Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Disusun Oleh :
Nama

: Dadang Pujo Prastyawan

NPM

: 38412352

Kelas

: 3ID08

MK

: Pengetahuan Lingkungan

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semesta
alam atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga bisa menyelesaikan makalah ini
dengan baik. S a l a w a t s e r t a s a l a m k i t a p a n j a t k a n p a d a j u n j u n g a n k i t a
nabi Muha mmad S WT.
Makalah ini membahas tentang PERTAMBANGAN yang berkaitan
dengan mata kuliah PENGETAHUAN LINGKUNGAN. M a k a l a h i n i d a p a t
s e b a g a i r u j u k a n u n t u k menambah pengetahuan mengenai cara interaksi
individu dengan lingkungan sehingga memperkokoh pemeliharaan
lingkungan. Sebagai mahasiswa kita sebaiknya banyak mengetahui segala
aspek bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tentunya untuk memotivasi kita
agar terus menjaga lingkungan, dan mempertahankan untuk masa yang akan datang.
Sebagai mahasiswa, belajar dan menggali pengetahuan lingkungan yang dimana banyak manfaat yang kita
dapat.
Dalam pembuatan makalah ini selaku saya masih dalam pembelajaran maka hasilnya jauh dari
sempurna,karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Untuk peningkatan dan kreatifitas dalam
pembuatan makalah saya menerima saran dan kritik yang bersifat membangun ilmu baru.

Bekasi, 29 Mey 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang
Lingkungan merupakan tempat untuk melakukan aktifitas-aktifitas semua

makhluk hidup. Makhluk hidup tidak memungkinkan hidup sendiri tanpa interaksi
dengan lingkungan. Interaksi yang dilakukan terus menerus mengakibatkan
banyak perubahan-perubahan yang mempunyai efek negatif dan positif pada
lingkungan. Permasahan perubahan akan teratasi ketika makaluk hidup sadar akan
pembelajaran mengenai pengetahuan lingkungan. Pengetahuan lingkungan
memiliki banyak pokok pembahasan. Banyaknya pokok pembahasan dirangkum
dalam mata perkuliahan yaitu pengetahuan lingkungan. Didalam mata
perkulliahan untuk pemahaman lebih lanjut maka perlu pembahasan mengenai
pertambangan.
Semua pertambangan pasti ada pemanfaatan lingkungan dalam prosesnya.
Proses tersebut sering kali membuat kerusakan dilingkungan sekitar. Hal tersebut
dapat dilihat dari sekeliling pertambangan yang memiliki lingkungan tandus yang
diperkirakan katrena pencemaran lingkungan.
2.1

Tujuan penulisan
Tujuan penulisan dibuat agar pembahasn dapat terfokus dalam apa yang

akan dibahas. Tujuan penulisan untuk makalah ini adalah.


a. Mengetahui jenis jenis pertambangan.
b. Upaya aturan mengenai pertambangan.

2.2

Sasaran

Sasaran dilakukan agar target yang diharapkan tercapai. Sasarang dari


makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Pemahaman mengenai pertambangan.
b. Media informasi bagi pembaca agar dapat membuka cakrawala mengenai
pentingnya asaspertambangan.
c. Sarana pembelajaran mengenai hubungan peran penduduk dengan pelestarian
lingkungan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Jenis-jenis pertambangan
Pertambangan adalah suatu proses menggali cadangan bahan tambang

yang berada dalam tanah (insitu) secara sistematik dan terencana, untuk
mendapatkan produk yang memiliki nilai ekonomis (berharga) dan dapat
dipasarkan. Ilmu Pertambangan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
meliputi pekerjaan
penambangan,

pencarian,

penambangan

penyelidikan,

study kelayakan, persiapan

(penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan

penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).


Tambang terbuka (surface mining) merupakan satu dari dua sistem
penambangan yang dikenal, yaitu Tambang terbuka dan Tambang Bawah Tanah.
dimana segala kegiatan atau aktivitas penambangan dilakukan di atas atau relatif
dekat permukaan bumi dan tempat kerja berhubungan langsung dengan udara luar.
Penambangan Tertutup adalah suatu proses pengambilan suatu jenis
barang tambang dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal atau Shaf
Mining) atau terowongan (penambangan horizontal atau Slope Mining) ke dalam
lapisan-lapisan batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam perut bumi.
Tambang Bawah Tanah adalah suatu sistem penambangan yang mengacu
pada metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat
terowongan

menuju

lokasi

mineral

tersebut,

dimana

seluruh

aktivitas

penambangan dilakukan dibawah permukaan tanah dan tidak berhubungan


langsung dengan udara terbuka.
Penambangan bawah laut adalah proses pengambilan mineral yang relatif
baru dilakukan di dasar samudra. Lokasi penambangan samudra biasanya berada
di sekitar kawasan nodul polimetalik atau celah hidrotermal aktif dan berada pada
kedalaman 1.400 - 3.700 meter di bawah permukaan laut.
Pertambangan Rakyat adalah suatu usaha pertambangan bahan-bahan
galian dari semua golongan a,b,c yang dilakukan oleh rakyat setempat yang

bertempat tinggal di daerah bersangkutan dikelola secara kecil-kecilan atau secara


gotong royong dengan alat sederhana untuk mata pencaharian sendiri.
2.2

Undang undang mengenai pertambangan


Didalam meandirikan suatu perusahaan penggalian atau pertambangan

memiliki perundang-undangan. Tata urutan peraturan perundang-undangan di


Indonesia pada umumnya dan peraturan pertambangan adalah :
1. Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 33 ayat 3 :
"Bumi dan Air dan Kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai
oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran Rakyat.
2. TAP MPR
o

Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR RI/1999 tentang Garis-garis


Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004, khususnya Bab IV Arah Kebijakan
Hurup H Sumber daya Alam dan Lingkungan Hidup angka 4, yang
menyatakan: Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya
kemakmuran
keseimbangan

rakyat

dengan

lingkungan

memperhatikan

hidup,

kelestarian

pembangunan

yang

fungsi

dan

berkelanjutan,

kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta penataan ruang,


yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.
o

Demikian juga pada Ketentuan Ketetapan MPR RI Nomor


IX/MPR/2001tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber daya
Alam, khususnya Pasal 6 yang menyatakan: Menugaskan kepada Dewan
Perwakilan Rakyat bersama Presiden Republik Indonesia untuk segera
mengatur lebih lanjut pelaksanaan pembaruan agraria dan pengelolaan
sumber daya alam serta mencabut,mengubah dan/atau mengganti semua
undang-undang dan peraturan pelaksanaannya yang tidak sejalan dengan
dengan Ketetapan ini.
3. Undang-Undang Pokok

4. Peraturan Pemerintah
5. Peraturan/Keputusan/Instruksi Presidan
6. Peraturan/Keputusan/Instruksi Menteri
7. Peraturan Daerah. Tingkat Provinsi dan Kabupaten sesuai kewenangannya
8. Peraturan/Instruksi/Keputusan

Gubernur

dan

Bupati

sesuai

kewenangannya.
Pada mulanya undang-undang pokok pertambangan di Indonesia adalah
Undang-Undang No. 11 Tahun 1967 tentang Pokok Pertambangan. Undangundang tersebut telah dilengkapi dengan peraturan pelaksanaannya berupa
Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Peraturan Dirjen, Peraturan Daerah dan
lain-lainnya. Sejak February 2009, Undang-Undang Pokok Pertambangan diganti
dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara. Sejak saat itu peraturan pemerintah, peraturan menteri, peraturan dirjen
dan peraturan daerah yang merupakan peraturan pelaksanaan dari UndangUndang No. 11 Tahun 1967 secara berangsur-angsur akan diganti. Sampai dengan
bulan Juli 2010 peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 4 Tahun 2009
Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 baru berupa:
1.

Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan.

2.

Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan


Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. (telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah No. 24 Tahun 2004 Click here for document. )

3. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan


Penyelenggaranan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
4.

Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pasca


Tambang.

Sedangkan peraturan pelaksanaan yang lainnya masih mengacu kepada


peraturan pelaksanaan Undang-Undang No. 11 Tahun 1967. Peraturan peraturan
lama yang belum ada penggantinya masih tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 2009. Peraturan pertambangan
tersebut berlaku diseluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia tetapi
belum dapat berlaku secara penuh apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangan
(WIUP) nya berdasarkan tata ruang yang berlaku berada di Kawasan Hutan.
Apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangannya berada di kawasan hutan maka
berlaku ketentuan tambahan yang tercantum dalam pasal 38, 50 dan 78 UndangUndang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. yang bunyinya sebagai berikut :
1. Pasal 38 ayat 3, 4 dan 5 UU No. 41 Tahun 1999
(3) Penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan
dilakukan melalui pemberian izin pinjam pakai oleh Menteri dengan
mempertimbangkan batasan luas dan jangka waktu tertentu serta kelestarian
lingkungan.
(4) Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan
pola pertambangan terbuka.
(5) Pemberian izin pinjam pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis dilakukan
oleh Menteri atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
2. Pasal 50 ayat 3 UU 41 Tahun 1999
Menyebutkan bahwa "Setiap orang dilarang melakukan kegiatan
penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang di dalam
kawasan hutan, tanpa izin Menteri; (kehutanan red)
3. Pasal 78 ayat (6)
Menyebutkan bahwa " Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (4) atau Pasal 50 ayat (3) huruf g,
diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling
banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)".
Penjabaran ketentuan yang tercantum dalam undang-undang kehutanan
tersebut tertuang dalam "

1.

Peraturan Pemerintah 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang
berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Pembangunan diluar Sektor
Kehutanan.

2.

Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan


Hutan .

3.

Peraturan Menteri Kehutanan no. P.38/Menhut-II/2012 tentang Perubahan


atas Permenhut no. P.18/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Pinjam Pakai
Kawasan Hutan..
Mengingat kegiatan usaha pertambangan kalau tidak dikelola dengan

baik sangat berpotensi merusak lingkungan hidup maka kegiatan usaha


pertambangan pun harus tunduk dengan peraturan yang terkait dengan lingkungan
hidup yaitu Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan pengganti dari Undang-Undang
No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan
Pelaksanaannya. Undang-undang ini juga relatif baru sehingga peraturan
pelaksanaannya masih yang banyak menggunakan peraturan lama dengan catatan
asal tidak melanggar ketentuan perundang-undangan yang baru. Penjabaran
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 - dengan penjelasannya. Selain itu
penjabarannya adalah melalui Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang
Izin Lingkungan.
Kecelakaan kerja di sektor pertambangan sangat potensial untuk dapat
terjadi. Dalam rangka pencegahannya maka dunia pertambanganpun harus tunduk
ke peraturan yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Peraturan
perundang undangan yang terkait dengan keselamatan kerja di sektor
pertambangan :
1.

Undang-Undang No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.

2.

Peraturan pemerintah No. 19 Tahun 1973 tentang Pengaturan Pengawasan


Keselamatan Kerja Bidang Pertambangan

3.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995


tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per-15/Men/VII/2005 Tentang Waktu


Kerja dan Istirahat Pada Sektor Usaha Pertambangan Umum Pada Daerah
Operasi Tertentu.
Apabila kegiatan usaha pertambangan merupakan penanaman modal baik
modal asing maupun dalam negeri maka Undang-Undang No. 25 Tahun 2007
tentang Penanaman Modal dan peraturan pelaksanaannya juga terkait dengan
Peraturan Pertambangan.
Apabila hasil tambang akan diekspor keluar negeri, maka peraturan
Menteri Perdagangan No. 29/M-Dag/Per/5/2012 tentang Ketentuan Ekspor
Produk Pertambangan juga harus diikuti.

Referensi
http://learnmine.blogspot.com/2015/04/pengertian-berbagai-macam-tambang.html
http://infotambang.com/urutan-peraturan-perundang-undangan-pertambangan-diindonesia-lengkap-p394-139.htm