Anda di halaman 1dari 6

KESEHATAN TERSISTEM

Gerakan Pembangunan Berwawasan


Kesehatan
KESEHATAN merupakan salah satu bidang strategis dalam pembangunan. Oleh karena
itu, pembangunan bidang kesehatan harus ditunjang secara sinergis oleh
pembangunan bidang-bidang lain. Atas dasar ini pula, pemerintah telah menetapkan
wawasan kesehatan sebagai asas pokok program dan misi pembangunan nasional.
Maka, partisipasi dan kerjasama lintas sektoral mutlak diperlukan untuk mewujudkan
upaya peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya memenuhi hak dasar manusia.
Oleh karena itu, masalah kesehatan harus dipahami sebagai investasi dan menjadi
tanggungjawab lintas sektoral. Untuk mewujudkan masa depan bangsa yang sehat dan
berkualitas, kesadaran seluruh pihak merupakan kunci utama, sebab sumber daya
kesehatan sesungguhnya hanya bagian kecil dari sistem pembangunan kesehatan.
Kesehatan

harus

dipandang

sebagai

investasi.

Maka

setiap

program

pembangunan yang terkait dengan kesehatan, harus memberikan kontribusi


positif. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan hasil
kerja keras sektor kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh kerja keras dan
kontribusi positif berbagai sektor, sehingga pembangunan berwawasan kesehatan
bisa terlaksana dan dikedepankan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan
masyarakat yang sehat.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) tahun 2005-2025


yang berisi visi, misi dan arah pembangunan kesehatan menjadi pedoman bagi
pemerintah dan masyarakat termasuk swasta dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan di Indonesia 20 tahun ke depan.
RPJPK sendiri merupakan dokumen perencanaan pembangunan kesehatan nasional di
bidang kesehatan untuk jangka waktu 20 tahun ke depan, ditetapkan sebagai arah dan
acuan bagi pemerintah, masyarakat, swasta dalam mewujudkan tujuan pembangunan
kesehatan, sehingga seluruh upaya pembangunan kesehatan berjalan sinergis.
Pembangunan

kesehatan

diselenggarakan

guna

menjamin

tersedianya

upaya

kesehatan, baik upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan per-orangan


yang

bermutu,

merata,

dan

terjangkau

oleh

masyarakat.

Upaya

kesehatan

diselenggarakan dengan pengutamaan pada upaya pencegahan (preventif), dan


peningkatan kesehatan (promotif) bagi segenap warga negara Indonesia, tanpa
mengabaikan upaya penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan
(rehabilitatif).

KESEHATAN TERSISTEM
Untuk mendukung terwujudnya pembangunan berwawasan kesehatan, perlu disusun
sistem kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, juga
menjadi bagian dari perwujudan amanah undang-undang.
Pembangunan kesehatan harus :
-

berjalan secara tersistem


melibatkan seluruh sektor
didukung perangkat hukum

Oleh karena itu, Sistem Kesehatan semestinya dirangkum dalam sebuah peraturan
daerah (Perda), yang rancangannya dibahas di legislatif.
Rancangan Perda Sistem Kesehatan ini diharapkan untuk memunculkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat. Hal ini merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya
manusia.
Dalam Perda itu diatur sistem program pembangunan kesehatan secara terpadu,
sehingga penanganan masalah kesehatan harus bermula dari tindak pencegahan,
menemukan, dan pemulihan (rehabilitasi).
Sebagai contoh, dalam mencanangkan program Bebas Gizi Buruk 2015, gizi buruk
harus dikenali, disentuh, dan ditanggulangi oleh sektor-sektor terkait, karena gizi buruk
hanya akibat sehingga apabila sudah terjadi, satu-satunya pilihan hanya rehabilitasi.
Padahal sesungguhnya penyakit ini bisa dihindari dengan program terpadu yang
menganut konsep pembangunan berwawasan kesehatan tersebut, dan untuk itu
seluruh potensi harus diberdayakan, misalnya Puskesmas harus digiatkan fungsinya
sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
keluarga dan masyarakat, serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Selain itu,
Posyandu juga sebagai wadah potensial bagi masyarakat untuk ikut berperan aktif
mewujudkan kehidupan yang sehat.
Sebagai salah satu subsistem dalam sistem kesehatan, sumber daya kesehatan, baik
tenaga maupun sarana, akan terus mengawal, mengenali dan mengurus warga yang
memerlukan perlakuan kesehatan. Hal ini akan didukung oleh sub sistem-sub sistem
lainnya seperti upaya, pembiayaan, regulasi, perbekalan dan obat-obatan, sistem
informasi dan monitoring atau evaluasi terhadap seluruh program yang telah dan akan
dilaksanakan.
3

Masyarakat

harus

bersinergi

dengan

pemerintah

serta

berkewajiban

dan

bertanggung jawab memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan,


keluarga, masyarakat, beserta lingkungannya. Pembangunan kesehatan harus
mampu membangkitkan dan mendorong peran aktif masyarakat. Pembangunan
kesehatan harus berdasar pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri,
kepribadian bangsa, semangat solidaritas sosial, dan gotong royong.
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat, swasta,
dan pemerintah. Kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap individu, keluarga dan
masyarakat untuk menjaga kesehatan, memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan
yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Minimal,
masing-masing pribadi mampu menjaga agar tidak menjadi sumber penyakit.

Peran Lintas Sektoral


Dalam konsep pembangunan berwawasan kesehatan, maka secara makro setiap
program pembangunan diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap
terbentuknya lingkungan dan perilaku sehat tersebut. Sedang secara mikro, semua
kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus
mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh anggota masyarakat. Di dalam
kerangka strategi ini perlu dilakukan kegiatan sosialisasi, orientasi, kampanye, dan
advokasi serta pelatihan sehingga semua sektor pembangunan berwawasan
kesehatan.
Sebagai contoh sektor pendidikan dalam menjalankan tugas-tugas kependidikan,
seyogianya mampu menciptakan suasana sehat di lingkungan sekolah. Lazim terjadi,
toilet sekolah selalu kotor dan kumuh, yang tentu saja bisa berdampak buruk pada
4

kesehatan

peserta

didik.

Contoh

lainnya,

stakeholder

pendidikan

harus

bertanggungjawab melakukan monitoring siswa agar tidak sembarang jajan di sekitar


sekolah, sehingga tidak terjadi kasus keracunan makanan akibat jajanan yang tidak
hiegenis. Bagaimanapun keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh tersedianya
out-put pendidikan yang sehat, cerdas dan mandiri.

Sektor lain seperti pertanian dan ketahanan pangan harus secara intensif
mewujudkan ketersediaan pangan, sehingga tidak terjadi gizi buruk. Hal terpenting dari
penanganan gizi buruk adalah tindakan preventif. Gizi buruk muncul dari sebuah kondisi
dan itu tidak sepenuhnya tanggungjawab bidang kesehatan. Setelah terjadi gizi buruk,
dia sudah menjadi penyakit, barulah kita obati atau dipulihkan. Tapi gizi buruk tak akan
terjadi jika semua pihak memiliki wawasan kesehatan. Di sinilah pentingnya paradigma
sehat dan konsep kesehatan mandiri.

Tempat

yang

sangat

rentan

terhadap

pertumbuhan

penyakit

yakni

tempat

pembuangan sampah. Warga perlu bersinergi dengan petugas kebersihan. Warga


harus cermat saat membuang sampah agar tidak berserak di luar tong yang sudah
disediakan. Di lain sisi, petugas kesehatan harus mengangkut sampah secara terjadwal
dan tepat waktu, sehingga potensi munculnya penyakit dapat ditekan sekecil mungkin.

Bukan hanya pemerintah, swasta dan pengusaha juga harus berperan. Kesehatan
dan kesejahteraan pekerja harus dipahami sebagai investasi. Lingkungan yang sehat,
dan karyawan yang dinamis tentu akan berdampak pada peningkatan produktivitas.
Kondisi ini tentu akan membawa harapan segar bagi pembangunan ekonomi.

Contoh lain, tukang bengkel jangan membuang sisa oli sembarangan, guru
mengajarkan pentingnya budaya sehat, dan wartawan menulis tentang wawasan
kesehatan.

Jadi semua pemangku harus terlibat, sehingga terwujud pembangunan berwawasan


kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan
meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau.

--o0o--

Anda mungkin juga menyukai