Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI REPRODUKSI

PERCOBAAN I
PENGAMATAN ORGAN-ORGAN REPRODUKSI

OLEH:
NAMA

: SULHADANA

STAMBUK

: F1D1 14 025

KELOMPOK

: I (SATU)

ASISTEN PEMBIMBING : ASTRIA RAMDANI

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makhluk

hidup

memiliki

ciri

yaitu

bernapas,

bergerak

dan

berkembangbiak (bereproduksi). Reproduksi merupakan kemampuan makhluk


hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk
mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenisnya agar tidak punah.
Makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan
peristiwa fertilisasi, sehinggan dengan demikian reproduksi pada makhluk
hidup dilakukan dengan cara generatif atau seksual. Alat reproduksi terbagi
menjadi alat reproduksi jantan dan alat reproduksi betina.
Organ reproduksi jantan yaitu testis, tubulus seminiferus, dan
epididimis. Testis merupakan organ utama pada jantan, biasanya berpasangan
dan fungsi utama adalah menghasilkan sperma dan hormon reproduksi jantan
utamanya androgen. Tubulus seminifeus terdiri atas jaringan ikat fibrosa,
lamina basalis, dan epitel germinitivum. Epietl germinal terdiri dari 4-8 lapisan
sel yang menempati ruang antara membrane basalis dan lumen tubulus.
Epididimis dibatasi oleh jaringan ikat pada bagian luar, lapisan otot polos
ditengah, dan epitel berlapis banyak palsu bersilia di bagian dalam. Pada tikus
dan mencit, testis hanya terdiri dari satu ruangan saja. Testis didalamnya
terdapat saluran-saluran halus yang melilit disebut tubulus seminiferus, tempat
berlangsungnya spermatogenesis.
Organ reproduksi betina terdiri atas dua ovarium, dua tuba uterin,
oviduk, uterus, vagina, dan gernetalis eksterna. Ovarium terdiri atas daerah

medulla yang mengandung pembuluh darah dan sedikit jaringan ikat longgar,
dan daerah korteks mengandung folikel-folikel yang mengandung oosit.
Permukaan ovarium dibatasi oleh selapis epitel pipih disebut sel germinitivum,
yang dibawahnya stroma membentuk lapisan padat disebut tunika albugenia.
Ovarium mendapat pendarahan dari arteri ovarika cabang dari aorta.
Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan praktikum pengamatan organ-organ
reproduksi.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana mempelajari,
mengenal dan mengetahui tentang keragaman sistem organ reproduksi pada
organisme ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan pada praktikum ini adalah untuk mempelajari, mengenal dan
mengetahui tentang keragaman sistem organ reproduksi pada organisme.
D. Manfaat Praktikum
manfaat pada praktikum ini adalah dapat mempelajari, mengenal dan
mengetahui tentang keragaman sistem organ reproduksi pada organisme.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Organ Reproduksi
Organ reproduksi merupakan kemampuan suatu makhluk hidup
untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuan untuk menghasilkan
keturunan adalah agar dapat mempertahankan jenisnya dan melestarikan
jenisnya agar tidak punah. Apabila suatu organisme tidak melakukan
reproduksi, maka akan mengganggu keseimbangan alam. Pada rantai
makanan, jika salah satu mata rantai tersebut hilang maka tidak seimbang
proses alam. Sistem reproduksi vertebratajantan terdiri atas sepasang
testis, saluran reproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamalia) dan
organ kopulatoris (pada hewan-hewan dengan fertilisasi internal). Sistem
reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium dan saluran reproduksi.
Pada mamalia yang dilengkapi organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar
susu (Tenzer, 2003).
B. Sistem Reproduksi pada Mencit (Mus musculus)
Mencit memiliki struktur alat reproduksi yang hampir sama dengan
manusia, yang membedakannya adalah ukurannya. Alat reproduksi mencit
jantan terdiri dari sepasang kelenjar testis, uretra dan penis. Testis
berjumlah sepasang, bentuknya bulat telur dan terletak di dalam skrotum,
dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis
tergantung pada hewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum
disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas. Lintasan antara
rongga abdomen dan rongga skrotum disebut saluran inguinal . Testis
memiliki

fungsi

sebagai

tempat

spermatogenesia

dan

produksi

spermatozoa atau sel-sel kelamin jantan dan hormon testosteron. Mencit


betina, Ovariumnya berjumlah sepasang, merupakan organ yang kompak,
dan terletak di dalam rongga pelvis, pada monotremata oviduk hanya
sebelah kiri yang berasal dari duktus Muller. Oviduk bagian posteriornya
berdilatasi membentuk uterus yang mensekresikan bungkus telur. Oviduk
menuju ke sinis urogenital dan bermuara di kloaka. (Fauziyah, 2013).
C. Sistem Reproduksi pada Ikan Mujair (Tillappia Mossambica)
Seksualitas pada ikan jantan adalah ikan yang mempunyai organ
penghasil sperma, sedangkan ikan betina adalah ikan yang mempunyai
organ penghasil telur. Apabila populasi tersebut terdiri dari ikan-ikan
betina saja maka disebut monoseksual. Seksualitas ikan mulai dari
hermaprodit sinkroni, protandri, protogeni, hingga gonokorisme yang
berdiferensiasi maupun yang tidak. Ikan hermaprodit mempunyai baik
jaringan ovarium maupun jaringan testis yang sering dijumpai dalam
beberapa famili ikan. Kedua jaringan tersebut terdapat dalam satu
organ dan letaknya seperti letak gonad yang terdapat pada individu
normal. Pada umumnya, ikan hermaprodit hanya satu sex saja yang
berfungsi pada suatu saat, meskipun ada beberapa spesies yang bersifat
hemaprodit sinkroni. Berdasarkan perkembangan ovarium dan atau
testis yang terdapat dalam satu individu dapat menentukan jenis
hermaproditismenya (Wahyuningsih, 2006).

D. Sistem Reproduksi pada Kadal (Mabouya multifasciata)


Organ reproduksi kadal (Mabouya multifasciata) yaitu hemipenis.

Hemipenis merupakan sepasang alat kopulasi yang berupa tonjolan


didinding kloaka. Hemipenis jika dalam keadaan istirahat akan masuk
kedalam pangkal cauda dengan dinding ototnya dibagian luar, kemudian
jika akan mengadakan kopulasi maka ditonjolkan keluar. Oleh karena
kadal mempunyai alat kopulasi maka kadal mengadakan fertilisasi
internal. Organ reproduksi jantan pada kadal (Mabouya multifasciata),
yaitu testis, pada testis kadal jantan ditemukan spermatogonia, spermat
osit primer dan sekunder, spermatid, sel instersitial dan sel sertoli, serta
spermatozoa yang memiliki bentuk kepala memanjang (Lestari, 2013).
E. Sistem Reproduksi pada Katak Batu (Rana sp.)
Katak adalah hewan vertebrata dari kelas amphibi, termasuk
hewan yang melakukan pembuahan secara eksternal atau pembuahan di
luar tubuh. Sistem urogenital pada amphibi dibedakan menjadi dua bagian
yaitu organ uropoetica dan organ genitalia. Organ uropoetica terdiri dari
ginjal, ureter dan vesica seminalis dan sepasang urinaria. Organ genitalia
pada hewan jantan terdiri atas sepasang testis, vas deferens vesika
seminalis dan kloaka. Organ genitalia pada betina meliputi sepasang
ovarium. Perbedaan dari setiap kematangan gonad pada katak betina
dapat dilihat dari morfologi, perbedaan ukuran telur, dan adanya
pigmentasi pada permukaan telur. Semakin tinggi gonad yang dicapai
(telur

menjadi

matang)

maka

semakin

tinggi

pula

pigmentasi

permukaannya, oleh karena itu pada ovarium terlihat pigmen hitam dan
putih pada kuning (Agil, 2011).
F. Sistem Reproduksi pada Bekicot (Achatina Fulica)

Bekicot merupakan hewan hermaprodit yang tidak dapat


dibedakan antara jantan dan betinanya, karena tiap individu memproduksi
Ovarium dan Sperma sekaligus. Sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat
dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri. Pembuahan telur diperlukan
adanya pertukaran

sperma dengan bekicot lain melalui kegiatan

Kopulasi. Ovotestis menghasilkan sperma yang disalurkan melalui vasa


deferensia dan akhirnya masuk ke vagina hewan lain dengan perantara
penis yang dapat dikeluarkan dari lubang genital. Sel telur juga dihasilkan
oleh ovetestis dibawa melalui saluran hemaphroditicus. Bekicot biasanya
mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan
yang cukup memenuhi syarat. Masa kawin bekicot betina mulai
menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang
tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima
puluh butir (50-100) (Kusnin, 2000).

III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 04 Oktober 2016 pukul 13.00
-14.00 WITA, bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Bahan dan kegunaan pada Pengamatan organ-organ reproduksi
No.
Nama Bahan
Kegunaan
1.
Ikan mujair (Oreochromis mossabicus) Sebagai bahan pengamatan
2.
Kadal (Mabouya multifasciata)
Sebagai bahan pengamatan
3.
Katak (Rana sp.)
Sebagai bahan pengamatan
4.
Mencit (Mus musculus)
Sebagai bahan pengamatan
5.
Bekicot (Achatina fulica)
Sebagai bahan pengamatan
6.
Belalang (Dissosteira carolina)
Sebagai bahan pengamatan
7.
Kloroform
Sebagai bahan untuk membius
C. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Alat dan kegunaan pada Pengamatan organ-organ reproduksi
No.
Nama Alat
Kegunaan
1.
Gunting
Untuk membatu dalam membedah objek
pengamatan
2.
Pisau bedah
Untuk membedah objek pengamatan
3.
Pinset
Untuk menjepit objek pengamatan
4.
Jarum pentul
Untuk ditusukkan pada kaki objek pengamatan
5.
Toples
Tempat membius objek pengamatan
6.
Kamera
Untuk mengambil gambar

D. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Membius semua hewan uji dengan menggunakan bahan kloroform.
2. Menyiapkan peralatan bedah.
3. Mengambil hewan yang sudah terbius dan melakukan pembedahan untuk
melihat sistem organ reproduksinya.
4. Mengamati sistem organ reproduksi hewan-hewan uji tersebut.
5. Mendokumentasikan hasil pengamatan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil pengamatan
No
Hasil Pengamatan
1
Mencit (Mus Musculus)
a. Jantan
1

Gambar Literatur

Keterangan
1.
2.
3.
4.

Vas deferens
Testis
Skrotum
Penis

b. Betina

Keterangan :
1. Vagina
2. Oviduk
1
2

2.

Ikan Mujair (Tillappia


Mossambica)
a. Jantan

Keterangan :
1. Vas deferens
2. Saluran
urogenital

1
2

b. Betina

3.

Katak Batu (Rana Sp.)


a. Jantan

Keterangan :

b. Betina

Keterangan :
1. Ovarium
2. Kloaka

4.

Kadal (Mabouya
multifasciata)
a. Jantan

Keterangan :
1. Testis

b. Betina

6.

Bekicot (Achatina Fulica)

Belalang (Dissosteira
carolina)
a.Jantan

Keterangan:
1. Testis
1

b. Betina

Keterangan :
2. Ovarium

B. Pembahasan

Reproduksi merupakan aspek biologis yang terkait mulai dari


diferensiasi seksual hingga di hasilkan individu baru. Pengetahuan tentang ciri

reproduksi yaitu mengetahui tentang perubahan atau tahapan-tahapan


kematangan gonad untuk mengetahui perbandingan ikan-ikan yang akan atau
tidak melakukan reproduksi. Pengetahuan tentang ciri reproduksi tidak akan
sempurna apabila tidak di iringi dengan pengetahun anatomi reproduksi baik
jantan maupun betina. Proses reproduksi pada semua makhluk hidup
melibatkan organ-organ reproduksi jantan ataupun betina yang memilki fungsifungsinya untuk medukung perkembangbiakannya. Reproduksi vertebrata pada
umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara
hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi.
Organ-organ reproduksi secara umum dapat dikelompokkan menjadi
dua, yaitu alat reproduksi utama atau gonad dan alat reproduksi tambahan.
Gonad terdiri atas testis dan ovarium, sedangkan alat reproduksi tambahan
terdiri

atas

saluran-saluran

reproduksi

beserta

kelenjar-kelenjar

yang

berhubungan dengannya Gonad adalah organ reproduksi yang berfungsi


menghasilkan sel kelamin (gamet). Gonad ikan betina di namakan ovari dan
gonad ikan jantan di namakan testis. Ovari dan testis ikan biasanya terdapat
pada individu yang terpisah, kecuai pada beberapa ikan yang di temukan ganad
jantan dan betina di temukan dalam satu individu(ovotestes). Gonad ikan
terletak dekat anus memanjang ke depan mengisi rongga badan. Gonad
memiliki tingkat kematagan yang berbeda-beda, mulai dari tingkat kematangan
gonad (belum matang), sampai tingat kematangan gonad.

Pengamatan organ-organ reproduksi pada mencit jantan (Mus musculus)


dilihat secara langsung bagian-bagiannya yang terdiri dari penis, kantong
skrotum, anus dan ekor. Penis yang berfungsi sebagai alat kopulasi pada hewan
jantan dan kantong skrotum berfungsi untuk mempertahankan testis di bawah
suhu intra abdomal. Mencit memiliki alat kelamin luar berupa penis, sedangkan
alat kelamin dalam yaitu Testis yang berjumlah dua buah terletak satu pada
bagian kanan kelenjar bul bourethra dan satu di sebelah kirinya. Testis berada
dalam rongga perut dan terletak pada suatu kantong yang disebut
scrotum. Epididimis, melekat pada sisi posterior testis. Ureter berfungsi sebagai
saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kantong kemih, serta
menghubungkan kandung kemih dengan bagian luar tubuh. Bursa lemak yang
berfungsi untuk melindungi organ genetalia internal, kandung kemih berfungsi
untuk

menampung

urine

untuk

sementara.

Epididimis

berfungsi

menghubungkan testis dan vas deferens. Kemudian, testis berjumlah dua buah
yang terdapat dalam satu kantong luar yang disebut skrotum, fungsinya untuk
menghasilkan sperma dan hormon reproduksi. Vas defferens, merupakan
kelenjar pelengkap langsung dengan saluran epididmis dan vasikula seminalis,
strukturnya kecil memanjang dan berlekuk-lekuk. Vas efferens, saluran halus
yang bermuara pada kloaka.Vesikula seminalis, merupakan kelenjar asesoris
yang terdapat dalam keadaan berpasangan.
Pengamatan mencit betina (Mus musculus) dapat dilihat bagianbagiannya yang terdiri dari ginjal, oviduk, ovarium, tuba fallopi, uterus,
rectum, kandung kemih, dan bursa lemak. Pada mencit, uterusnya termasuk

uterus tipe dupleks dan sebagai tempat perkembangan fetus. Oviduk


merupakan tempat jalannya sel telur dari ovarium menuju uterus. Uterus terdiri
atas sepasang yang terletak di kiri dan kanan. Berfungsi sebagai alat
transportasi sperma ke dalam tuba, pembentuk plasenta serta tempat
perkembangan embrio dan kelahiran mencit. Ovarium berfungsi sebagai tempat
perkembangan sel telur. Tuba fallopi letaknya di bawah ovarium. Selanjutnya,
bursa lemak berfungsi untuk melindungi organ-organ genetalia internal pada
mencit. Ovarium, terletak berdekatan dengan saluran telur dan berfungsi untuk
mengahasilkan ovum. Infudibulum, sebagai tempat terbentuknya kalaza.
Oviduct, merupakan saluran yang berkelok-kelok yang berfungsi sebagai
saluran telur. Uterus, sebagai saluran telur dan merupakan pelebaran dari
oviduk. Vagina, merupakan organ hewan betina dan sebagai jalan keluar
anak. Vulva yang berupa tonjolan pada bagian luar vagina yang merupakan
organ genitalia eksterna.
Sistem genitalia pada ikan berfungsi untuk melakukan perkembangbiak
an organ utama pada ikan jantan berupa testis yang nantinya akan
menghasilkan spermatozoa. Organ utama pada ikan betina berupa ovarium
yang nantinya akan menghasilkan ovum. Ketika gamet jantan yaitu
spermatozoa dan gamet betina yaitu ovum bila terjadi pembuahan akan
menghasilkan zigot (individu baru) dan terjadi perkembangan embrio di dalam
telur. Organ-organ reproduksi ikan mujair (Tillappia mossambica) tidak
lengkap seperti hewan lainnya. Organ reproduksi ikan berupa gonad (kelejar
kelamin), testis, vas deferens, pada jantan dan ovarium, oviduk pada betina.

Fungsi testis untuk menghasilkan spermatozoa dan vas deferens berfungsi


sebagai saluran keluarnya sperma. Ovarium pada ikan berfungsi sebagai
penghasil sel telur dan oviduk berfungsi sebagai keluarnya sel telur. Sel telur
dan sel spermatozoa pada ikan jantan maupun betina dikeluarkan lewat kloaka.
Reptil (Reptilia) Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura
merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi
internal). Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang
terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya
peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin
betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial),
misalnya hewan dari kelompok reptil, aves danUmumnya reptil bersifat ovipar,
Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh
cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di
dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga
menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.
namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular dan kadal.
Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur
tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat
makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup
umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari
vagina induk betinanya.

Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian


bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Ovum reptil betina yang telah
dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang
telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan
mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada
kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan
ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang
berlimpah. Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura
serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air.
Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.
Organ reproduksi pada amfibi meliputi ovarium, oviduk, uterus dan
kloaka. Ovarium berfungsi meghasilkan sel telur sedangkan oviduk berfungsi
sebagai keluarnya sel telur menuju uterus. Uterus untuk menyimpan sel telur
dan akan dikeluarkan setelah musim kawin. Katak memiliki pembuahan diluar
tubuh atau secara eksternal. Organ reproduksi pada jantan yaitu testi, vas
deferens dan kloaka yang mempunyai fungsi yang sama pada makhluk hidup
lainnya. Saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus,
yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan
perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam
air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran
vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang
ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang

menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina


terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka.
Katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul
mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang
dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan
ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi
fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok
telur tersebut berbentuk gumpalan telur. Gumpalan telur yang telah dibuahi
kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari
gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan
alat hisap. Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi
metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai
berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada
saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru.
Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin
memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak
selesai.
Bekicot bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual
saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan
eksternal untuk menghasilkan telur.Telur berkembang menjadi larva dan
berkembang lagi menjadi individu dewasa. Bekicot (Achatina fulica) disebut
sebagai hewan hermafrodit. Hermafrodit adalah hewan yang tidak dapat

dibedakan antara jantan dan betina karena memliki dua organ seksual dalam
suatu individu. Organ reproduksi bekicot (Achatina fulica) memiliki ovarium
dan testis dalam satu tempat yang berwarna putih kekuningan, terdiri dari
beberapa lobus melekat dipermukaan hepatopankreas, merupakan organ
penghasil sel telur dan sel sperma secara bersamaan. Bekicot juga memiliki
oviduk sebagai saluran yang menampung sel telur, dan epididimis saluran yang
menampung sperma. Bekicot (Achatina fulica) memiliki penis yang berwarna
kekuningan merupakan organ koapulasi tersusun dari otot, yang difungsikan
dengan cara seperti membuka kaos kaki.
Sistem reproduksi belalang betina (Dissosteira Carolina) yang terdiri atas
sepasang ovarium. Satu ovarium dapat mengandung puluhan ovariol yang
sejajar satu sama lain. Telur yang sudah matang akan meninggalkan ovarium
melalui saluran telur lateral atau oviduk. Kelenjar aksesori betina memiliki
pelumas untuk mengeluarkan kulit telur yang kaya protein (chorion) yang
mengelilingi seluruh telur. Kelenjar ini biasanya dihubungkan dengan saluran
kecil ke saluran telur umum atau bursa copulatrix. sistem reproduksi jantan
terdiri atas sepasang testis yang berfungsi menghasilkan spermatozoa yang
terletak di ujung belakang abdomen. Sperma yang telah matang akan keluar
dari testis melewati saluran pendek yang disebut vas efferentia dan terkumpul
di ruang penyimpan yaitu vesikula seminalis. seminalis, bergabung satu sama
lain di sekitar pertengahan tubuh, dan membentuk saluran ejakulasi.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini adalah organ reproduksi primer jantan
berupa testis yang berfungsi sebagai penghasilan spermatozoa, dan saluransaluran reproduksi seperti epididmis dan vas deferens. Fugsi epididmis yaitu

sebagai tempat transportasi, konsentrasi, pematangan dan penyimpanan


(storage)

spermatozoa.

Vas

deferens

merupakan

saluran

transportasi

spermatozoa dari cauda epididymis menuju urethra. Organ reproduksi utama


pada hewan betina adalah ovarium yang berfungsi menghasilkan sel telur.
Sepasang oviduk berfungsi sebagai saluran yang menghubungkan ovarium
dengan uterus.
B. Saran
Saran yang saya ajukan pada praktikum berikutnya yaitu agar asisten lebih
mengontrol lagi praktikannya dan lebih disiplin lagi masalah waktu.

DAFTAR PUSTAKA
Agil, M., Adnyane, I,K,M., 2011, Profil Gonad Kodok Lembu Betina yang di
Beri Human Chorionic Gonadotropin dan Ekstrak Hipofisis Kodok
Lokal, Veteriner, 12 (3) : 208-213
Fauziyah, A., 2013, Pengaruh Radiasi Sinar X terhadap Motilitas Sperma pada
Tikus Mencit (Mus musculus), Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Kusnin, A., 2000, Budidaya Bekicot, Bhratara Karya Aksara. Jakarta.


Lestari, L,A,P., 2013, Struktur Anatomi Dan Histologi Organ Reproduksi
Jantan Pada Kadal (Mabouya Multifasciata Kuhl, 1820), Sunan
Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta.
Tenzer, A., 2003, Petunjuk Praktikum Struktur Hewan II, UM, Malang.
Wahyuningsih, H.,2006, Buku Ajar Ikhtiologi, USU, Medan.