Anda di halaman 1dari 11

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN DENGAN KEBUTUHAN

KHUSUS

diajukan guna memenuhi tugas pemicu mata kuliah Perawatan Pasien dengan
Kebutuhan Khusus dosen pengampu : Ns. Latifa Aini S, M.Kep., Sp.Kom

Oleh
Indah Dwi Haryati
NIM 132310101005

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN DENGAN KEBUTUHAN


KHUSUS
1. Pengertian Kebutuhan Khusus
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses pertumbuhan
atau perkembangan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik, mental-intelektual,
sosial dan atau emosional dibanding dengan anak anak lain seusianya, sehingga mereka
memerlukan pelayanan pendidikan khusus. (Darmawanti dan Jannah, 2004) Anak
Berkebutuhan Khusus (dulu disebut sebagai anak luar biasa) didefinisikan sebagai
anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi
kemanusiaan mereka secara sempurna. Dalam dunia pendidikan, kata luar biasa
merupakan julukan atau sebutan bagi mereka yang memiliki kekurangan atau
mengalami

berbagai kelainan dan penyimpangan yang tidak alami seperti orang

normal pada umumnya. (Hadist, 2010)

Menurut Aqila Smart 2010, bahwa anak

berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan
anak pada umumnya.
Menurut Kauffman & Hallahan (2006) tipe-tipe kebutuhan khusus yang selama
ini menyita perhatian orangtua dan guru adalah (1) tunagrahita (mental retardation) atau
anak dengan hambatan perkembangan (child with development impairment), (2)
kesulitan Belajar (learning disabilities) atau anak yang berprestasi rendah, (3) hiperaktif
(Attention Deficit Disorder with Hyperactive ), (4) tunalaras (Emotional and behavioral
disorder), (5) tunarungu wicara (communication disorder and deafness), (6) tunanetra
atau anak dengan hambatan penglihatan (Partially seing and legally blind), (7) autistik,
(8) tunadaksa (physical handicapped), dan (9) anak berbakat (giftedness and special
talents).
2. Faktor Yang Mempengaruhi Pasien Dengan Kebutuhan Khusus
Jika dipandang dari sudut waktu terjadinya kelainan pada anak dapat di bagi
menjadi:

a. Pre-natal, terjadinya kelainan anak semasa dalam kandungan atau sebelum proses
kelahiran. Misalnya seorang ibu yang tengah hamil muda > 3 bulan keracunan
olkhohol.
b. Peri-natal, sering juga disebut natal waktu terjadinya kelainan pada saat proses
kelahiran dan menjelang serta sesaat setelah proses kelahiran.
c. Pasca-natal, terjadinya kelainan setelah anak dilahirkan sampai dengan sebelum usia
perkembangan selesai (kurang lebih usia 18 tahun).
Banyak faktor penyebab terjadinya anak berkebutuhan khusus menjadi tunanetra,
tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan lain-lain, diantaranya :
a. Heriditer
Pada kelompok faktor herediter terdapat beberapa faktor seperti faktor penyebab
yang

berdasarkan

keturunan

atau

sering

dikenal

dengan genetik,

yaitu

kelainan kromosome Adanya kesamaan gen pada pasangan suami istri memiliki
resiko tinggi untuk melahirkan anak kelainan kromosome salah satunya
adalah Downs syndrome atau mongolism, bagi anak Downs syndrome sering
kelainannya adalah kelebihan kromosome pada pasangan kromosome ke 21 yang
dikenal dengan trisomi 21, dimana pada manusia terdapat 23 pasang kromosome.
Sedangkan faktor non genetik, seperti kelahiran pre-mature dan BBLR (berat bayi
lahir rendah) yaitu berat bayi lahir kurang dari 2.500 gram. Demikian juga usia ibu
sewaktu hamil di atas 35 tahun memiliki resiko yang cukup tinggi untuk melahirkan
anak berkebutuhan khusus.
b. Infeksi
Infeksi merupakan suatu penyebab dikarenakan adanya berbagai serangan penyakit
infeksi yang dapat menyebabkan baik langsung maupun tidak langsung terjadinya
kelainan seperti infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes),
polio, meningitis, dsb.
1)
Infeksi
TORCH

bersama

dengan

paparan radiasi dan

obat-

obatan teratogenik dapat mengakibatkan kerusakan pada embrio. Beberapa


kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil
antara lain kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata,
telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosepalus, dan lain sebagainya dengan
tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan
gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal

2) Poliomyelitis

adalah

penyakit

yang

disebabkan

oleh

infeksi

dengan

poliovirus. Virus menginfeksi saraf dan kadang-kadang sumsum tulang belakang


dan otak yang menyebabkan kelumpuhan parsial atau lengkap, kelumpuhan otot
respirasi dan bahkan kematian. Kerusakan tulang dapat mengakibatkan
permanen otot kelemahan dan cacat
3) Meningitis ( radang selaput otak) yang diakibatkan karena penyakit yang
diderita pada masa kanak-kanak misalnya radang selaput otak akibat radiasi
seperti infeksi pada selaput otak, radang otak, infeksi pada organ telinga pada
kasus diatas atau akibat kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan fungsi
pendengaran, fungsi organ tubuh yag lainnya., yang menyebabkan pertumbuhan
dan perkembangan sel-sel otak menjadi terganggu. Berbagai penyakit yang
diderita pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan Anak Berkebutuhan
Khusus.
c. Keracunan
Banyak jenis keracunan yang merupakan penyebab yang cukup banyak
ditemukan karena seperti pola hidup masyarakat, keracunan dapat secara langsung
pada anak, maupun melalui ibu hamil. Munculnya FAS (fetal alchohol syndrome)
adalah keracunan janin yang disebabkan ibu mengkonsumsi alkohol yang berlebihan,
kebiasaan kaum ibu mengkonsumsi obat bebas tanpa pengawasan dokter merupakan
potensi keracunan pada janin. Jenis makanan yang dikonsumsi bayi yang banyak
mengandung zat-zat berbahaya merupakan salah satu penyebab. Adanya polusi pada
berbagai sarana kehidupan terutama pencemaran udara dan air.
d. Trauma
Trauma merupakan Kejadian yang tak terduga dan menimpa langsung pada
anak, seperti proses kelahiran yang sulit sehingga memerlukan pertolongan yang
mengandung resiko tinggi, atau kejadian saat kelahiran saluran pernafasan anak
tersumbat sehingga menimbulkan kekurangan oksigen pada otak (asfeksia),
terjadinya kecelakaan yang menimpa pada organ tubuh anak terutama bagian kepala.
e. Kekurangan gizi
Masa tumbuh kembang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak
terutama pada 2 tahun pertama kehidupan. Kekurangan gizi dapat terjadi karena
adanya kelainan metabolism maupun penyakit parasit pada anak seperti cacingan.
Hal ini mengingat Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak memunculkan
atau tempat tumbuh-kembangnya penyakit parasit dan juga karena kurangnya asupan

makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak pada masa tumbuh kembang. Hal ini di
dukung oleh kondisi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.
MenurutSlameto(2003), faktorfaktoryangmempengaruhikesulitan belajarada
dua,yaitu:
a. Faktorintern
Faktorinternadalahfaktoryangadadidalamindividuyangsedang belajar.Faktor
interndibagimenjadibeberapafaktor,yaitu:
1)Jasmani,yangterdiridarifaktor:
a) cacat tubuh atau adanya susunan saraf yang tidak berkembang secara
sempurna.
b) Mempunyaipenyakityangsifatnyamenahunyangdapatmenghambat usaha
usahabelajarsecaraoptimal.
c) Kelemahan pada unsur pancaindera (misalnya mata/telinga yang tidak
sempurna/cacat)yangdapatmenggangguinteraksidalamproses pembelajaran.
2)Psikologisdanmental,yangterdiridarifaktor:
a)inteligensi,perhatian,minat,bakat,motif,kematangandankesiapan.
b)Tingkatkecerdasanrendah.
c) Aktivitasyangtidakterarah,kurangsemangat, kurangmenguasai ketrampilan.
3)Emosionaldankebiasaansikapyangsalah,terdiridarifaktor:
a) Terdapatnyarasatidakaman(insecurity).
b) Penyesuaianyangsalahterhadaporang-orang.
c) Kurangmenaruhminatterhadappekerjaansekolah.
d) Malasdantidakmaubelajar.
e) Seringtidakmengkutipelajaran(bolos).
f) Banyakmelakukanaktivitasyangbertentangandantidak menunjangaktivitas
sekolah.
2.Faktorekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Fakekstern dikelompokkan
menjaditigafaktor,yaitu:
a.FaktorKeluarga,yangmeliputi:
1)caraorangtuamendidik

2)relasiantaraanggotakeluarga
3)suasanarumah
4)keadaanekonomikeluarga,
5)pengertianorangtualatar
6)besarkecilnyaanggotakeluarga
7)Tradisidankulturkeluarga
8)Ketrentamandankeamanansosiopsikologis.
b.FaktorSekolah,yangmeliputi:
1)Kelemahandarisistembelajarmengajarpadatingkattingkat pendidikan.
2) Kurikulum yang seragam, buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat
kematangandanperbedaanindividu.
3)Relasigurudengansiswa,relasisiswadengansiswa.
4)Terlaluseringpindahsekolahatautinggalkelas.
5)Terlaluberatbebanbelajar(siswa)danataumengjar(guru).
6)Ketidaksesuaiansistempengajaran
7)Terlalubesarpopulasisiswadalamkelas,terlalubanyakmenuntut kegiatandiluar.
8)disiplinsekolah,alatpelajaran,waktusekolah,standarpelajarandiatas ukuran,
keadaangedung,metodebelajar,dantugasrumah.
c.Masyarakat,yangmeliputi:
1) kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk
kehidupanmasyarakat.
2)Pengaruhkelompokpergaulanyangtidakedukatifdanmerusakmoral siswa.

Faktor yang mempengaruhi anak berbakat


1. Faktor Genetik dan Biologis Lainnya.
Penelitian dalam genetika perilaku menyatakan bahwa setiap jenis dalam
perkembangan perilaku dipengaruhi secara signifikan melalui gen/keturunan. Namun
demikian faktor biologis juga tidak dapat diingkari, faktor biologis yang belum
bersifat genetik yang berpengaruh pada intelegensi adalah faktor gizi dan neurologik.
Penekanannya adalah, individu tidak mewarisi IQ atau bakat, yang diwariskan adalah

sekumpulan gen yang bersama dengan oengalaman-pengalaman akan menentukan


kapasitas dari intelegensi dan kemampuan-kemampuan lainnya
2.

Faktor Lingkungan
Anak-anak yang disadari memiliki potensi perlu dikembangkan, perlu memiliki

keluarga yang penuh rangsangan, pengarahan, dorongan, dan imbalan-imbalan untuk


kemampuan mereka.
a. Adanya minat pribadi dari orang tua terhadap bakat anak dan memberikan
dorongan
b. Orangtua sebagai panutan
c. Ada dorongan dari orangtua untuk menjelajah
d. d. Pengajaran bersifat informal dan terjadi dalam berbagai situasi, proses belajar
awal lebih bersifat eksplorasi dan bermain
e. Ada perilaku-perilaku dan nilai yang diharapkan berkaitan dengan bakat anak
dalam keluarga
f. Orangtua

menjadi

pengamat

latihan-latihan,

memberi

pengarahan

bila

diperlukan, memberikan pengukuran pada perilaku anak yang dilakuakn dengan


terpuji dan memenuhi standard yang ditetapkan
g. Orangtua mencarikan instruktur dan guru khusus bagi anak
h. Orangtua mendorong keikutsertaan anak dalam berbagai acara positif di mana
kemampuan anak dipertunjukkan pada khalayak ramai
3. Karakteristik
Biasanya anak yang kreatif selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan
menyukai kegemaran dan aktivitas yang kreatif. Mereka biasanya cukup mandiri dan
memiliki rasa percaya diri, lebih berani mengambil resiko (tetapi dengan
perhitungan) daripada anak-anak pada umumnya. Orang yang inovatif cenderung

menonjol, berbeda, membuat kejutan, atau menyimpang dari tradisi/kebiasaan


setempat. Rasa percaya diri, keuletan, dan ketekunan membuat mereka tidak cepat
putus asa dalam mencapai tujuan mereka. Rencana inovatif serta produk orisinil
mereka telah dipikirkan matang-matang lebih dahulu, dengan mempertimbangkan
masalah yang mungkin timbul dan implikasinya.
DAFTAR PUSTAKA

Hadits, Abdul. 2006. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung:


Alfabeta
Hallahan, D.P. & Kauffman, J.M. (2006). Exceptional Learners: Introduction to Special
Education 10th ed. USA: Pearson.
Jannah, Miftakhul. & Darmawanti, Ira. 2004. Tumbuh Kembang Anak Usia Dini &
Deteksi Dini pada Anak Berkebutuhan Khusus. Surabaya: Insight Indonesia.
Slameto. 2003.Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta
Smart, Aqila. 2010. Anak Cacat Bukan Kiamat (Metode Pembelajaran & Terapi untuk
Anak Berkebutuhan Khusus). Yogyakarta : Kata Hati.
http://www.membumikanpendidikan.com/2015/05/faktor-penyebab-kelainan-atau-anakberkebutuhan-khusus.html diakses pada tanggal 4 september 2016

SOAL
1. Sepasang suami istri yang cukup bahagia dengan menunggu kelahiran anak
pertamanya, kehamilan istrinya telah memasuki minggu ke 40. Setelah anaknya lahir
betapa terkejutnya pasangan tersebut mendapatkan anak yang mengalami kelainan,
dokter menyebutnya dengan Downs syndrome atau mongolism. Setelah mereka
berkonsultasi dengan dokter ahli genetika maka diketahui bahwa pasangan suami
istri tersebut memiliki gen yang sama. Faktor apa yang mempengaruhi anak
kebutuhan khusus...
a. Heriditer
b. Infeksi
c. Keracunan

d. Trauma
e. Kekurangan gizi

2. Ada seorang ibu yang tengah hamil, dalam pemeriksaan dokter ternyata ibu tersebut
mengidap virus toksoplasma, maka oleh dokter dikatakan ibu tersebut memiliki
resiko tinggi melahirkan anak berkebutuhan khusus. Dalam perjalanan kehamilan ibu
tersebut sering mangalami resiko keguguran namun masih dapat dipertahankan.
Setelah memasuki masa kelahiran yaitu minggu ke 40 ternyata lahirlah bayi dengan
resiko (BDR). Faktor apa yang mempengaruhi anak kebutuhan khusus...
a. Heriditer
b. Infeksi
c. Keracunan

d. Trauma
e. Kekurangan gizi

3. Seorang ibu muda sering merasa pusing dan mual-mual, untuk menghilangkan rasa
pusing seperti biasa dia mengkonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas di
pasaran. Setelah sekian lama kira-kira 2 bulan rasa pusingnya juga tidak pernah
mereda, maka dia memeriksakan dirinya ke dokter. Dari pemeriksaan ternyata ibu
tadi dinyatakan telah hamil 2 bulan. Setelah mengetahui kehamilannya maka dia
lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan. Faktor apa yang mempengaruhi
anak kebutuhan khusus...
a. Heriditer
b. Infeksi
c. Keracunan

d. Trauma
e. Kekurangan gizi

4. Seorang anak usia 4 tahun mengalami peristiwa gempa bumi yang menguncang
daerah Yogyakarta. Anak tersebut mengalami fraktur pada tulang belakang, yang
akhirnya menyebabkan anak tersebut mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya
secara permanen. Faktor apa yang mempengaruhi anak kebutuhan khusus...
a. Heriditer
b. Infeksi
c. Keracunan

f.
g.
d. Trauma

e. Kekurangan gizi
5. Seorang anak usia 12 tahun mengalami kesulitan belajar. Penyebab kesulitan
belajar pada anak tersebut karena banyakmelakukanaktivitasyangbertentangan
dantidak menunjangaktivitassekolah. Faktor apakah yang menyebabkan anak
kesulitan belajar ...
a. Faktor lingkungan
b. Emosionaldankebiasaan

sikapyangsalah

c. Psikologisdanmental
d. Jasmani
e. FaktorKeluarga

f.