Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Anak sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia pada masa yang
akan datang. Perkiraan jumlah anak sekolah saat ini sepertiga total penduduk, dan dua
pertiganya adalah anak sekolah,

merupaka jumlah yang sangat besar dan potensial.

Berdasarkan Susenas tahun 2003, tingkat partisipasi sekolah anak sekolah dasar laki laki
dan perempuan, sebesar 96,42 %. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai salah satu
program yang langsung berhubungan dengan anak sekolah sudah di rintis sejak tahun 1976
dan sejak tahun 1984 di perkuat dengan di terbitkannya Surat keputusan bersama 4 menteri
yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri
yang diperbaharui tahun 2003.
Masalah kesehatan yang di hadapi oleh anak usia sekolah sangat kompleks dan bervariasi.
Pada anak usia TK/RA,SD/MI (Tingkat dasar) dan santri di pondok pesantren, biasanya
berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan, sehingga isu yang menonjol
adalah kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat. Pondok Pesantren (pontren) yang ada
di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 25.785 terdiri dari 10.709 pontren tradisional,
15.076 pontren modern.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2007 di sebutkan bahwa prevalensi masalah kesehatan gigi
dan mulut 21,6 % terjadi pada anak usia 5-9 tahun dan 20,6% pada anak usia 10-14 tahun.
Sementara karies gigi aktif yang terjadi pada anak usia 12 tahun adalah 29,8%. Hasil
survey kecacingan 2009 oleh Ditjen P2PL menyebutkan 31,8% siswa SD menderita
kecacingan.
Anak sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat memasuki usia remaja di mana pada
periode ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun
intelektual. Remaja biasanya menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani
mengambil resiko tanpa di dahului oleh pertimbangan matang yang akan mempengaruhi
status kesehatannya.
Pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah akan terganggu karena menderita sakit,
kurang gizi atau masalah kelebihan gizi, masalah psikososial atau kejiwaan. Keadaan ini

akan mempengaruhi proses belajar yang lebih lanjut akan mempengaruhi prestasi belajar
yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan hasil Riskesdas 2007 di sebutkan bahwa untuk status gizi pada anak usia > 15
tahun, yang kurus 14,8% adapun obesitas 10,3%. Angka anemia pada anak usia <14 tahun
9,8% sementara pada anak usia >15 tahun, pada perempuan 19,7% dan pada anak laki laki
13,1%. Ditjen P2PL, Kemenkes RI, Melaporkan : persentase kumulatif kasus AIDS di
Indonesia berdasarkan kelompok umur s/d Maret 2010 , pada umur 15 19 tahun (3,1%)
sedangkan pada umur 20-29 tahun(30,3%).
Berdasarkan Pusat Statistik Pendidikan Balitbang Kemdiknas RI, Angka Partsipasi Murni
tahun

2009-2010 pada Sekolah Menengah Atas sebesar 55,73%. Oleh karena

itupelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi strategis. UKS sebagai salah satu
program yang langsung berhubungan dengan anak sekolah sudah di rintis sejak tahun 1976
dan di perkuat tahun 1984 dengan terbitnya surat keputusan bersama 4 menteri yaitu
Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri yang
diperbaharui tahun 2003.
Salah satu Upaya/Program kesehatan yang berkaitan langsung dengan anak sekolah adalah
Usaha Kesehatan Sekolah. Program UKS yang di kenal dengan Trias UKS meliputi
Pendidikan Kesehatan,Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat.
WHO pada tahun 1993 telah memperkenalkan konsep Pendidikan Keterampilan Hidup
sehat

(PKHS)

atau

pendikan

kesehatan

berbasis

keterampilan,

yang

merupakankemampuan untuk beradaptasi dan berprilaku positif yang membuat seseorang


dapat m engatasi tuntutan dan tantangan dalam kehidupan sehari hari secara efektif
dimana konsep ini dapat diterapkan pada anak usia sekolah melalui program UKS
Untuk meningkatkan status kesehatan khususnya remaja putri baik yang bersekolah
maupun tidak bersekolah departemen kesehatan telah mengembangkan pelyanan
kesehatan peduli remaja(PKPR) yang menekankan kepada petugas yang peduli remaja,
menerima remaja dengan tangan terbuka dan menyenangkan, lokasi pelayanan mudah
dijangkau, aman, menjaga kerahasian, kenyamanan dan privasi, jam buka sesuai
kebutuhan remaja, tidak ada stigma. Jenis kegiatan dalam PKPR adalah pemberian
informasi dan edukasi, pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang,

konseling, pendidikan keterampilan hidup sehat(PKHS) , pelatihan pendidik/ konselor


sebaya, dan pelayanan rujukan social dan medis.
Sedangkan WHO pada tahun2000 dalam membina UKS mengenalkan pendekatan sekolah
mempromosikan kesehatan( Health promoting school) sekolah yang mempromosikan
kesehatan adalah tempat dimana semua masayarakat sekolah bekerja sama memberikan
pengalaman dan menyediakan struktur pembelajaran yang teritegrasi dan positif, yang
mempromosikan dan memberikan perlindungan kesehatan kepada murid. Ini meliputi
pendidikan kesehatan intra dan ektra kurikuler, penciptaan lingkungan yang aman dan
sehat, penyediaan layanan kesehatan dan penyertaan keluarga dan masyarakat dalam
upaya promosi kesehatan.
Pada prinsipnya sekolah yang mempromosikan kesehatan adalah sekolah yang
menjalankan Trias UKS ditambah dengan lebih memberikan perhatian pada kerja sama
antar sekolah, masyarakat dan orang tua, menyertakan peserta didik sebagai peserta aktip
dalam UKS, aktualisasi program baru seperti kesehatan jiwa. Pencegahan penyalaguaan
napsa, keadilan dan kesetaraan gender pemberian pendidikan keterampilan hidup sehat
pada peserta didik dan memberikan imbas kepada masyarakat sekitarnya.
Dalam program UKS yang telah dilaksanakan selama ini, kegiatan pendidikan kesehatan
lebih bersifat pengajaran, penambahan pengetahuan dan kurang menegangkan pada segi
praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Pelayanan kesehatan pada
anak sekolah sebagai mana pada kelompok lainnya, meliputi upaya promotif, prefentif,
kuratif, dan rehabilitative. Sedangkan pembinaan lingkungan sekolah sehat lebih
ditekankan pada lingkungan fisik, mental dan social.
Mengingat hal hal tersebut diatas pembinaan anak sekolah dasar melalui program UKS
merupakan hal yang sangat penting untuk ditingkatkan mengingat anak sekolah
merupakan generasi penerus dimasa mendatang.
B. TUJUAN
1. Umum
Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta
menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga tercapai pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang
berkualitas. .
2. Khusus

a) Meningkatkan pengetahuan,sikap dan keterampilan hidup sehat peserta didik


b) Memandirikan peserta didik untuk berprilaku hidup bersih dan sehat seperti tidak
merokok , melakukan aktifitas fisik dan makanan gizi seimbang
c) Meningkatkan peran serta peserta didik dalam usaha peningkatan kesehatan di
sekolah/ madrasah, di rumah tangga dan di lingkungan masyarakat
d) Meningkatkan keterampilan hidup sehat peserta didik agar mampu melindungi
diri terhadap pengaruh penyalahgunaan Napza, Kenakalan remaja, prilaku seks
bebas dan penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS.
C. SASARAN
a) Peserta Didik (Siswa)
b) Masyarakat sekolah/madrasah ( Guru/ Pamong Belajar, staf sekolah/madrasah
dan pengelola pendidkan lainnya)
c) Orang tua murid , Komite sekolah, dan masyarakat

BAB II
PROFIL PUSKESMAS
Nama

: UPTD PUSKESMAS KAJUARA

Alamat

: Jl. Poros Bone Sinjai Kel.Awang Tangka Kec. Kajuara Kab. Bone

Produk

:
1. Upaya kesehatan masyarakat (UKM) esensial
- Pelayanan promosi kesehatan ,termasuk UKS
- Pelayanan kesehatan lingkungan
- Pelayanan KIA / KB yang bersifat UKM
- Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
- Pelayanan gizi yang bersifat UKM masyarakat
- Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat
2. Upaya kesehatan masyarakat (UKM) Pengembangan
- Pelayanan kesehatan jiwa
- Pelayanan kesehatan gigi masyarakat
- Upaya kesehatan kerja
- Pelayanan kesehatan pesantren
- Pelayanan kesehatan lansia
3. Upaya kesehatan perorangan (UKP) kefarmasian dan laboratorium
- Pelayanan pemeriksaan umum
- Pelayanan pemeriksaan anak/MTBS
- Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
- Pelayanan KIA/KB yang bersifat UKP
- Pelayanan persalinan
- Pelayanan gizi yang bersifat UKP
- Pelayanan imunisasi yang bersifat UKP
- Pelayanan gawat darurat
- Pelayanan rawat inap
- Pelayanan kefarmasian
- Pelayanan laboratorium
- Pelayanan kesehatan lingkungan yang bersifat UKP
- Pelayanan konsultasi penyakit menular yang bersifat UKP
- Pelayanan PONED

Jaringan pelayanan
1. Puskesmas pembantu(tarasu,lappabosse,bulu tanah,raja)
2. Poskesdes (wae tuo,gona,abbumpungeng,kalero)
3. Bidan desa
4. Puskesmas keliling
5. Pos kesehatan pesantren
6. Pos UKK kelompok nelayan
A. DATA UMUM
1. Keadaan Geografis
UPTD Puskesmas Kajuara terletak di sebelah selatan ibukota Kabupaten Bone yang
berjarak 72 Km terletak di kelurahan Awang Tangka yang merupakan Ibukota
Kecamatan Kajuara dengan luas wilayah 142 Km dengan batas-batas wilayah
sebagai berikut :

Sebelah Utara
: Kec.Salomekko.
Sebelah Timur
: Teluk Bone
Sebelah Selatan
: Kabupaten Sinjai
Sebelah Barat
: Kecamatan Kahu
Wilayah UPTD Puskesmas Kajuara terdiri dari satu Kelurahan, 17 Desa dan
Lingkungan serta 28 Dusun dengan luas wilayah 142 Km sebagai berikut :
- Kelurahan Awang Tangka
- Desa Padaelo
- Desa Gona
- Desa Lappa Bosse
- Desa Buareng
- Desa Massangkae
- Desa Bulu Tanah
- Desa Kalero
- Desa Ancu
- Desa Angkue
- Desa Tarasu
- Desa Pude
- Desa Polewali
- Desa Mallahae
- Desa Waetuwo
- Desa Abbumpungeng
- Desa Raja
- Desa Lemo
2. KEADAAN DEMOGRAFIS
Keadaan jumlah penduduk dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara pada
Tahun 2015 sebesar : 38.129 jiwa yang terdiri dari laki-laki 18.714 jiwa dan perempuan
19.415 jiwa.
3. KEADAAN MATA PENCAHARIAN
Pada umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara hidup
dengan bertani ( 87,3% ) pedagang (8,8%), pengrajing (2,4%), pegawai (1,3%), dan
pensiun (0,2)
4. KEADAAN DAN ADAT ISTIADAT
Pada umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara sebagian
besar beragama Islam (99%), Agama Kristen (0,7%), dan agama Hindu ( 0,3%) . dari
segi budaya yang ada di wilaya kerja UPTD Puskesmas Kajuara masih tergolong kuat
utamanya aspek nilai-nilai keagamaan . adat istiadat dan norma-norma kesusilaan.
5. KEADAAN PENDIDIKAN
Umumnya masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara berpendidikan
SD sampai SMU, dan sebagian perguruan tinggi. Hal ini di dukung atas sarana
pendidikan yang sudah cukup memadai antara lain : TK : 27 buah, SD/MI : 32 buah,
SLTP/MTS : 6 buah , Pesantren : 1 buah , SMA/MAN: 3 buah dan Perguruan Tinggi :
1 buah.
6. KEADAAN TRANSPORTASI

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Kajuara sebagian jalan poros antara Ibukota
Kabupaten Sinjai Dan semua Desa sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan
empat. UPTD Puskesmas Kajuara berada di Ibukota Kecamatan Kajuara Kelurahan
Awang Tangka Jarak Puskesmas dan Desa dan Kelurahan wilayah kerja UPTD
Puskesmas 5 menit dengan jarak tempuh kendaraan roda dua/empat (motor dan mobil).
JARAK DAN WAKTU TEMPUH PUSKESMAS DENGAN DESA DAN KELURAHAN
DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS KAJUARA
WAKTU TEMPUH
N
O
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

NAMA DESA
Awang Tangka
Tarasu
Pude
Angkue
Ancu
Padaelo
Gona
Mallahae
Massangkae
Buareng
Lappa bosse
Kalero
Raja
Abbumpungeng
Waetuo
Polewali
Bulu Tanah
Lemo

JARAK
1 km
4 km
2 km
5 km
3 km
2 km
4 km
5 km
8 km
6 km
15 km
22 km
20 km
17 km
15 km
4 km
10 km
15 km

KET
MOTOR

MOBIL

5 menit
10 menit
7 menit
15 menit
8 menit
7 menit
10 menit
15 menit
20 menit
17 menit
30 menit
45 menit
40 menit
32 menit
30 menit
10 menit
22 menit
30 menit

5 menit
10 menit
7 menit
15 menit
8 menit
7 menit
10 menit
15 menit
20 menit
17 menit
30 menit
45 menit
40 menit
32 menit
30 menit
10 menit
22 menit
30 menit

BAB III
VISI-MISI DAN MOTTO PUSKESMAS KAJUARA
A. Visi
Menjadi Puskesmas dengan pelayanan yang bermutu dan mandiri menuju masyarakat
kajuara sehat
B. Misi
1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu.
2. Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang Optimal
3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku sehat dan hidup dalam
lingkungan sehat dalam upaya kesehatan yang komperehensif.
C. Motto

Kasih

: Merawat penuh kasih yang ikhlas laksana kasih ibu kepada anaknya

Jujur
Aman
Rahasia

: Membina hubungan pasien / Petugas penug kejujuran dan keterbukaan


: Selalu mengedepankan rasa aman dan nyaman bagi pasien .
: Memegang teguh rahasia pasien..

D. Tata nilai
S : Santun (Sopan dalam tutur kata dan perilaku)
E : Empati (Melayani sepenuh hati)

H : Handal(Memberikan pelayanan oleh tenaga professional )


A : Adil (Pelayanan yang merata dan tidak membeda bedakan)
T : Teladan(Menjadi panutan masyarakat dalam berperilaku sehat)
E. Tujuan
Memberikan layanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan pasien berdasarkan
standar pelayanan di puskesmas kajuara .

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI ORGANISASI PUSKESMAS

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA
PENANGGUNG JAWAB
KEPALA UPTD PUSKESMAS
KAJUARA

HJ.A.MURTI,SKM

KOORDINATOR UKM

NS.Hj.A.Sitti Bahryah,
S.Kep
KOORDINATOR UKS

SUKMAWATI,SKM

SEKERTARIS

TEKNIS

NURSYAMSIH,A.Md
.Kep

Drg,AMRAN

BAB VI
TATA HUBUNGAN KERJA
Dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya masing masing unit kerja/program
dalam Upaya Kesehan Masyarakat (UKM), para pengelola dan orang orang yang ada di dalam
unit kerja itu tidak mungkin lepas melakukan hubungan kerja, baik antar mereka di dalam unit
kerja maupun antara mereka dengan pihak luar. Khusus untuk program UKS bentuk tata
hubungan kerja yang harus di lakukan adalah sebagai berikut :
1. Melakukan konsultasi dengan kepala UPTD Puskesmas sebagai penanggung jawab
seluruh kegiatan dalam lingkup UPTD Puskesmas Kajuara
2. Melakukan koordinasi antar sesama program dalam lingkup UPTD Puskesmas Kajuara,
misalnya Program imunisasi, program gizi, program KIA/ KB dan program Kesling
3. Melakukan kerja sama dengan lintas sektor diluar UPTD Puskesmas Kajuara (program
promkes) dalam melaksanakan kegiatan program UKS, misalnya dengan Kepala Desa
Kepala UPTD pendidkan, dll

BAB VII
POLA KETENAGAAN DAN KUALFIKASI PERSONIL
Sumber daya utama diperlukan untuk penyelenggaraan puskesmas adalah tenaga
(Sumber Daya Manusia atau SDM), sarana / peralatan termasuk media komunikasi dan dana
atau anggaran.
Pengelola Promosi Kesehatan hendaknya dilakukan oleh Koordinator yang mempunyai
kapasitas dibidang promkes. Koordinator tersebut dipilih dari tenaga khusus Promosi kesehatan,
jika tidak tersedia tenaga khusus untuk program promosi kesehatan dapat dipilih dari semua
tenaga kesehatan puskesmas yang melayani pasien /klien (perawat,bidan atau tenaga kesehatan
yang lainnya ).
Semua tenaga kesehatan yang di puskesmas hendaknya memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam memberikan informasi. Jika keterampilan ini belum dimiliki, maka harus
diselenggarakan program pelatihan / khusus.
Sesuai surat menteri kesehatan nomor 585/MENKES/SK/V/2010 tentang pedoman
pelaksanaan promosi kesehatan di daerah disebutkan bahwa standar tenaga khusus promosi
kesehatan untuk puskesmas adalah :
Kualifikasi
Minimal
Kesehatan

Jumlah
D3 1 atau 2 orang

Kompetensi umum
Membantu
tenaga
kesehatan
merancang
pemberdayaan
kesehatan.

lain

URAIAN TUGAS
URAIAN :
1. Membuat perencanaan dan merumuskan Upaya promosi kesehatan (Promkes)
2. Melaksanakan kegiatan pendataan dan pemetaan sasaran .
3. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan upaya serta kegiatan promosi
kesehatan
4. Melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang kesehatan .
5. Menganalisa data promosi kesehatan dan menyediakannya sebagai sumber informasi
mengenai kegiatan program promosi kesehatan untuk kepentingan bersama.
6. Mengevaluasi kegiatan upaya promkes
7. Melaksanakan konsultasi lintas upaya dan lintas sektor
8. Melaksanakan konsultasi dan bertanggung jawab kepada UPTD Puskesmas Kajuara atas
pelaksanaan upaya Program Promosi kesehatan.
9. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh kepala UPTD Puskesmas Kajuara.

BAB VIII
KEGIATAN ORIENTASI
1. Kegiatan di dalam gedung
2. Kegiatan di luar gedung

BAB IX
PERTEMUAN / RAPAT
Pertemuan / Rapat adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
pencapaian dan pelaksanaan program promosi kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Kajuara:
1.
2.
3.
4.

Rapat / MINLOK (Mini Lokakarya) setiap bulan


Rapat / pertemuan antar lintas program triwulan
Rapat / pertemuan antara petugas Promosi Kesehatan di tingkat Kabupaten triwulan
Rapat //pertemuan Lintas sektor 2 kali setahun

BAB X
PELAPORAN
Mekanisme penyampaian pelaporan ada 2 macam cara yaitu :
1. Pelaporan UKS dan realisasi pelaksanaan serta pencapaian program UKS di UPTD
Puskesmas Kajuara yang di sampaikan oleh pengelola UKS ke kepala puskesmas Kajuara
setiap bulannya pada saat Minlok tingkat puskesmas.
2. Pelalaporan juga di lakukan di tingkat kabupaten / kota di dinas kesehatan kabupaten Bone,
setiap akhir tahun yang disampaikan oleh petugas UKS UPTD Puskesmas Kajuara kepada
petugas Promosi Kesehatan dinas Kesehatan kabupaten Bone untuk mengetahui realisasi
kegiatan yang telah di lakukan maupun yang belum terlaksana. Serta untuk mengetahui
kendala yang di hadapi oleh tenaga kesehatan UKS di tingkat puskesmas.
3. Evaluasi di lakukan dengan menggunakan indikator keberhasilan yang terdiri dari indicator
masukan, proses, keluaran dan dampak. Semua indikator tersebut dapat dijadikan sebagai
masukan sekaligus bahan untuk perbaikan dan pemanfaatan kegiatan UKS di UPTD
puskesmas Kajuara.

BAB XI
TATA LAKSANA PELAYANAN
A. LINGKUP KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN
Ruang lingkup mencakup TRIAS UKS yang meliputi :
a. Pendidikan Kesehatan
b. Pelayanan Kesehatan
c. Pembinaan Lingkungan kehidupan sekolah sehat
BAB XII
LOGISTIK
Kebutuhan dan logistik untuk pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di rencanakan
dalam pertemuan lokakarya mini lintas sektor dengan tahapan kegiatan dan metode
pemberdayaan yang akan di laksanakan.

BAB XIII
KESELAMATAN SASARAN
Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan UKS perlu di perhatikan masalah
kesehatan yang ada di sekolah yang berkaitan dengan aspek lingkungan yang dapat
mempengaruhi kesehatan peserta didik.

BAB XIV
KESELAMATAN KERJA
Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan UKS perlu diperhatikan keselamatan
kerja karyawan puskesmas dan lintas sektor terkait dengan kegiatan UKS pada siswa dan
lingkungan sekolah

BAB XV
PENGENDALIAN MUTU

Kinerja pelaksanaan promosi kesehatan di monitoring dan di evaluasi dengan menggunakan


indikator sebagai berikut :
1. Tenaga kesehatan puskesmas telah melaksanakan kegiatan UKS
2. Klien / masyarakat yangs sudah terlayani oleh berbagai kegiatan promosi kesehatan baik
dalam gedung maupun luar gedung.
3. Kegiatan promosi kesehatan dilakukan berupa kunjungan rumah oleh petugas
puskesmas.
4. Puskesmas sebagai institusi kesehatan yang melaksanakan PHBS seperti, bebas rokok,
lingkungan bersih, bebas jentik, dan menggunakan jamban sehat
Permasalahan di bahas pada tiap pertemuan lokakarya mini tiap tribulan.

BAB XV
PENUTUP
Promosi kesehatan untuk peningkatan PHBS di puskesmas bukan hanya petugas
puskesmas saja. Namun tanggung jawab upaya promosi kesehatan di puskesmas adalah kepala
puskesmas dan menjadi tugas seluruh petugas kesehatan di puskesmas. Yang paling penting
dilaksanakan dalam rangka promosi kesehatan di puskesmas adalah upaya pemberdayaan
terhadap pasien maupun terhadap individu / keluarga / masyarakat yang sehat.
Upaya upaya pemberdayaan akan berhasil jika didukung oleh upaya upaya bina suasana dan
advokasi terhadap mereka yang paling berpengaruh terhadap pasien / individu / keluarga /
masyarakat. Sedangkan advokasi di lakukan terhadap mereka yang dapat mendukung /
membantu puskesmas dari segi kebijakan ataupun peraturan perundang undangan dan sumber
daya dalam rangka memberdayakan pasien / individu /keluarga dan masyarakat.
Untuk melaksanakan promosi kesehatan puskesmas yaitu didalam gedung dan diluar gedung
dapat di manfaatkan dengan baik sehingga upaya wajib puskesmas yaitu promosi kesehatan
dapat terlaksana dengan baik.