Anda di halaman 1dari 39

LINGKARAN MOHR

UNTUK TEGANGAN BIDANG

LINGKARAN MOHR
Lingkaran Mohr diperkenalkan oleh seorang insinyur Jerman,
Otto Mohr (1835-1913). Lingkaran Mohr adalah sebuah cara
grafis yang dapat merubah persamaan tegangan ke dalam
persamaan lingkaran.
Lingkaran ini digunakan untuk melukis transformasi
tegangan maupun regangan, baik untuk persoalan-persoalan
tiga dimensi maupun dua dimensi

LINGKARAN MOHR
Asumsi
Tegangan tekan adalah positif dan tegangan tarik adalah negatif.
Sistem tidak berputar atau bergerak.
Tegangan dibagi ke dalam dua buah tegangan tegak lurus sumbu
longitudinal yang disebut dengan tegangan prinsipal.

LINGKARAN MOHR
Asumsi

Buatlah koordinat horizontal dan vertikal dengan skala yang sama, lalu
gambarkan S1 dan S2 pada sumbu horizontal.
Gambar sebuah lingkaran dengan titik pusat antara S1 dan S2 dengan
garis melewati titik S1 dan S2

LINGKARAN MOHR
Asumsi

Jika pada bidang tegangan bidang geser membentuk sudut A terhadap


bidang normal, maka gambarkan sebesar 2A pada Lingkaran Mohr.
Titik X menunjukkan besar tegangan pada bidang, dimana besar tegangan
normal ditunjukkan pada sumbu horisontal dan tegangan geser pada
sumbu vertikal.

LINGKARAN MOHR
Tiga Prinsip Dasar dalam Lingkaran Mohr
Arah dari bidang geser selalu diperlihatkan oleh
besar sudut nya.
Besar sudut pada Lingkaran Mohr adalah dua kali
dari besar sudut yang sebenarnya.
Sudut selalu diukur dengan cara yang sama, baik
pada kondisi yang sebenarnya ataupun pada
Lingkaran Mohr.

LINGKARAN MOHR
Contoh 1
Tentukan besarnya tegangan normal dan tegangan geser, pada bidang
tegangan di bawah ini.

Penyelesaian Contoh 1

Tentukan besarnya sudut yang dibentuk antara bidang geser terhadap


sumbu horizontal, seperti yang terlihat pada gambar.

Penyelesaian Contoh 1

Selanjutnya, buatlah grafik untuk menggambarkan Lingkaran Mohr.


Dimana titik tengah lingkaran berada pada (Smax + Smin)/2
Dan radiusnya adalah (Smax-Smin)/2, dengan garis lingkaran yang
melewati S1 dan S2.

Penyelesaian Contoh 1

Ingat, besar sudut dalam Lingkaran Mohr adalah dua kali besar sudut
yang sebenarnya. Dan semua sudut diukur dengan cara yang sama.

Penyelesaian Contoh 1

Ketika kita menggambarkan besarnya sudut, diperoleh bahwa titik


tegangan berada pada setengah bagian bawah dari diagram.

Penyelesaian Contoh 1
Dapat kita lihat dalam keadaan sebenarnya, bahwa tegangan akan
menghasilkan pergeseran bidang ke kanan.
Dengan demikian apabila pada Diagram Mohr tegangan geser bernilai
negatif, memberi pengertian bahwa bidang mengalami pergeseran lateral
ke kanan.

Penyelesaian Contoh 1
Pada akhirnya kita menemukan besarnya tegangan normal dan tegangan
geser pada bidang.

LINGKARAN MOHR
Contoh 2
Berikut ini kita mempunyai geometri yang sama dengan Contoh 1, namun
salah satu tegangannya merupakan tegangan tarik. Tentukan besarnya
tegangan normal dan tegangan geser, pada bidang tegangan di bawah ini.

Penyelesaian Contoh 2

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


Perhatikan sebuah elemen bujursangkar
dengan sisi yang sangat kecil pada bidang
x-y dan tebal t.
Elemen ini mengalami tegangan normal x,
y dan tegangan geser xy = yx.

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


Akan ditentukan tegangan normal dan
tegangan geser yang bekerja pada sebuah
bidang yang normalnya membentuk sudut
terhadap sumbu x dimana x bekerja.
Perlu digunakan prinsip kesetimbangan
gaya dalam sebuah segitiga yang sangat
kecil dengan tebal t.

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


Panjang sisi segitiga:
AB = a
OA = a sin
OB = a cos
Untuk memenuhi kondisi
kesetimbangan, seluruh gaya yang
bekerja pada arah dan dalam
keadaan setimbang.

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


Dari gambar tersebut diperoleh persamaan persamaan :

x + y x y
cos2 + xy sin2
=
+

2
2

x y
sin2 + xy cos2
=
2
Memungkinkan kita untuk menentukan tegangan normal dan
tegangan geser pada setiap bidang yang didefinisikan oleh q untuk
setiap kombinasi nilai x, y, dan xy.

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


x y
sin2 + xycos2
=
2
x y
sin2 + xycos2
0 =
2
x y

sin2 = xycos2
2
2xy
sin2
=
cos2 x y
tan 2 =

2xy
x y

TEGANGAN DALAM DUA DIMENSI


Sudut 2 merupakan sudut dari sumbu x yang menunjukkan arah
tegangan-tegangan utama 1 dan 3.
Karena tan 2 = tan (2 +180o) maka
Sudut merupakan arah 1
Sudut + 90 merupakan arah 3.
Setelah sudut diperoleh, 1 dan 3 dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan untuk menghitung .

1 =

1
(x + y ) + 1 (x y )2 + 2xy
2
4

3 =

1
(x + y ) 1 (x y )2 + 2xy
2
4

LINGKARAN MOHR
Pada Tegangan Bidang

+
+
+

+
+
+

LINGKARAN MOHR
Pada Tegangan Bidang
Untuk memplot tegangan geser pada Lingkaran Mohr, digunakan
konvensi tanda positif dan negatif yang hanya valid untuk
keperluan presentasi grafis.
Tegangan geser diplot positif jika tegangan tersebut akan memutar
elemen berlawanan dengan arah putaran jarum jam.
Tegangan geser diplot negatif jika tegangan tersebut akan memutar
elemen searah dengan arah putaran jarum jam.

LINGKARAN MOHR
Pada Tegangan Bidang

LINGKARAN MOHR
Pada Tegangan Bidang
Lingkaran Mohr merupakan metode grafis sederhana dan
cepat yang dapat digunakan untuk:
Menentukan besar tegangan normal dan tegangan geser
pada bidang tertentu.
Menentukan besar dan arah tegangan-tegangan utama.

LINGKARAN MOHR
Contoh 3
Tentukan tegangan normal dan
tegangan geser (ke arah
mana?) yang bekerja pada
Bidang C
Tentukan besar dan arah
tegangan utama mayor (1)
dan tegangan utama minor
(3)

Penyelesaian Contoh 3

Penyelesaian Contoh 3

Perhatikan Bidang C
Normalnya bersudut 30o counter clockwise dari arah bekerjanya x (sumbu x)
ATAU
Bersudut 30o counter clockwise dari bidang tempat x bekerja (Bidang A)
PADA LINGKARAN MOHR DIUKURKAN COUNTER CLOCKWISE 2 x 30o = 60o

Penyelesaian Contoh 3

Perhatikan Bidang C
Normalnya bersudut 60o clockwise dari arah bekerjanya y (sumbu y)
ATAU
Bersudut 60o clockwise dari bidang tempat y bekerja (Bidang B)
PADA LINGKARAN MOHR DIUKURKAN CLOCKWISE 2 x 60o = 120o

Penyelesaian Contoh 3
Jadi secara grafis:
= 23.2 MPa
= 3.9 MPa
Dengan menggunakan persamaan-persamaan:
x + y

x y
cos2 + xy sin2
=
+
2
2
x y
sin2 + xycos2
=
2

Penyelesaian Contoh 3
x + y x y
cos2 + xy sin2
+
=

2
2

22 + 6 22 6
O
0
=
+
cos60 + 6 sin60
2
2
= 14 + 4 + 5.196 = 23.196 MPa
x y
sin2 + xycos2
=

22 6
O
O
=
sin60 + 6 cos60
2
= 6.928 + 3 = 3.928 MPa

Penyelesaian Contoh 3
Secara grafis:
= 23.2 MPa
= 3.9 MPa

Dengan rumus:
OK

= 23.196 MPa

OK?

= -3.928 MPa

Penyelesaian Contoh 3

1 = 24 MPa
Bekerja pada bidang yang normalnya bersudut 18.5o counter clockwise
dari arah bekerjanya x (sumbu x)
ATAU
Bekerja pada bidang yang bersudut 18.5o counter clockwise dari bidang
tempat bekerjanya x (Bidang A)

Penyelesaian Contoh 3

3 = 4 MPa
Bekerja pada bidang yang normalnya bersudut 108.5o counter clockwise
dari arah bekerjanya x (sumbu x)
ATAU
Bekerja pada bidang yang bersudut 108.5o counter clockwise dari bidang
tempat bekerjanya x (Bidang A)

Penyelesaian Contoh 3
Dengan menggunakan persamaan-persamaan:
1
1
(
)
(x y )2 + 2xy
1 = x + y +
2
4
1
1
(x y )2 + 2xy
3 = ( x + y )
2
4

Penyelesaian Contoh 3

1
1
1,3 = x + y
x y 2 + 2xy
2
4
1
1
(22 6)2 + 62
1,3 = (22 + 6 )
2
4
1,3 = 14 10
1 = 24 MPa
3 = 4 MPa

36

Penyelesaian Contoh 3
2 = tan

2 xy
x y

2(6)
2 = tan
22 6
1 12
2 = tan
16
21 = 36.87 o 1 = 18.43o
1

2 2 = 180o + 36.87 o 2 = 108.43o

Penyelesaian Contoh 3
Dari rumus :

Secara grafis :

1 = 24 MPa 1 = 18.5o

OK

1 = 24 MPa 1 = 18.43o

3 = 4 MPa 2 = 108.5o

OK

3 = 4 MPa 2 = 108.43o

Penyelesaian Contoh 3