Anda di halaman 1dari 25

BAHAN AJAR BILOGI REPRODUKSI

PRODI D III KEBIDANAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG


TINJAUAN MATA KULIAH
A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah
Program Studi

: D III Kebidanan

Mata Kuliah

: Biologi Reproduksi

Kode Mata Kuliah

: Bd. 203

Semester

: II (dua)

SKS

: 3 SKS (T:2 P:1)


T : 2 x 50 menit x 14 minggu = 1400
@100 menit =14 TM
P : 1 x 160 menit x 14 minggu = 2240
@100 menit = 23 TM

Nama Dosen Pengampu

: Fauziah Winda Gurnita, SST., Keb

B. Kegunaan Mata Kuliah Bagi Mahasiswa


1.

Mampu

menjelaskan

dan

mengidentifikasi

anatomi

sistem

reproduksi pria dan wanita


2.

Mampu menjelaskan hormon-hormon yang berhubungan dengan


gametogenesis, embriogenesis dan sistem reproduksi

3.

Mampu menjelaskan fisiologi kehamilan

4.

Mampu menjelaskan tumbuh kembang fetus, pertumbuhan plasenta


dan faktor yang mempengaruhinya

5.

Mampu menjelaskan perkembangan janin

6.

Mampu mengidentifikasi kode genetik Prinsip Hereditas Mamire

7.

Mampu menjelaskan fisiologi persalinan

8.

Mampu menjelaskan fisiologi nifas

9.

Mampu menjelaskan hubungan struktur payudara dan fisiologi


laktasi

C. Kompetensi
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan konsep biologi
reproduksi dalam praktek kebidanan masyarakat secara komprehensif
D. Susunan Bahan Ajar
TINJAUAN MATA KULIAH
BAB I

Anatomi Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

BAB II

Hormon-hormon yang Berhubungan dengan


Gametogenesis, Embriogenesis dan Sistem Reproduksi

BAB III

Fisiologi Kehamilan

BAB IV

Tumbuh Kembang Fetus, Pertumbuhan Plasenta, dan Faktor


yang Mempengaruhinya

BAB V

Perkembangan Janin

BAB VI

Kode Genetik Prinsip Hereditas Mamire

BAB VII

Fisiologi Persalinan

BAB VIII Fisiologi Nifas


BAB IX

Hubungan Struktur Payudara dan Fisiologi Laktasi

E. Petunjuk Bagi Mahasiswa


Mahasiswa dapat mempelajari bahan ajar ini atau model ini dan
membaca referensi yang direkomendasikan sebagai buku acuan yang
sudah ada.

BAB III
FISIOLOGI KEHAMILAN
I.

BAB PENDAHULUAN
A. Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk
memahami fisiologi kehamilan, proses kehamilan, dan perubahan alat
internal dan eksternal organ reproduksi.
B. Manfaat Relevansi
Mahasiswa mempunyai pengetahuan yang berkualitas tentang fisiologi
sistem reproduksi dan kehamilan, sehingga dapat memberikan pelayanan
kesehatan kebidanan dengan professional dan berkualitas.
C. Indikator
1. Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi kehamilan sesuai teori
dengan benar
2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses kehamilan sesuai teori
dengan benar
3. Mahasiswa mampu menjelaskan perubahan alat internal dan
eksternal organ reproduksi sesuai teori dengan benar
D. Saran Petunjuk Belajar dan Urutan Bahasan
Mahasiswa disarankan sebelum mempelajari materi ini sudah
menguasai materi sebelumnya pada BAB II tentang Hormon-hormon
yang Berhubungan dengan Gametogenesis, Embriogenesis dan Sistem
Reproduksi.

Setelah itu, materi selanjutnya yang berkaitan dengan materi ini


lebih lanjut akan dipelajari mahasiswa di BAB IV Tentang Tumbuh
Kembang

Fetus,

Pertumbuhan

Plasenta

dan

Faktor

yang

Mempengaruhinya
E. Entry Behaviour
Menguasai hormon-hormon yang berhubungan dengan gametogenesis,
embriogenesis dan sistem reproduksi
II.

BAB PENYAJIAN
A. Uraian dan Contoh
1. Fisiologi Kehamilan
Fisiologi kehamilan adalah seluruh proses fungsi tubuh
pemeliharaan janin dalam kandungan yang disebabkan pembuahan
sel telur oleh sel sperma, saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan
hormon yang sangat berubah drastis. Organ reproduksi interna wanita
adalah alat pembuahan atau kandungan bagian dalam yang meliputi
ovarium, tuba falopi, uterus, dan vagina. Organ reproduksi eksterna
wanita adalah alat pembuahan atau kandungan bagian luar yang
meliputi mons veneris, labia mayor, labia minor, klitoris, introitus
vagina, introitus uretra, kelenjar bartholini dan anus. Payudara
(mamae) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit dan di atas otot
dada.
Kehamilan

adalah

proses

pemeliharaan

janin

dalam

kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma.

Pada saat hamil akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat
berubah drastis.
2. Proses Kehamilan
Proses kehamilan adalah mata rantai yang berkesinambungan, terdiri
dari ovulasi pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum,
terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot, terjadi nidasi (implantasi)
pada uterus, pembentukan plasenta, tumbuh kembang hasil konsepsi
sampai aterm :
a. Ovulasi, adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh
system hormonal yang kompleks
b. Spermatozoa, proses kompleks dimana spermatogonium berasal
dari sel primitive tubulus, menjadi spermatosit pertama, menjadi
spermatosit kedua, menjadi spermatid, akhirnya menjadi
spermatozoa. Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3
cc sperma yang mengandung 40-60 juta spermatozoa tiap
milliliter. Bentuk spermatozoa seperti cabang yang terdiri atas
kepala (lonjong sedikit gepeng mengandung inti), leher
(penghubung antara kepala dan ekor), ekor (panjang sekitar 10x
kepala, mengandung energy sehingga dapat bergerak). Sebagian
kematian dan hanya beberapa ratus yang mencapai tuba falopi.
Spermatozoa yang masuk ke dalam genetalia wanita dapat hidup
selama 3 hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan
konsepsi.

c. Konsepsi (fertilisasi), pertemuan antara spermatozoa dengan


ovum untuk membentuk zigot. Proses konsepsi (fertilisasi)
berlangsung sebagi berikut :
1) Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh
korona radiate, yang mengandung persediaan nutrisi. Pada
ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase di tengah
sitoplasma yang dibentuk vitelus. Dalam perjalanan korona
radiate makin berkurang dalam zona pelucida. Nutrisi
dialirkan ke dalam vitelus, melalui saluran pada zona pellucid
2) Konsepsi terjadi pada pars ampuylaris tuba, tempat yang
paling luas dan dindingnya penuh jonjot dan tertutup sel yang
mempunyai silia. Ovum yang mempunyai waktu terlama di
dalam ampula tuba
3) Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 24 jam
4) Spermatozoa dilimpahkan, masuk melalui kanalis servikalis
dengan kekuatan sendiri. Dalam kavum uteri terjadi proses
kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari lipoprotein sehingga
mampu mengadakan fertilisasi. Spermatozoa melanjutkan
perjalanan menuju tuba. Spermatozoa hidup selama 3 hari di
dalam genetalia interna. Spermatozoa mengelilingi ovum
yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radioata dan
zona pelucida dengan proses enzimatik (hialurodinase).
Melalui stomata spermatozoa memasuki ovum. Setelah

kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum, ekornya terlepas


dan tertinggal di luar. Kedua inti ovum dan inti spermatozoa
bertemu dan membentuk zigot.
d. Nidasi, masuknya dan tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium. Bagian-bagian nidasi meliputi :
1) Pertemuan kedua inti ovum dan spermatozoa membentuk
zigot
2) Dalam beberapa jam zigot membelah dirinya menjadi dua
dan seterusnya
3) Bersamaan dengan pembelahan inti, hasil konsepsi terus
berjalan ke uterus
4) Hasil pembelahan sel memenuhio seluruh ruangan dalam
ovum yang besarnya 100 MU atau 0,1 mm dan disebut
stadium morula
5) Selama

pembelahan

sel

di

bagian

dalam,

terjadi

pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan


berasal dari korona radiata yang menjadi sel trofoblas
6) Sel trofoblas dalam pertumbuhannya mampu mengeluarkan
hormone korionik gonadotropin yang mempertahankan
korpus luteum gravidarum
7) Pembelahan berjalan terus dan di dalam morula terjadi
ruangan yang mengandung cairan yang disebut blastula

8) Perkembangan dan pertumbuhan terus berjalan, blastula


dengan vili korialis yang dilapisi sel trofoblas telah siap
untuk mengadakan nidasi\Sementara itu, fase sekresi
endometrium telah makin gembur dan makin banyak
mengandung glikogen yang disebut desidua
9) Sel trofoblas yang meliputi primer vili korialis melakukan
destruksi

enzimatik

dan

proteotik,

sehingga

dapat

menanamkan diri di dalam endometrium


10) Proses penanaman blastula disebut nidasi atau implantasi
11) Proses nidasi tersebut terjadi pada hari ke-6 sampai 7 setelah
konsepsi
12) Pada saat tertanamnya blastula ke dalam endometrium,
mungkin terjadi perdarahan yang disebut tanda Hartman.
3. Tanda-tanda Kehamilan
Ada beberapa tanda atau gejala yang terdapat pada wanita hamil.
Tanda-tanda tersebut ada yang merupakan tanda tidak pasti atau
tanda mungkin kehamilan dan ada juga yang disebut tanda tidak pasti
kehamilan.
a. Tanda tidak pasti (tanda mungkin hamil), disebut tanda tidak pasti
atau tanda mungkin hamil karena tanda-tanda ini memang sering
di jumpai pada wanita hamil, namun tanda-tanda ini belum dapat
memastikan apakah wanita tersebut memang hamil atu tidak.
Selain pada wanita hamil, tanda-tanda ini juga sering di jumpai

pada wanita yang tidak hamil tapi mengalami masalah dengan


kesehatannya. Tanda-tanda tidak pasti atau tanda mungkin
kehamilan diantaranya adalah :
1) Amenore (terlambat datang bulan), wanita hamil memang
mengalami amenore atau terlambat datang bulan. Ini terjadi
karena terjadi hormone estrogen dan progesterone yang
meningkat selama kehamilan. Hormone tersebut mencegah
terjadinya peluruhan dinding rahim sehingga tidak menjadi
menstruasi. Selain pada wanita hamil, amenorejuga bisa terjadi
pada wanita dengan anemia berat, gangguan hormone, stress
dan menopause
2) Mual (Nause) dan Muntah (Emesis), Mual dan muntah ini dapat
terjadi oleh karena pengaruh estrogen dan progesteron terjadi
pengeluaran asam lambung yang berlebihan, sehingga
menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang sering
disebut juga morning sickness. Umumya terjadi pada bulanbulan pertama kehamilan. keadan ini biasanya disebut
dengan morning sickness. Dalam batas-batas tertentu keadaan
ini

masih

fisiologik.

Bila

terlampau

sering,

dapat

mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut hiperemesis


gravidarum

3) Ngidam, menginginkan makanan atau minuman tertentu ,


sering terjadi pada bulan- bulan pertama akan tetapi
menghilang dengan makin tuanya kehamilan
4) Sinkope atau pingsan, terjadi akibat gangguan sirkulasi ke
darah kepala (sentral) yang menyebabkan iskemia susunan
saraf pusat yang menimbulkan sinkope atau pingsan. Sinkope
sering terjadi pada awal kehamilan dan sering dijumpai bila
berada pada tempat-tempat ramai. biasanya akan hilang setelah
kehamilan 16 minggu
5) Sering miksi, terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan
pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar.
Pada trimester kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena
uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir
trimester gejala bisa timbul karena janin mulai masuk ke ruang
panggul dan menekan kembali kandung kencing
6) Konstipasi atau Obstipasi, pengaruh hormon progesteron
sehingga dapat menghambat pengaruh peristaltik usus yang
menyebabkan kesulitan buang air besar
7) Pigmentasi kulit, terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
Pada pipi, hidung dan dahi kadang-kadang tampak deposit
pigmen yang berlebihan, yang dikenal sebagai kloasma
gravidarum. Areola mamae juga menjadi lebih hitam karena
didapatkan deposit pigmen yang berlebih. Daerah leher

menjadi lebih hitam. Demikian pula line alba di garis tengah


abdomen menjadi lebih hitam (linea grisea). Pigmentasi ini
terjadi karena pengaruh dari hormone kortikosteroid plasenta
yang merangsang melanofor dan kulit
8) Epulis, suatu hypertrofi papilla ginggivae yang sering terjadi
pada trimester satu
9) Varises atau penampakan pembuluh darah vena, karena
pengaruhdari

hormon

estrogen

dan

progesteron

mengakibatkan terjadinya penampakan pembuluh darah


vena.Varises sering terjadi pada trimester terakhir dan kadangkadang
pada

merupakan
multigravida

gejala
di

pertama

dapat

pada

kehamilan
daerah

muda,
genitalia

eksterna Fossa poplitea, kaki dan betis. Penampakan pembuluh


darah ini dapat menghilang setelah persalinan.
10) Mamae, menjadi tegang dan membesar, keadaan ini
disebabkan pengaruh estrogen dan progesterone yang
merangsang duktli danalveoli di mamae untuk persiapan ASI.
Glandula montgomeri tampak lebih jelas
11) Anoreksia (tidak ada nafsu makan), pada bulan- bulan pertama
karena akibat ketidak seimbangan hormone dalam tubuh tetapi
setelah itu nafsu makan timbul lagi. Hendaknya dijaga jangan
sampai salah pengertian makan untuk dua orang, sehingga
kenaikan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.

b. Tanda Pasti Kehamilan, tanda yang memang terdapat pada semua


ibu hamil. Tanda ini dapat memastikan seorang wanita memang
benar hamil atau tidak.
1) Teraba bagian-bagian janin, akan teraba pada kehamilan 20
minggu ( bokong, kepal, kaki, lengan)
2) Denyut Jantung Janin, dengan leanec DJJ akan terdengar pada
kehamilan 18-20 minggu, sedangkan dengan doppler pada
kehamilan 12 minggu dapat terdengar
3) Adanya gerakan janin, untuk primigravida dapat dirasakan
pada kehamilan 18 minggu, sedangkan untuk

multigravida

dapat dirasakan pada kehamilan 16 minggu


4) Terlihat kerangka janin, bila dilakukan pemeriksaan rontgen
akan jelas terlihat kerangka janin
5) Terlihat kantong janin, pada pemeriksaan USG dapat diketahui
ukuran kantong janin, panjang janin, diameter biparietalis
hingga dapat diperkirakan usia kehamilan. Bila terdapat
kecurigaan seperti kehamilan mola, kehamilan ganda, selain
dengan USG dapat juga dilakukan fetoskopi
c.

Periode Kehamilan Menurut Usia


1) Trimester pertama (0 12 minggu), Gejala pada trimester I
umumnya adalah sering mual dan muntah, payudara
membesar, sering buang air kecil, sering cepat lelah. Emosi

tidak stabil, lebih sering cepat marah, penurunan libido


seksual.
2) Trimester Kedua (13 28 minggu), terjadi penambahan berat
badan yang sangat signifikan karena nafsu makan yang
meningkat tajam, payudara yang semakin besar diikuti dengan
perut bagian bawah yang terlihat semakin membesar. Bayi
kadang kadang terasa bergerak, denyut jantung meningkat,
kaki, tumit, betis kadang membengkak. Gatal pada permukaan
kulit di bagian perut. Kadang disertai dengan sakit pinggang
dan gangguan pada pembuangan air besar/sembelit. Emosi
menjadi lebih stabil dan seluruh perhatian tertuju pada sang
bayi yang akan lahir
3) Trimester Ketiga (29 40 minggu), Pada trimester III, bayi
mulai menendang nendang, payudara semakin besar dan
kencang, puting susu semakin hitam dan membesar, kadang
kadang terjadi kontraksi ringan dan suhu tubuh dapat
meningkat. Cairan vagina meningkat dan kental. Emosi mulai
tidak stabil, perasaan gembira disertai cemas menunggu
kelahiran sang bayi
4. Perubahan Fisiologi Organ Internal dan Eksternal Sistem Reproduksi
a. Organ Internal Sistem Reproduksi
1) Uterus
-

Terjadi pertambahan ukuran sel-sel otot uterus

Terjadi lightening pada akhir-akhir kehamilan

Pengaruh hormon estrogen dan progesteron terjadi


hipertrofi dan dilatasi otot

Penumpukan jaringan fibrosa dan elastik untuk


menambah kekuatan dinding uterus

Penambahan jumlah dan ukuran pembuluh darah vena

Dinding uterus semakin lama semakin menipis

Uterus kehilangan kekakuan dan menjadi lunak dan tipis


bersamaan dengan bertambahnya umur kehamilan

2) Serviks
-

Terjadi

perlunakan

endoserviks

karena

Mengeluarkan
pengaruh

sekret

progesteron

mukus
untuk

perlindungan terhadap infeksi


-

Estrogen meningkatkan vaskularitas sehingga timbul


tanda chadwick

Prostaglandin dilepaskan dari jaringan untuk perlunakan


serviks

Effacement atau pemendekan terjadi pada primigravida


pada 2 minggu terakhir

3) Vagina
-

Jaringan otot mengalami hypertrofi

Terjadi peningkatan vaskularisasi

Peningkatan pengeluaran pervaginam

4) Ovarium dan tuba falopi


-

Ovulasi berhenti selama kehamilan

Pematangan folikel baru ditangguhkan dan hanya satu


korpus luteum yang ditemukan dalam ovarium

Tuba fallopii mengalami hipertrofi

Epitel mukosa menjadi gepeng

b. Organ Eksternal Sistem Reproduksi


1) Vulva
-

Vaskularisasi meningkat

Warna menjadi lebih gelap

2) Payudara
-

Pada 3-4 minggu ada sensasi rasa nyeri, duktus dan


alveoli membesar

Pada 6 minggu ukuran payudara bertambah besar

Pada 8 minggu mulai tampak 12-13 nodul kecil disekitar


areola, merupakan kelenjar sebasea yang terdapat pada
nipple (puting susu) yang mengalami perubahan, serta
menghasilkan sebum (kelenjar keringat yang ada di
puting) yang menjaga agar mammae tetap lembut dan
kenyal

Pada 12 minggu puting susu membesar dan melunak,


areola meluas, terjadi pigmentasi (berwarna lebih gelap)
dengan diameter awal 4 cm, diameter maksimal 7 cm

Pada 16 minggu terdapat pengeluaran kolostrum


Perubahan mammae selama kehamilan

Umur Kehamilan

Perubahan

(minggu)

3-4 minggu

Rasa penuh pada payudara

6 minggu

Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri

8 minggu

Pelebaran

pembuluh

darah

vena

disekitar mammae

8 minggu

Kelenjar montgomery mulai tampak

12 minggu

Penggelapan

16 minggu

disekitar

areola

dan

putting
Colostrum sudah mulai dikeluarkan

3) Perubahan Sistem Pencernaan


-

Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat


perkembangan uterus

Penurunan tonus dan motilitas saluran gastro intestinal


menyebabkan waktu pengosongan lambung menjadi
lebih lama

Penyerapan makanan meningkat

Terjadi konstipasi yang dapat meningkatkan terjadinya


haemoroid

Adanya refluks sekret-sekret asam ke esofagus


menyebabkan terjadinya pirosis (nyeri ulu hati)

Gusi menjadi melunak dan mudah berdarah (hiperemi)

4) Perubahan Sistem Muskuloskeletal


-

Terdapat peningkatan mobilitas sendi sakroiliaka,


sakrokoksigeal dan sendi pubis karena pengaruh
hormonal

Perubahan postur menyebabkan rasa tidak nyaman di


punggung bagian bawah

Peningkatan volume darah, bersamaan dengan distensi


pada vena dan tekanan uterus menyebabkan oedema
pada kaki, vulva dan saluran anal, sehingga beresiko
terjadi varises vena dan sering hemoroid

B. Ilustrasi

Gambar 1. Proses kehamilan

Gambar 2. Proses perkembangan tahap kehamilan

C. Tugas
Perhatikan video dan gambar yang berkaitan dengan proses kehamilan
dan tahapan perkembangan kehamilan secara seksama. Hubungkan
kedus proses tersebut secara sistematis dan paparkan hasil kesimpulan
saudara di depan kelas!
III. BAB PENUTUP
A. Rangkuman
1. Proses

kehamilan

terdiri

atas

serangkaian

proses

ovulasi,

spermatozoa, fertilisasi (konsepsi), dan nidasi


2. Tanda-tanda kehamilan meliputi tanda tidak pasti (tanda mungkin
hamil) dan tanda pasti kehamilan
3. Periode kehamilan menurut usia terbagi menjadi trimester pertama (0
12 minggu), trimester kedua (13 28 minggu), dan trimester ketiga
(29 40 minggu)
4. Perubahan fisiologis organ internal sistem reproduksi meliputi
uterus, serviks, vagina, ovarium, dan tuba falopi. Sedangkan organ
eksternal meliputi payudara, vulva, sistem pencernaan, dan sistem
muskoloskeletal.
B. Tes Formatif dan Kunci Tes Formatif
1. Proses kehamilan adalah....
a. Mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari proses
ovulasi sampai proses konsepsi, nidasi, pembentukan plasenta,
tumbuh kembang hasil konsepsi hingga aterm

b. Mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari proses


penetrasi, perjalanan sperma menuju induk telur, ovulasi sampai
proses konsepsi, pembentukan plasenta, tumbuh kembang hasil
konsepsi hingga aterm
c. Mata rantai yang berkesinambuungan yang terdiri dari proses
menilai masa kesuburan, penetrasi, ovulasi sampai proses
konsepsi, nidasi, pembentukan plasenta, hingga 38 39 minggu
usia kehamilan
d. Mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri dari proses
ovulasi sampai proses konsepsi, nidasi, pembentukan plasenta,
tumbuh kembang hasil konsepsi hingga aterm 40 minggu usia
kehamilan dan organ janin matur
2. Ovulasi adalah....
a. Proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal
yang sederhana
b. Proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal
yang kompleks
c. Proses pelepasan indung telur yang dipengaruhi oleh sistem
hormonal organ reproduksi yang kompleks
d. Proses pelepasan sperma menuju indung telur yang dipengaruhi
oleh sistem hormonal organ reproduksi yang sederhana di dalam
organ internal reproduksi wanita
3. Proses fertilisasi dapat disebut juga sebagai proses....

a. Nidasi
b. Ovulasi
c. Konsepsi
d. Penetrasi
4. Nidasi adalah ......
a. Proses masuknya dan tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
miometrium
b. Proses masuknya dan tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium
c. Proses tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium
d. Proses masuknya hasil konsepsi ke dalam endometrium
5. Seluruh proses fungsi tubuh pemeliharaan janin dalam kandungan
yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma, saat hamil
akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis
disebut....
a. Fisiologi kehamilan
b. Fisiologi fertilisasi
c. Fisiologi penetrasi
d. Fisiologi ovulasi
6. Perubahan yang terjadi pada uterus saat kehamilan adalah sebagai
berikut, kecuali:
a. Terjadi pertambahan ukuran sel-sel otot uterus

b. Estrogen

meningkatkan

vaskularitas

sehingga

sehingga

menimbulkan tanda chadwick


c. Terjadi lightening pada akhir-akhir kehamilan
d. Penumpukkan jaringan fibrosa dan elastik untuk menambah
kekuatan dinding uterus
7. Perubahan yang terjadi saat kehamilan pada tuba falopi adalah ....
a. Tuba falopi mengalami hipertrofi dan hanya satu korpus luteum
yang ditemukan dalam ovarium
b. Tuba falopi mengalami vasokonstriksi dan hanya satu korpus
luteum yang ditemukan dalam ovarium
c. Tuba falopi mengalami dilatasi dan hanya satu korpus luteum
yang ditemukan dalam ovarium
d. Tuba falopi mengalami hipertrofi dan hanya satu korpus luteum
bersama inti sel yang ditemukan dalam ovarium
8. Payudara akan mengeluarkan kolostrum pada usia kehamilan...
a. 15 minggu
b. 16 minggu
c. 17 minggu
d. 18 miinggu
9. Pada usia kehamilan 12 minggu pada payudara ibu hamil sudah
mulai tampak kelenjar.....
a. Fibrosa
b. Kehamilan

c. Mammae
d. Montgomery
10. Asal usul terbentuknya spermatogonium adalah......
a. Berasal dari primitif tubulus menjadi spermatosit primer,
spermatosit sekunder, spermatosit tersier dan spermatozoa
b. Berasal dari primitif tubulus menjadi spermatosit pertama,
spermatosit kedua, spermatosit ketiga dan spermatozoa
c. Berasal dari primitif tubulus menjadi spermatosit primer,
spermatosit sekunder, spermatid dan spermatozoa
d. Berasal dari primitif tubulus menjadi spermatosit pertama,
spermatosit kedua, spermatid dan spermatozoa
KUNCI JAWABAN
1.

6.

2.

7.

3.

8.

4.

9.

5.

10.

C. Tindak Lanjut
Tuliskan hasil analisa anda pada sebuah peta konsep tentang korelasi
(hubungan) pengetahuan materi pada BAB ini dengan materi pada BAB
selanjutnya yaitu BAB IV tentang Tentang Tumbuh Kembang Fetus,
Pertumbuhan Plasenta dan Faktor yang Mempengaruhinya!

DAFTAR PUSTAKA
1.

W.Ferial, Eddyman. 2013. Biologi Reproduksi. Erlangga. Jakarta.

2.

Baety, A.N. Biologi Reproduksi Kehamilan dan Persalinan. Yogjakarta. Graha


Ilmu

3.

Nurul, Jannah. 2011. Biologi Reproduksi. Yogjakarta. ANDY

SENARAI