Anda di halaman 1dari 21

PENGENALAN MATLAB DAN OPERASI ALJABAR

JURNAL MATLAB DAN OPERASI ALJABAR

Oleh
AGUNG SUSANTO JATIWASESO
NIM 161810301067

LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Matrix Laboratory (MATLAB) yaitu sebuah program untuk analisis dan
komputasi numerik, merupakan bahasa non procedural dengan performansi
komputasi yang tinggi. Program ini adalah salah satu produk komersial dari
perusahaan Matnworks Inc, yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa C++
serta bahasa asembar ulan dalam berbagai aspek, diantaranya aspek komputasional,
seperti grafik dan visualisasi, aspek pemograman, dan aspek GUI (Graphical user
interface).
Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan bagi banyak
orang. Sebab biasanya pelajaran ini hanya di sajikan dalam bentuk tulisan yang
memerlukan ketajaman nalar. Khususnya dalam materi aljabar yang berkaitan dengan
prinsip penyederhanaan serta pemecahan masalah dengan menggunakan symbol atau
huruf.
Praktikum kali ini membahas tentang penyajian materi aljabar dengan program
MatLab. Serta sebagai pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan
program MatLab. Teknologi yang canggih pada software ini sangat membantu
mahasiswa untuk lebih cepat memahami materi-materi matematika terutama materi
aljabar melalui program MatLab.

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana pengoperasian MatLab dalam mempelajari materi operasi aljabar?
b. Bagaimana

pengaruh

penggunaan

mempelajari materi operasi aljabar?

1.3 Tujuan

MatLab

bagi

mahasiswa

dalam

Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut:


a. Mengetahui pengoperasian MatLab dalam mempelajari materi aljabar
b. Mengetahui pengaruh penggunaan MatLab dalam mempelajari materi aljabar
1.4 Manfaat
Dari tujuan diatas, manfaat dibuatnya jurnal ini ialah:
a) Membantu mempercepat proses perhitungan utamanya mengenai penyelesaian
masalah aljabar
b) Memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai konsep dari aljabar
serta komputasi aljabar

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Aljabar


Aljabar berasal dari Bahasa Arab al-jabr yang berarti pertemuan,
hubungan atau perampungan) adalah cabang matematika yang dapat dicirikan
sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama
sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang. Aljabar adalah
cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan kuantitas. Untuk
mempelajari hal-hal ini, dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf)
untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan
alat bantu memecahkan masalah. Contohnya, x mewakili bilangan yang diketahui dan
y bilangan yang ingin diketahui. (John,2006)

2.2 Suku-suku pembentuk dalam aljabar


Koefisien = adalah bilangan yang diikuti variabel dibelakangnya pada tiap-tiap suku.
Contoh:
5x , artinya 5 adalah koefisien x
8y , artinya 8 adalah koefisien y
a2, artinya 1 adalah koefisien a2

Variabel = adalah lambang dari suatu bilangan yang belum diketahui nilainya.
Variabel disimbolkan dengan huruf kecil, misalnya; a, b, c, . , x, y, z.
Contoh:
3p, artinya p adalah variabel dari 3
4q, artinya q adalah variabel dari 4

Konstanta = merupakan bilangan tetap yang tidak memiliki variabel.


Contoh konstanta dari operasi berikut:
5x + 2xy2 + y 35
Konstanta dari operasi diatas adalah (-35).
Suku = adalah bagian dari bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau
selisih. Memuat variabel beserta koefisiennya atau hanya konstanta.
Bentuk aljabar dengan dua suku disebut suku dua.
Contoh: 5x 2y, a + b2
Bentuk aljabar dengan lebih dari dua suku disebut suku banyak (polinom).
Contoh: a2 + 4b c, 6x + 1 3y + xy2

2.3 Sejarah dan Asal Usul Aljabar

(Sukino,2007)

Asal mula Aljabar dapat ditelusuri berasal dari bangsa Babilonia Kuno yang
mengembangkan sistem aritmatika yang cukup rumit, dengan hal ini mereka mampu
menghitung dalam cara yang mirip dengan aljabar sekarang ini. Dengan
menggunakan sistem ini, mereka mampu mengaplikasikan rumus dan menghitung
solusi untuk nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan
dengan menggunakan persamaan Linier, Persamaan Kuadrat dan Persamaan Linier
tak tentu. Sebaliknya, bangsa Mesir, dan kebanyakan bangsa India, Yunani, serta Cina
dalam milenium pertama sebelum masehi, biasanya masih menggunakan metode
geometri untuk memecahkan persamaan seperti ini, misalnya seperti yang disebutkan
dalam the Rhind Mathematical Papyrus, Sulba Sutras, Euclids Elements, dan
The Nine Chapters on the Mathematical Art. Hasil karya bangsa Yunani dalam
Geometri, yang tertulis dalam kitab Elemen, menyediakan kerangka berpikir untuk
menggeneralisasi formula matematika di luar solusi khusus dari suatu permasalahan
tertentu ke dalam sistem yang lebih umum untuk menyatakan dan memecahkan
persamaan,

yaitu

kerangka

berpikir

logika

Deduksi.

Sekitar tahun 300 S.M seorang sarjana Yunani kuno Euclid menulis buku yang
berjudul Elements. Dalam buku itu ia mencantumkan beberapa rumus aljabar yang
benar untuk semua bilangan yang ia kembangkan dengan mempelajari bentuk-bentuk
geometris. Perlu diketahui, orang-orang Yunani kuno menuliskan permasalahanpermasalahan secara lengkap jika mareka tidak dapat memecahkan permasalahanpermasalahan tersebut dengan menggunakan geometri. Metode inilah yang kemudian
menjadikan kemampuan mereka untuk memecahkan permasalahan-permasalahan
yang mendetail menjadi terbatasi.
Seiring dengan perkembangan zaman, Pada abad ke-3, Diophantus of Alexandria
(250 M) menulis sebuah buku berjudul Aritmetika, dimana ia menggunakan simbolsimbol untuk bilangan-bilangan yang tidak diketahui dan untuk operasi-operasi
seperti penambahan dan pengurangan. Sistemnya tidak sepenuhnya dalam bentuk
simbol, tetapi berada diantara sistem Euclid dan apa yang digunakan sekarang

ini.Lambat laun bangsa Arab mulai mengenal teori yang dimiliki negara jajahan
tersebut.
Kemudian munculah tokoh yang sekarang ini dianggap sebagai penemu teori
Aljabar, dialah Al-Khawarizmi , seorang muslim keturunan Usbekistan dan lahir
pada tahun 780 masehi atau 194 Hijriah menurut kalender islam. Dibidan pendidikan,
telah dibuktikan bahwa ialah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas.
Pengetahuan dan kemahiran al-Khawarizmi bukan hanya meliputi bidang syariat
tetapi juga dalam bidang falsafah, logika, aritmetik, geometri, musik, sastra, sejarah
Islam dan ilmu kimia. Keahlian dirinya pada ilmu matematika telah membawa
dirinya menciptakan pemakaian Secans dan Tangens dalam penyelidikan trigonometri
dan astronomi. Dalam usia muda ia telah bekerja di bawah pemerintahan Khalifah alMamun, daerah Bayt al-Hikmah di Baghdad. al-Khawarizmi bekerja dalam sebuah
observatory atau tempat ilmu matematik dan astronomi yang ia gali lebih dalam. AlKhawarizmi juga dipercayai memimpin perpustakaan khalifah. Sedikit tambahan dari
penulis Sumbangsih terbesar al-Khawarizmi adalah karya yang terangkum dalam
buku bukunya yang berjudul sebagai berikut. Al-Jabr wal Muqabalah : Penciptaan
pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Hisab
al-Jabr wa al-Muqabalah : Sebuah buku yang merangkum pemecahan dari
permasalan masalah matematika yang sebagian telah dikemukakan bangsa Babilonia
kuno.

Dan

Kebenarannya

diakui

oleh

al-Khawarizmi

Sistem Nombor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam
sistem nombor pada zaman sekarang.
Seperti telah disinggung di atas istilah Aljabar berasal dari kata arab al-jabr
yang berasal dari kitab Al-Kitab al-Jabr wa-l-Muqabala (yang berarti The
Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing), yang ditulis oleh
Matematikawan Persia Muhammad ibn Musa al-Kwarizmi. Kata Al-Jabr sendiri
sebenarnya berarti penggabungan (reunion). Matematikawan Yunani di jaman

Hellenisme, Diophantus, secara tradisional dikenal sebagai Bapak Aljabar,


walaupun sampai sekarang masih diperdebatkan siapa sebenarnya yang berhak atas
sebutan tersebut Al-Khwarizmi atau Diophantus?. Mereka yang mendukung AlKhwarizmi menunjukkan fakta bahwa hasil karyanya pada prinsip reduksi masih
digunakan sampai sekarang ini dan ia juga memberikan penjelasan yang rinci
mengenai pemecahan persamaan kuadratik. Sedangkan mereka yang mendukung
Diophantus menunjukkan Aljabar ditemukan dalam Al-Jabr adalah masih sangat
elementer dibandingkan Aljabar yang ditemukan dalam Arithmetica, karya
Diophantus. Matematikawan Persia yang lain, Omar Khayyam, membangun Aljabar
Geometri dan menemukan bentuk umum geometri dari persamaan kubik.
Matematikawan India Mahavira dan Bhaskara, serta Matematikawan Cina, Zhu
Shijie, berhasil memecahkan berbagai macam persamaan kubik, kuartik, kuintik dan
polinom tingkat tinggi lainnya.
Peristiwa lain yang penting adalah perkembangan lebih lanjut dari aljabar, terjadi
pada pertengahan abad ke-16. Ide tentang determinan yang dikembangkan oleh
Matematikawan Jepang Kowa Seki di abad 17, diikuti oleh Gottfried Leibniz sepuluh
tahun kemudian, dengan tujuan untuk memecahkan Sistem Persamaan Linier secara
simultan dengan menggunakan Matriks. Gabriel Cramer juga menyumbangkan hasil
karyanya tentang Matriks dan Determinan di abad ke-18. Aljabar Abstrak
dikembangkan pada abad ke-19, mula-mula berfokus pada teori Galois dan pada
masalah keterkonstruksian (constructibility)
Aljabar secara garis besar dapat dibagi dalam kategori berikut ini:
1. Aljabar Elementer, yang mempelajari sifat-sifat operasi pada bilangan riil
direkam dalam simbol sebagai konstanta dan variabel, dan aturan yang
membangun ekspresi dan persamaan Matematika yang melibatkan simbolsimbol. Aljabar Elementer adalah bentuk paling dasar dari Aljabar, yang

diajarkan pada siswa yang belum mempunyai pengetahuan Matematika apapun


selain daripada Aritmatika Dasar. Meskipun seperti dalam Aritmatika, di mana
bilangan dan operasi Aritmatika (seperti +, , , ) muncul juga dalam Aljabar,
tetapi disini bilangan seringkali hanya dinotasikan dengan simbol (seperti a, x,
y). Hal ini sangat penting sebab: Hal ini mengijinkan kita menurunkan rumus
umum dari aturan Aritmatika (seperti a + b = b + a untuk semua a dan b), dan
selanjutnya merupakan langkah pertama untuk penelusuran yang sistematik
terhadap sifat-sifat sistem bilangan riil.
Dengan menggunakan simbol, alih-alih menggunakan bilangan secara langsung,
mengijinkan kita untuk membangun persamaan matematika yang mengandung
variabel yang tidak diketahui (sebagai contoh Carilah bilangan x yang
memenuhi persamaan 3x + 1 = 10). Hal ini juga mengijinkan kita untuk
membuat relasi fungsional dari rumus-rumus matematika tersebut (sebagai
contoh Jika anda menjual x tiket, dan kemudian anda mendapat untung 3x 10
rupiah, dapat dituliskan sebagai f(x) = 3x 10, dimana f adalah fungsi, dan x
adalah bilangan dimana fungsi f bekerja.
2. Aljabar Abstrak, kadang-kadang disebut Aljabar Modern, yang mempelajari
Struktur Aljabar semacam Grup, Ring dan Medan (fields) yang didefinisikan dan
diajarkan secara aksiomatis;
3. Aljabar Linier, yang mempelajari sifat-sifat khusus dari Ruang Vektor (termasuk
Matriks);
4. Aljabar Universal, yang mempelajari sifat-sifat bersama dari semua Struktur
aljabar.
Dalam studi Aljabar lanjut, sistem aljabar aksiomatis semacam Grup, Ring,
Medan dan Aljabar di atas sebuah Medan (algebras over a field) dipelajari bersama

dengan telaah Struktur Geometri Natural yang kompatibel dengan Struktur Aljabar
tersebut dalam bidang Topologi.

BAB 3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


1. Komputer dan Laptop
2. Mouse
3. Software MatLab
3.2 Prosedur
1. Hidupkan komputer atau laptop
2. Buka software MatLab

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil

Tampilan MatLab

4.2

Pembahasan
Pada MatLab, ada beberapa bagian jendela yang perlu diketahui

untuk mengoperasikan aplikasi MatLab, antara lain Command Window,


Current Directory, Workspace, dan Command History.
a. Command Windows
Adalah pusat dari bagian MatLab sebagai fungsi memasukkan
perintah yang akan kita lakukan. Apabila kita ingin menghapus
semua tulisan di Command Windows , kita hanya perlu mengetik
clc dan kemudian tekan tombol enter. Maka keadaan Command
Windows akan bersih seperti semula.
b. Current Directory
Pada jendela ini hanya berisi data-data kerja MatLab, seperti data
pemograman yang tersimpan di suatu folder.
c. Command History
Jendela yang hanya berisi perintah yang pernah di jalankan pada
jendela Command Windows.
Dasar operasi dan variabel juga perlu di pelajari. Dasar operasi yang
di gunakan pada aplikasi MatLab yaitu,
+

: Fungsi Penjumlahan

Contoh :
Ditulis pada command window
>> 4+4 (lalu di tekan enter)
ans =
8

: Fungsi Pengurangan

Contoh :
>> 144
ans=
10

: Fungsi Perkalian

Contoh :
>> 2*4
ans=
8

: Fungsi Pembagian

Contoh :
>>24/3
ans=
8

: Fungsi Pangkat

Contoh:
>>4^2
ans=
16

Di antara operasi sederhana pada software MATLAB adalah:


Pembuatan variabel
Variable yang tersimpan dan muncul di workspace
Contohnya:
>>x=4
x=
4

Variabel huruf atau kata


Untuk membuat variabel huruf atau kata didahului dengan tanda petik diawal
dan diakhir kata
Contohnya :
>>a=aku
Penulisan kalimat menggunakan variabel kata
>>a=kimia
>>b=adalah
>>c=jurusanku
Untuk menuliskan kalimat kimia adalah jurusanku maka dituliskan di
command window [a, ,b. ,c,]
.
Memberikan nama atau kalimat penting sebagainya
Dalam memberikan nama atau kalimat penting didahului dengan tanda % agar
tidak muncul hasil di command window.

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan
kuantitas.
2. Dasar operasi pada MatLab sama dengan notasi pada materi matematika
secara umum seperti +;-;*;/;^

5.2 Saran
Kepada Asisten, penjelasan dan cara penyampaian materi sudah jelas, untuk
itu mohon untuk tetap di pertahankan.

Lampiran

DAFTAR PUSTAKA

Sukino. 2007. Buku Matematika Kelas 8. Erlangga


Derbyshire, john. 2006. Unknown QuantityL: A real and Imaginary History of
Algebra