Morfologi
ikan ada bermacam macam, tetapi morfologi dasar adalah terdiri dari badan,
kepala, dan juga ekor. Pada bagian kepala ikan, terdapat organ mata (organon
visus), mulut (rima oris), lekuk hidung (fovea nasalis), dan tutup insang
(operculum). Pada sebagian ikan juga terdapat sungut dan antena. Fungsi hidung
pada ikan bukan untuk pernafasan melainkan untuk penciuman. Operculum atau
tutup insang yang terdapat diantara kepala dan tubuerguna untuk melindungi
insang. Namun pada ikan elasmobranchia tidak mempunyai tutup insang
(Rahardjo, 1985).

Gambar 2.1 Anatomi Ikan


(Safary, 2015)
2.2 Anatomi Kadal
Kadal merupakan hewan berkaki empat, kebanyakan hidup di atas tanah
berumput. Umumnya memiliki kulit mengkilap dan berwarna kehijauan sampai
coklat. Kulit kadal yang bersisik memudahkannya untuk beradaptasi dengan
tempat yang kering. Kulit kadal juga tidak berfungsi untuk pertukaran gas
sehingga tidak ada percampuran darah dalam dan darah berasal dari luar.
Fertilisasi reptil terjadi secara internal dan sebagian besar dari reptil bersifat
ovovivipar dan telur berkembang di luar tubuh (Miller, 1959).

Gambar 2.2 Anatomi Kadal


(Review, 2015)

2.3 Anatomi Katak


Katak memiliki organ organ khusus untuk menunjang kehidupannya,
menurut para ilmuan penyebab katak dianggap sebagai hewan peralihan dari air
ke darat karena katak memiliki tiga ruang pada jantung yaitu dua atrium dan satu
ventrikel (Akester, 1954), sedangkan mahluk darat hanya memiliki empat ruang
dan makhluk hidup air seperti ikan yang hanya memiliki dua ruang. Paru-paru
katak tidak berpembuluh sehingga terlihat transparan. Katak memiliki bola mata
yang besar dan nostril yang langsung menembus mulutnya.

Gambar 1.3 Anatomi Katak


(Barret, 2012)
2.4 Anatomi Burung
Tubuh burung terbagi atas caput, cervix, truncus dan caudal. Caputnya
relative kecil, terdapat paruh yang dibentuk oleh maksilla dan mandibula, nares
terletak pada bagian lateral paruh bagian atas. Burung biasanya mempunyai
tembolok yang berfungsi untuk menyimpan makanannya untuk sementara waktu.
Selain itu, anggota badan (extrimitas) yang seluruhnya tertutup bulu kecuali pada
paruh dan kakinya. Kakinya dapat digunakan untuk berjalan, bertengger maupun
berenang (dengan selaput interdigital). Ciri khas lain dari burung adalah adanya
pundi pundi udara untuk membantunya bernapas saat sedang terbang. Selain itu
juga pundi-pundi udara berfungsi untuk membantu memperbesar siring (sumber

suara) sehingga suaranya menjadi lebih keras, menyelubungi organ di dalam agar
tidak terasa dingin, mencegah hilangnya panas tubuh secara berlebihan, dan
memperbesar atau memperkecil berat jenis tubuh saat berenang (Ritchison, 2007).

Gambar 2.2 Anatomi Burung


(Shipley, 1901)
2.5 Anatomi Mencit
Mencit merupakan mamalia quadripedal yang memiliki ekor yang
berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh. Karena mencit termasuk mamalia,
organnya tidak jauh berbeda dengan organ manusia, biasanya mencit dijadikan
objek uji dibidang kesehatan (Hildebrand, 1995).

Gambar 2.3 Anatomi Mencit


(Hildebrand, 1995)

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang dipakai dalam praktikum ini terdapat dalam
Tabel 3.1
Tabel 3.1 Alat dan bahan praktikum

Alat
Mikroskop cahaya
Mikroskop bedah
Scalpel
Gunting bedah
Jarum pentul
Jarum jara
Pinset
Baki dan papan styrofoam

Bahan
Ikan Mas
Kadal
Katak
Mencit
Burung

3.2 Cara Kerja


3.2.1 Prosedur Pembedahan Ikan
Diposisikan di styrofoam dengan bagian anterior terletak di sebelah
kiri dan posterior di sebelah kanan. Lalu ditusuk bagian ekor dan di dekat
insang dengan menggunakan jarum pentul. Kemudian, digunting mulai
dari anus hingga bagian anterior dekat insang. Dilanjutkan ke atas menuju
bagian dorsal hingga sejajar vertebra. Selanjutnya digunting kearah
posterior mengikuti batas rongaa abdomen hingga kembali ke anus. Otot
yang terpotong dilepaskan sehingga anatomi hewan dapat diamati.
3.2.2 Prosedur Pembedahan Katak
Diposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral menghadap ke
atas. Ditusuk kaki belakang dan kaki depannya dengan menggunakan
jarum pentul. Pinset digunakan untuk menarik kulit perut katak, digunting
kulitnya saja dari arah posterior menuju anterior sampai bagian thoraks. Di

setiap ujung, digunting ke arah tangan dan kaki sehingga dapat dibuka
seperti dua daun jendela. Pinset digunakan untuk menarik daging perut
dari arah posterior menuju anterior sampai bagian thoraks. Di setiap ujung,
digunting ke arah tangan dan kaki sehingga dapat dibuka seperti dua daun
jendela. Lalu diamati bagian-bagian anatomi katak.
3.2.3 Prosedur Pembedahan Kadal
Diposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral menghadap ke
atas. Ditusuk kaki belakang dan kaki depannya dengan menggunakan
jarum pentul. Pinset digunakan untuk menarik kulit perut, digunting
kulitnya saja dari arah posterior menuju anterior sampai bagian thoraks. Di
setiap ujung, digunting ke arah tangan dan kaki sehingga dapat dibuka
seperti dua daun jendela. Pinset digunakan untuk menarik daging perut
dari arah posterior menuju anterior sampai bagian thoraks. Di setiap ujung,
digunting ke arah tangan dan kaki sehingga dapat dibuka seperti dua daun
jendela. Lalu diamati bagian-bagian anatomi kadal.
3.2.4 Prosedur Pembedahan Mencit
Dibunuh dengan cara dislokasi. Mencit diposisikan pada styrofoam
dengan bagian ventral menghadap ke atas. Lalu ditusuk keempat kakinya
dengan menggunakan jarum pentul. Kuit bagian perut ditarik secara
perlahan. Kemudian digunting dari bagian posterior menuju anterior. Pada
bagian ujung ditarik secara horizontal membentuk daun jendela.
Selanjutnya kulit ditahan dengan membentuk jarum pentul dan anatomi
mencit diamati dengan seksama.
3.2.5 Prosedur Pembedahan Burung
Dibunuh dengan cara dibius, biasanya menggunakan kloroform
atau diethyl eter. Kepala dimasukan kedalam plastik yang berisi kapas
yang sudah diberi kloroform atau diethyl eter. Diposisikan pada styrofoam

dengan bagian ventral menghadap ke atas. Untuk mempertahankan


posisinya, bagian kaki ditusuk menggunakan jarum pentul. Kemudian bulu
dibasahi agar tidak berantakan saat dibedah. Sisi kanan dan sisi kiri otot
dada dipotong ke arah anterior hingga tulang rusuk terputus. Potongan otot
tersebut diangkat sampai struktur anatominya dapat terlihat. Kemudian,
anatomi burung dapat diamati.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.1 Perbandingan Hasil Pengamatan dan Literatur
Hasil pengamatan tersebut lalu dibandingkan dengan literatur dapat dilihat
pada tabel 4.1 ;
Tabel 4.1 Perbandingan hasil pengamatan dengan literatur

Hasil Pengamatan
1. Ikan

Gambar 4.1 Habitus Ikan


(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Literatur

Gambar 4.6 Habitus Ikan


(Wasiwa, 2015)

Keterangan :
1. Dorsal fin
2. Caudal fin
3. Anal fin
4. Vent
5. Pelivic fin
6. Pectoral fin
7. Operkulum
8. Mata
9. Mulut
10. Nostril

Gambar 4.7 Situs Solitus dan Situs Viscerum

Ikan
(Dery, 2013)

Gambar 4.2 Situs Viscerum Sistem Respirasi


Ikan
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.3 Situs Viscerum Sistem


Pencernaan Ikan
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mulut
Hati
Hepatopankreas
Limpa
Lambung
Usus
Anus

Gambar 4.4 Situs Viscerum Sistem


Kardiovaskular Ikan
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.5 Situs Viscerum Sistem


Urogenital Ikan Jantan
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

2. Katak

Gambar 4.14 Habitus Katak


Gambar 4.8 Habitus Katak (Dorsal)
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(https://animalcorner.co.uk/wp-

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mulut
External nares
Mata
Membran timfani
Dorsolateral dermalplica
Kepala

content/img/extanatfrog.jpg, diakses pada 11


September 2016)

Gambar 4.15 Situs Solitus dan Situs Viscerum


Katak
(http://www.biologyjunction.com
/images/frog_d5.gif, diakses pada 11
September 2016)

Gambar 4.9 Habitus Katak (Ventral)


(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mulut
Brachium
Antebrachium
Pes
Toes
Thigh
Digits
Kloaka
Crus

Gambar 4.10 Situs Viscerum Sistem


Respirasi Katak
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.11 Situs Viscerum Sistem


Pencernaan Katak
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mulut
Esofagus
Hati
Usus halus
Lambung
Pankreas
Usus besar
Kloaka

Gambar 4.12 Situs Viscerum Sistem


Kardiovaskular Katak
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.13 Situs Viscerum Sistem


Urogenital Katak
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

3. Kadal

Gambar 4.21 Habitus Kadal


Gambar 4.16 Habitus Kadal

(http://www.geraiberas.com/morfologi-dan-

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

anatomi-reptil.html, diakses 11 September

Keterangan :

1. Mulut
2. Mata
3. Membran timfani
4. Pes
5. Digits
6. Femoral
7. Crus
8. Pes
9. Toes
10. Caudal

2016)

Gambar 4.22 Situs Solitus dan Situs Viscerum


Kadal
(Review, 2015)

Gambar 4.17 Situs Viscerum Sistem


Pencernaan Kadal
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mulut
Esofagus
Hati
Lambung
Usus halus
Pankreas
Kloaka

Gambar 4.18 Situs Viscerum Sistem


Respirasi Kadal
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.19 Situs Viscerum Sistem


Kardiovaskular Kadal
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.20 Situs Viscerum Sistem


Urogenital Kadal
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

4. Mencit

Gambar 4.23 Habitus Mencit


(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mata
Telinga
Hidung
Mulut
Kaki
Ekor

Gambar 4.28 Habitus Mencit


(http://kentsimmons.uwinnipeg.ca/16
cm05/16labman05/lb7pg3_files/
image002.jpg, diakses pada
11 September 2016)

Gambar 4.29 Situs Solitus dan Situs Viscerum


Mencit
Gambar 4.24 Situs Viscerum Sistem
Pencernaan Mencit
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(Martini, 2011)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mulut
Esofagus
Hati
Empedu
Lambung
Usus halus
Usus besar
Anus

Gambar 4.25 Situs Viscerum Sistem


Respirasi Mencit
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.26 Situs Viscerum Sistem


Kardiovaskular Mencit
(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.27 Situs Viscerum Sistem


Urogenital Mencit Betina
(Dokumentasi, 2016)

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
5.

Ginjal Pribadi
Anus
Vagina
Uterus
Ovarium
Burung

Gambar 4.30 Habitus Burung


(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Keterangan :
1. Mata
2. Nostril
3. Upper beak
4. Lower beak
5. Tenggorokan
6. Breast
7. Perut
8. Paha
9. Kaki
10. Sayap

Gambar 4.35 Habitus Burung


(learn.genetics.utah.edu, 2011)

11. Ekor

Gambar 4.31 Situs Viscerum Sistem


Respirasi Burung
(Rahmasari, 2016)

Gambar 4.32 Situs Viscerum Sistem


Pencernaan Burung
(Rahmasari, 2016)

Gambar 4.33 Situs Viscerum Sistem

Gambar 4.36 Situs Solitus dan Situs Viscerum


Burung
(Kern, 2013)

Kardiovaskular Burung
(Rahmasari, 2016)

Gambar 4.34 Situs Viscerum Sistem


Urogenital Burung
(Rahmasari, 2016)

4.1.2 Hasil Pengamatan Jaringan


Hasil pengamatan jaringan dapat dilihat pada tabel 4.2 :
Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Jaringan

Gambar 4.37 Jaringan Rawan

Gambar 4.38 Jaringan Otot

Gambar 4.39 Jaringan Otot

Elastis

Jantung

Rangka pada Kelinci

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

Gambar 4.41 Jaringan Otot

Gambar 4.42 Jaringan Rawan

Gambar 4.40 Jaringan Tulang

Kompak

Polos

Serabut

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

(Dokumentasi Pribadi, 2016)

4.2 Pembahasan
Dalam anatomi vertebrata terdapat beberapa istilah yaitu habitus, situs solitus
dan situs viscerum. Menurut Farlex (2012) habitus adalah postur atau posisi
tubuh, habitus juga bisa berarti karakteristik fisik hewan atau manusia, situs
solitus berarti posisi normal dari toraks dan organ abdomen, sedangkan situs
viscerum adalah posisi organ setelah dibedah dan dibagi-bagi persistem organ.
Pada hasil pengamatan habitus dan situs viscerum, hasil pengamatan dan literatur
anatomi hewan vertebrata terjadi beberapa perbedaan. Hal ini disebabkan karena
situs viscerum yang terdapat di literatur penggambaran organ dalamnya
dimudahkan untuk susunannya agar mudah dijadikan sebagai bahan panduan. Dan
juga dapat disebabkan kesalahan praktikan saat membedah organ tersebut ikut
terbedah atau ketika membedah kurang dalam sehingga organ organ tidak
terlihat.
Pada praktikum kali ini hewan yang digunakan adalah ikan mas, katak,
kadal, merpati, dan mencit. Dipilihnya beberapa hewan tersebut karena masih
terdapat banyak varietasnya di alam, mudah untuk didapatkan, mudah untuk
diamati karena tidak terlalu besar, tidak berbahaya dan sudah merupakan
representasi dari golongannya masing masing. Sehingga dapat dilihat
keanekaragaman organ yang dimiliki masing-masing hewan di setiap golongan.
Kelima hewan di atas memiliki organ khas yang tidak dimiliki oleh hewan
lain (hewan yang berbeda divisi) (Sloane,2003). Organ organ tersebut pastinya
telah teradaptasi dengan cara hidup dan lingkungannya masing masing. Mencit
mempunyai jenis uterus bipartide yang berarti uterus bercabang seperti huruf Y,
hal ini berhubungan dengan kemampuan reproduktivitas mencit yang sangat besar
yaitu sekitar 5-10 lebih/ekor dalam satu melahirkan (Martijo,1992). Lalu pada
mencit terdapat 5 lobus hati yang menyebabkan mencit dan hewan pengerat

lainnya lebih tahan terhadap racun dibandingkan dengan vertebrata lainnya. Ia


juga memiliki sekum yang cukup besar karena termasuk hewan pengerat yang
mempunyai kemampuan makan cukup tinggi, sesuai dengan pernyataan
Hildebrand (1995).
Pada kelompok amfibi, katak memiliki membran niktitan yang berfungsi
melindungi mata dari gesekan ketika berenang. Katak mempunyai jantung dengan
tiga ruang. Sistem respirasi khas pada katak yaitu paru-paru, kulit dan insang. Saat
masih dalam fase kecebong katak bernafas dengan insang dan memiliki ekor,
sedangkan saat dewasa, katak bernafas dengan paru paru dengan didukung oleh
kulit, ekor memendek dan hampir hilang, Katak melakukan pertukaran gas secara
difusi melalui kulitnya yang tipis,banyak pembuluh darah, dan selalu licin (basah)
(Hickman, 2008).
Organ khas pada burung berupa paru paru dengan disertai oleh pundi
pundi udara, pundi pundi ini berfungsi dalam membantu pernafasan burung saat
terbang, burung juga memiliki tembolok yang berfungsi untuk menyimpan
makanan, serta memiliki dua lambung yaitu lambung kimiawi (proventrikulus),
yang mencerna makanan dengan zat zat kimia lambung, kemudian di bagian
dorsal lambung kimia ini terdapat lambung mekanik (ventrikulus) yang mencerna
makanan dengan gerakan peristaltik.
Menurut Pratigyo (1984), pada perut ikan terdapat organ yang tampak
memanjang. Organ dalam tersebut adalah gelembung renang atau biasa disebut
swim bladder. Swim bladder berfungsi untuk mengatur daya apung ikan di dalam
air sehingga ikan tidak tenggelam. Ikan juga mempunyai hepatopankreas yang
berguna untuk membantu sistem pencernaan makanan secara kimiawi dan juga
sebagai pusat metabolisme pada ikan. Di ikan terdapat gonad yang digunakan
sebagai alat reproduksinya dan insang yang digunakan sebagai alat respirasi

Pada kadal, organ khasnya adalah penis ganda atau biasa disebut sebagai
hemipenis pada sistem reproduksi. Fungsi dari hemipenis yaitu satu penis sebagai
alat kopulasi dan penis yang lain untuk menempel pada kadal betina, sepasang
hemipenis ini akan menonjol keluar bila ditekan pada perut bagian bawah dan
pada keadaan istirahat, masuk kedalam pangkal cauda dengan dinding ototnya
dibagian luar (Lestari, 2013)

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil percobaan dan pengamatan yang kita lakukan pada praktikum ini dapat
disimpulkan bahwa:
1. Menurut Farlex, habitus adalah karakteristik hewan dalam keadaan
normal atau sebelum dibedah, situs solitus adalah keadaan organ tubuh
setelah dibedah namun masih dalam keadaan tersusun utuh atau belum
rusak, dan situs viscerum adalah keadaan organ organ yang sudah tidak
pada posisinya semula atau sudah diubah ubah posisinya.
2. Berdasarkan praktikum kali ini, kita dapat mengetahui morfologi, lokasi,

fungsi dan nama-nama organ penyusun sistem kardiovaskuler, respirasi,


pencernaan, dan urogenital pada hewan vertebrata. Organ khas pada ikan
yaitu swimbladder dan hepatopankreas, pada mencit terdapat uterus
bipartide dan lima lobus hati. Lalu pada burung terdapat tembolok dan
pundi pundi udara, pada kadal terdapat hemipenis atau penis ganda dan
pada katak dengan tiga ruang jantung dan membran nikitan.

DAFTAR PUSTAKA

Anita, Lara Puji. 2013. Struktur Anatomi dan Histologi Organ Reproduksi Jantan
pada Kadal. Yogyakarta:Jurusan Biologi FST UIN Sunan Kalijaga
Barret, C. Frog Body Parts and Functions. http://slideplayer.com/slide/761887/.
Diakses pada 11 September 2016
Farlex. (2012, September 15). Medical Dictionary. Retrieved from The Free
Dictionary by Farlex: http://medicaldictionary.thefreedictionary.com/
Situs+solitus
Farlex. (2012, September 15). Medical Dictionary. Retrieved from The Free
Dictionary by Farlex: http://medicaldictionary.thefreedictionary.com/
situs+inversus+viscerum
Kahn, C. M. and Line, S. eds., 2007. The Merck/Merial Manual For Pet Health:
The Complete health resources for your dog, cat, horse or other pets-in
everyday language. Simon and Schuster.
Kimball, J. W. 1988. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Myers, S. 2016. Wildlife of Southeast Asia. Princeton University Press
Schulz-Mirbach, Tanja, M., Brian, Friedrich Ladich. 2012: Relationship
between Swim Bladder Morphology and Hearing Abilities-A Case Study
on Asian and African Cichlids.PLoS ONE 7(8): e42292. doi: 10.
1371/journal.pone.0042292
Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: Universitas Negeri Malang
Suntoro, Susilo Handari dkk. 2001. Anatomi dan Fisiologi Hewan.
Jakarta: Universitas Terbuka
Safary, Any. 2015. Morfologi, Anatomi dan Klasifikasi Ikan Mas (Cyprinus
carpio). http://www.sikpas.com/2015/10/morfologi-anatomi-dan
klasifikasi-ikan.html. Diakses pada 11 September 2016