Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS KETERKAITAN REPRODUKSI SEL, HEREDITAS,

DAN REKAYASA GENETIKA UNTUK MENINGKATKAN


PEMAHAMAN MATA KULIAH BIOMANAJEMEN
Annajmu Sasna Junaidi, Citra Fajri, Hasanati,
Indriani, Kun Marifatin, Maulina Hidayah,
Putri Noviani Sinaga
Program Studi Pendidikan Biologi,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Riau

ABSTRAK
Perkembangan teknologi mengenai genetika telah mampu memasukkan atau
meningkatkan sifat-sifat tertentu pada sel melalui modifikasi DNA, untuk menghasilkan
produk yang bermanfaat bagi manusia. Rekayasa genetika sangat diminati karena
memiliki kelebihan secara teknis dan ekonomis. Tujuan dari teknologi ini untuk
mendapatkan dan meningkatkan mutu produk yang lebih baik sesuai dengan yang
diharapkan. Permasalahan yang sering terjadi kurangnya permahaman lebih lanjut
mengenai keterkaitan antara reproduksi sel, hereditas, dan rekayasa genetika pada
mahasiswa. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah studi literatur.
Dari hasil riset yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dengan rekayasa genetika
menjadi lebih mengarahkan pada kemanfaatan yang lebih lebih luas lagi pada abad ini.

I. PENDAHULUAN
Genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat yang didalamnya
mempelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada
keturunannya, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya. Sejarah rekayasa
genetika dimulai sejak Mendel menemukan faktor yang diturunkan. Menurut
Mendel, sifat-sifat yang diturunkan dari induk kepada keturunannya dikendalikan
oleh faktor genetik yang terdapat di dalam kromosom yang disebut gen.
II. PEMBAHASAN
A. Reproduksi Sel

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

Sel adalah satuan kehidupan terkecil sebagai makhluk hidup. Sifat


terpenting sel adalah kemampuan untuk tumbuh dan membelah diri yang
menghasilkan molekul-molekul seluler baru dan memperbanyak dirinya. Di dalam
nukleus sel terdapat kromosom yang berfungsi membawa informasi genetika,
karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom tersusun atas benang
kromatin. Benang kromatin tersusun atas serabut - serabut protein (60%), DNA
(35%), dan RNA (5%). Gen merupakan sepotong DNA yang mengandung kode
kode penentu sifat keturunan. DNA yang merupakan penyusun gen, merupakan
DNA yang melilit protein inti yang disebut histon (protamin). Reaksi antara DNA
dengan protamin inilah yang dapat menimbulkan karakter tertentu pada mahkluk
hidup. Sedang DNA yang mempunyai cetakan (kode) bagi suatu protein tertentu
melalui peristiwa translasi dalam sintesis protein disebut DNA nongen.
Kehidupan sel somatis maupun sel gamet melalui dua fase, yaitu interfase
(fase istirahat) dan fase pembelahan. Pada interfase, sel tidak mengadakan
aktivitas baik secara fisik maupun reaksi kimia. Dalam bidang genetika,
pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang
identik. Pembelahan mitosis terjadi secara tidak langsung karena melalui tahaptahap fase pembelahan, atau dikatakan sebagai pembelahan secara tidak langsung
yang melibatkan benang-benang gelendong untuk mengatur tingkah laku
kromosom. Pembelahan mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama
melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Pembelahan ini
diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan dilanjutkan dengan
pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
Meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan sel anak dengan
jumlah kromosom setengah dari induknya. Pembelahan meiosis disebut juga
sebagai pembelahan reduksi karena dalam proses pembelahannya terjadi
pengurangan atau reduksi jumlah kromosom akibat pembagian. Pengurangan
jumlah kromosom tersebut bertujuan memelihara jumlah kromosom yang tetap
dalam satu spesies
Kemajuan

ilmu

pengetahuan

saat

ini,

manusia

telah

mampu

mengembangkan teknologi reproduksi, yaitu dengan menggunakan alat dan

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

prosedur dalam perkembangbiakan. Tujuan dari teknologi ini untuk mendapatkan


dan meningkatkan mutu individu yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan.
Gen merupakan penentu sifat yang terdapat di dalam kromosom. Apabila gen ini
berubah, maka sifat dari makhluk hidup juga berubah, sehingga banyak ahli yang
memanfaatkan untuk mengubah gen dengan tujuan mendapatkan organisme baru
yang memiliki sifat sesuai yang dikehendaki. Proses pengubahan gen-gen ini
disebut dengan nama rekayasa genetika.
B. Hereditas
Sifat atau karakteristik suatu individu ditentukan oleh genotipe, yaitu sifat
yang ditentukan oleh gen, dan fenotipe, yaitu penampakan sifat sebagai hasil
interaksi antara genotipe dengan lingkungannya, yang dimiliki oleh masingmasing individu. Hereditas adalah penurunan sifat dari induk kepada
keturunannya. Keturunan yang dihasilkan dari perkawinan antar individu
mempunyai perbandingan fenotipe dan genotipe yang mengikuti aturan tertentu.
Aturan-aturan tersebut disebut pola hereditas. Hereditas termasuk kedalam ilmu
genetika yang mempelajari tentang bagaimana suatu sifat, karakteristik diwariskan
dari suatu generasi makhluk hidup ke generasi berikutnya.
C. Hukum Mendel
Pada 1865, Gregor Mendel berhasil mengemukakan teori pertama tentang
pewarisan sifat yang bisa diterima dan dapat dibuktikan kebenarannya. Mendel
mengajukan teori yang didasarkan pada penelitian persilangannya yang sangat
terkenal yang menggunakan berbagai varietas kacang kapri. Mendel memilih
kacang ercis (Pisum sativum) sebagai objek percobaannya dengan pertimbangan
bahwa tumbuhan ini memiliki varietas sifat yang berbeda dan mencolok yang
sangat beragam, seperti warna bunga yang bisa berwarna merah, putih, ungu, dan
tekstur dari bijinya, bulat atau keriput, dan berbagai sifat lainnya. Mendel
menuliskan hasil percobaannya dalam makalahnya yang berjudul Experiment in
Plant Hybridization. Makalah ini berisi tentang hipotesis Mendel tentang
pewarisan material genetik dari tetua kepada anaknya. Dari hipotesis inilah

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

kemudian muncul Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi dan Hukum Mendel II
atau Hukum Perpaduan Bebas.
Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I mengenai kaidah pemisahan alel
pada waktu pembentukan gamet. Pembentukan gamet terjadi secara meiosis,
dimana pasangan-pasangan homolog saling berpisah dan tidak berpasangan
lagi/terjadi pemisahan alel-alel suatu gen secara bebas dari diploid menjadi
haploid. Dengan demikian setiap sel gamet hanya mengandung satu gen dari
alelnya. Fenomena ini dapat diamati pada persilangan monohybrid, yaitu
persilangan satu karakter dengan dua sifat beda.
Hukum Mendel II atau Hukum Perpaduan Bebas. Menurut hukum ini,
setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain. Hukum ini
berlaku ketika pembentukan gamet pada persilangan dihibrid. Pada waktu
pembentukan gamet parental ke-2, terjadi penggabungan bebas (lebih tepatnya
kombinasi bebas).
D. Hasil Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika (genetic engineering) dalam arti paling luas adalah
penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Penerapan teknik-teknik biologi
molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah
sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu. Teknologi
rekayasa genetika sebenarnya bukanlah hasil orisinal para ilmuwan biotek.
I. Tanaman Transgenik
Transgenik terdiri dari kata trans yang berarti pindah dan gen yangberarti
pembawa sifat. transgenik adalah memindahkan gen dari satu makhluk hidup ke
makhluk hidup lainnya, baik dari satu tanaman ketanaman lainnya, atau dari gen
hewan ke tanaman. tanaman transgenik dibuat dengan cara mengambil gen-gen
tertentu yang baik pada makhluk hidup lain untuk disisipkan pada tanaman,
penyisipaan gen ini melalui suatu vector (perantara) yang biasanyamenggukan
bakteri Agrobacterium tumefeciens untuk tanaman dikotil ataupartikel gen untuk
tanaman monokotil, lalu diinokulasikan pada tanaman targetuntuk menghasilkan

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

tanaman yang dikehendaki. Tujuan dari pengembangan tanaman transgenik ini


diantaranya adalah menghambat pelunakan buah (pada tomat).

Tahan terhadap serangan insektisida, herbisida, virus.

Meningkatkan nilai gizi tanaman, dan

Meningkatkan kemampuan tanaman untuk hidup pada lahan yang ektrem


sepertilahan kering, lahan keasaman tinggi dan lahan dengan kadar garam
yang tinggi.

Keunggulan tanaman transgenik yaitu resisten terhadap herbisida, pestisida, hama


serangga dan penyakit serta untuk meningkat nilai gizi.
Contoh tanaman yang telah menggunakan teknologi rekayasa genetika :
1) Dalam bidang pangan
a. Kedelai Transgenik
Secara

global

telah

dikomersialkan dua jenis kedelai


transgenik yaitu kedelai toleran
herbisida

dan

kedelai

dengan

kandungan asam lemak tinggi.


b. Jagung transgenik
Rekayasa genetika jagung dilakukan melalui
teknologi rDNA yaitu dengan memanfaatkan gen
dari

bakteri

Bacillus

thuringiensis yang mampu


memproduksi

senyawa

pestisida yang membunuh


hama serangga.
c. Tomat transgenik

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

Tomat transgenik mamiliki gen khusus yang


disebut antisenescens yang memperlambat pematangan
dengan

cara

memperlambat

sintesa

(ripening)

enzim

poligalakturonase yang dapat memperbaiki sifat-sifat pemrosesan


tomat. Varietas baru tersebut dibiarkan matang
dibagian batang tanamannya untuk waktu yang lebih lama sebelum dipanen.
d. Kentang transgenik (1995)
Kentang transgnik mengandung materi genetik yang memnungkinkan
kentang mampu melindungi dirinya terhadap serangan Colorado potato beetle.
Dengan demikian tanaman tersebut dapat menghindarkan diri dari penggunaan
pestisida kimia yang digunakan pada kentang tersebut. Selain resisten terhadap
serangan hama, kentang transgenik ini juga memiliki komposisi zat gizi yang
lebih baik bila dibandingkan dengan kentang pada umumnya. Hama beetle
Colorado merupakan suatu jenis serangga yang paling destruktif untuk komoditi
kentang diAmerika dan mampu menghancurkan sampai 85% produksi tahunan
kentang bila tidak ditanggulangi dengan baik. Daya perlindungan kentang
transgenik

tersebut

berasal dari bakteri

Bacillus
thuringiensis
sehingga

kentang

transgenik ini disebut juga dengan kentang Bt. Sehingga diharapkan melalui
kentang transgenik ini akan membantu suplai kentang yang berkesinambungan,
sehat dan dalam jangkauan daya beli masyarakat.

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

e. Padi Transgenik
Sifat yang dimodifikasi dari tanaman padi
transgenik yaitu mengandung provitamin A (betakaroten) dalam jumlah tinggi. Tanaman padi
transgenik diperoleh melalui penyisipan gen dari
jagung dan bakteri Erwinia pada kromosom padi.
f. Kanola Transgenik
Sifat yang dimodifikasi yaitu menghasilkan
minyak kanola yang mengandung asam laurat
tinggi sehingga lebih menguntungkan untuk
kesehatan dan secara ekonomi. Selain itu, kanola
transgenik yang disisipi gen penyandi vitamin E
juga telah ditemukan. Tanaman kanola transgenik
ini diperoleh dari pentransferan gen FatB dari Umbellularia californica kedalam
tanaman kanola untuk meningkatkan kandungan asam laurat.

g. Tembakau Transgenik
Sifat yang dimodifikasi yaitu tahan
terhadap cuaca dingin dengan memasukkan
gen untuk mengatur pertahanan pada cuaca
dingin dari tanaman Arabidopsis thaliana
atau dari sianobakteri (Anacyctis nidulans)
ke dalam tembakau.
h. Ubi Jalar Transgenik

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

Sifat yang dimodifikasi yaitu tahan terhadap penyakit tanaman yang


disebabkan virus. Tanaman pepaya transgenik ini diperoleh dari pentransferan gen
dari selubung virus tertentu ditrans kedalam ubi jalar

dan dibantu dengan

teknologi peredaman gen.


i. Pepaya transgenik
Keunggulan pepaya transgenik yaitu
resisten terhadap virus tertentu, contohnya
Papaya ringspot virus (PRSV) dengan cara
menyandikan selubung virus PRSV ditransfer
kedalam tanaman pepaya.
j. Melon transgenik
Melon

hasil

transgenik

memiliki

keunggulan dimana buah tidak cepat busuk,


untukmenghasilkan

pepaya

transgenik

dapat

dilakukan dengan cara menyisipkan gen dari


bakteriofag T3 kedalam melon untuk mengurangi pembentukan hormon etilen
(hormon yang berperan dalam pematangan bauh).
2) Dalam bidang sandang
a. Kapas Transgenik (1996)
Kapas

hasil

rekayasa

genetika

diperkenalkan tahun 1996 di Amerika


Serikat. Kapas yang telah mengalami
rekayasa genetika dapat menurunkan
jumlah

penggunaan

insektisida.

Diantara gen yang paling banyak digunakan adalah gen cry (gen toksin) dari
Bacillus thuringiensis, gen-gen dari bakteri untuk sifat toleransi terhadap
herbisida, gen yang menunda pemasakan buah. Bagi para petani, keuntungan
dengan menggunakan kapas transgenik adalah menekan penggunaan pestisida

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

atau membersihkan gulma tanaman dengan herbisida secara efektif tanpa


mematikan tanaman kapas. Serangga merupakan kendala utama padaproduksi
tanaman kapas. Di samping dapat menurunkan produksi, serangan serangga hama
dapat menurunkan kualitas kapas.
b. Kambing Transgenik
Kambing jantan dimasukkan gen labalaba (silk gen) kedalam tubuhnya. Apabila
kambing jantan tersebut dikawinkan dan
menghasilkan kambing betina, maka anak
betinanya dapat menghasilkan silk gen. Susu
yang dihasilkan oleh kambing betina dengan
silk gen dapat dibuat pakaian anti peluru.
c. Ulat Sutra Transgenik
Penggabungan

genom

ulat

sutra

dengan gen tertentu pada laba-laba Araneus


ventricosus yang memiliki potensi dalam
menghasilkan serat yang halus, panjang
dan daya regang yang kuat. Ulat sutra
transgenik yang digunakan adalah jenis
Bombyx mori C515 dengan cara menyisipkan suatu gen pengkode protein dragline
yang diambil dari kelenjer ampullacea laba-laba. Urutan terpanjang dalam gen
serat sutra laba-laba digunakan untuk ditransformasi ke ulat sutra trangenik.
Dalam bidang sandang manfaat yang didapatkan dari rekayasa genetika yaitu
diperoleh serat untuk pembuatan benang sebagai bahan pembuatan pakaian
dengan keunggulan memiliki serat yang tinggi, panjang dan memiliki daya regang
yang kuat sehingga hasil produksi pakaian akan lebih bermutu.
Bidang Pertanian Rekayasa genetik juga telah digunakan untuk menyisipkan
gen ke dalam sel dari organisme-organisme lain. Para ilmuwan telah menyisipkan

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

gen-gen dari bakteri ke dalam sel tomat, gandum, padi, dan tanaman pangan
lainnya. Beberapa memungkinkan tanaman bertahan hidup dalam temperatur
dingin atau kondisi tanah yang gersang, dan kebal terhadap hama serangga.
Pertanian diharapkan akan menikmati keuntungan paling banyak dari teknik
rekayasa genetik, seperti:
1. Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang banyak dipergunakan tetapi
mahal harganya, oleh fiksasi nitrogen secara alamiah.
2. Teknik rekayasa genetik mengusahakan tanam-tanaman (khususnya yang
mempunyai arti ekonomi) yang tidak begitu peka terhadap penyakit yang
disebabkan oleh bakteri, jamur, dan cacing.
3. Mengusahakan tanam-tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
4. Mengusahakan tanaman padi-padian yang mampu membuat pupuk nitrogen
sendiri.
5. Tanam-tanaman yang lebih tahan terhadap pengaruh kadar garam, hawa
kering, dan embun beku.
6. Mengusahakan mendapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan lewat
pencangkokan gen. Tanaman kentang, tomat, dan tembakau tergolong dalam
keluarga yang sama, yaitu Solanaceae. Akan tetapi serbuk sari dari satu
spesies dalam keluarga ini tidak dapat membuahi sel telur dari spesies lain
dalam keluarga itu juga.
V. KESIMPULAN
Perkembangan ilmu pengetahuan tentang genetika menyebabkan manusia
telah mampu memasukkan atau meningkatkan sifat-sifat tertentu pada sel melalui
modifikasi DNA, untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.
Tujuan dari teknologi ini untuk mendapatkan dan meningkatkan mutu individu
yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Hereditas adalah penurunan sifat
dari induk kepada keturunannya. Penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk
mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi
genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.

Biomanajemen (2016)
Dosen Pengampu : Darmadi, S.Pd, M.Si

IV. DAFTAR PUSTAKA


Amaira. 2014. Manfaat Rekayasa Genetika di Berbagai Bidang (online)
http://forester-untad.blogspot.co.id/2014/11/manfaat-rekayasa-genetikadi- berbagai.html. (diakses pada tanggal 15 Oktober 2016).
Campbell, Neil A. dkk. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Rachmawati, Faidah dkk. 2009. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Ramandhani, Mohamad Rivai. 2013. Penerapan Pattern Matching dalam
Penentuan Pewarisan Sifat Genetis Tetua pada Anaknya. Makalah IF2211
Strategi Algoritma Sem. I Tahun 2013/2014.
Rizki,

Kurniawan.

2013.

Kambing

Transgenik.

(online)

https://www.google.co.id/search?
q=kambing+transgenik&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEw
jcpK_w7. (diakses pada tanggal 15 Oktober 2016).
Unindra,

Kusmandanu.

2008.

Daftar

Istilah

Biologi

(online)

http://

kusmandanuunindra4.blogspot.com/2008/04/daftar-istilah-biologi.html,
(diakses pada tanggal 15 Oktober 2016).