Anda di halaman 1dari 6

BAB II

1. Karsinoma Kolorektal
Kanker merupakan pertumbuhan sel yang abnormal, yang dapat menyerang dan
menyebar ke daerah tubuh yang jauh sekalipun.
WHO factsheet
Kanker kolorektal (colo-rectal carcinoma) atau disebut juga kanker usus besar merupakan
suatu tumor ganas yang ditemukan di colon atau rectum.
(Gontar Alamsyah Siregar, 2007: 4)
Skripsi.reni
Kanker kolorektal merupakan kanker yang termasuk 5 kanker paling sering
menyebabakan kematian, dan berjumlah 694.000 kematian pada tahun 2012 di seluruh
dunia.
WHO factsheet
Kanker ini juga angka insidensinya diperkirakan akan terus meningkat pada negara
dengan pendapatan rendah dan sedang
Arnold2016

Gambar II.I Perkiraan angka insidensi dan mortalitas kanker kolorekal di seluruh dunia
IARC

kanker kolorektal berkembang melalui proses multistage yang dihasilkan dari akumulasi
progresif mutasi genetik, dan sering sebagai akibat dari mutasi pada jalur pensinyalan
Wnt
epigen
Terapi yang tepat sasaran dan sesuai staging diperlukan pada penanganan kanker ini.
Klasifikasi yang digunakan menggunakan klasifikasi berdasarkan system TNM.
ESMO

Gambar II.3 Staging Kanker Kolorektal

Tatalaksana Kanker
Tujuan penatalaksanaan kanker ini untuk mengurangi penyebaran penyakit pada daerah
oelvis, serta mengurangi morbiditas dan mortalitas seminimal mungkin. Tujuan lainnya
adlah untuk mempertahankan fungsi sfingter agar tetap baik. Terdapat beberapa modalitas
yang biasa dilakukan untuk penatalaksanaan penyakit ini, yaitu operatif, dapat berupa
Transanal Microscopic Endosurgery, Total Mesorectal Excision maupun kemoterapi dan
radioterapi. Pemilihan tetalaksana yang tepat berdasarkan staging sangat diperlukan.
ESMO

Gambar II.4. Rekomendasi Penatalaksanaan kanker kolorektal pada pasien yang belum
terjadi metastasis.
TEM: transanal endoscopic microsurgery; TME: total mesorectal excision;
CRT: chemoradiotherapy; RT: radiotherapy; cCR: clinical complete remission;
CT: chemotherapy; EMVI: extramural vascular invasion; V1: vascular invasion.

Di negara Jepang, kemoterapi menggunakan uracil/tegafur menjadi terapi standar karena


terapi ini memperbaiki masa relapse free dan angka overall survival.
ESMO
Beberapa Regimen lain juga bermunculan untuk mengobati penyakit ini

Gambar II.5. Contoh pengobatan kemoterapi untuk kanker kolorektal


NCCN
Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan utama untuk pasien dengan kanker
kolorektal. Meskipun efektifitas terapi ini meningkat dari waktu ke waktu, kemoterapi
bukan merupakan terapi kuratif, dan manfaat kelangsungan hidup yang terlihat dalam uji
klinis biasanya diukur hanya dalam waktu minggu atau bulan saja.(NEJM) Sehingga
dibutuhkan perbaikan dalam terapi ini, selain modalitas terapi lain.
2. Iron Overload
Besi adalah elemen penting bagi kehidupan manusia. Zat ini terlibat dalam berbagai
proses biologis dan seluler seperti transportasi oksigen, fosforilasi oksidatif, sintesis
DNA, serta siklus sel dan pertumbuhan. Sel-sel normal dan neoplastik memiliki jumlah
kebutuhan besi yang sama, selain itu, penelitian menunjukkan bahwa besi menginduksi
pertumbuhan sel kanker. Penelitian di berbagai negara menunjukan bahwa, kekurangan
zat besi dapat menimbulkan anemia, sedangkan kelebihan zat besi meningkatkan stres
oksidatif dalam jaringan tubuh, yang mengarah ke kerusakan lipid, protein dan DNA
melalui reaksi Fenton, yang menghasilkan sintesis radikal hidroksil dan oksidan lainnya.
Diperkirakan bahwa beberapa proses ini terlibat dalam patogenesis kanker kolorektal.
Maka dari itu, dibutuhkan keseimbangan dari kandungan besi didalam tubuh manusia,
untuk menjaga kesehatan.

FE

3. Zinc Supplementation
Yang poin ini kan sama aja kaya kemarin, jadi aku ga ngerjain, soalnya emg blm
nemu mekanisme zinc ke iron overload yg secara jelas, mungkin bias disamain kaya
yg dikerjain keli di proposal sbelumnya, udh detail malah disitu