Anda di halaman 1dari 11

IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp.

1~5
ISSN: 1978-1520

RANCANG BANGUN LAYANAN SISTEM


INFORMASI ENTERPRISE
Sugeng Purwanto1, Satriyo Pinanggit2, Iis Pradesan3
1,2
STMIK MDP; Jalan Rajawali No. 14 Palembang, Telp : (0711)376400 Fax : (0711)376360
3
Jurusan Sistem Informatika, STMIK MDP, Palembang
1
e-mail: interisti_ind@yahoo.co.id, 2satrio.odonk@gmail.com, 3iis@mdp.ac.id

Abstrak
Perkembangan teknologi informasi terutama dalam teknologi internet telah menjadi bagian
dari masyarakat saat ini. Peranan sistem informasi juga mempengaruhi kredibilitas perusahaan
layanan jasa pada umumnya, yang mana salah satu bentuk perusahaan tersebut adalah travel
agent. Dalam kegiatan pelayanan penjualan tiket travel mobil yang ditawarkan terhadap
pelanggan belum menggunakan sistem informasi yang berbasis website sehingga konsumen
kesulitan untuk mengetahui informasi tiket yang ditawarkan oleh travel agent karena pelanggan
harus mendatangi lokasi secara langsung. Dalam hal ini dibutuhkan sarana yang dapat
memberikan kemudahan bagi konsumen dengan menyediakan sebuah wadah yang dapat
mengumpulkan para travel agent. Sehingga para pelanggan tidak perlu lagi mendatangi satupersatu travel agent bila ingin membandingkan harga tiket satu dengan yang lainnya. Dalam
pembuatannya penulis menggunakan metodologi Rational Unified Process (RUP) yang setiap
tahapan pengembangannya dapat dilakukan secara berulang untuk mendapatkan hasil yang
diinginkan. Dan untuk mendefinisikan investigasi, analisis dan desain serta menggambarkan
arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek menggunakan bahasa pemrograman Unified
Modelling Language (UML). Sedangkan dalam penerapan sistem penulis menggunakan bahasa
pemrograman Protocol Hypertext Preprocessor (PHP) dan MySQL sebagai database yang
diharapkan mampu menghasilkan informasi penting yang diperlukan dalam mendukung
pengambilan keputusan.
Kata kunci: Sistem Informasi Enterprise, RUP, UML, PHP, MySQL.

Abstract
The development of information technology, especially in internet technology has become part
of today's society. The role of information systems also affect the credibility of the company
services in general, which is one form of the company is a travel agent. In the course of a travel
ticket sales car service offered to customers not using a web-based information system so that
consumers are difficult to find ticket information offered by travel agents because customers
have come to locations directly. In this case the necessary facilities to provide convenience for
the consumer by providing a container that can collect the travel agent. So that customers no
longer need to come one by one travel agent if you want to compare prices with one another. In
manufacturing the authors use the methodology Rational Unified Process (RUP) that each
stage of development can be done repeatedly to get the desired results. And to define the
investigation, analysis and design as well as illustrates the architecture of object oriented
programming using a programming language Unified Modeling Language (UML). While the
application of the system programming language the author uses Protocol Hypertext
Preprocessor (PHP) and MySQL as a database that is expected to yield important information
that is required to support decision making.
Keywords: Enterprise Information Systems, RUP, UML, PHP, MySQL.
Received June1st,2012; Revised June25th, 2012; Accepted July 10th, 2012

ISSN: 1978-1520
1. PENDAHULUAN

erkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini dan persaingan bisnis
yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk menciptakan daya saing bisnisnya.
Teknologi informasi sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan suatu
perusahaan. Kini teknologi informasi digunakan di berbagai perusahaan dan instansi dalam
berbagai aktivitas dan pekerjaan serta memberikan layanan dalam berbagai bidang menjadi
lebih baik, cepat, dan efisien. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin
canggih, maka perusahaan sebagai pelaku bisnis dituntut harus melakukan perubahan perilaku
organisasi yang harus disesuaikan dengan teknologi informasi.
Peranan sistem informasi juga mempengaruhi kredibilitas perusahaan layanan jasa pada
umumnya, yang mana salah satu bentuk perusahaan tersebut adalah travel agent, khususnya
travel mobil. Dalam kegiatan pelayanan penjualan tiket travel mobil yang ditawarkan terhadap
pelanggan belum menggunakan sistem informasi yang berbasis website sehingga konsumen
kesulitan untuk mengetahui informasi tiket yang ditawarkan oleh travel agent karena pelanggan
harus mendatangi lokasi secara langsung atau menelpon untuk mengetahui informasi tiket jika
ingin melakukan pemesanan tiket yang ditawarkan oleh travel agent.
Dalam hal ini dibutuhkan sarana yang dapat memberikan kemudahan bagi konsumen
dengan menyediakan sebuah wadah yang dapat mengumpulkan para travel agent seperti halnya
konsep layanan Enterprise Information System (EIS), yaitu kumpulan-kumpulan beberapa
aplikasi yang dibuat yang dapat diintegrasikan dan dioperasikan secara virtual di internet.
Sehingga para pelanggan tidak perlu lagi mendatangi satu-persatu travel agent bila ingin
membandingkan harga tiket satu dengan yang lainnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengembangkan sebuah
skripsi dengan judul Rancang Bangung Layanan Sistem Informasi Enterprise.
1.1

Tujuan dan Manfaat


1.1.1 Tujuan
1. Meningkatkan pemasaran yang lebih luas dengan menawarkan penjualan tiket
secara online yang lebih variatif kepada konsumen.
2. Menyediakan fasilitas bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhannya yang
lebih variatif.
3. Menyediakan sarana yang mendukung terpenuhinya kebutuhan konsumen dan
travel agent dengan menciptakan layanan sistem informasi enterprise
1.1.2 Manfaat
1. Memberikan kemudahan bagi konsumen dalam pemesanan tiket sehingga
lebih efektif dan efesien.
2. Dapat memperluas jangkauan pemasaran travel agent.

2. METODOLOGI
2.1

Enterprise Information Sistem

merupakan pengembangan konsep CBIS dan DSS yang dioptimasi untuk


menyelesaikan permasalahan perusahaan atau organisasi secara menyeluruh,
dengan batasan-batasan: corporate wide system, holistic information, business
intelligent. [1].
2.2

Desain Sistem
Desain sistem dibagi menjadi dua sub tahapan, yang dinamakan perancangan
konseptual dan perancangan fisik [7].

IJCCS Vol. x, No. x, July201x : first_pageend_page

IJCCS

ISSN: 1978-1520

1. Perancangan Konseptual seringkali disebut perancangan logis. Pada perancangan ini,


kebutuhan pemakai dan pemecahan masalah yang teridentifikasi selama tahapan
analisis sistem mulai dibuat untuk diimplementasikan. Ada tiga langkah penting yang
dilakukan dalam perancangan konseptual, yaitu: evaluasi alternatif rancangan,
penyiapan spesifikasi rancangan, dan penyiapan laporan rancangan sistem secara
konseptual.
2. Perancangan fisik, rancangan yang bersifat konseptual diterjemahkan dalam bentuk
fisik sehingga terbentuk spesifikasi yang lengkap tentang modul-modul sistem dan
antarmuka antarmodul, serta rancangan basis data secara fisik.
2.3

Rational Unified Process


Metodologi yang digunakan penulis adalah metodologi berorientasi objek, teknik
yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP).
RUP adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang dilakukan berulangulang (iterative) , fokus pada arsitektur (architecture-centric), lebih diarahkan
berdasarkan penggunaan kasus (use case driven). RUP merupakan proses rekayasa
perangkat lunak dengan pendefinisian yang baik (well defind) dan penstrukturan yang
baik (well structured) [2].
RUP memiliki empat buah tahap atau fase yang dapat dilakukan secara iteratif.
Berikut ini penjelasan untuk setiap fase pada RUP:
1. Inception (Permulaan)
Tahap ini lebih pada memodelkan proses bisnis yangdibutuhkan (business modeling)
dan mendefinisikan kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements).
2. Elaboration (Perluasan/Perencanaan)
Tahap ini lebih difokuskan pada perencanaan arsitektur sistem. Tahap ini juga dapat
mendeteksi apakah arsitektur sistem yang diinginkan dapat dibuat atau tidak.
Mendeteksi resiko yang mungkin terjadi dari arsitektur yang dibuat. Tahap ini lebih
pada analisis dan desain sistem serta implementasi sistem yang fokus pada purwarupa
sistem (prototype).
3. Construction (Konstruksi)
Tahap ini fokus pada pengembangan komponen dan fitur-fitur sistem. Tahap ini lebih
pada implementasi dan pengujian sistem yang fokus pada implementasi perangkat
lunak pada kode program. Tahap ini menghasilkan produk perangkat lunak dimana
menjadi syarat dari Intitial Operational Capability Milestone atau batas/tonggak
kemampuan operasional awal.
4. Transistion (Transisi)
Tahap ini lebih pada deployment atau instalasi sistem agar dapat dimengerti oleh
user. Tahap ini menghasilkan produk perangkat lunak dimana menjadi syarat dari
Intitial Operational Capability Milestone atau batas/tonggak kemampuan operasional
awal. Aktifitas pada tahap ini termasuk pada pelatihan user, pemeliharaan, dan
pengujian sistem apakah sudah memenuhi harapan user.

2.4

Unified Modeling Language


UML adalah bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah
sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung [2].

2.5

Basis Data (Database)


Basis data (Database) adalah koleksi dari data-data yang terorganisasi sedemikan
rupa sehingga data mudah disimpan dan dimanipulasi (diperbarui, dicari, diolah dengan
perhitungan-perhitungan tertentu serta dihapus) [10].

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

ISSN: 1978-1520
3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Analisi Permasalahan
Pada analisis Permasalahan, peneliti menggunakan metode permasalahan dengan
menggunakan kerangka PIECES yaitu
Tabel 1 Tabel PIECES
Klasifikasi Masalah dalam Kerangka PIECES

Performace:
Pelanggan harus datang langsung ke beberapa travel agent untuk mencari tiket dan
membandingkan harga tiket satu dengan yang lain.
Information:
1. Pelanggan masih belum banyak yang mengetahui mekanisme pemesanan tiket secara
online dengan konsep e-ticketing yang ditawarkan kepada pelanggan.
2. Travel agent kurang mengetahui bahwa biaya pembuatan website e-ticketing lebih murah.
Economics:
Pelanggan yang mencari beberapa travel agent akan memakan waktu dan menghabiskan
biaya.
Control:
Tidak adanya pengontrolan terhadap pelanggan yang melakukan pemesanan tiket.
Efficiency:
Pelanggan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengunjungi beberapa travel agent
jika ingin mencari tiket dan membandingkan harga tiket satu dengan yang lain.
Service:
Masih banyak pelanggan merasa tidak nyaman dan aman untuk bertransaksi secara online.
3.2

Analisis Kebutuhan
Untuk menganalisi kebutuhan sistem peneliti menggunakan alat bantu yaitu
dengan Use Case tujan dari pembuatan use case adalah untuk mendapatkan dan
menganalisi informasi persyaratan yang cukup untuk mempersiapkan model yang
mengkomunikasikan apa yang diperlukan dari perspektif pengguna.
Berikut ini diagram use case adalah sebagai berikut :

IJCCS Vol. x, No. x, July201x : first_pageend_page

IJCCS

ISSN: 1978-1520

Gambar 1 : Diagram Use Case


3.3

Activity Diagram
Activity diagram berfungsi untuk menggambarkan workflow (aliran kerja) atau
aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Activity diagram menggambarkan aktivitas
yang dilakukan sistem bukan apa yang dilakukan aktor. Berikut adalah activity diagram
informasi tiket.

Gambar 2 : Activity Diagram Lihat Informasi Tiket


Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

6
3.4

ISSN: 1978-1520

Relasi Antar Tabel


Database adalah sekumpulan data yang memiliki hubungan secara logika dan
diatur dengan susunan tertentu serta disimpan dalam media penyimpanan komputer.
Gambar 3 dibawah ini menunjukkan Relasi Antar Tabel sistem yang dikembangkan.

Gambar 3 : Relasi Antar Tabel


3.5

Class Diagram
Class Diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan struktur sistem yang
berisi kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem dan relasi-relasi yang ada di
dalamnya. Gambar 4 dibawah ini menunjukkan Class Diagram sistem yang dikembangkan.

IJCCS Vol. x, No. x, July201x : first_pageend_page

IJCCS

ISSN: 1978-1520

Gambar 4 : Class Diagram


3.6

Squence Diagram
Diagram sequence menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang diberikan dan diterima antar objek.
Banyaknya diagram sequence yang harus digambarkan adalah sebanyak jumlah
pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri. Berikut adalah sequence diagram
pemesanan tiket.

Gambar 5 : Squence Diagram Pemesanan Tiket


3.8

Rancangan AntarMuka
Rancangan layar digunakan untuk memberikan kemudahan dalam penggambaran
tampilan program yang diusulkan. Pada uraian dibawah ini dapat dijelaskan tampilan
antar muka.

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

ISSN: 1978-1520

Gambar 8 : Form Menu Utama

Gambar 9 : Form Pesanan

Gambar 10 : Form Data Absensi


IJCCS Vol. x, No. x, July201x : first_pageend_page

IJCCS

ISSN: 1978-1520

Gambar 11 : Form Data Aset


4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh pengguna dapat menarik
kesimpulan, yaitu :
1. Pengguna dapat merancang dan membangun pengelolaan penjualan tiket travel,
manajemen aset dan absensi dengan menggunakan metode RUP, dimana pengguna dapat
melakukan proses objek dalam pengembangan sistem serta memungkinkan pengguna
untuk mengelola data data penjualan tiket travel, manajemen aset dan absensi.
2. Sistem yang dibangun dapat menjembatani hubungan antara manajer dan karyawan dengan
menyediakan media alternatif komunikasi sehingga loyalitas kerja dapat terjaga.
3. Website dapat memberikan informasi status pelayanan yang digunakan oleh pengguna atau
calon pengguna, sehingga pengguna atau calon pengguna dapat mengetahui status dari
pelayanan yang digunakan saat ini.
5. SARAN
Dalam perancangan dan pembangunan sistem informasi enterprise ini penulis
menyadari bahwa terdapat kekurangan pada sistem yang dibangun. Maka dari itu penulis
memberikan saran yang dapat digunakan untuk pengembangan sistem pada perusahaan travel.
1.

2.
3.

Sistem diharapkan dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih baik lagi, mengingat
perusahaan travel merupakan perusahaan yang tidak terlalu besar, sehingga untuk
kedepannya sistem ini dapat digunakan untuk perusahaan travel travel lainnya.
Perusahaan perlu menambahkan penyampaian informasi yang lebih baik lagi dari sekedar
sistem, agar penyampaian informasi dari manajer lebih cepat kepada karyawannya.
Diperlukan tingkat keamanan yang baik, karena akses yang dilakukan secara online.
UCAPAN TERIMA KASIH

Penelitian ini pun tidak akan selesai tanpa dukungan dari mereka yang telah banyak
memberikan batuan yang begitu besar bagi peneliti. Untuk itu tiada kata yang dapat terucap
selain ucapan terimakasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan jasmani dan rohani dalam
menyelesaikan penelitian ini.

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

10

ISSN: 1978-1520

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

bapak Alexander Kurniawan selaku Ketua Yayasan STMIK GI MDP.


Bapak Ir.Rusbandi, M.Eng selaku Ketua STMIK GI MDP Palembang.
Ibu Desy Iba Ricoida, ST., M.T.I selaku Pembantu Ketua I STMIK GI MDP.
Ibu Yulistia, S.kom., M.T.I selaku Pembantu Ketua II STMIK GI MDP.
Bapak A.Wahyu Sudrajad, M.T.I selaku Pembantu Ketua III STMIK GI MDP.
Ibu Mardiani, S.Si., M.T.I selaku Ketu Program Studi Sistem Informasi.
Bapak Iis Pradesan, S.Kom., M.T.I selaku pembimbing yang telah memberikan
pengajaran masukan dan saran kepada penulis.
9. Seluruh Dosen yang telah mengajar dan mendidik peneliti selama menjalani
pendidikan di STMIK GI MDP Palembang.
10. Ayah, Ibu, kaka dan adek yang selalu memberikan semangat dan doa serta kasih
sayangnya.
11. Sahabat-sahabat yang telah berjuang bersama, saling memberikan semangat, doa
dalam menyelesaikan penelitian ini.
Harapan peneliti, semoga penelitian ini dapat bermafaat bagi Dosen STMIK GI
MDP dan berguna bagi mahasiswa/i STMIK GI MDP dalam penyusunan penelitian
yang lebih baik dikemudian hari. Semoga Allah membalas kabaikan semua pihak yang
telah membantu peneliti selama ini.
REFERENSI

[1]

[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]

[10]
[11]

[12]
[13]
[14]

Andy, Prasetyo Utomo 2014, Pemodelan Arsitektur Enterprise Sistem Informasi


Akademik pada Perguruan Tinggi Menggunakan Enterprise Architecture Planning,
Jurnal Simetris, Vol.5, No.1, Juni 2014.
A.S, Rosa 2013, Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek,
Informatika, Bandung.
Bernard, Scott A. 2005, An Introduction to Enterprise Architecture, 2nd, Author House,
United States America.
F.K Sibero, Alexander 2013, Web Programming Power Pack, Mediakom, Jakarta.
Hanafi, M.M 2008, Manajemen Keuangan Edisi Satu, BPFE, Yogyakarta.
Hasibuan, Malayu 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT Bumi Aksara, Jakarta.
Kadir, Abdul 2014, Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi, Andi Offset,
Yogyakarta.
Lidya, Anjaya dan Roni, Lukito 2013, Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
Berbasis Web Pada P.T Bintang Baru Sejati, Lidya Anjaya, Palembang.
Maryono, Y, Sutoyo dan Paulus Mudjihartono 2010, Analisis dan Perancangan Sistem
Informasi Manajemen Aset TIK Studi Kasus: Asmi Santa Maria Yogyakarta, Jurnal
Buana Informatika, Vol.1,No.2, Juli 2010.
Nugroho, Adi 2011, Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data, Andi Offset,
Yogyakarta.
Rachmaniah, Meuthia, Hari Agung Adrianto dan Abdul Aziz 2011, Rancang Bangun
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Dengan Metode The Open Group
Architecture Framework(TOGAF), Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol.16,No.3,
Desember 2011.
Robbins dan Mery, Coulter 2010, Management, Prentice Hall One Lake Street: Pearson
Education Inc, New York.
Saputra, Agus dan Feni Agustin 2013, Menyelesaikan Website 12 Juta Secara
Propesional, Elex Media Komputindo, Jakarta.
Sutabri, Tata 2012, Konsep Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta.

IJCCS Vol. x, No. x, July201x : first_pageend_page

IJCCS
[15]
[16]

ISSN: 1978-1520

11

Tohari, Hamim 2014, Analisis Serta Perancangan Sistem Informasi Melalui


Pendekatan UML, Andi Offset, Yogyakarta.
Tities, Sumunaring Tyas dan Ali, Tarmuji 2013, Perancangan Enterprise Architecture
Planning (EAP) Pada Proses Manajemen Aset dengan Zachman Framework, Jurnal
Sarjana Teknik Informatika Vol.1, No.1, Juni 2013.

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)