Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

Tax Amnesty Sebagai Upaya Peningkatan


Perekonomian Negara
MATA KULIAH

: Hukum Pajak

DOSEN PEMBIMBING

: Mariyadi S.H.

DI SUSUN OLEH :
Samsul Iskandar Alam
(2130210044)

UNISMA
FAKULTAS HUKUM
2016
1 | Universitas Islam Malang.

DAFTAR ISI

Cover Makalah....................................................................................................1.
Daftar isi..............................................................................................................2.
BAB I.
A.

Pendahuluan............................................................................................3.

B.

Rumusan Masalah....................................................................................4.

BAB II.
I.

Pengertian Tax Amnesty..........................................................................4.

II.

Sejarah Berlakunnya Tax Amnesty..........................................................4.

III.

Manfaat Tax Amnesty..............................................................................5.

IV.

Kelemahan Tax Amnesty.........................................................................6.

BAB III
Kesimpulan & Saran...........................................................................................7.

2 | Universitas Islam Malang.

BAB I
A.

Pendahuluan.

Baru-baru ini di negara kita Indonesia sedang menyinggung tentang


Tax Amnesty, yang dianggap akan menambah pendapatan Negara dari
segi pemungutan pajak. Dan pemerintah berharap dengan adanya tax
amensty ini akan membuat masyarakat sadar akan tindakan yang
dilakukan selama ini salah, dengan cara menaruh uang/ harta mereka
dapatkan dari Indonesia dalam pengawasan Negara lain hanya untuk
menghindari pajak pendapatan sehingga membuat peredaran uang di
Indonesia semakin berkurang.
Karena dirasa dirugikan oleh tindakan yang dilakukan sejumlah
pengusaha Indonesia tersebut maka pemerintah melakukan langkah
berupa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan
Undang-Undang. Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dan Rancangan
Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 beserta
Nota Perubahannya (RAPBN-P 2016) dalam sidang paripurna, Selasa (28
Mei 2016).
Melalui undang-undang tersebut, para wajib pajak yang belum
melaporkan pajaknya akan mendapat tarif tebusan yang lebih rendah.
Tarif tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni bagi usaha kecil
menengah, bagi wajib pajak yang bersedia merepatriasi asetnya di luar
negeri, serta deklarasi aset di luar negeri tanpa repatriasi.
Untuk wajib pajak usaha kecil menengah yang mengungkapkan harta
sampai Rp10 miliar akan dikenai tarif tebusan sebesar 0,5%, sedangkan
yang mengungkapkan lebih dari Rp 10 miliar dikenai 2%. Lalu, untuk wajib
pajak yang bersedia merepatriasi asetnya di luar negeri akan diberikan
tarif tebusan sebesar 2% untuk Juli-September 2016, 3% untuk periode
Oktober-Desember 2016, dan 5% untuk periode 1 Januari 2017 sampai 31
Maret 2017.
Terakhir, wajib pajak yang mendeklarasikan asetnya di luar negeri tanpa
repatriasi akan dikenai tarif 4% untuk periode Juli-September 2016, 6%
untuk periode Oktober-Desember 2016, dan 10% untuk periode JanuariMaret 2017. Penetapan periode menjadi penting karena UU Pengampunan
Pajak hanya berlaku hingga akhir Maret 2017 mendatang.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah mengatakan kebijakan
pengampunan pajak ini untuk memperbesar pendapatan negara dari
3 | Universitas Islam Malang.

sektor pajak. Hingga Agustus 2015 lalu, realisasi penerimaan pajak baru
mencapai sekitar Rp598 triliun atau sekitar 46% dari target APBNP 2015.
Dengan menggunakan UU Pengampunan Pajak, pendapatan negara
diperkirakan bertambah Rp165 triliun.

B.

I.
II.
III.
IV.

Rumusan Masalah.

Pengertian Tax Amnesty.


Sejarah Diberlakukannya tax amnesty.
Manfaat dari tax amnesty.
Kelemahan Tax Amnesty

BAB II
I. Pengertian Tax Amnesty.

Definisi secara sederhana dari tax amnesty adalah pengampunan


pajak, yaitu adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak yang menyimpan
dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam
membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih
rendah. Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para
pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan
dananya di Indonesia dan menjadi Wajib Pajak baru yang patuh sehingga
dapat meningkatkan pendapatan pajak negara.

II. Sejarah Diberlakukannya Tax Amnesty.

4 | Universitas Islam Malang.

Terjadi pro dan kontra penambahan aturan mengenai tax amnesty


ini. Pendapat pro mengatakan bahwa kebijakan tax amnesty bisa menjadi
solusi yang efektif untuk meningkatkan jumlah Wajib Pajak baru dan
penerimaan pajak. Namun, terdapat kontra yang berargumen bahwa
kebijakan tersebut merupakan langkah putus asa dari pemerintah. Selain
itu, pemberlakuan tax amnesty dapat mendorong warga yang selama ini
taat pajak menjadi nakal karena ada faktor kecemburuan.
Indonesia pernah memberlakukan tax amnesty pada tahun 1984, tetapi
pelaksanaannya tidak efektif karena respon Wajib Pajak sangat kurang
dan tidak diikuti dengan reformasi sistem administrasi perpajakan secara
menyeluruh. Oleh karena itu, pelaksanaan tax amnesty kali ini harus
dilaksanakan secara hati-hati dan dipersiapkan secara matang. Perlunya
dukungan dan persetujuan masyarakat secara penuh dan adanya
landasan hukum yang memadai juga menjadi faktor penting keberhasilan
pelaksanaan tax amnesty ini.
Pada tahun 2008, pemerintah pernah menerbitkan aturan Sunset Policy
yang diberlakukan selama 14 bulan per Januari 2008. Aturan Sunset Policy
ini bisa dibilang merupakan versi mini dari tax amnesty. Sunset Policy
adalah kebijakan pemerintah dalam menerapkan penghapusan sanksi
administrasi bagi Wajib Pajak yang kurang bayar maupun melakukan
kesalahan dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan PPh.
Kebijakan versi mini dari tax amnesty ini telah berhasil menambah jumlah
penerimaan PPh sebesar Rp7,46 triliun.

III. Manfaat dari Tax Amnesty.

Dengan adanya tax amnesty atau amnesti pajak ini dapat


memberikan manfaat untuk beberapa pihak, baik itu untuk pemerintah,
pengembang, maupun untuk investor. Berikut ini manfaat adanya tax
amnesty untuk beberapa pihak:
1) Untuk Pemerintah.
Dengan diberlakukannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini
maka akan menambah penghasilan penerimaan baru dimana
penambahannya
dirasa
cukup
efektif
dalam
mengurangi
penerimaan
negara
yang
semakin
berkurang.
Dengan
5 | Universitas Islam Malang.

diterapkannya tax amnesty atau pengampunan pajak ini maka


secara otomatis akan menarik dana yang terdapat di luar negeri ke
Indonesia yang menjadikannya masuk ke dalam pencatatan untuk
sumber pajak baru. Amnesti pajak yang diasumsikan oleh
pemerintah sebanyak Rp.60 triliun yang tercantum pada APBN
2016. Nominal tersebut berasal dari tarif tebusan sebesar 3% dari
dana yang masuk yaitu sekitar Rp.2.000 triliun.
2) Untuk Pengembang.
Dengan diberlakukannya amnesti pajak atau pengampunan pajak ini
maka akan membuat sektor properti mengalami pertumbuhan
untuk tahun berikutnya. Kebijakan ini berhubungan dengan pajak
yang menjadikan indikator untuk kebangkitan sebuah bisnis properti
yang ada di Indonesia. Tax amnesty ini sangat dipercaya untuk
memberikan sebuah pengaruh terhadap pengembang untuk dapat
terus berhubungan dengan para investor. Para investor selama ini
merasa tidak mau untuk menanamkan modalnya di Indonesia
karena negara Indonesia mempunyai pajak properti yang tergolong
sangat tinggi.
3) Untuk Investor.
Bukan hanya dari pemerintah dan pengembang saja yang merasa
senang dengan kabar ini, hadirnya tax amnesty atau pengampunan
pajak ini juga sangat disambut baik oleh para investor. Dengan
adanya tax amnesty atau pengampunan pajak ini akan memberikan
keuntungan terhadap kegiatan bisnis. Amnesti pajak ini dapat
membuat para konsumen serta investor untuk lebih berani lagi
melakukan pembelian terhadap properti. Dengan demikian, para
investor tidak merasa lagi takut untuk melakukan pembelian
properti.

IV. Kelemahan Tax Amnesty.

Sehubungan dengan beberapa manfaat yang telah di uraikan di


atas, ada juga kelemahan-kelemahan dari tax amnesty tersebut, antara
lain :
a) Dianggap Mencederai Asas Keadilan.
Tax amnesty dianggap mencederai keadilan bagi masyarakat yang
selama ini patuh membayar pajak. Apalagi pada tahun 1964 dan
6 | Universitas Islam Malang.

1984, tax amnesty berjalan tidak efektif karena minimnya


ketersediaan data perpajakan. Tidak ada lengkapnya basis data
perpajakan
membuka
kemungkinan
petugas
pajak
untuk
mendeteksi kekayaan yang tak dilaporkan. Pengemplang pajak pun
tak perlu khawatir akan tertangkap. Terlebih, kekayaan yang tidak
dilaporkan pada umumnya berada di luar negeri sehingga benarbenar jauh dari jangkauan petugas pajak.
b) Tax Amnesty Dianggap Tidak Akan Berjalan Secara
Konsisten.
Banyak yang menilai jika kekurangan penerimaan pajak tidak hanya
bisa diselesaikan dengan kebijakan pengampunan pajak tersebut.
Belum adanya kejelasan mengenai kewajiban bagi wajib pajak untuk
menempatkan kekayaannya di dalam negeri, besar kemungkinan
individu-individu yang meminta pengampunan pajak akan
menyembunyikan kembali kekayaan mereka di luar negeri ketika
manfaattax amnesty tak lagi diberikan.
c) Tax Amnesty Dianggap Memberikan Kemudahan Bagi
Koruptor
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan,
tax amnesty dalam RAPBNP 2016 bukan untuk kepentingan
masyarakat. Ia menilai, tax amnesty hanya untuk kepentingan
pengusaha yang memiliki dana besar di luar negeri. Pengampunan
pajak hanya akan menjadi karpet merah untuk koruptor dan
konglomerat yang mendapat keuntungan di Indonesia. Iya
menyampaikan, tax amnesty hanya dijadikan bahasa kampanye
oleh politisi untuk memuluskan proyek-proyek swasta.

BAB III
Kesimpulan.
Dengan berlakunya tax amnesty di Indonesia saat ini sebenarnya
pemerintah bertujuan untuk Repatriasi atau menarik dana warga negara
Indonesia yang ada di luar negeri. Yang tidak lain bertujuan untuk
Indonesia dapat merealisasikan pertumbuhan nasional agar Lebih
meningkatkan basis perpajakan nasional, yaitu aset yang disampaikan
dalam permohonan pengampunan pajak dapat dimanfaatkan untuk
pemajakan yang akan datang. Dan untuk meningkatkan penerimaan pajak
tahun ini.
7 | Universitas Islam Malang.

Saran.
1. rancangan kebijakan harus menjadi titik tolak dari sistem
perpajakan yang baru melalui rekonsiliasi data.
2. Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus memiliki data yang
akurat, serta membangun administrasi pajak yang kuat dan efektif.
3. Pelaksanaan pengampunan pajak harus didukung dengan prosedur
yang jelas dan mengikat bagi semua wajib pajak yang mengajukan
pengampunan.
4. Langkah pengampunan pajak harus dilengkapi dengan penegakan
hukum yang tegas.

******

8 | Universitas Islam Malang.