Anda di halaman 1dari 7

Tampang

Lintang

Ekonomis
Prinsip saluran tampang ekonomis hanya berlaku untuk desain saluran
yang tahan terhadap erosi (nonaerodible), sedangkan untuk saluran yang mudah
tererosi (aerodible), dalam mendesain saluran yang efisien, perancang cukup
menghitung

ukuran-ukuran saluran dengan rumus aliran seragam, kemudian

memutuskan ukuran akhir berdasarkan efisiensi

hidrolika,

atau

hukum

pendekatan untuk penampang terbaik, praktis dan ekonomis


Suatu tampang lintang saluran akan menghasilkan debit maksimum bila nilai
R=A/P maksimum atau keliling basah P minimum, sehingga untuk debit tertentu,
luas tampang lintang akan minimum (ekonomis) bila saluran yang sama,
penampang setengah lingkaran merupakan penampang yang paling efisien.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan adalah:
a. Jenis Bahan yang Membentuk Tubuh Saluran
Jenis bahan menentukan koefisien kekasaran. Bahan-bahan tahan
erosi yang digunakan untuk membentuk lapisan suatu saluran dan tubuh
saluran hasil rakitan meliputi, beton, pasangan bata, baja, besi tuang,
kayu, kaca, plastik dll. Pemilihan bahan terutama tergantung pada jenis
yang

ada

dan

harga

bahan, metode pembangunan, dan masksud

pembuatan saluran tersebut. Tujuan melapisi saluran

pada

umumnya

untuk mencegah erosi, tetapi kadang juga untuk memeriksa kehilangan


air akibat rembesan
b. Kemiringan Saluran
Kemiringan

memanjang

dasar

saluran

biasanya

oleh

keadaan

topografi dan tinggi energi yang diperlukan untuk mengalirkan air. Dalam
berbagai hal, kemiringan ini dapat pula tergantung pada kegunaan saluran.
Misal saluran yang digunakan sebagai distribusi air seperti yang dipakai
dalam irigasi, persediaan air minum, penambangan hidrolik dan proyek
pembangkit dengan tenaga air memerlukan taraf yang tinggi pada titik
penghantar, sebab itu kemiringan yang sekecil-kecilnya untuk menjaga agar
kehilangan tinggi tekan akan sekecil- kecilnya.

c. Kecepatan Minimum yang Diizinkan

Kecepatan tanpa pengendapan merupakan kecepatan terendah yang


tidak menimbulkan sedimentasi dan mendorong pertumbuhan tanaman air
dan ganggang. Kecepatan ini sangat tidak menentu dan nilainya yang tepat
tidak ditentukan dengan mudah.

d. Jagaan
Jagaan (freeboard)

suatu saluran ialah jarak vertikal dari puncak

saluran ke permukaan air pada kondisi rancang. Jarak ini harus cukup untuk
mencegah gelombang atau kenaikan muka air yang melimpah ke tepi.
Faktor ini sangan penting terutama dalam perancangan talang air yang
dipertinggi, sebab bagian bawah talang dapat terancam oleh limpasan air.
Besarnya jagaan yang umum dipakai dalam perancangan berikisar antara
lebih kecil dari 5% sampai lebih besar dari 30% kedalaman aliran

e. Penampang Hidrolik Terbaik


Telah diketahui bahwa hantaran suatu penampang saluran akan meningkat
sesuai dengan peningkatan jari-jari hidrolik atau berkurangnya keliling
basah. Dari segi pandangan hidrolika maka penampang saluran yang
memiliki keliling basah terkecil akan

memiliki hantaran

maksimum;

penampang seperti ini disebut penampang hidrolik terbaik. Diantara semua


penampang yang luasnya sama, penampang setengah lingkaran memiliki
keliling

basah

yang

terkecil,

berarti secara hidrolik merupakan

penampang yang paling efisien. Secara umum, suatu saluran harus


dirancang untuk efisiensi hidrolik yang sebaik-baiknya, tapi dapat diubah
seperlunya agar praktis. Dari segi pandangan praktis, perlu diingat bahwa
penampang hidrolik terbaik adalah penampang yang memiliki luas terkecil
untuk suatu debit tertentu, tetapi tidak selalu menghasilkan galian yang
sekecil-kecilnya. Penampang dengan galian terkecil hanya terjadi bila muka
air terletak pada taraf puncak tanggul. Bila muka air dibawah puncak
tanggul seperti yang biasanya terjadi, saluran yang lebih sempit dari
penampang hidrolik terbaik akan menghasilkan galian yang minimum. Bila
muka air melebihi puncak tanggul dan bahkan terhadap muka tanah,
saluran yang lebih lebar akan menghasilkan galian yang minimum

Dengan kata lain untuk debit aliran tertentu, luas tampang lintang saluran
akan minimum apabila saluran mempunyai nilai R maksimum (atau P
minimum). Tampang lintang saluran seperti ini disebut tampang saluran
ekonomis (efesien) untuk luas tampang tertentu.

Suatu tampang lintang saluran akan menghasilkan debit maksimum


bila nilai R = A/P maksimum atau keliling basah P minimum, sehingga untuk
debit tertentu,

luas

tampang

lintang

akan

minimum

(ekonomis)

bila

saluran memiliki nilai R maksimum atau P minimum. Untuk luas tampang


saluran

yang

sama,

penampang

setengah

lingkaran

merupakan

penampang yang paling efisien.


Prinsip saluran tampang ekonomis hanya berlaku untuk desain saluran yang
tahan terhadap erosi, sedangkan untuk saluran yang mudah tererosi, dalam
mendesain saluran yang efisien harus mempertimbangkan gaya tarik yang
terjadi.

Tabel 1.1. Tipe bentuk saluran ekonomis (penampang hidrolik


terbaik dari karakteristiknya

Sumber : Chow 1992

Penjelasan tentang tampang lintang ekonomis ini dapat dilakukan dengan


menggunakan rumus debit aliran, yang dalam hal ini misalnya digunakan
rumus Manning.

Q=A.V=A. N

. R2/3 . S1/2

dimana :
V

Kecepatan aliran (m/det)

Angka kekasaran saluran

Jari-jari hidrolis saluran (m)

Kemiringan dasar saluran

Debit saluran (m3/det)

Luas penampang basah saluran (m2)

Berdasarkan rumus tersebut akan dicari, untuk kemiringan saluran S


dan kekasaran dinding n, suatu tampang lintang dengan luas yang sama A
tetapi memberikan debit maksimal. Untuk nilai A, n, dan S konstan, debit
akan maksimum apabila R maksimum, ini dicapai jika P minimum.

Angka kekasaran Manning (n) ditentukan berdasarkan jenis saluran

yang dipergunakan.
Kemiringan elevasi muka tanah saluran (i) = kemiringan dasar

saluran (S), ditentukan berdasarkan data topografi.


Kemiringan dinding saluran ditentukan berdasarkan jenis bahan
saluran yang digunakan

Contoh
soal:
Hitung dimensi saluran ekonomis berbentuk trapesium dengan
kemiringan tebing 1 (horisontal) : 2 (vertikal) untuk melewatkan
3
debit 40 m /d dengan kecepatan rata-rata 0,8 m/d. Berapakah
kemiringan dasar
Penyelesaian:

Luas tampang aliran:


A=

3 y2

Luas tampang aliran dihitung berdasarkan persamaan kontinuitas:


A=

Q 40
=
=50 m2
V 0.8

Sehingga didapatkan:
y=

A
=5,37 m
3

Luas trapesium:
A= (B+my)y
Sehingga lebar dasar saluran:
B

A
my
y
5

50
0.5 .5,37
5,37

= 6.63 m
Menghitung kemiringan dasar saluran.
Untuk tampang ekonomis:
R

y
2

5,37
2

= 2.685 m