Anda di halaman 1dari 6

PENENTUAN HARGA PADA PASAR MONOPOLI DAN

PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Kelompok 4 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kusumastuti Sitamardawa
Bimo Agus Widanarko
Fariz Herianto
Eka Wibowo Putra
Meidika Putera
Zaka Kharisma Taqwa

(125020201111016)
(125020201111048)
(125020201111049)
(125020202111001)
(125020202111002)
(125020207111014)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
TAHUN 2014

Penentuan Harga Pada Pasar Monopoli


Dan Persaingan Monopolistik
I.

Pasar Monopoli
Menurut Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus dalam bukunya MikroEkonomi edisi ke empatbelas. Monopoli Berasal dari kata mono : satu , dan polist :
penjual. Artinya , Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya
terdiri dari satu produsen atau penjual.. Dimana tidak ada unsur persaingan dari
perusahaan yang lain.karena seandainya pun ada hanya ada satu penjual dipasar,
sehingga tidak ada persaingan langsung dari perusahaan lain,kemungkinan masih ada
perusahaan yang tidak langsung misalnya dari produk atau barang-barang dari
perusahaan lain yang biasa sebagai subtitusi (meski subtitusi tidak sempurna) untuk
barang-barang yang dihasilkan perusahaan monopoli.
1.1. Sifat-sifat pasar monopoli
Sifat-sifat pasar monopoli :

Hanya terdapat satu penjual atau produsen

Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan
monopoli

Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat


hidup orang banyak

Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun


butuh sumber daya yang sulit didapat

Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan

Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses

Ciri-cirinya:

Industri dengan satu perusahaan

Sebagai penentu harga (price maker, price setter, or price seller)

Tidak ada kemungkinan entry & exit bagi pendatang baru

Produknya adalah diferensiasi (tidak identitikal)

Promosi kurang diperlukan

1.2.

Keputusan Harga/Output Dalam Monopoli

Jika suatu perusahaan yang monopolistik menyamakan MR dengan MC-nya,


maka pada saat yang sama ia menentukan pula tingkat output dan tingkat harga
pasar untuk produknya. Keputusan ini dilukiskan dalam gambar di atas.
Di situ perusahaan tersebut menghasilkan output sebesar Q unit pada tingkat
biaya C biaya per unit dan ia menjual outputnya tersebut pada tingkat harga P.
Laba, yaitu sama dengan (P C) kali Q, ditunjukkan oleh bidang PP'C'C dan itu
merupakan laba maksimum. Walaupun Q merupakan tingkat outputnya optimal
jangka pendek, perusahaan tersebut akan berproduksi hanya jika penerimaan ratarata (AR) atau harga (P) lebih besar daripada AVC.
Keadaan ini terjadi dalam gambar di atas, tetapi jika P di bawah AVC,
kerugian akan diminimumkan dengan berhenti berproduksi. Jika MR > MC,
berarti jika produksi ditambah, kenaikan penerimaan yang diperoleh akan lebih
besar dari kenaikan biayanya.
Ini berarti bahwa seorang manajer dapat meningkatkan laba perusahaan
dengan meningkatkan produksi jika ingin meningkatkan laba perusahaan. Kondisi
laba maksimal yaitu kondisi tingkat output optimal pada saat MC = MR.

Gambar menunjukkan bagaimana seorang manajer dalam menentukan tingkat


output optimal. Kurva MR, memotong kurva MC pada tingkat output Qm, yang
sekaligius menunjukkan tingkat output optimal.
Harga maksimum yang masih dapat diterima oleh konsumen untuk output Qm
adalah Pm. Jadi kombinasi harga dan output yang memaksimumkan laba bagi
monopoli adalah Qm dan Pm. Besar laba yang diperoleh monopoli ditunjukkan
oleh daerah yang diarsir, yaitu ( Pm - BRQM ) Qm.
Monopoli tidak berarti bahwa akan selalu mendapatkan laba ekonomi. Jika
monopoli dapat memperoleh laba ekonomi dan dapat mencegah perusahaan lain
masuk ke dalam industri, maka laba ekonomi yang diperoleh dapat dipertahankan
dalam jangka panjang.
Walaupun demikian laba yang akan diperoleh monopoli ditentukan oleh
seberapa besar permintaan yang dihadapi relatif terhadap biaya produksi yang
dikeluarkan. Gambar di bawah menunjukkan hal ini. Pada tingkat output optimal
Qm, harga pasar yang dapat diterima total penerimaan monopoli menderita
kerugian sebesar daerah yang diarsir.

II.

Pasar Monopolistik
Menurut Paul A. Samuelson & William D. Nordhaus dalam bukunya MikroEkonomi edisi ke empatbelas, persaingan monopolistik terjadi ketika banyak
perusahaan menjual produk yang serupa tapi tak sama. Pasar ini menyerupai pasar
persaingan sempurna dalam tiga hal : terdapat banyak penjual dan pembeli , mudah

keluar masuk industri, perusahaan-perusahaan menganggap harga perusahaan lain


tetap.
2.1. Sifat dan Ciri-Ciri Pasar Monopolistik.
Sifat-sifat:
Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
Mirip dengan pasar persaingan sempurna
Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
Relatif mudah keluar masuk pasar
Cirinya:
Terdapat banyak perusahaan/penjual
Relatif kecil kekuasaan menentukan dan mempengaruhi harga
Barangnya berbeda corak (differentiated product)
Keluar dan masuk industri relatif bebas
Promosi penjualan sangat aktif
2.2.

Keputusan Harga/Output Dalam Monopolistik

Penentuan Harga/Output Dalam Persaingan Monopolistik Seperti tampak dari


namanya, persaingan monopolistik mengandung unsurunsur monopoli dan persaingan
sempurna. Aspek monopoli itu terdiri dari persaingan monopolistik ditelaah dalam jangka
pendek. Perhatikan gambar .
Pada gambar tersebut, dengan kurva permintaan D1 dan kurva penerimaan marjnal
MR1, maka output optimum Q1 akan diperoleh pada titik di mana MR1 = MC. Di sini, laba
monopoli jangka pendek yangh diterima adalah sama dengan P1LMAC1.
Laba tersebut mungkin sebagai hasil pengenalan suatu produk baru atau karena adanya
permintaan yang sangat tinggi. Namun demikian, sejalan dengan waktu, persaingan akan
terangsang oleh adanya laba monopoli jangka pendek ini, dan banyak perusahaan-perusahaa
baru yang akan memasuki industri tersebut.
Oleh karena itu, aspek persaingan dari persaingan monopolistik ini akan tampak dalam
jangka panjang. Jika semakin banyak perusahaan yang memasuki industri tersebut dan
menawarkan barang pengganti yang sangat dekat (tetapi tidak sempurna), maka pangsa pasar
(market share) dari mula-mula akan menurun. Ini berarti bahwa permintaan perusahaan dan
penerimaan marjinal (MR) akan bergeser ke kiri, seperti D2 dan MR2 dalam gambar 8.5.
Output optimal perusahaan tersebut (di mana MR2 = MC) bergeser menjadi Q2, dan harga P2
sama dengan AC2, maka laba ekonomis menjadi nol.

Jika barang pengganti yang ditawarkan persis sama (tidak hanya mendekati sama)
maka dengan adanya perusahaan pendatang baru, D2 akan lebih mendekati horisontal dan
keadaan persaingan sempurna, D3 dengan P3 dan Q3akan terjadi.

Anda mungkin juga menyukai