Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam keadaan normal tubuh mengatur keseimbangan antara energi yang diperoleh
dari makanan dengan energi yang diperlukan tubuh, guna mempertahankan kelangsungan
fungsi tubuh.Pada orang dewasa, dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat
gizi lebih tergantung pada aktivitas fisiknya. Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada
orang dewasa merupakan masalah penting, karena selain mempunyai risiko mengalami
berbagai penyakit, juga dapat mempengaruhi produktivitas kerjanya. Karena itu
pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan oleh setiap orang secara
berkesinambungan.
Pada masa dewasa, tubuh tidak hanya dalam keadaan puncak dari kemampuan fisik
tetapi juga mulai mengalami penurunan fungsi. Keadaan puncak dari keadaan fisik
membuat beberapa orang terlena dan mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang
dapat berepengaruh terhadap kesehatan di kemudian hari. Penyakit degenerative juga
muncul pada masa ini.
Sistem indra menunjukkan sedikit perubahan pada awal masa dewasa. Puncak
kemampuan pendengaran pada masa remaja, tetap konstan pada permulaan dewasa awal
dan mulai mengalami penurunan pada bagian akhir masa dewasa awal. Pada beberapa
kebiasaaaan jelek mulai terbentuk.
Pada masa dewasa lanjut ( 40-60 tahun ) mengalami penurunan pendengaran,
penglihatan terutama melihat jarak dekat.Daya akomodasi juga mengalami penurunan.
Masalah kesehata utama adalah penyakit kardiovaskular,kanker,dan berat badan. Kanker
yang berkaitan dengan rokok sering timbul untuk pertama kalinya pada masa ini.
Menjadi terlalu gemuk adalah masalah utama pada masa dewasa akhir.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan ciri- ciri orang dewasa?
2. Apa saja gizi yang harus dipenuhi orang dewasa?
3. Bagaimana kecukupan zat gizi pada orang dewasa?
4. Faktor yang mempengaruhi angka kecukupan gizi pada orang dewasa?
5. Apa dampak kelebihan dan kekurangan gizi pada orang dewasa?
6. Apa saja penyakit degeneratif yang mempengaruhi gizi pada orang dewasa?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan ciri-ciri orang dewasa.
2. Untuk mengetahui gizi yang harus dipenuhi orang dewasa.
3. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi orang dewasa.
4. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi angka kecukupan gizi pada
orang dewasa.
5. Untuk mengetahui dampak kelebihan dan kekurangan gizi pada orang
dewasa.
6. Untuk mengetahui penyakit degenaratif pada orang dewasa.

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI ORANG DEWASA
Dewasa merupakan suatu keadaan bergerak maju ke arah menuju
kesempurnaan. Secara fisik, tumbuh menjadi kuat dan ukuran yang sempurna.
2

Perkembangan dewasa ini ditandai dengan kemandirian, dimana orang yang telah
menuju ke dewasa tidak bergantung lagi pada orang lain. Kemudian ditandai dengan
kemampuan dalam membuat keputusan, dan memandng sesuatu dari banyak sudut.
Adapun ciri-ciri orang dewasa yang dapat dilihat dari segi psikologinya, yaitu
sudah memulai memikirkan masa depan, menentukan karier dan masa usia memasuki
dunia pekerjaan, mempersiapkan keturunan, masa usia yang matang, masa penentuan
kehidupan, prestasi kerja di masyarakat, dan masa jaya serta sudah bisa menikmati
hasil perjuangan.
Tahapan dewasa dibagi menjadi tiga tahap, yaitu dewasa awal, dewasa
menengah, dan dewasa akhir. Dewasa awal dimulai sejak seseorang berusia 21 atau 22
tahun sampai 35 tahun. Masa dewasa awal ini ditandai dengan adanya masa usia yang
produktif, masa komitmen, masa perubahan nilai, masa penyesuaian diri dengan cara
hidup, dan masa kreatif. Dewasa menengah dimulai dari usia 36 sampai 45 tahun.
Dimana pada masa dewasa menengah ini ditandai dengan masa pencapaian sukses
oleh seseorang, masa berprestasi, dan masa transisi. Sedangkan dewasa akhir ini
dimulai dari usia 46 sampai 60 tahun. Dimana pada masa ini ditandai dengan
penurunan kondisi fisik dan masalah kesehatan.
B. GIZI YANG HARUS DIPENUHI ORANG DEWASA
Adapun gizi yang harus dipenuhi oleh orang dewasa antara lain :
1. Karbohidrat
Karbohidrat mempunyai manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, mempercepat
waktu pemulihan tubuh, menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dalam melakukan
aktivitas, sebagai perfoma serta kapasitas ketahanan tubuh yang baik. Selain untuk
memenuhi kebutuhan energi tubuh, konsumsi nutrisi yang baik adalah memenuhi total
kebutuhan energi (kalori) melalui konsumsi makro nutrisi dengan proporsi 60-70%
melalui konsumsi karbohidrat, dan karbohidrat yang harus dipenuhi sebesar 300 gram
per hari, atau 1200 kalori.
Selain mengonsumsi karbohidrat, gizi yang harus dipenuhi adalah protein. Bahan
makanan sumber protein kualitas tinggi adalah ikan dan seafood, kacang-kacangn
dan serealia. Susu dan hasil olahan lainnya seperti keju dan yoghurt juga kaya akan
protein.
3

Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka
kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk
laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal
dari sumber karbohidrat.
Makanan sumber karbohidrat adalah :
a. Beras
b. Terigu
c. Umbi-umbian
d. Jagung
e. Gula
2. Lemak
Lemak dapat ditemukan pada hewan maupun tumbuhan dalam bentuk organik
yang disebut dengan lipid. Lipid penting bagi penyimpanan energi yang tinggi,
meningkatkan kalori karbohidrat dan menyediakan bantalan serta penyekatan. Lemak
mengandung asam lemak bebas, baik yang jenuh maupun yang tidak jenuh,
tergantung pada struktur kimianya. Lemak jenuh lebih padat daripada lemak tidak
jenuh. Adapun contoh lemak jenuh adalah kolesterol. Kolesterol dibuat di hati dan
berperan dalam produksi garam empedu serta hormon-hormon. Namun kolesterol ini
dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil. Makanan yang mengandung lemak
tidak jenuh antara lain : daging merah, hasil peternakan yang banyak mengandung
lemak serta telur dan banyak juga ditemukan pada makanan olahan kalengan.
Konsumsi lemak harus diimbangi dengan makanan yang mengandung serat, karena
serat mengikat kolesterol dan menyingkirkannya dari darah.
3. Vitamin dan Mineral
Vitamin dan mineral berfungsi untuk memperkuat tubuh agar tubuh dapat bekerja
dengan baik. Vitamin dan mineral terdapat pada makanan sehari-hari, contohnya pada
sayur-sayuran dan buah-buahan. Akan tetapi karena gaya hidup, diet, maupun hal lain
4

yang menyebabkan seseorang tidak seimbang dalam mengonsumsi makanan membuat


kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh menjadi tidak terpenuhi.

Adapun jenis-jenis vitamin yang harus terpenuhi oleh orang dewasa adalah :

Vitamin A, fungsi dari fitamin A ini adalah untuk mencegah kerusakan mata,

meningkatkan kesehatan imun, juga berperan penting dalam pertumbuhan dan


perkembangan sel serta menjaga kesehatan kulit. Sumber vitamin A banyak terdapat
pada sayuran dan buah yang berwarna oranye seperti wortel, labu, aprikot, peach,
pepaya, dan mangga.

Vitamin C, berfungsi dalam pembentukan kolagen, yaitu jaringan tissue yang

menahan sel. Vitamin C juga penting untuk pertumbuhan tulang, gigi, gusi serta
pembuluh darah, membantu penyerapan zat besi dan kalsium, dan membantu dalam
proses penyembuhan luka. Vitamin C dalam jumlah banyak dapat ditemukan pada
buah berry, kiwi, jeruk, tomat, jambu biji, dan anggur.

Vitamin D, berfungsi untuk memperkuat tulang karena vitamin D membantu

penyerapan kalsium di dalam tubuh. Sumber vitamin D dapat diproduki oleh tubuh
saat terkena sinar matahari. Sumber lain yang mengandung vitamin D adalah kuning
telur, minyak ikan, dan susu.

Vitamin E, berfungsi sebagai anti oksidan yang dapat melindungi sel dari

kerusakan. Vitamin E juga penting untuk kesehatan sel darah merah. Sumber vitamin
E dapat ditemukan dalam berbagai macam makanan seperti minyak nabati, kacangkacangan, sayuran berdaun hijau, alpukat, dan gandum.

Vitamin B1 (thiamin), berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi energi,

diperlukan juga oleh jantung, otot, dan sistem saraf agar dapat berfungsi dengan baik.
Sumber vitamin B1 banyak terdapat pada daging, ikan, kacang-kacangan, makanan
yang terbuat dari kedelai, gandum, dan beras.

Vitamin B2 (riboflavin), berfungsi dalam pembentukan sel darah merah dan

kesehatan mata. Sumber vitamin B2 banyak terdapat pada kacang polong, telur,
daging, produk olahan susu, dll.

Vitamin B3, berfungsi membantu mengubah makanan menjadi energi, menjaga

kesehatan kulit, dan fungsi saraf. Sumber vitamin B3 terdapat pada daging, unggas,
ikan, dan kacang.

Vitamin B6, berfungsi untuk menjalankan fungsi normal otak dan saraf, serta

bermanfaat untuk memecah protein. Sumber vitamin B6 banyak terdapat pada pisang,
kentang, buncis, bayam, dan kacang-kacangan.

Vitamin B9 biasa disebut asam folat, berfungsi membantu pembentukan sel

darah merah dan DNA. Sumber vitamin B9 terdapat pada telur, daging merah,
sayuran berdaun hijau, asparagus, roti, mie, dan sereal.

Vitamin B12 berfungsi untuk menjaga fungsi saraf. Sumber vitamin B12

terdapat pada ikan, telur, daging, dan susu.


4. Protein
Pada akhir remaja kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan
karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein dewasa adalah 48-62 gr/hari
untuk perempuan dan pada laki-laki 55-66 gr/hari. Dalam proses pencernaan, protein
akan dipecah menjadi satuan-satuan dasar kimia, kemudian diserap dan dibawa oleh
aliran darah keseluruh tubuh, dimana sel-sel jaringan mempunyai kemauan untuk
mengambil asam amino yang diperlukan untuk kebutuhan membangun dan
memelihara kesehatan jantung. Protein terbentuk dari unsur-unsur organik yang
hampir sama dengan karbohidrat dan lemak yaitu terdiri dari unsur karbon, hidrogen
dan oksigen akan tetapi ditambah dengan lain yaitu nitrogen.
Berbagai sumber protein :
a. Daging merah
b. Susu

c. Tempe, Kacang-kacang, dll


5. Kalsium
Lebih kurang dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang
dewasa dicapai pada masa remaja, kalsium untuk orang dewasa adalah 600-700 mg.
Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral akan kalsium cukup 0,45 gram sehari.
Bahwa kebutuhan kalsium untuk dewasa 19-50 tahun 1000 mg, dewasa 51-70 tahun
(pria) 1000 mg, dan dewasa 51-70 tahun (wanita) 1200 mg. Sumber kalsium yang
paling baik adalah susu, sumber kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.
6. Zat Besi
Setelah dewasa, kebutuhan gizi menurun status besi dalam tubuh juga
mempengaruhi hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan akan anemia besi
dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh besi didalam tubuh orang dewasa terdapat
sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya
merupakan besi cadangan. Rata-rata besi simpanan 1000 mg pada orang dewasa.
Laki-laki sudah cukup untuk mencegah adanya gangguan pada produksi ikatan-ikatan
besi esensial. Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan besi
yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain yaitu cafein, fitat, zinc, dll.
Makanan yang mengandung zat besi antara lain :
a. Hati
b. Daging merah
c. Daging putih (ayam, ikan)
d. Kacang-kacang
e. Sayuran hijau

C. KECUKUPAN ZAT GIZI PADA ORANG DEWASA


Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang dewasa perhari.
1. Energi (Kcal)
7

Perempuan ( 20-45 ) tahun: 2.200


Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 2.800
2. Protein( gr )
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 48
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 55
3. Kalsium ( mg )
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 600
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 500
4. Zat Besi ( mg )
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 26
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 1,3
5. Vitamin A (RE)
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 500
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 700
6. Vitamin E (mg)
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 8
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 10
7. Vitamin B (mg)
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 1,0
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 1,2
8. Vitamin C (mg)
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 60
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 60
8

9. Folat (mg)
Perempuan ( 20-45 ) tahun: 150
Laki-laki ( 20-45 ) tahun: 70

Pola Menu Seimbang Pada Orang Dewasa


Pola menu seimbang , cepat dikembangkan sejak kita lahir hingga kita

dewasa atau lansia. Menu adalah susunan makanan yang digunakan atau dikonsumsi
seseorang untuk sekali makan atau untuk sehari.
Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam
jumlah dan porsi yang sesuai. Sehingga memenuhi kebutuhan gizi guna
pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak, dalam proses kehidupan.
Pola menu Gizi seimbang:
1.

Makanan pokok untuk memberi rasa kenyang : nasi, jagung, ubi jalar, singkong,

dan
lain-lain.
2.

Lauk untuk memberi rasa nikmat sehingga makanan pokok pada umumnya

mempunyai rasa netral, lebiih terasa enak seperti : lauk hewani berupa daging ayam,
ikan dan lain lainl, serta lauk nabati seperti kacang-kacangan, hasil olahan tahu,
tempe,oncom, dan lain-lain.
3. Sayur, yaitu untuk memberi rasa segar dan melancarkan proses menelan
makanan,karena biasanya dihidangkan dalam bentuk berkuah : sayur dan umbian,
kacang-kacangan.
4. Buah, untuk pencuci mulut : pepaya, nenas, pisang, jeruk dan lainnya.

Ada beberapa peran dasar yang diharapkan dapat digunakan oleh orang dewasa
dan sebagai pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang
dan aman guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal
:
9

1. Makanlah aneka makanan yang segar


2. Konsumsilah makanan yang baik guna untuk kebutuhan energi
3. Makanlah makanan yang karbohidratnya cukup
4. Gunakan garam beryodium
5. Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya
6. Lakukan olah raga secara teratur
7. Hindari minuman beralkohol
8. Makanlah makanan yang sehat dan aman bagi kesehatan
9. Jangan lupa bacalah label yang dikemas.

D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KECUKUPAN GIZI PADA


ORANG DEWASA
Angka kecukupan gizi (AKG) pada orang dewasa didasarkan pada usia,
pekerjaan, jenis kelamin, dan kondisi khusus seperti pada kondisi ibu hamil dan ibu
menyusui. Adapun faktor yang mempengaruhi AKG pada orang dewasa adalah :
1. Usia
Kebutuhan zat gizi pada orang dewasa 40-50 kal/kg berat badan (BB). Semakin
bertambah umur, kebutuhan zat gizi seseorang relatif lebih rendah untuk tiap
kilo gram berat badannya.
2. Aktivitas
Kebutuhan zat gizi seseorang ditentukan oleh aktivitas yang dilakukan seharihari. Makin berat aktivitas yang dilakukan, kebutuhan zat gizi makin tinggi,
terutama energi. Misalnya, seorang pria dewasa dengan pekerjaan ringan
membutuhkan energi sebesar 2800 kalori. Sedangkan bila bekerja berat
membutuhkan energi sebesar 3600 kalori.
3. Jenis Kelamin
Kebutuhan zat gizi juga berbeda antara laki-laki dan perempuan, terutama pada
usia dewasa. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh komposisi tubuh dan jenis
aktivitasnya.
4. Kondisi khusus (hamil dan menyusui)

10

Pada masa hamil dan menyusui, kebutuhan zat gizi meningkat karena
metabolisme tubuh meningkat, konsumsi makanan juga meningkat untuk
kebutuhan diri sendiri, bayi yang dikandung dan persiapan produksi ASI.
5. Kelompok lain
Angka kecukupan gizi yang disusun belum mempertimbangkan faktor geografi
dan ekologi, sehingga perlu ada penyesuaian untuk keadaan demikian, terutama
yang menyangkut kebutuhan zat gizi mikro. Zat gizi mikro adalah zat gizi dalam
makanan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit. Zat gizi yang
termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin.
E. DAMPAK KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GIZI PADA DEWASA
1. Dampak kekurangan gizi pada orang dewasa
Penurunan produktivitas kerja dan derajat kesehatan
Disebabkan oleh kekurangan sumber energi secara umum dan kekurangan
sumber protein.
a. Anemia
Hal ini disebabkan kekurangan mengkonsumsi makanan sumber zat besi
b. Gondok
Kurangnya mengkonsumsi yodium
c. Kebutaan
Hal ini disebabkan kurangnya mengkonsumsi vitamin A
Penyebab dari dampak kekurangan gizi
a. Kemiskinan
b. Kurangnya pengetahuan tentang gizi
c. Kebiasaan makan
2.

Dampak kelebihan gizi pada orang dewasa


Kegemukan merupakan salah satu risiko terjadinya penyakit
kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu dari penyakit
degeneratif yang sekarang sudah menduduki tempat nomor satu penyebab
kematian di Indonesia. Dari berbagai penelitian menunjukkan adanya
hubungan antara dislipidemia, diabetes melitus, hipertensi, obesitas dengan
penyakit jantung koroner sebagai salah satu bentuk penyakit kardiovaskuler.
Kegemukan atau obesitas terjadi karena konsumsi makanan yang
melebihi kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) per hari tanpa diimbangi
dengan aktivitas fisik yang mencukupi. Bila kelebihan ini terjadi dalam jangka
waktu lama, dan tidak diimbangi dengan aktivitas yang cukup untuk

11

membakar kelebihan energi, lambat laun kelebihan energi tersebut akan


diubah menjadi lemak dan ditimbun di dalam sel lemak di bawah kulit.
Akibatnya orang tersebut akan menjadi gemuk. Kegemukan mempengaruhi
umur rata-rata seseorang dan berisiko untuk terjadinya penyakit degeneratif
seperti diabetes melitus, hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung
koroner, atritis, dan kanker.

F. PENYAKIT DEGENARATIF PADA ORANG DEWASA


a. Penyakit Gula Darah (Diabetes Melitus)
Diabetes melitus adalah sekumpulan gejala yang disebabkan karena
meningkatnya kadar gula dalam darah karena insulin secara absolut atau
relatif atau menurunnya tingkat sensivitas insulin. Tipe DM pada orang
dewasa adalah DM yang tidak bergantung pada insulin, di mana jumlah
insulinnya cukup banyak, hanya saja kerjanya yang sudah tidak optimal atau
tidak sensitif lagi terhadap kenaikan kadar gula dalam darah. Konsensus
Pengelolaan DM di Indonesia telah disusun oleh PERKENI (Perhimpunan
Endokrinologi Indonesia) tahun 2002 antara lain memberikan pedoman
tentang kebutuhan gizi orang dengan diabetes dan dianjurkan penggunaan
Daftar Bahan Makanan Penukar (DBMP) dalam penyuluhan perencanaan
makan orang dengan diabetes.
Tujuan umum terapi gizi adalah membantu orang dengan diabetes
memperbaiki kebiasaan gizi dan olahraga untuk mendapatkan kontrol
metabolik yang lebih baik, dan beberapa tambahan tujuan khusus yaitu :
a. Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal dengan
keseimbangan asupan makanan dengan insulin atau obat hipoglikemik
oral dan tingkat aktivitas.
b. Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
c. Memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau mempertahankan
berat badan yang memadai pada orang dewasa.
d. Berat badan memadai diartikan sebagai berat badan yang dianggap dapat
dicapai dan dipertahankan.
e. Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan diabetes yang
menggunakan insulin seperti hipoglikemia, penyakit-penyakit jangka
pendek, masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani dan
komplikasi kronik diabetes seperti penyakit ginjal, neuropati autonomik,
hipertensi, dan penyakit jantung.
12

f. Meningkatkan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.


b. Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) dan Penyakit Jantung Koroner
Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah meningkat melebihi batas
normal. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. Untuk
tekanan darah normal orang dewasa biasanya mencapai rata-rata 120/80
(100/60) sampai 140/85 mm Hg. Berbagai faktor dapat memicu terjadinya
hipertensi. Faktor gizi berhubungan dengan terjadinya hipertensi melalui
beberapa mekanisme. Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya
hipertensi yang berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia
juga berperan, karena pada usia lanjut pembuluh darah cenderung menjadi
kaku dan elastisitasnya berkurang. Pembuluh yang mengalami aterosklerosis,
resistensi dinding pembuluh darah tersebut akan meningkat. Hal ini akan
memicu jantung untuk meningkatkan denyutnya agar aliran darah dapat
mencapai seluruh bagian tubuh.
Merokok, tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol
plasma/serum adalah faktor risiko utama terjadinya asterosklerosis,
sedangkan penyebab sekunder adalah stress, kurang gerak, peningkatan
trigliserida plasma.
c. Artritis Gout
Gout adalah sindrom klinis dengan gambaran khas peradangan sendi yang
akut. Peradangan ini disebabkan oleh reaksi jaringan sendi terhadap
pembentukan kristal urat yang bentuknya menyerupai jarum. Hal ini diikuti
dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat di persendian yang
menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan jari. Penyakit gout
berhubungan dengan metabolisme purin yang menimbulkan hiperurisemia
jika kadar asam urat dalam darah melebihi 7,5 mg/dl.
Tujuan diet artritis gout adalah untuk mencapai dan mempertahankan status
gizi optimal, serta menurunkan kadar asam urat dalam darah dan urin. Diet
pada penderita ini rendah purin dengan cara menghindari/membatasi jenisjenis makanan yang tinggi purin (JASBUKET yaitu Jeroan, Sardencis,
Burung, Kaldu, Kacang, Emping, dan Tape). Jumlah purin yang dikonsumsi
perhari pada diet ini adalah 120-150 mg sementara asupan purin dalam diet
yang normal dapat mencapai 1000 mg perhari atau lebih. Selain rendah purin
diet ini juga rendah lemak, cukup vitamin dan mineral.
d. Kanker
13

Kanker adalah pembelahan dan pertumbuhan sel secara abnormal yang tidak
dapat dikontrol sehingga cepat menyebar. Sel-sel ini dapat merusak jaringan
tubuh sehingga mengganggu fungsi organ tubuh yang terkena.
Seseorang dengan penderita kanker dapat menimbulkan gangguan gizi
seperti :
a. Kurang nafsu makan yang disebabkan karena faktor psikologis dan
lost renponse terhadap kanker berupa cepat kenyang atau perubahan
terhadap indra pengecap.
b. Gangguan asupan makanan dan gangguan gizi karena gangguan pada
saluran cerna, gangguan absorpsi zat gizi, dan kehilangan cairan serta
elektrolit karena muntah dan diare.
c. Perubahan metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.
d. Peningkatan pengeluaran energi.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pendahuluan dan pembahasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Usia dewasa dimulai sejak usia 21 sampai 60 tahun.
2. Masa dewasa adalah masa yang terpenting dan terpanjang dalam siklus kehidupan
manusia, dan juga merupakan usia yang paling produktif.
3. Zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, terutama orang dewasa adalah hidrat arang
(karbohidrat), protein, lemak, vitamin dan mineral, air serta serat.

14

4. Kebutuhan zat gizi atau angka kecukupan gizi pada orang dewasa tergantung pada
usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan/aktivitas, serta kondisi tertentu seperti ibu
hamil atau ibu menyusui.
5. Ketidakseimbangan antara asupan makanan dan penggunaan zat gizi yang
terkandung untuk keperluan metabolisme tubuh akan mengganggu fungsi
metabolisme tersebut.
6. Kelebihan zat gizi akan menyebabkan status gizi lebih yang ditandai dengan
kegemukan atau obesitas.
7. Kegemukan mempengaruhi umur rata-rata pada orang dewasa dan memicu
terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit
jantung koroner, artritis, dan kanker.
B. SARAN
Diharapkan pada orang dewasa untuk memperhatikan hal-hal yang mengenai gizi
terutama pada :
1. Asupan kalori harus disesuaikan dengan kebutuhan menurut usia, jenis kelamin,
dan aktivitas fisik dengan gizi baik dan seimbang.
2. Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas. Lakukan aktivitas yang cukup untuk
mengimbangi asupan kalori yang dimakan.
3. Menjaga kesehatan tubuh. Karena kesehatan tubuh akan mempengaruhi
penampilan fisik, kehidupan sosial, dan produktivitas kerja.

15

DAFTAR PUSTAKA
Badriah, Dewi Laelatul.2011.Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.Bandung:refika ADITAMA.
Hartono, Andri. 2004. Terapi Gizi & Diet Rumah Sakit. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
https://sucktea89.wordpress.com/2011/04/29/kebutuhan-nutrisi-untuk-dewasa/
http://memecece-memecece.blogspot.com/2013/05/angka-kecukupan-gizi-akg-orangindonesia.html
http://dwiqeajach.blogspot.com/2013/01/makalah-status-gizi.html

16

17