Anda di halaman 1dari 27

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Ruang rawat

: Seruni

Tanggal di rawat

: 2011

I.

II.

IDENTITAS KLIEN
Inisial
: Tn.H
Tanggal pengkajian : 21 Maret 2016
Umur
: 42 Tahun
RM No
:
ALASAN MASUK
Klien dibawah oleh keluarganya karena sering mengamuk.Klien juga marahmarah dan melempari piring karena merasa tidak diperhatikan oleh

III.

keluarganya.Kemudian oleh keluarga klien di bawah ke klinik mental avicena


FAKTOR PREDISPOSISI
Pasien sebelumnya belum pertama masuk klinik jiwa maupun rumah sakit
jiwa. Pertama kali masuk pada September 2011. Pasien merasa tidak di
perhatikan oleh keluarganya sehingga pasien marah dan sering mendengar
suara teriakan. Dalam anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita
sakit jiwa.
Masalah Keperawatan : Koping Individu tidak efektif
1. Adakah anggota keluarga yang gangguan jiwa?
Tidak
2. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan :
Klien mengatakan pernah dipukul oleh bapaknya dengan menggunakan

IV.

V.

hanger pada kepalanya tapi tidak sampai terluka


Masalah Keperawatan : PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda vital
TD
: 120/80 mmHg
S
: 36,40C
N
: 78x/menit
P
: 23x/menit
Ukur BB
: 65 Kg
TB
: 170 Cm
Keluhan Fisik :
Klien mengatakan kondisi tubuhnya saat ini baik baik saja dan tidak ada
keluhan fisik.
PSIKOSOSIAL

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 1

1. Genogram

Ket :
Laki-laki
Laki-laki

: Klien (42 Tahun)

Perempuan

Tinggal
seruma/bersama

Meninggal

Berdasarkan hasil pengkajian klien mengatakan tidak ada anggota keluarga


yang menglami gangguan jiwa
2. Konsep diri
a.
Citra Tubuh :
Klien memandang terhadap dirinya ada bagian tubuh yang paling
istimewa atau yang paling disukainya adalah hidung, karena klien
b.

merasa hidungnya mancung..


Identitas :
Klien mempersepsikan dirinya sebagai laki laki dewasa dan sudah
menikah dan klien anak ke sepuluh dari sepuluh bersaudara.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 2

c.

Peran :
Klien mengatakan bahwa dalam keluarganya adalah anak yang di
sayang dilingkungan masyarakat. klien juga aktif mengikuti kegiatan
kemasyarakatan seperti gotong royong, pengajian, pemuda dll.
Ideal diri :
Klien mengatakan menerima statusnya sebagai seorang anak, dan ayah

d.

serta ingin cepat pulang dan bebas biar bisa bekerja dan menjadi orang
kaya.
Harga Diri
Klien mengatakan hubungan yang paling dekat, di sayang dan dapat di

e.

percaya adalah ibu


Masalah Keperawatan
: Koping individu tidak efektif
3. Hubungan social
a.
Orang yang berarti :
Klien mengatakan mempunyai orang yang berarti yaitu ibunya, apabila
ada masalah klien memilih diam diri dan memendamnya. Didalam
keluarganya ibu adalah orang yang dipercaya oleh klien.
Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :

b.

Klien mengatakan dalam masyarakat klien sering mengikuti kegiatan


gotong royong, pengajian, pemuda, setelah dirumah sakit klien juga
mengikuti kegiatan sosial seperti bersosialisasi dengan teman-teman
satu bangsalnya.
c.

Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :


Kien mengatakan tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang
lain, setelah di rumah sakit hubungan klien dengan klien yang satu tidak

ada masalah.
Masalah Keperawatan : 4. Spiritual
Klien mengatakan beragama islam dan klien mengatakan saat di rumah
tidak rutin beribadah dan saat di rumah sakit klien beribadah karena

VI.

merasa doanya di dengar oleh Allah


Masalah Keperawatan
:STATUS MENTAL
1. Penampilan
a. Klien tampak agak rapi, rambutnya jarang disisir, gigi kuning, kulit
b.

bersih.
Cara berpakaian sudah rapi, baju dan celana tidak terbalik.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 3

c. Klien menggunakan sandal.


2. Pembicaraan
Klien ketika bicara nada suara kecil, tidak meloncat-loncat dari tema
yang dibicarakan dan dapat berkomunikasi dengan lancar serta dapat
menjawab semua pertanyaan yang diajukan
Masalah Keperawatan
:3. Aktivitas Motorik
Pada kondisi sekarang klien terlihat tampak tenang, diam, tiduran, untuk
saat ini klien sudah mampu mengendalikan emosinya yang labil.
Masalah Keperawatan : 4. Alam Perasaan
Alam perasaan klien sesuai dengan keadaan, saat gembira pasien tampak
gembira, saat sedih klien tampak sedih.
Masalah Keperawatan : 5. Afek
Afek klien datar mempunyai emosi yang stabil.
Masalah Keperawatan : Resiko Tinggi Cidera
6. Interaksi selama wawancara
Saat

diwawancara

klien

kooperatif,

cenderung

selalu

berusaha

mempertahankan pendapat dan kebenaran dirinya.


Masalah Keperawatan : 7. Persepsi
Saat pengkajian klien mengatakan sering mendengar suara-suara aneh
dan tidak jelas, suara itu seperti suara teriakan dan biasanya muncul pada
malam hari saat ingin. Sedangkan responnya, pasien menutup telinga
sambil mengatakan pergi-pergi kamu suara palsu dan mengacuhakan
suara itu
8. Isi Pikir
Pembicaraan klien normal biasa tidak berbelit-belit, tidak meloncatloncat dan sampai tujuan karena dapat kooperatif.
Masalah Keperawatan : 9. Tingkat Kesadaran
Orientasi waktu, tempat dan orang dapat disebutkan dengan benar
dan jelas yang ditandai dengan klien mampu menyebutkan hari,
tanggal, tahun yang benar pada saat wawancara.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 4

Klien

dapat

mengenali

orang-orang

yang

ada

disekitarnya

ditunjukkan dengan klien bisa menyebutkan beberapa nama


temannya.
Masalah Keperawatan : 10. Memori
Klien dapat mengingat kejadian saat dibawah diklinik dengan diantar
oleh keluarga Dan klien dapat mengingat nama mahasiswa saat
berkenalan dengan benar.
Masalah Keperawatan : 11. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat menghitung dengan baik misalnya 2x5 = 10, 5+5 = 10, Klien
dapat memfokuskan konsentrasi dengan baik
Masalah Keperawatan : 12. Kemampuan penilaian
Klien mampu menilai suatu masalah dan dapat mengambil keputusan
sesuai tingkat atau mana yang lebih baik untuk dikerjakan pertama kali.
Masalah Keperawatan : 13. Daya Tilik diri
Klien mampu mengenali penyakitnya dan tidak mengingkari terhadap
penyakitnya karena klien mampu menjelaskan mengapa klien bisa seperti
ini dan penyebab mengapa klien bisa sakit jiwa seperti ini.
Masalah Keperawatan : VII.
1.

KEBUTUHAN PERENCANAAN PULANG


Makan
Klien mampu makan dengan mandiri dengan cara yang baik seperti
biasanya, klien makan 3x sehari, pagi, siang dan sore, minum 6 gelas

2.

sehari.
BAB/BAK
Klien BAB 1x sehari, BAK 5x sehari dan mampu melakukan eliminasi

3.

dengan baik, menjaga kebersihan setelah BAB dan BAK dengan baik.
Mandi
Klien mengatakan mandi 2x sehari pagi dan sore hari, menyikat gigi saat

4.

mandi, kebersihan tubuh baik.


Berpakaian

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 5

Klien mengatakan ganti pakaian 1x sehari dengan pakaian yang disediakan


rumah sakit, klien dapat memilih dan mengambil pakaian dengan baik dan
5.

sudah sesuai dengan aturan rumah sakit.


Pola Istirahat Tidur
Klien selama ini tidak mengalami gangguan tidur karena klien dapat tidur

dengan kualitas 6-8 jam perhari, baik malam maupun siang.


6. Penggunaan Obat
Klien mengatakan dirumah sakit selalu minum obat.
7. Aktivitas di dalam rumah
Klien bisa membantu pekerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, dll.
8. Aktivitas diluar rumah
Klien mengatakan bekerja sehari-hari sebagai buruh.
VIII.
MEKANISME KOPING
Klien mampu berkomunikasi dengan orang lain.
Klien mengatakan marah apabila tidak diperhatikan
Klien mampu mengatasi masalah ringan seperti menjaga kebersihan diri

IX.

X.
XI.

XII.

dan menyiapkan makanan.


Klien mengatakan menkonsumsi alcohol bila tidak diperhatikan
Masalah Keperawatan : Mekanisme koping individu tidak efektif
MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
1.
Masalah dengan dukungan kelompok (-)
2.
Masalah berhubungan dengan lingkungan klien mudah bergaul dengan
sekelilingnya
3.
Masalah dengan kesehatan (-)
4.
Masalah dengan perumahan, klien tinggal dengan kakaknya.
5.
Masalah dengan ekonomi, kebutuhan klien di penuhi oleh kakaknya.
KURANG PENGETAHUAN TENTANG
ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik
: Skizofrenia undifferentiated
Terapi Medis
:
1.
HIP 5
3X1/2
2.
CP 2 100
1
1
21/2
3.
Sizoril 25
0
0
1
4.
Hexymer 2
3x2
5.
Zeviton
0
1
0

ANALISA DATA

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 6

N
O
1.

DATA

MASALAH

DS :

Resiko mencederai diri

1) Klien mengatakan dirumah marahmarah dan membanting piring serta

sendiri, orang lain dan


lingkungan

gelas karena merasa tidak diperhatikan


DO :
2) muka tegang, mudah tersinggung saat
di ajak bicara, tatapan mata tajam,
muka tampak merah.
2.

DS :

Gangguan

1) Klien mengatakan sering mendengar sensorik


suara-suara

aneh

dan

persepsi
:

tidak pendengaran

jelas,suaranya berupa teriakan


2) Klien mengatakan suara itu muncul
pada saat malam hari menjelang tidur
DO :
1) Klien

Nampak

menghindari

menutup

suara-suara

dengar
2) Klien berhenti

di

pembicaraan

seperti

telinga
yang

di

tengah-tengah
mendengar

sesuatu

XIII.

POHON MASALAH
Resiko Mencederai Diri Sendiri,
Orang Lain dan lingkungan

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Perilaku Kekerasan
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 7

Efek

halusinasi

HALUSINASI

XIV.

Core
Problem

Koping Individu tidak efektif


Cause/penyebab
MASALAH KEPERAWATAN
1) Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan
2) Gangguan persepsi sensorik : halusinasi penglihatan

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 8

XV.
N
O
1.

INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA

TUJUAN

KRITERIA

KEPERAWATAN
Gangguan persepsi TUM
sensori: halusinasi

1) Setelah

1) Ekpresi
diberikan

tindakan

INTERVENSI

wajah TINDAKAN

bersahabat,

keperawatan selama
3 hari, pasien dapat

mata, mau berjabat

mengontrol

tangan,

halusinasi.

menyebutkan

mau

nama,
TUK
1) Pasien

dapat

membina hubungan
saling percaya
2) Pasien
dapat
mengenal

mau

menjawab

salam,

mau

duduk

berdampingan
dengan

perawat,

dan

mau

mengutarakan

halusinasinya
3) Pasien
dapat

masalah
dihadapinya.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 9

1) Dengan

PSIKOTERAPEUTIK

menunjukkan rasa Klien


1) Bina
senang, ada kontak

yang

RASIONAL
adanya

hubungan saling
percaya menjadi

hubungan

saling percaya
2) Adakan
kontak

dasar
perawat

interaksi
dengan

pasien
sering dan singkat 2) Agar mengetahui
secara bertahap
perilaku
yang
3) Observasi tingkah
pasien lakukan
laku klien terkait 3) Agar mengetahui
halusinasinya
perilaku
yang
4) Tanyakan keluhan
pasien lakukan
yang dirasakan klien 4) Agar mengetahui
5) Jika klien tidak
apa
yang
sedang berhalusinasi
dirasakan pasien
klarifikasi tentang 5) Agar
dapat
adanya pengalaman
mengetahui

mengontrol

2) Pasien

halusinasinya
4) Pasien
dapat
memanfaatkan obat
dengan baik

dapat

halusinasi,

menyebutkan
waktu,

isi,

dan

dengan

dilakukan dalam

klien

tentang

mengontrol

halusinasinya

timbulnya

meliputi :

mendemonstrasika
n cara mengontrol
halusinasi
4) Pasien

dapat

mendemonstrasika
n kepatuhan minum
obat
mencegah
halusinasi

halusinasinya
6) Meningkatkan
pengetahuan

SP I
dapat

untuk

1) Identifikasi

jenis

halusinasi Klien
4) Identifikasi
frekuensi halusinasi
Klien
5) Identifikasi situasi
yang menimbulkan

respons

Page 10

pasien

tentang

fungsi obat
halusinasi Klien
7) Meningkatkan
2) Identifikasi
isi
pengetahuan
halusinasi Klien
3) Identifikasi waktu
pasien
tentang

halusinasi
6) Identifikasi

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)

yang

diskusikan

frekuensi
halusinasi
3) Pasien

tindakan

fungsi obat
8) Meningkatkan
semangat
bisa
mempraktekkan
apa yang sudah
diajarkan

Klien

agar

terhadap halusinasi
7) Ajarkan
Klien
menghardik
halusinasi
8) Anjurkan

Klien

memasukkan

cara

menghardik
halusinasi
jadwal

dalam
kegiatan

harian

SP II
1) Evaluasi

jadwal

kegiatan

harian

Klien
2) Latih

Klien

mengendalikan
halusinasi
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 11

dengan

cara bercakap-cakap
dengan orang lain
3) Anjurkan
Klien
memasukkan dalam
jadwal

kegiatan

harian
SP III
1) Evaluasi

jadwal

kegiatan

harian

Klien
2) Latih

Klien

mengendalikan
halusinasi

dengan

melakukan kegiatan
(kegiatan yang biasa
dilakukan Klien di
rumah)
3) Anjurkan

Klien

memasukkan dalam
jadwal
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 12

kegiatan

harian
SP IV
1) Evaluasi

jadwal

kegiatan

harian

Klien
2) Berikan pendidikan
kesehatan

tentang

penggunaan

obat

secara teratur
3) Anjurkan
Klien
memasukkan dalam
jadwal

kegiatan

harian
4) Beri pujian

jika

klien menggunakan
obat dengan benar.
5) Menganjurkan Klien
mendemonstrasikan
cara control yang
sudah diajarkan
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 13

6) Menganjurkan Klien
memilih salah satu
cara
halusinasi

control
yang

sesuai
Keluarga
1) Diskusikan
yang
keluarga

masalah
dirasakn
dalam

merawat Klien
2) Jelaskan pengertian
tanda dan gejala, dan
jenis halusinasi yang
dialami Klien serta
proses terjadinya
3) Jelaskan dan latih
cara-cara

merawat

Klien halusinasi
4) Latih
keluarga
melakukan
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 14

cara

merawat

Klien

halusinasi

secara

langsung
5) Discharge planning :
jadwal aktivitas dan
minum obat
TINDAKAN
PSIKOFARMAKO
1) Berikan

obat-obatan

sesuai program Klien


2) Memantau kefektifan
dan

efek

samping

obat yang diminum


3) Mengukur vital sign
secara periodic
TINDAKAN
MANIPULASI
LINGKUNGAN
1) Libatkan Klien dalam
kegiatan di ruangan
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 15

2) Libatkan Klien dalam


TAK halusinasi

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 16

XVI.
DX
2

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


JAM, HARI/

IMPLEMENTASI

EVALUASI

TANGGAL
Senin 21 Maret

SP 1 ( Mengidentifikasi isi halusinasi dan

Selasa 22 Maret 2016


( 09.10)

2016
( 09.00)

mengajarkan cara menghardik halusinasi)


S:

ORIENTASI:
Selamat

pagi

bapak,

Saya

1) Klien mengatakan sangat senang

Mahasiswa

dengan kedatangan perawat


2) Klien mengatakan sering mendengar

keperawatan Stikes Panakkukang Makassar


yang akan merawat bapak Nama Saya

Rika

suara-suara yaitu suara teriakan


3) Klien mengatakan mengerti cara

Wati, senang dipanggil Rika. Nama bapak


siapa?Bapak Senang dipanggil apa

menghardik halusinasi
4) Klien mengatakan bila mendengar

Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa

suara-suara klien menutup telinga

keluhan bapak saat ini

sambil bilang Pergi-pergi kamu

Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap

suara palsu

tentang suara yang selama ini bapak dengar


tetapi tak tampak wujudnya? Di mana kita
duduk?

Di

ruang

tamu?

Bagaimana kalau 30 menit

Berapa

lama?
O:
1) Klien menerima kedatangan perawat

KERJA:
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 17

Apakah bapak mendengar suara tanpa ada


wujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?

Apakah

terus-menerus

terdengar

atau

sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering


bapak heri dengar suara? Berapa kali sehari

dengan senang hati


2) Klien Nampak tersenyum
3) Klien sudah melakukan apa yang
diajarkan
4) Klien memasukkan dalam jadwal
harian

bapak alami? Pada keadaan apa suara itu


terdengar? Apakah pada waktu sendiri?
bapak , ada empat cara untuk mencegah

A : BHSP terjalin dan halusinasi mulai


teratasi

suara-suara itu muncul. Pertama, dengan


menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara
bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga,
melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan
yang ke empat minum obat dengan teratur.
Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu,
yaitu dengan menghardik.
Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu
muncul, langsung bapak bilang, pergi saya
tidak mau dengar, Saya tidak mau dengar.
Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 18

P : Lanjutkan BHSP dan Intervensi SP 2


( Latihan menghardik 2 kali sehari)

suara itu tak terdengar lagi. Coba bapak


Selasa, 22
Maret 2016
(10.00)

peragakan! Nah begitu, bagus! Coba lagi! Ya


bagus bapak heri sudah bisa
TERMINASI:
Bagaimana

perasaan

pak

heri

setelah

peragaan latihan tadi? Kalau suara-suara itu


muncul lagi, silakan coba cara tersebut !
bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya.
Mau jam berapa saja latihannya? (Saudara
masukkan
halusinasi

kegiatan
dalam

latihan

jadwal

Rabu, 23 Maret 2016

menghardik

kegiatan

harian

S:

pasien). Bagaimana kalau kita bertemu lagi

1) Klien Mengatakan Mengerti Tentang

untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-

Penggunaan Obat

suara dengan cara yang kedua? Jam berapa pak


heri?Bagaimana kalau besok? Berapa lama kita
akan berlatih?Dimana tempatnya
Baiklah, sampai jumpa.

O:
1) Klien Dapat Minum Obat Secara
Teratur sesuai jadwal yaitu jam
07.00 pagi jam 12.00 dan 19.00,

SP 2 Pasien: Melatih pasien menggunakan


Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 19

obat secara teratur

Pasien Tampak Tenang

ORIENTASI:

A:

Selamat pagi bapak Bagaimana perasaan


bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih

1) Sp4 sudah bisa dilakukan pasien


secara mandiri

muncul ? Apakah sudah dipakai tiga cara yang


telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya
sudah dilaksanakan ? Apakah pagi ini sudah
minum

obat?

Baik.

Hari

ini

kita

akan

mendiskusikan tentang obat-obatan yang bapak


minum. Kita akan diskusi selama 20 menit
sambil menunggu makan siang. Di sini saja ya
bapak?
KERJA:
Bapak adakah bedanya setelah minum obat
secara

teratur.

Apakah

suara-suara

berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting


supaya suara-suara yang bapak dengar dan
mengganggu selama ini tidak muncul lagi.
Berapa macam obat yang bapak minum ?
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 20

P : Lanjurkan untuk minum obat teratur

(Perawat menyiapkan obatpasien) Ini yang


warna orange (CPZ) 3 kali sehari jam 7 pagi,
jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk
Rabu 23 Maret
2016

menghilangkan suara-suara. Ini yang putih


(THP)3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk
rileks dan tidak kaku. Sedangkan yang merah
jambu (HP)

3 kali sehari jam nya sama

gunanya untuk pikiran biar tenang. Kalau


suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh
diberhentikan.
Nanti konsultasikan dengan dokter, sebab kalau
putus obat, bapak akan kambuh dan sulit untuk
mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat
habis bapak bisa minta ke dokter untuk
mendapatkan obat lagi. bapak juga harus teliti
saat menggunakan obat-obatan ini. Pastikan
obatnya benar, artinya bapak harus memastikan
bahwa itu obat yang benar-benar punya bapak
Jangan keliru dengan obat milik orang lain.
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 21

Baca

nama

kemasannya.

Pastikan

obat

diminum pada waktunya, dengan cara yang


benar. Yaitu diminum sesudah makan dan tepat
jamnya bapak juga harus perhatikan berapa
jumlah obat sekali minum, dan harus cukup
minum 10 gelas per hari
TERMINASI:
Bagaimana perasaan bapak setelah kita
bercakap-cakap tentang obat? Sudah berapa
cara yang kita latih untuk mencegah suarasuara? Coba sebutkan! Bagus! (jika jawaban
benar). Mari kita masukkan jadwal minum
obatnya pada jadwal kegiatan bapak Jangan
lupa pada waktunya minta obat pada perawat
Kamis, 24
Maret 2016
(11.00)

atau

pada keluarga kalau di rumah. Nah

makanan sudah datang. Besok kita ketemu lagi


untuk melihat manfaat 4 cara mencegah suara
yang telah kita bicarakan. Mau jam berapa?
Bagaimana kalau jam 10.00. sampai jumpa.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 22

SP 3 Pasien : Melatih pasien mengontrol


halusinasi dengan cara kedua:

bercakap-

cakap dengan orang lain


ORIENTASI:
Selamat pagi bapak Bagaimana perasaan
bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih
muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah
kita

latih?Berkurangkan

suara-suaranya

Bagus ! Sesuai janji kita tadi saya akan latih


cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap dengan orang lain. Kita akan
latihan selama 20 menit. Mau di mana? Di sini
saja?
Kerja:
Cara

kedua

untuk

mencegah/mengontrol

halusinasi yang lain adalah dengan bercakapcakap dengan orang lain. Jadi kalau bapak
mulai mendengar suara-suara, langsung saja
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 23

cari teman untuk diajak ngobrol. Minta teman


untuk ngobrol dengan bapak Contohnya begini;
tolong, saya mulai dengar suara-suara. Ayo
ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang
dirumah misalnya istri,anak bapak katakan: bu,
ayo ngobrol dengan bapak sedang dengar
suara-suara. Begitu bapak Coba bapak lakukan
seperti saya tadi lakukan. Ya, begitu. Bagus!
Coba sekali lagi! Bagus! Nah, latih terus ya
bapak!
TERMINASI:
Bagaimana perasaan bapak setelah latihan
ini? Jadi sudah ada berapa cara yang bapak
pelajari untuk mencegah suara-suara itu?
Bagus, cobalah kedua cara ini kalau bapak
mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau
kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian
bapak. Mau jam berapa latihan bercakapcakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 24

sewaktu-waktu suara itu muncul! Besok pagi


saya akan ke mari lagi. Bagaimana kalau kita
latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas
terjadwal? Mau jam berapa? Bagaimana kalau
jam 10.00? Mau di mana/Di sini lagi? Sampai
besok ya. Selamat pagi
SP 4 Pasien : Melatih pasien mengontrol
halusinasi dengan cara ketiga: melaksanakan
aktivitas terjadwal
ORIENTASI:
Selamat pagi bapak Bagaimana perasaan
bapak hari ini? Apakah suara-suaranya masih
muncul ? Apakah sudah dipakai dua cara yang
telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus !
Sesuai janji kita, hari ini kita akan belajar cara
yang ketiga untuk mencegah halusinasi yaitu
melakukan kegiatan terjadwal. Mau di mana
kita bicara? Baik kita duduk di ruang tamu.
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 25

Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30


menit? Baiklah.
KERJA:
Apa saja yang biasa bapak lakukan? Pagi-pagi
apa kegiatannya, terus jam berikutnya (terus
ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai
malam). Wah banyak sekali kegiatannya. Mari
kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan
tersebut). Bagus sekali bapak bisa lakukan.
Kegiatan ini dapat bapak lakukan untuk
mencegah suara tersebut muncul. Kegiatan yang
lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai
malam ada kegiatan.
TERMINASI:
Bagaimana perasaan bapak setelah kita
bercakap-cakap

cara

yang

ketiga

untuk

mencegah suara-suara? Bagus sekali! Coba


sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk
mencegah suara-suara. Bagus sekali. Mari kita
Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran
Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 26

masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak


Coba lakukan sesuai jadwal ya!(Saudara dapat
melatih aktivitas yang lain pada pertemuan
berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari
pagi

sampai

malam)

Bagaimana

kalau

menjelang makan siang nanti, kita membahas


cara minum obat yang baik serta guna obat.
Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12.00
pagi?Di ruang makan ya! Sampai jumpa.

Asuhan Keperawatan Halusinasi Pendengaran


Ners 2015 (Stikes Panakkukang Makassar)
Page 27