Anda di halaman 1dari 16

Prinsip Makanan Menurut TCM

Selasa, 24 Juni 2014


Prinsip Makanan Menurut TCM
Dalam TCM (Traditional Chinese Medicine), cara makan yang tepat adalah komponen penting
dalam kesehatan. Semua makanan dikategorikan dalam suhu, dari panas ke dingin; dan rasa-pedas, manis, asam, pahit dan asin. Perbedaan suhu dan rasa makanan mempengaruhi tubuh.
Lebih spesifik, seseorang harus memasukkan semua jenis rasa dan suhu makanan dalam setiap
kali jam makan. Jika satu jenis rasa/suhu makanan terlalu banyak, akan dapat membentuk
ketidakseimbangan tubuh.
TCM percaya bahwa bagaimana cara kita makan juga sangat penting. Sekarang sudah jamak
orang makan di dalam mobil, atau makan sambil kerja atau menonton, yang akan melemahkan
energi pencernaan.
Adalah sangat penting untuk :
makan sambil duduk
mengunyah makanan dengan baik

fokus terhadap makanan, matikan tv, jauh dari meja kerja

konsumsi makanan lokal dan organik

makan bahan makanan sesuai musimnya

jangan melewatkan makanan (jam).

TCM melihat limpa dan lambung sebagai panci masak yang menghancurkan makanan yang telah
dikunyah untuk berubah menjadi energi dan darah bagi tubuh. Lambung adalah ceret dan limpa
adalah api pencernaan untuk menghangatkan panci. Lambung memasak dan menghancurkan
makanan, mengirimkan bagian murni ke limpa untuk didistribusikan ke seluruh tubuh dan
memisahkan sampah menjadi feses dan urin. Adalah penting untuk menjaga api pencernaan dan
terlalu banyak konsumsi makanan dingin dan mentah dapat memadamkan api pencernaan,
melemahkan dan melambatkan sistem pencernaan kita.
* Lembab
Sistem pencernaan dilembabkan oleh makanan yang bersifat lembab; lembab dapat
melambatkan transformasi energi dan darah murni/jernih.
Beberapa gejala lembab di tubuh adalah :
lelah, tubuh berat, lesu
berat bdan berlebihan

kista, tumor

infeksi ragi

kentut dan gas

berpikir tidak jernih

infeksi sinus kronis

urin keruh

tinja berbau busuk

selaput lidah tebal

Makanan yang harus dihindari atau dibatasi :


produk susu
tepung terigu

minuman dingin

jus buah

makanan olahan

kacang tanah dan selai kacang

tepung halus, kue, roti, pasta

makanan mentah

gula halus dan pengganti gula

kopi, alkohol

gorengan

pisang, alpukat

Makanan yang harus ditambah :


rumput laut, kelp (sejenis rumput laut)
teh hijau, teh melati, daun teh frambos

biji wijen, biji labu, biji bunga matahari

sedikit buah=buahan, lemon

sedikit daging tidak berlemak, daging unggas, ikan, tuna

kacang-kacangan, kacang merah, kacang adzuki,

beras meras, jelai, oat, gandum hitam, bayam

jamur kancing, lobak, alfalfa, labu, seledri, jagung, makanan yang dimasak.

*Defisiensi Yang
Energi Yang bertanggung jawab dalam menghangatkan dan mengaktifkan fungsi tubuh.
Beberapa gejala defisiensi Yang :

sensasi dingin
tangan dan kaki dingin

sering BAK dan warnanya pucat

sex libido rendah

nyeri pinggang atau pingang lemah

nyeri pinggang pre-menstrual

cairan serviks banyak

suhu tubuh rendah

siklus menstruasi pendek

Makanan yang harus dihindari:


Makanan dan minuman dingin
makanan mentah khususnya di musim gugur dan musim dingin

makanan lembab

Makanan yang menambah Yang :

frambos, buah persik, stroberi, ceri


buah kenari, pistachio, kacang pinus, kastanye

daging kambing, daging rusa

lobster, remis, ikan forel, udang

lada hitam, kulit kayu manis, cengkel, adas, bawang putih, sage, kunyit, jahe, lobak, cabe
merah, pala,

teh melati, teh chai.

* Defisiensi Yin
Yin bertanggung jawab untuk melembabkan dan mendinginkan. Saat Yin habis atau kurang,
tubuh akan menunjukkan gejala panas.
hot flashes
keringat malam

nyeri pinggang

siklus menstruasi pendek

telinga berdenging

rambut uban (sebelum waktunya)

cairan serviks sedikit

Makanan yang harus dihindari:


makanan panas pedas
makanan perangsang seperti kopi, alkohol, rokok, narkoba

gula

Makanan yang menambah Yin :


jelai, jawawut
kacang adzuki, kacang merah, kacang hitam, kacang kedelai hitam, kacang hijau

daging sapi, daging babi, tiram, kerang, kepiting, gurita, ikan

biji wijen, biji wijen hitam dan buah kenari

asparagus, ercis, artichoke, ubi, ketela dan tomat

telur

apel, pir, delima, semangka, pisang, alpukat.

Air :
semua makanan asin dan warnanya gelap, ungu, hitam atau biru, juga ikan segar dan ikan asin,
daging (diasinkan), telur ikan, kerang, daging babi, rumput laut dan tanaman laut, kecap asin,
miso, buah ara, blueberry, blackberry, terong, kubis, wijen hitam, buah kenari. Makanan ini

memiliki efek melembutkan/menghaluskan dan mendorong melembabkan dan menenangkan


tubuh. Makanan berunsur air sangat bermanfaat untuk orang kurus, gelisah dan kering.
Kayu :
Semua makanan asam dan hijau, tanaman cepat tumbuh, khususnya bertangkai hijau. Juga ayam,
hati, terigu, sayur hijau seperti bokchoy, brokoli, bayam, kecambah, asparagus, seledri. Makanan
asam khususnya lemon, jeruk, anggur, plum, nanas, belimbing, cuka, yoghurt, kimchi, acar,
asinan kubis, dan zaitun. Makanan ini dapat menghambat pergerakan dan fungsi seperti
astringent. Makanan kayu cocok untuk orang yang berubah-ubah, tidak stabil.
Api:
Semua makanan pahit dan berwarna merah, khususnya makanan seperti hati, makanan kering
dan makanan panas. Juga daging kambing, daging rusa, selada, dandelion, seledri air, tomat,
kulit jeruk, kumquat, aprikot, plum, frambos, stroberi, lada, cabe merah, cabe rawit, lada hitam,
bir, kopi, alkohol, teh, coklat hitam, minuman bersoda. Makanan ini dapat menambah panas dan
mengeringkan cairan tubuh. Makanan ini cocok untuk orang yang lambat, kegemukan, agresif.
Tanah:
Semua makanan manis dan mengandung tepung, khususnya warna kuning dan jingga serta
makanan umbi dan sangat manis, buah lunak. Juga daging sapi, millet, jelai, gandum hitam, gula,
susu coklat, jagung, sereal, bawang masak, semangka, melon, apel manis, ceri manis, kurma,
anggur, persik, okra, wortel, kubis, kentang, ubi, pisang, ketela, bit, jamur kancing, wintersquash,
summersquash, sirup maple, almon, timun, kelapa dan buah tropis seperti pepaya, cherimoyas,
mangga. Juga madu, sirup beras. Makanan ini melambatkan sindrom akut dan menetralkan
racun. Makanan tanah ini paling cocok untuk tipe orang kering, pemalu, dan lemah serta
menenangkan agresi.
Logam :
Semua makanan pedas dan berwarna putih, rempah-rempah, berbagai herbal, sambal. Kita tidak
memerlukan banyak makanan logam karena makanan ini kuat dan pedas (tidak panas) atau
sangat sederhana.Penemuan terbaru tentang rasa "Umami" adalah bukti elemen logam termasuk
glutamat, yang ditemukan di dalam jamur shitake dan jamur porcini, keju parmesan dan kecap
ikan yang memberikan rasa gurih. Beras putih, susu, krim, keju putih, bawang bombay mentah,
kucai, lobak, khususnya daikon, brokoli, tofu, akar teratai, pir, kohlrabi, kayu manis, tarragon,
timi, marjoram, rosemary, daun bawang, cengkeh, biji adas, ketumbar, peterseli, sawi hijau,
wasasbi, mustard, kemangi, pala, adalah makanan berunsur logam. Makanan ini memiliki efek
menyebar dan mendorong sirkulasi energi. Makanan ini paling cocok untuk tipe orang dingin,
lembab, lamban dan lesu.

Revitalisasi dan Tonifikasi


Dalam edisi yang lalu, kita telah membahas tahapan detoksifikasi, yaitu usaha
untuk menyelamatkan imunitas tubuh dari toksin-toksin yang meracuni tubuh
(toksemia). Tahap berikutnya adalah tahap revitalisasi (peremajaan) dan tonifikasi
(penguatan).
Secara istilah, revitalisasi adalah usaha untuk meremajakan kembali sel-sel organ
tubuh dalam proses metabolisme pasca detoks. Pada tahapan ini, sel-sel yang baru
akan melakukan rehabilitasi secara alami dan diharapkan membentuk
imunitas/kekebalan tubuh yang prima. Sedangkan tonifikasi adalah usaha untuk
menguatkan fungsi-fungsi organ tubuh agar metabolisme menjadi lebih lancar dan
imunitas tubuh menjadi prima.

Menurut pengobatan konvensional (baca: kedokteran barat), tubuh dipandang


sebagai materi dan struktur yang terdiri dari berbagai sistem misalnya: organ liver,
kardiovaskuler (jantung-pembuluh darah), respiratory (paru), sistem urinariasekresi
ginjal kemih, sistem jaringan kulit-rambut- kuku, tulang, sistem endokrin dan
imunitas, neurologi syarafotak, pencernaan, sistem hormonal dll. Sementara itu,
menurut pengobatan timur (Traditional Chinese Medicine TCM), tubuh dipandang
sebagai satu kesatuan yang terdiri dari materi dan energi, dan pemahamannya
berorientasi kepada fenomena, fungsi, dan korelasinya. Konsekuensinya, terapi
dilakukan sealami mungkin dengan mengharmonikan tubuh agar memenuhi materi
dasar seperti jing (saripati- esensi vital), chi (bioenergy), shen (spirit), xue (unsur
darah), dan jin ye (unsur cairan).
TCM juga mensyaratkan bahwa kesatuan materi dasar ini harus seimbang dan
saling mendukung. Contoh keseimbangan adalah asupan makanan dan minuman
yang bernutrisi alami, cairan yang bagus, serta ramuan herbal alami. Standar
pemberian herbal yang alami adalah yang sesuai dengan sindrom (tanda-tanda
yang muncul serentak dan menandai ketidaknormalan tertentu) yang ada pada
tubuh, agar mampu menyumbangkan saripati/jing, unsur darah/xue, dan cairan/jin
ye. Selain itu, udara segar dan gerak/aktivitas lahir batin akan menyumbang
bioenergy/chi. Kemapanan jiwa yang aman dan nyaman tanpa stress akan
menyumbangkan spirit/shen.
Contoh yang lain adalah orang yang bekerja sangat keras tanpa melakukan
istirahat, ia akan mengalami penyusutan materi darah (hipotensi) dan
berkurangnya cairan tubuh (dehidrasi). Kondisi ini berpotensi menguras
saripati/jing, sehingga menyebabkan simpanan tubuh menjadi lemah dan
mengalami penuaan dini.
Selanjutnya, untuk mengembalikan atau mencegah faktor kelebihan (ekses) dan
penyusutan (defisiensi), unsur materi perlu asupan nutrisi organik, seperti obat
herbal alami pendukung, diet, udara murni serta keamanan dan ketenangan yang
terpadu. Semua ini untuk merevitalisasi sel-sel tubuh dan menguatkan fungsi organ.
Pada contoh ini dapat dicirikan bahwa siklus metabolisme tubuh yang tidak
seimbang akan menyebabkan fenomena berbagai sindrom pada tubuh. Di sisi lain,
tubuh juga mempunyai sindrom asal atau bawaan seperti sifat panas, dingin,
kering, atau lembab, dan kadang-kadang campuran antar keempatnya.
Kelebihan unsur materi dasar (sindrom ekses/She), disebut juga Yang- sindrom
panas
Menurut TCM, gejala sindrom panas ini mempunyai ciri-ciri antara lain: muka merah,
pupil membesar, suhu tubuh panas, kaki dan tangan terasa panas, bila tidur posisi
dominan terlentang, napas memburu, suka/banyak bicara, suka bergerak, gelisah,
haus, menyukai dingin, nyeri di perut, bagian yang sakit nyeri bila ditekan,
berkeringat, feses(tinja) keras/konstipasi, BAK sedikit dan warnanya tampak merah
terkadang kuning keruh, serta lidah merah, kering, pecah-pecah, dan mengembang.
Kekurangan unsur materi dasar (sindrom defisiensi/Xi) disebut juga Yin- Sindrom
Dingin
Gejala Yin-Sindrom Dingin menurut TCM mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: wajah
pucat lesu, pupil mengecil, suhu tubuh relatif rendah, kaki dan tangan dingin, posisi
tidur cenderung meringkuk, napas pendek, malas berbicara (lebih suka diam), haus,
suka yang hangat, nyeri perut, bagian yang sakit terasa enak jika ditekan , tidak
berkeringat, BAB lembek/ diare, BAK jernih dan banyak, serta lidah terlihat pucat
dan gemuk.
Pada kondisi-kondisi tersebut, tonifikasi dan revitalisasi terhadap fungsi-fungsi organ
bisa dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan, karena keduanya
bertujuan mencapai keadaan yang terbaik untuk tubuh. Tahapannya berupa:

Tingkatan pertama adalah revitalisasi fungsi pencernaan (digestion). Hasil


terapi yang baik akan tampak pada bagusnya fungsi kerja organ limpa,
lambung, usus besar (colon), dan pembuangan (rectum);
Tahap selanjutnya, revitalisasi atau perbaikan fungsi organ liver, ginjal, kulit,
dan uterus;
Terakhir, revitalisasi fungsi kerja pembuluh darah, sistem kelenjar getah
bening, dan endokrin.

Dengan melalui tahapan-tahapan tersebut, akan didapatkan tubuh yang sehat,


insya Allah.
Revitalisasi dan tonifikasi dengan cara holistik meliputi aspek-aspek berikut:
1. Menggunakan makanan alami/organik, karena makanan jenis ini mampu
meregenerasi sel tubuh tanpa bahaya toksin. Juga dengan minum air alami yang
tidak tercemar kimia logam berat, udara yang bebas dari polusi, diikuti dengan
senam dan olah pernapasan di pegunungan;
2. Memilih ramuan herbal sesuai dengan sindrom yang ada pada tubuh, sehingga
selaras dengan afinitas meridian/kanal akupuntur. Akhirnya, hal ini tanpa efek
samping akan memenuhi kebutuhan jing, chi, shen ,xue, dan jin ye tubuh;
o Apabila tubuh mengalami atau bercirikan sindrom panas, gunakanlah
resep herbal yang bersifat dingin. Contohnya adalah sambiloto,
pegagan, daun dewa, umbi dewa, sambung nyawa, kunyit, VCO, air
kelapa, atau buah bertipe dingin seperti bengkuang, mentimun, pir, dll.
o Apabila tubuh memiliki ciri-ciri sindrom dingin, gunakan resep herbal
bersifat panas. Contohnya adalah merica, laos, jahe, habbatus-sauda
(jinten hitam), atau buah bertipe panas seperti kurma, tiin, mangga,
durian, dll.
o

Bila terdapat sifat kering atau kurang cairan, bisa ditambah dengan
bangle, opiphogon (kikio), huangjing, roucung rung, atau air
beras/tajin.

Bila ada sifat kelembabankurang energi panas kering, bisa


ditambahkan cabe jawa, merica hitam, kayu manis, man zi (mujamuju, Jawa), atau bunga lawang;

3. Perlu pula untuk memperhatikan sifat dan rasa pada herba. Apabila herba terasa
pahit, herba ini cenderung akan mentonik/menguatkan organ jantung; bila manis,
akan menguatkan limpa; bila pedas, akan menguatkan paru-paru; bila asin, akan
mentonik ginjal; dan bila asam akan menguatkan liver. Rasa hambar (tawar) dan
banyak kandungan air akan menawarkan ginjal sebagai pelancar urin/diuretik;
4. Senantiasa mengingat bahwa memberikan tonifikasi/penguatan secara
berlebihan justru akan merugikan organ. Organ tubuh akan mengalami
ekses/kelebihan. Sementara itu kekurangan tonik akan menyebabkan defisiensi.
Dengan demikian, tubuh memerlukan tonifikasi yang seimbang;
5. Memaksimalkan fungsi organ liver dan empedu, yang energinya mampu
menguatkan/mentonik energi organ jantung dan usus kecil. Dengan kuatnya
organ jantung dan usus kecil, energi organ limpa dan lambung akan
menguat. Keadaan ini menguatkan organ paru dan usus besar, kemudian
seterusnya energi organ ginjal dan kandung kemih akan membaik, dan pada
akhirnya akan menyelaraskan semua organ utama. Tonifikasi yang berhasil akan
berpengaruh dan tampak pada seluruh indera tubuh. Penguatan ini juga akan
mengontrol metabolisme tubuh untuk selalu memiliki imunitas yang prima,
sehingga mampu bertahan dari serangan patogen.
Adapun langkah yang bisa di usahakan,

1. Melakukan pendataan tubuh/cek pribadi: umur, golongan darah, cek berkala


tekanan darah, berat badan, riwayat sakit, dan mencatat aktifitas tubuh.
2. Sebaiknya mengonsumsi makanan organik,
3. Mengatur menu diet dan ramuan herbal/alami dengan benar, beserta tata
cara mengonsumsinya,
4. Olah raga dan olah pernapasan serta melakukan kegiatan yang menyegarkan
(refreshing),
5. Terapi pemijatan dan relaksasi,
6. Memahami jam organ tubuh agar paham kapan memulai aktifitas alami
tubuh seperti menu dengan urutannya dan kapan harus berhenti atau tidak
boleh makan.
Bila terjadi keracunan kembali, lakukanlah detoks, yaitu membersihkan tubuh dari
seluruh bahaya zat beracun (toksin). Alhamdulillah detoksifikasi telah kami jabarkan
pada edisi 3 dan 4.
Contoh kasus : Seorang wanita yang sedang mengalami haid ataupun nifas, usia
dewasa, tekanan darah 90/70 mmHg, tampak lelah, susah tidur, pening, suka
menarik napas panjang, tidak suka dingin, kesemutan dan batuk malam serta
sering BAK.
Pembahasan: haid dan nifas adalah siklus berkala dan tertentu, khusus di alami
wanita yang pada kasus ini cenderung bersindrom tubuh dingin. Tekanan darah
rendah menunjukkan unsur darah kurang/defisiensi, aktifitas yang berat kurang
istirahat, pasien ini perlu refreshing. Pada malam hari keluhan cenderung parah dan
suka makanan dan minuman yang hangat dan panas.
Pengenalan rumusan/formula sindromnya; Pasien ini bersindrom dingin dan harus
ditangani dengan resep herbal sindrom panas, terapinya berupa penghangatan
(seperti moksibasi, sauna, guasa punggung, dan perendaman kaki dan tangan),
pemberian asupan nutrisi yang lebih dari biasanya sebagai tonifikasi, dan istirahat
yang cukup untuk revitalisasi.
Kasus haid di atas menurut terapi dengan pendekatan holistik memiliki beberapa
fase, yaitu:
Fase awal; pada fase ini tubuh mengalami masa awal menstruasi, darah belum
banyak keluar, perut terasa sakit, terkadang demam, dan emosi cenderung naik.
Pada fase ini konsumsilah makanan dan minuman yang menambah darah dan
cairan seperti, susu, telur, madu, jahe, dan kacang hijau. Sedangkan herbal yang
disarankan: gula aren dan temulawak, bit, angkak merah dan kurma, serta hindari
rasa asam seperti asam jawa, sirih, dan belimbing wuluh, karena akan merangsang
emosi (fungsi hati/liver menjadi berlebih). Adapun madu dengan sedikit air jeruk
nipis dapat melancarkan darah.
Fase pertengahan; pada fase ini darah mulai keluar lebih banyak dan lancar
secara alami, emosi mulai menurun, tubuh terasa lemas dan kurang energi. Salah
satu solusinya: makan dan minum yang mampu menambah darah dan cairan
seperti fase pertama, namun tambahkan unsur penghangat seperti madu,
habbatus-sauda, zaitun, kayu manis, spirulina, sedikit kunyit, kedelai, dan dengan
berolah raga ringan.
Fase akhir; fase pembersihan yang ditandai dengan darah yang keluar menjadi
sedikit kemudian berhenti. Kondisi tubuh pada saat ini diharapkan sudah pulih dan
normal. Gunakan ramuan pembersih berupa: kunyit-asam, sirih, kayu manis, dan
habbatus-sauda. Sedikit rasa asam cenderung membantu.
Pada masa nifas, pola penanganannya sama seperti pada fase akhir haid,
disamping hal khusus yang membantu fase-fase pemulihan nifas. Diperlukan
juga pemberian resep yang mampu mendukung pembentukan ASI. Resepnya:

ambil 1 jari kunyit,kacang hijau 3 sdm, daun pepaya 1 lembar, 3 buah temu kunci, 1
jari temulawak, 2 siung bawang putih, adas dan gula aren secukupnya.
Selamat mencoba.

Sifat Makanan Menurut TCM


Sifat makanan menurut TCM :
1. Makanan dingin
*Termasuk makanan mentah, salad, buah, minuman dingin dan es krim. Konsumsi berlebihan
cenderung membentuk dingin di limpa dan lambung dan mengakibatkan nyeri epigastrium.
*Jika makanan/minuman disimpan di kulkas, seharusnya dihangatkan dulu di suhu ruangan
(30C) sebelum dimakan. Ini khususnya terutama untuk pasien yang menderita defisiensi qi
limpa. Sama dengan buah dan salad, harus dihangatkan di temperatur ruangan.
2. Makanan pedas-panas
* Ini termasuk kari, rempah-rempah, daging kambing, sapi dan alkohol. Konsumsi berlebihan
membuat lambung panas berupa gejala rasa sakit terbakar di epigastrium.
3. Manis dan gula
* Konsumsi berlebihan cenderung membentuk lembab dan panas di lambung serta defisiensi qi
limpa. Saat makan bersama minyak terhidrogenasi dan gula menambah ekstrim lembab. Coklat
cenderung meningkatkan panas lembab.
4. Makanan berminyak, gorengan dan produk olahan susu
*Konsumsi berlebihan membentuk reak atau lembab di lambung.
5. Buah asam/jeruk
*Buah citrus/jeruk rasanya manis dan asam, cenderung membentuk lembab menurut teori lima
unsur. Seseorang cenderung terkena lembab harus hati-hati tidak menggabungkan makanan
asam/jeruk dengan makanan lain dan tidak berlebihan menyantapnya.
6. Kopi
*Minum kopi menguras Yin dan Yang ginjal serta menyebabkan hilangnya qi.
A. Tonik Yang membantu menghangatkan limpa dan mendorong energi untuk transformasi dan
transportasi. Tonik Yang memelihara dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menghasilkan
hangat dan merangsang sistem.
Makanan yang termasuk Tonik Yang : bawang putih, daging kambing, sage, daun kemangi, jahe
kering, lobster, biji kenari, buah pala.
B. Sirkulasi qi dirangsang oleh rasa manis dan pedas. Limpa suka rasa manis dan rasa panas
mengedarkan aliran qi.
Makanan yang merangsang sirkulasi qi : wortel, lobak, bawang putih, daun kemangi, teh melati,
kulit jeruk, cabe rawit.
C. Kondisi dingin ditingkatkan dengan makanan hangat. Dalam kasus kronis, makanan hangat
dan manis/pedas digunakan untuk menghangatkan terus menerus. Dalam kasus serangan patogen
akut, makanan hangat atau manis digabungkan dengan rasa pedas yang agak kuat untuk
mengusir dingin.
Yang termasuk makanan hangat : jahe, bawang putih, daging kambing, bawang bombay, alkohol,
kelapa, buah ceri, ayam.
D. Lembab dihasilkan dari kegagalan tubuh mengubah cairan. Lembab diobati dengan
menghindari makanan lembab, menguatkan tubuh, termasuk makanan pahit dan yang
menetralkan lembab.
Makanan yang efektif dimakan adalah : lemon, jamur kancing, bawang bombay, pepaya, lobak,

bawang putih, belut, jagung, seledri.


Beberapa makanan memperhebat lembab dan harus dikurangi oleh orang yeng menderita
gangguan lembab. Hindari makanan : produk olahan turunan susu (domba dan kambing lebih
sedikit lembab), daging babi, pisang, biri, minuman es/dingin, makanan berminyak dan
gorengan.
E. Reak berkenaan dengan kondisi dari lembab yang berbentuk dahak atau lendir.
Makanan untuk menghilangkan reak : rumput lauk, lobak, teh, pir, bawang bombay, almon,
jamur kancing, dll.
Aksi terapi :
* Makanan pahit (api) umumnya mendinginkan (yin) dan mendorong kontraksi dan energi untuk
turun (ke tubuh bawah)
* Makanan manis (tanah) umumnya menguatkan (yang) dan mendorong dan menambah energi
untuk naik (ke atas tubuh) dan keluar.
* Makanan pedas (logam) umumnya menghangatkan (Yang) dan menambah energi serta
mendorong energi untuk keluar.
* Makanan asin (air) umumnya mendinginkan (yin) dan mendorong energi untuk masuk ke
dalam (tubuh) dan ke bawah (tubuh).
* Makanan asam (kayu) umumnya mendinginkan (yin) dan mendorong energi untuk mengikat
dan berkumpul.
* Suhu --setiap jenis makanan memiliki suhu dan kualitas berbeda yang umumnya baik bagi
elemen tertentu, sebaiknya tidak digunakan saat musim/ kondisi tertentu. Contoh : jika anda
sedang pilek (logam, paru-paru), anda harus mengurangi makanan yang umumnya mendinginkan
unsur logam, seperti buah-buahan.
* Musim --Musim tertentu juga berperan terhadap makanan apa yang anda makan. Saat musim
panas (api, panas), kita membutuhkan makanan yang sejuk/dingin dan saat musim dingin (air,
dingin), kita membutuhkan makanan hangat, makanan yang sangat bergizi.
Setelah mempelajari rasa dalam sifat dan fungsinya dalam diagram Wu xing kita perlu
memahami lebih dalam tentang kelima rasa tersebut, apa yang terjadi jika kita mengkonsumsi
salah satu rasa secara berlebihan
Rasa Asam dapat menyuburkan Kan-Hati, namun jika terlalu banyak makanan berasa asam akan
menyebabkan Kan Qi (energi Hati) terlalu kuat sehingga berubah menjadi patogen yang
menindas Limpa, ini bisa kita anaolgikan pada kondisi yang disebut Pohon rimbun menutupi
Tanah menyebabkan suasana lembab. Jika Pi-Limpa yang tertindas menjadi lemah maka akan
mengganggu fungsi transportasi cairan sehingga timbul gejala: kurang kenJing dan oedema.
Rasa Pahit dapat menyuburkan Qi dari Xin-Jantung, namun jika makan atau minum dengan rasa
pahit berlebihan akan merusak Xin Qi (energi jantung). Xin Qi yang sakit (berlebihan) dapat
menindas Qi dari Fei-Paru-paru sehingga kesulitan dalam menyebarkan Jing dan Jin Ye ke
bagian kulit dan rambut sehingga kulit menjadi kering dan rambut rontok.

Selain itu rasa pahit juga mengakibatkan Pi Qi (energi Limpa) dan Wei Qi (energi Lambung)
menjadi terlalu kering dengan istilah Api membakar Tanah, sehingga Qi dari Wei-Lambung tidak
dapat turun sehingga menimbulkan gejala muntah-muntah. Bahkan rasa pahit yang terjadi akibat
tumpahnya cairan Tan-Empedu di limpa dapat menyebabkan stagnasi Wei-Qi

Rasa Manis yang lembut dapat menyuburkan Qi Pi-Limpa dan Wei-Lambung, tapi jika
berlebihan dapat menimbulkan patogen panas kering pada Wei-Lambung dan merusak
transportasi dan tranformasi dari Pi-Limpa.

Ini menyebabkan siklus berputar sehingga kita menjadi ingin makan minum manis terus dan
kondisi lambung akan semakin lemah. Selain itu juga dapat melemahkan Qi dari Shen-Ginjal
sehingga ginjal tak dapat menahan air seni, karena itu terlalu banyak makan manis secara
bersamaan akan mempengaruhi fungsi PiWei dan Shen sehingga enimbulkan gejala : selalu
lapar dan haus, banyak makan dan minum. Dalam keadaan demikian makanan dan minuman tak
dapat dijadikan Jing untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga walaupun banyak makan tapi
menjadi semakin kurus dan kurang bertenaga dengan disertai banyak kencing.
Makan lemak dan gula (gorengan atau kue/roti) berlebihan akan mejadi patogen menyerupai
dahak yang dapat menghalangi dan menyumbat peredaran Qi Xue (energi dan darah).
Jika kondisi tubuh baik dahak tersebut akan tersimpan pada Fei-Paru
Jika bersatu dengan angin dalam yang berasal dari Kan-Hati dapat menutupi saluran Shen-Jiwa,
sekaligus menghalangi peredaran Qi Xue dalam meridian sehingga timbul : hemiplegia (lumpuh
separoh), aphonia (tak dapat bicara), bahkan menjadi koma.

Rasa Pedas dapat menyuburkan Qi Fei-Paru-paru, tapi jika berlebihan akan menindas Kan-Hati
ini disebut Logam menebang Kayu/Pohon sehingga Tanah jadi gersang. Sifat Logam (Paru paru
dan Usus Besar) suka kelembaban / basah (Basa) maka jika berubah menjadi terlalu kering akan
menyebabkan Jantung juga menjadi terlalu panas atau kering karena darah yang diedarkan
kekurangan cairan, ini yang disebut Logam menghina Api (Xin- Jantung) serta mempengaruhi
Usus Besar hingga terjadi konstipasi akibat kekeringan cairan tinja atau diare akibat kelemahan
Qi Limpa atas reaksi panas yang terkukung lembab. Pada kondisi tertentu rasa pedas akan
menyebabkan Jin Ye pada usus besar terkuras dan menyebabkan diare.
Rasa Asin membantu fungsi Shen-Ginjal namun jika berlebihan akan merusak ginjal sehingga
Shen Qi (energi Ginjal) dan tulang-tulang juga lemah, sehingga Shen Qi tak dapat mengatur
cairan tubuh sehingga menimbulkan oedema (penimbunan cairan tubuh terutama dikaki).
Patogen yang berupa cairan tersebut mengganggu fungsi Pi-Limpa yang menguasai otot,
sehingga otot menjadi atrofi.
Jika patogen cairan naik ke atas akan mengganggu fungsi Xin-Jantung sehingga Xin Qi (energi
Jantung) juga lemah.
Terlalu banyak sari makanan aXin jika masuk ke dalam Xue-Darah menyebabkan Xue-Darah
menjadi pekat sehingga mengganggu kelancaran dalam peredarannya, ini memberatkan kerja
Xin- Jantung dan untuk mengencerkanya dibutuhkan banyak air sehingga kita merasa haus terus.
Disarikan dari :
Modul Ajar Jilid 2 Seri Belajar Mandiri Team An Nahl, Pudji Hartanto atau Buku Dasar Ilmu
Herba dan Akupunktur, Sim Kie Jie

Kesimpulan yang dijelaskan Oleh dr. Hally Cahleher dalam Bukunya Akupunktur Medis Jilid 1
Terapi Rasa menurut Wu Xing:

Pasien Sakit Hati : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asam dan Pedas
Pasien Sakit Jantung : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pahit dan Asin
Pasien Sakit Limpa : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Manis dan Asam
Pasien Sakit Paru paru :Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pedas dan Pahit
Pasien Sakit Ginjal : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asin dan Manis
Bagi akupuntur Dietetik atau praktek Gizi dan ilmu Akupuntur
Pasien Sakit Hati dan/atau Limpa : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa asam
Pasien Sakit Jantung dan/atau Paru : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Pahit
Pasien Sakit Limpa dan/atau Ginjal : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Manis
Pasien sakit paru paru dan/atau hati : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa pedas
Pasien sakit ginjal dan/atau jantung : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa AsinSetelah mempelajari rasa dalam sifat dan fungsinya dalam diagram Wu
xing kita perlu memahami lebih dalam tentang kelima rasa tersebut, apa yang terjadi jika kita
mengkonsumsi salah satu rasa secara berlebihan
Rasa Asam dapat menyuburkan Kan-Hati, namun jika terlalu banyak makanan berasa asam akan
menyebabkan Kan Qi (energi Hati) terlalu kuat sehingga berubah menjadi patogen yang
menindas Limpa, ini bisa kita anaolgikan pada kondisi yang disebut Pohon rimbun menutupi
Tanah menyebabkan suasana lembab. Jika Pi-Limpa yang tertindas menjadi lemah maka akan
mengganggu fungsi transportasi cairan sehingga timbul gejala: kurang kenJing dan oedema.
Rasa Pahit dapat menyuburkan Qi dari Xin-Jantung, namun jika makan atau minum dengan rasa
pahit berlebihan akan merusak Xin Qi (energi jantung). Xin Qi yang sakit (berlebihan) dapat
menindas Qi dari Fei-Paru-paru sehingga kesulitan dalam menyebarkan Jing dan Jin Ye ke
bagian kulit dan rambut sehingga kulit menjadi kering dan rambut rontok.

Selain itu rasa pahit juga mengakibatkan Pi Qi (energi Limpa) dan Wei Qi (energi Lambung)
menjadi terlalu kering dengan istilah Api membakar Tanah, sehingga Qi dari Wei-Lambung tidak
dapat turun sehingga menimbulkan gejala muntah-muntah. Bahkan rasa pahit yang terjadi akibat
tumpahnya cairan Tan-Empedu di limpa dapat menyebabkan stagnasi Wei-Qi

Rasa Manis yang lembut dapat menyuburkan Qi Pi-Limpa dan Wei-Lambung, tapi jika
berlebihan dapat menimbulkan patogen panas kering pada Wei-Lambung dan merusak
transportasi dan tranformasi dari Pi-Limpa.
Ini menyebabkan siklus berputar sehingga kita menjadi ingin makan minum manis terus dan
kondisi lambung akan semakin lemah. Selain itu juga dapat melemahkan Qi dari Shen-Ginjal
sehingga ginjal tak dapat menahan air seni, karena itu terlalu banyak makan manis secara
bersamaan akan mempengaruhi fungsi PiWei dan Shen sehingga enimbulkan gejala : selalu
lapar dan haus, banyak makan dan minum. Dalam keadaan demikian makanan dan minuman tak
dapat dijadikan Jing untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga walaupun banyak makan tapi
menjadi semakin kurus dan kurang bertenaga dengan disertai banyak kencing.
Makan lemak dan gula (gorengan atau kue/roti) berlebihan akan mejadi patogen menyerupai

dahak yang dapat menghalangi dan menyumbat peredaran Qi Xue (energi dan darah).
Jika kondisi tubuh baik dahak tersebut akan tersimpan pada Fei-Paru
Jika bersatu dengan angin dalam yang berasal dari Kan-Hati dapat menutupi saluran Shen-Jiwa,
sekaligus menghalangi peredaran Qi Xue dalam meridian sehingga timbul : hemiplegia (lumpuh
separoh), aphonia (tak dapat bicara), bahkan menjadi koma.

Rasa Pedas dapat menyuburkan Qi Fei-Paru-paru, tapi jika berlebihan akan menindas Kan-Hati
ini disebut Logam menebang Kayu/Pohon sehingga Tanah jadi gersang. Sifat Logam (Paru paru
dan Usus Besar) suka kelembaban / basah (Basa) maka jika berubah menjadi terlalu kering akan
menyebabkan Jantung juga menjadi terlalu panas atau kering karena darah yang diedarkan
kekurangan cairan, ini yang disebut Logam menghina Api (Xin- Jantung) serta mempengaruhi
Usus Besar hingga terjadi konstipasi akibat kekeringan cairan tinja atau diare akibat kelemahan
Qi Limpa atas reaksi panas yang terkukung lembab. Pada kondisi tertentu rasa pedas akan
menyebabkan Jin Ye pada usus besar terkuras dan menyebabkan diare.
Rasa Asin membantu fungsi Shen-Ginjal namun jika berlebihan akan merusak ginjal sehingga
Shen Qi (energi Ginjal) dan tulang-tulang juga lemah, sehingga Shen Qi tak dapat mengatur
cairan tubuh sehingga menimbulkan oedema (penimbunan cairan tubuh terutama dikaki).
Patogen yang berupa cairan tersebut mengganggu fungsi Pi-Limpa yang menguasai otot,
sehingga otot menjadi atrofi.
Jika patogen cairan naik ke atas akan mengganggu fungsi Xin-Jantung sehingga Xin Qi (energi
Jantung) juga lemah.
Terlalu banyak sari makanan aXin jika masuk ke dalam Xue-Darah menyebabkan Xue-Darah
menjadi pekat sehingga mengganggu kelancaran dalam peredarannya, ini memberatkan kerja
Xin- Jantung dan untuk mengencerkanya dibutuhkan banyak air sehingga kita merasa haus terus.
Disarikan dari :
Modul Ajar Jilid 2 Seri Belajar Mandiri Team An Nahl, Pudji Hartanto atau Buku Dasar Ilmu
Herba dan Akupunktur, Sim Kie Jie

Kesimpulan yang dijelaskan Oleh dr. Hally Cahleher dalam Bukunya Akupunktur Medis Jilid 1
Terapi Rasa menurut Wu Xing:
Pasien Sakit Hati : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asam dan Pedas
Pasien Sakit Jantung : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pahit dan Asin
Pasien Sakit Limpa : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Manis dan Asam
Pasien Sakit Paru paru :Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pedas dan Pahit
Pasien Sakit Ginjal : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asin dan Manis
Bagi akupuntur Dietetik atau praktek Gizi dan ilmu Akupuntur

Pasien Sakit Hati dan/atau Limpa : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa asam
Pasien Sakit Jantung dan/atau Paru : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Pahit
Pasien Sakit Limpa dan/atau Ginjal : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Manis
Pasien sakit paru paru dan/atau hati : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa pedas
Pasien sakit ginjal dan/atau jantung : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Asin
Diposkan oleh arifin almanna di 23.56

Penjelasan Huang Di Neijing Part. 53


By. AH2N

Setelah mempelajari rasa dalam sifat dan fungsinya dalam diagram Wu xing kita perlu
memahami lebih dalam tentang kelima rasa tersebut, apa yang terjadi jika kita mengkonsumsi
salah satu rasa secara berlebihan

Rasa Asam dapat menyuburkan Kan-Hati, namun jika terlalu


banyak makanan berasa asam akan menyebabkan Kan Qi (energi Hati) terlalu kuat sehingga
berubah menjadi patogen yang
menindas Limpa, ini bisa kita anaolgikan pada kondisi yang disebut Pohon rimbun menutupi
Tanah menyebabkan suasana lembab. Jika Pi-Limpa yang tertindas menjadi lemah maka akan
mengganggu fungsi transportasi cairan sehingga timbul gejala: kurang kenJing dan oedema.

Rasa Pahit dapat menyuburkan Qi dari Xin-Jantung,


namun jika makan atau minum dengan rasa pahit berlebihan akan merusak Xin Qi (energi
jantung). Xin Qi yang sakit (berlebihan) dapat menindas Qi dari Fei-Paru-paru sehingga
kesulitan dalam menyebarkan Jing dan Jin Ye ke bagian kulit dan rambut sehingga kulit menjadi
kering dan rambut rontok.

Selain itu rasa pahit juga mengakibatkan Pi Qi (energi Limpa)


dan Wei Qi (energi Lambung) menjadi terlalu kering dengan istilah Api membakar Tanah,
sehingga Qi dari Wei-Lambung tidak dapat turun sehingga menimbulkan gejala muntah-muntah.
Bahkan rasa pahit yang terjadi akibat tumpahnya cairan Tan-Empedu di limpa dapat
menyebabkan stagnasi Wei-Qi

Rasa Manis yang lembut dapat menyuburkan Qi Pi-Limpa dan


Wei-Lambung, tapi jika berlebihan dapat menimbulkan patogen panas kering pada Wei-Lambung
dan merusak transportasi dan tranformasi dari Pi-Limpa.
Ini menyebabkan siklus berputar sehingga kita menjadi ingin makan minum manis terus dan
kondisi lambung akan semakin lemah. Selain itu juga dapat melemahkan Qi dari Shen-Ginjal
sehingga ginjal tak dapat menahan air seni, karena itu terlalu banyak makan manis secara
bersamaan akan mempengaruhi fungsi PiWei dan Shen sehingga enimbulkan gejala : selalu
lapar dan haus, banyak makan dan minum. Dalam keadaan demikian makanan dan minuman tak
dapat dijadikan Jing untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga walaupun banyak makan tapi
menjadi semakin kurus dan kurang bertenaga dengan disertai banyak kencing.

Makan lemak dan gula (gorengan atau kue/roti) berlebihan akan


mejadi patogen menyerupai dahak yang dapat menghalangi dan menyumbat peredaran Qi Xue
(energi dan darah).
Jika kondisi tubuh baik dahak tersebut akan tersimpan pada Fei-Paru
Jika bersatu dengan angin dalam yang berasal dari Kan-Hati dapat menutupi saluran Shen-Jiwa,
sekaligus menghalangi peredaran Qi Xue dalam meridian sehingga timbul : hemiplegia (lumpuh
separoh), aphonia (tak dapat bicara), bahkan menjadi koma.

Rasa Pedas dapat menyuburkan Qi Fei-Paru-paru, tapi jika


berlebihan akan menindas Kan-Hati ini disebut Logam menebang Kayu/Pohon sehingga Tanah
jadi gersang. Sifat Logam (Paru paru dan Usus Besar) suka kelembaban / basah (Basa) maka jika
berubah menjadi terlalu kering akan menyebabkan Jantung juga menjadi terlalu panas atau
kering karena darah yang diedarkan kekurangan cairan, ini yang disebut Logam menghina Api
(Xin- Jantung) serta mempengaruhi Usus Besar hingga terjadi konstipasi akibat kekeringan
cairan tinja atau diare akibat kelemahan Qi Limpa atas reaksi panas yang terkukung lembab.
Pada kondisi tertentu rasa pedas akan menyebabkan Jin Ye pada usus besar terkuras dan
menyebabkan diare.
Rasa Asin membantu fungsi Shen-Ginjal namun jika berlebihan akan merusak ginjal sehingga
Shen Qi (energi Ginjal) dan tulang-tulang juga lemah, sehingga Shen Qi tak dapat mengatur
cairan tubuh sehingga menimbulkan oedema (penimbunan cairan tubuh terutama dikaki).

Patogen yang berupa cairan tersebut mengganggu fungsi PiLimpa yang menguasai otot, sehingga otot menjadi atrofi.
Jika patogen cairan naik ke atas akan mengganggu fungsi Xin-Jantung sehingga Xin Qi (energi
Jantung) juga lemah.

Terlalu banyak sari makanan aXin jika masuk ke dalam XueDarah menyebabkan Xue-Darah menjadi pekat sehingga mengganggu kelancaran dalam
peredarannya, ini memberatkan kerja Xin- Jantung dan untuk mengencerkanya dibutuhkan
banyak air sehingga kita merasa haus terus.
Disarikan dari :
Modul Ajar Jilid 2 Seri Belajar Mandiri Team An Nahl, Pudji Hartanto atau Buku Dasar Ilmu Herba dan
Akupunktur, Sim Kie Jie

Kesimpulan yang dijelaskan Oleh dr. Hally Cahleher dalam Bukunya Akupunktur Medis Jilid 1
Terapi Rasa menurut Wu Xing:
Pasien Sakit Hati : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asam dan Pedas

Pasien Sakit Jantung : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pahit dan Asin
Pasien Sakit Limpa : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Manis dan Asam
Pasien Sakit Paru paru :Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Pedas dan Pahit
Pasien Sakit Ginjal : Tidak diperbolehkan makan makanan dengan rasa Asin dan Manis
Bagi akupuntur Dietetik atau praktek Gizi dan ilmu Akupuntur
Pasien Sakit Hati dan/atau Limpa : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa asam
Pasien Sakit Jantung dan/atau Paru : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Pahit
Pasien Sakit Limpa dan/atau Ginjal : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Manis
Pasien sakit paru paru dan/atau hati : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa pedas
Pasien sakit ginjal dan/atau jantung : Penderita ini tidak dianjurkan untuk makan/minum yang
mengandung rasa Asin