Anda di halaman 1dari 2

Pendekatan dalam Pembuatan Kebijakan Lingkungan

7 Karakteristik
1. Public goods, banyak sekali sumber daya lingkungan yang dapat
dideskripsikan sebagai barang publik dan memiliki dampak eksternalitas
bagi masyarakat
2. Masalah lintas batas (transboundary problems), banyak kasus lingkungan
yang bersifat global dan melewati batas antar negara
3. Kompleksitas dan ketidakpastian, pembuatan sebuah keputusan dapat
dirintangi oleh kompleksitas dan ketidakpastian dari banyak permasalahan
lingkungan. Kadangkala sangat sulit untuk mengidentifikasikan hubungan
yang kompleks dan interdependen antara alam dan fenomena perbuatan
manusia (causeeffect chains are complex; large scientific core in
environmental policy)
4. Irreversibility, dalam arti apabila sekali saja kapasitas kemampuan
alam/bumi terlampaui, maka asest-aset lingkungan dapat rusak dan tidak
dapat diperbaiki (karenanya harus melihat kepada tindakan pencegahan)
5. Variabilitas temporal dan spasial, dampak yang ditimbulkan akan
berlangsung lama dan dapat mempengaruhi generasi yang akan datang
dibandingkan generasi saat ini (long term problems, intergenerational)
karenanya kebijakan untuk memperbaiki harus dilakukan sebelum dampak
negatif secara penuh dirasakan
6. Fragmentasi administratif, banyak permasalahan lingkungan bersifat
lintas sektor dan membutuhkan koordinasi diantara sektor-sektor tersebut
7. Intervensi peraturan, kerusakan lingkungan biasanya merupakanlegitimate,
karenanya pemerintah harus melakukan intervensi didalam kegiatan
ekonomi dan masyarakat untuk mengatur aktivitas yang merusak
lingkungan
Paradigma tradisional kebijakan
1.
2.
3.
4.

Kebijakan pemerintah reaktif


Sedikit demi sedikit (piecemeal), taktis
Kebijakan lingkungan diperlakukan sebagai wilayah kebijakan tersendiri
Institusi memiliki sedikit kewenangan dalam pengambilan kebijakan di
sektor lainnya

5. Kurangnya koordinasi & ruang lingkup dalam menyelesaikan


permasalahan
6. End of pipe solutions kebijakan hanya untuk menanangani gejala
daripada penyebab
7. Regulasi administratif lebih dipilih sebagai instrumen kebijakan Hambatan
politik untuk perubahan
8. Kekuatan produsen
9. Fragmentasi administratif
Hambatan politik untuk perubahan
1. Kekuatan produsen
2. Fragmentasi administratif
Upaya mencapai Perubahan Kebijakan
1.
2.
3.
4.

Agenda setting
Advocacy coalition framework
Komunitas kebijakan & perubahan eksogen
The rise & fall of nuclear power

Pemerintahan hijau
Integrasi kebijakan
1. Integrasi melalui reformasi organisasi
2. Integrasi melalui teknik administratif
a. Environmental Impact Assessment
b. Risk assessment
c. Cost Benefit Analysis
Perencanaan kebijakan
1. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan perencanaan pada semua
tingkatan pemerintahan
2. Pemerintah harus mengadopsi pendekatan multi tingkatan berdasarkan
prinsip-prinsip subsidiaritas, dimana tanggun jawab harus berada pada
tingkatan terendah dari pemerintahan
Demokrasi dan partisipasi
1. Melalui perluasan demokrasi dan partisipasi dalam pembuatan kebijakan,
masyarakat kebanyakan akan memainkan peran kunci dalam mencapai
pembangunan berkelanjutan
2. Demokrasi yang lebih besar akan meningkatkan kualitas kebijakan dari

permasalahan lingkungan yang kompleks