Anda di halaman 1dari 11

A.

Definisi Prinsip Pengembangan Kurikulum


Pengembangan kuri kulum adalah sebuah proses yang merencanakan,
menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil
penilaian

terhadap

memberikan

kondisi

kuri

kulum

belajar

yangtelah

mengajar

yang

berlaku,sehingga
baik.

Dengan

dapat

kata

lain

pengembangan kuri kulum adalah kegiatan untuk menhasilkan kuri kulum


baru mulai langkah-langkah penyusnan kurikulum atas dasar hasil penilaian
yang di lakukan selama priode waktu tertentu. Prinsip kurikulum dapat juga
dikatakan sebagai aturan yang menjiwai pengembangan kurikulum. Prinsip
tersebut mempunyai tujuan agar kurikulum yang di sedidesain atau
dihasilkan sesuai dengan permintaan semua pihak yakni anak didik, orang
tua, masyarakat dan bangsa.
B. Jenis Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
Dalam upaya pengembangan kurikulum terdapat beberapa prinsip yang
harus diperhatikan agar kurikulum yang dibuat sesuai dengan tujuan
awalnya. Terdapat beberapa prinsip dasar dalam pengembangan kurikulum.
Secara garis besar prinsip pengembangan kurikulum terbagi

menjadi dua

yakni peinsip kurikulum umum dan prinsip kurikulum khusus Prinsip-prinsip


yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada
dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu
kurikulum.
Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip
yang

telah

menciptakan

berkembang
sendiri

dalam

kehidupan

prinsip-prinsip

baru.

sehari-hari
Oleh

karena

atau

justru

itu,

dalam

implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi


penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan
di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali
prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan


prinsip-prinsip

pengembangan

kurikulum

yang

dibagi

ke

dalam

dua

kelompok : (1) prinsip prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas,


praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan
tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan,
prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip
berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip
berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Berikut akan dijabarkan
mengenai dua jenis prinsip pengembangan kurikulum:
1. Prinsip Umum
Ciri utama pada prinsip umum yaitu digunakannya pemikiran yang
sistematik dan sistemik (systematic and systemic thinking) di dalam
pengembangan kurikulum. Oleh karena itu langkah pertama yang harus
dilakukan dalam pengembangan kurikulum adalah menetapkan standar
kompetensi lulusan.1 Dalam perumusan pengembangan kurikulum harus
terdapat sekurang-kurangnya tiga hal, yaitu sebagai indikator penguasaan
kemampuan, sebagai titik awal desain dan implementasi kurikulum, dan
sebagai

kerangka

untuk

memahami

kurikulum. 2

Beberapa

prinsip

pengembangan kurikulum secara umum antara lain :


a. Prinsip Relevansi
Dalam Oxford Advanced Dictionary of Current English, kata relevansi atau
relevan mempunyai arti (Closely) Connected with what is happening, yaitu
berdekatan
dimaksudkan

hubungan
adalah

dengan
hubungan

apa
yang

yang

terjadi. 3

terjadi

Kedekatan

dimasyarakat,

yang

sehingga

1 Arifin,Zainal,Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum,(Bandung,PT Remaja


Rosdakarya,2014), hlm.31
2 Ibid
3 Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik,(Jogjakarta,Ar-Ruzz
Media,2011), hlm.201

kurikulum harus memiliki kesesuaian dengan apa yang terjadi dimasyarakat


sehingga dapat mencapai tujuan yang ada.
Dalam dunia pendidikan kata relevansi dimaksudkan dengan adanya
kesesuaian antara hasil pendidikan (lulusan sekolah) dengan tuntutan
kehidupan yang ada di masyarakat. Dengan kata lain sistem pendidikan
dikatakan relavan jika para lulusanyang dihasilkan sekolah berguna bagi
kehidupan. Sebaliknya, jika kompetensi para

lulusan sekolah kurang

fungsional bagi keperluan kehidupan, berarti sistem pendidikan yang


dijalankan kurang relavan dengan tuntutan kehidupan.4
Prinsip ini terdiri dari dua jenis yaitu relevansi eksternal dan relevansi
internal.5Relevansi ekstel yaitu relevansi dengan kurikulum peserta didik dan
masyarakat perkembangan masa sekarang, masa yang akan datang dan
tuntutan kebutuhan pada dunia kerja. Sedangkan relevansi internal adalah
relevansi yang diantara komponen-komponen itu sendiri seperti tujuan, isi,
proses dan evaluasi.
Sedangkan

Soetopo

&

Soemanto

dan

Subandjiah

mengungkapkan

relevansi sebagai berikut:


1. Relevansi pendidikan dengan lingkungan anak didik
Relevansi ini memiliki arti bahwa dalam pengembangan kurikulum,
termasuk alam menentukan bahan pengajaran, hendaknya disesuaikan
dengan kehidupan nyata anak didik. 6 Pemilihan bahan ajaran hendaknya
juga dengan mempertimbangkan sejauh mana bahan tersebut ada kaitannya

4 Nurgiyantoro,Burhan,Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah (Sebuah


pengantar teoritis dan pelaksanaan),(Yogyakarta,BPFE-Yogyakarta,2008), hlm.150151
5 Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT Remaja
Rosdakarya,2014),hlm.32
6 Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz
Media,2011),hlm.202

dengan kebutuhan sehari-hari anak didik. 7 Tidak bisa jika kurikulum itu
dikembangkan lalu anak didik yang harus mengikuti, akan tetapi kurikulum
yang harusnya dirancang dengan enyesuaikan anak didik dan lingkungan
sekitarnya.
Seperti contoh sekolah yang berada di daerah perkotaan, anak didiknya
ditawarkan hal yang aktual, seperti polusi pabrik, arus perdagangan yang
ramai, kemacetan lalu lintas,dan lain-laian. Atau sebaliknya sekolah-sekolah
yang berada di pedesaan dengan lingkungan masyakarat petani akan lebih
mengena jika pemilihan bahan atau pemilihan contoh-contoh pelajaran
diambil dari masalah-masalah yang berkaitan dengan pertanian. Karena jika
kedua hal tersebut kita balik pososinya yang daerah perkotaan disuguhkan
dengan materi-materi atau dengan lingkungan yang berada di daerah
pedesaan atau sebaliknya maka hal itu tidak relavan karena tidak sesuai
dengan lingkungan hidup anak didik dan membuat anak didik merasa
kesulitan untuk menangkap materinya.
2. Relevansi pendidikan dengan kehidupan yang akan datang
Materi atau bahan yang diajarkan kepada anak didik hendaklah memberi
manfaat untuk persiapan masa depan anak didik.8 Karena keberadaan
kurikulum disini bersifat antisipasi dan memiliki hal prediksi tajam dan
perhitungan.
3. Relevansi pendidikan dengan dunia kerja
Sekolah bertugas menyiapkan anak agar mampu bekerja sesuai bidangnya.
Oleh karena itu kegiatan pembelajaran yang dilakukan hendaknya juga
memberi pengalaman dan keterampilan tertentu secara konkret. Hal ini
berarti sekolah telah membekali anak dengan keterampilan dan pengalaman
dunia kerja sehingga mereka tidak canggung setelah terjun ke masyarakat.
7 Nurgiyantoro,Burhan,Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah (Sebuah
pengantar teoritis dan pelaksanaan),(Yogyakarta,BPFE-Yogyakarta,2008), hlm.151
8 Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz
Media,2011),hlm.202

4. Relevansi pendidikan dengan ilmu pengetahuan


Kemajuan

pendidikan

juga

membuat

maju

ilmu

pegetahuan

dan

teknologi. Program pendidikan hendaknya mampu memberi peluang pada


anak didik untuk tidak berpuas diri, serta selalu menjadi pelopor dalam
penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Dari

beberapa pemaparan diatas sudah sangat jelas relevansi antara

kurikulum dengan pendidikan haruslah memiliki kecocokan dan memikirkan


implikasinya yang akan datang. Prinsip relevansi memiliki implikasi yaitu
mengusahakan

pengembangan

kurikulum

sedemikian

rupa

sehingga

tamatan pendidikan dengan kurikulum itu dapat memenuhi jenis dan mutu
tenaga kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat. 9 Dengan kata lain kurikulum
dengan prinsip ini benar-benar harus memperhatikan pada kehidupan yang
ada atau realita yang ada pada masyarakat.
b. Prinsip Fleksibilitas
Feksibilitas
memberikan

berarti
kebebasan

tidak

kaku,

dalam

ada

semacam

bertindak.10

Dalam

ruang

gerakyang

kurikulum

sekolah

pengertian fleksibilitas itu mencakup kebebasan murid memilih program


pendidikan

yang

mengembangkan

disenangi,
program

sedang

pengajaran

bagi
yang

guru
akan

kebebasan

untuk

dilakukan.

Untuk

mewujudkan prinsip fleksibilitas itu, dalam kurikulum sekolah biasanya telah

9 Hasibuan,Lias,Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan,(Jakarta, Gaung


Persada,2010),hlm.86
10 Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz
Media,2011),hlm.205; Nurgiyantoro,Burhan,Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum
Sekolah (Sebuah pengantar teoritis dan pelaksanaan),(Yogyakarta,BPFEYogyakarta,2008), hlm.155 : fleksibilitas dimaksudkan adanya semacam ruang
gerak yang memberikan sedikit kebebasan dalam bertindak atau mengambil
kegiatan; Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT
Remaja Rosdakarya,2014),hlm.33: fleksibilitas dalam kurikulum harus
dikembangkan secara lentur (tidak kaku), baik dalam dimensi maupun hasil yang
diharapkan.

disediakan sejumlah program pilihan yang boleh siswa pilih sesuai dengan
bakat dan minat siswa itu sendiri.
Di dalam kurikulum felksibilitas dibagi menjadi dua macam. 11 Pertama,
fleksibilitas

dalam

melilih

program

pendidikan.

Maksudnya,

bentuk

pengadaan program-program pilihan yang dapat berbentuk jurusan, program


spesialisasi, ataupun program-program pendidikan keterampilan yang dapat
dipilih murid atas dasar kemampuan dan minatnya. Kedua, fleksibilitas
dalam pengembangan program pengajaran. Maksudnya, dalam membentuk
memberikan kesempatan pada para pendidik dalam mengembangkan sendiri
program pengajaran dengan berpatokan pada tujuan dan bahan pengajaran
didalam kurikulum yang bersifat umum.
Dari pemaparan diatas prinsip fleksibilitas memiliki implikasi yaitu
mengusahakan setiap kegiatan kurikuler bersifat luwes, mampu disesuaikan
dan beradaptasi dengan situasi, kondisi tempat dan waktu yang selalu
berkembang meskipun tidak melakukan perombakan terhadap tujuan
pendidikan yang mesri dicapai. 12 Agar anak didik dan para pendidik dapat
mngembangkan bakat dan kemampuannya serta memilih bidang yang
mereka minati.
c. Prinsip Kontinuitas
Kurikulum

harus

dikembangkan

secara

berkesinambungan,baik

sinambung antar mata pelajaran, antar kelas maupun antar jenjang


pendidikan.13 Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran bisa maju
secara sistematis, dimana pendidikan pada kelas atau jenjang yang lebih
rendah

harus

menjadi

dasar

untuk

melanjutkan

pada

jenjang

yang

selanjutnya. Dengan demikian akan terhindar dari tidak terpenuhinya

11 Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz


Media,2011),hlm.205
12 Hasibuan,Lias,Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan,(Jakarta, Gaung
Persada,2010),hlm.86

prasyarat kemampuan awal siswa dan terhindar dari pengulangan program


dan aktivitas belajar.
Implikasi adalah mengusahakan agar setiap kegiatan kurikuler merupakan
bagian yang selalu berkesinambungan dengan kegiatan-kegiatan kurikuler
lainnya, baik dalam bersifat berjenjang keats maupun yang bersifat
berjenjang kesamping.14 Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan
kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat
kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan
jenis pekerjaan.
d. Prinsip Praktis
Kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat
sederhana dan biayanya murah. Dalam hal ini, kurikulum dan pendidikan
selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan
waktu, biaya, alat, maupun personalia.
e. Prinsip Efektivitas
Prinsip efektivitas yang dimaksudkan adalah sejauh mana mata perencanaan
kurikulum dapat dicapai sesuai dengan keinginan yang telah ditentukan. 15
Efektifitas berkenaan dengan keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik
secara kuantitas maupun kualitasnya. Kurikulum merupakan penjabaran dari
perencanaan

pendidikan

dari

kebijakan-kebijakan

pemerintah.

Dalam

13Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT Remaja


Rosdakarya,2014),hlm.34;Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan
Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz Media,2011),hlm. 204: kesinambungan antar berbagai
tingkat sekolah yang mana bahan pelajaran yang diperlukan untuk melanjutkan ke
tingkat selanjutnya sudah dipelajari di tingkat sebelumnya, bahan bahan pelajaran
harus diajarkan sesuai tingkatannya. Kedua kesinambungan diantara berbagai
bidang studi yang menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum memperhatiakan
pada hubungan anatar bidang studi.
14 Hasibuan,Lias,Kurikulum dan Pemikiran Pendidikan,(Jakarta, Gaung
Persada,2010),hlm.87
15Idi,Abdullah,Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik(Jogjakarta,Ar-Ruzz
Media,2011),hlm. 203

pengembangannya, harus diperhatikan kaitan antara aspek utama kurikulum


yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar, serta penilaian dengan kebijakan
pemerintah dalam bidang pendidikan.
Dalam proses pendidikan, efektivitasnya dapat dilihat dari dua sisi. Pertama,
efektivitas mengajar pendidik berkaitan dengan sejauh mana kegiatan
belajar mengajar telah dilaksanakan dengan baik. Kedua, efektivitas belajar
anak didik, berkaitan dengan sejauh mana tujuan-tujuan pelajaran yang
diinginkan telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang telah
dilaksankan.

Implikasinya

adalah

para

pengembang

kurikulum

harus

mengusahakan agar kegiatan kurikuler bersifat membuahkan hasil, yaitu


menguasai kompetensi tanpa ada kegiatan mubadzir.16
Setelah panjang lebar membahas prinsip pengembangan secara umum,
kita beralih kepada prinsip pengembangan krikulum khusus. Yang juga
menjelaskan tentang bagaimama hendaknya kurikulum dikembangkan.
Prinsip pengembangan kurikulum khusus akan dibahas sebagaimana berikut:
a. Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan
Prinsip ini ditinjau dari tujuan sebagai salah satu komponen pokok dalam
pengembangan kurikulum. Karena tujuan berarti bahwa sebelum bahan
ditentukan, langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pendidik adalah
menentukan tujuan terlebih dahulu. Menurut Hilda Thaba (1962) ada tiga
sumber tujuan yaitu kebudayaan masyarakat, individu dan mata pelajaran
disiplin ilmu.
Sementara itu, nana sy. Sukmadinata (2005) mengemukaakan sumber
tujuan17 adalah (1) ketentuan dalam kebijakan pemerintah, yang dapat
ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai mengenai
tujuan dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan, (2)
16Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT Remaja
Rosdakarya,2014),hlm.33
17 Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT Remaja
Rosdakarya,2014),hlm.38

survei mngenai kebutuhan kebutuhan murid dengan menggunakan angket,


wwancara, observasi,

(3) survei mengenai presepsi orang tua

masyarakat tentang kebutuhannya yang dijaring

atau

menggunakan angket,

wawancara, observasi, (4) survei tentang bidang-bidang tertentu yang


dihimpun melalui angket, wawancara, observasi dan dari berbagai media
masa, (5) survei tentang manpower, (6) pengalaman negara-negara lain
dalam masalah yang sama, dan (7) penelitian lain.
Ada beberapa kelebihan yang dapat dikemukakan sehubungan dengan
pengembangan kurikulum yang beriorietasi pada tujuan diantaranya (1)
tjuan yang ingin dicapai sudah sangat jelas dan tegas, (2) adanya tujuantujuan yang jelas akan memudahkan penilaian untuk mengukur hasil
kegiatan yang telah dilaksanakan, dan (3) hasil penilaian yang terarah akan
membantu para pengembang kurikulum untuk mengadakan perbaikanperbaikan atau perubahan-perubahan menyesuaikan yang diperlukan.18
b. Berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
Prinsip ini menunjukkan: (a) isi kurikulum harus menccerminkan falsafah

19

dan dasar suatu negara, (b) isi kurikulum harus diintegrasikan dalam nation
dan character building, (c) isi kurikulum harus mengembangkan, cipta, rasa,
karsa, dan karya agar peserta didik memiliki mental, moral, budi pekerti
luhur, tinggi keyakinan agamanya, cerdas, terampil, serta memiliki fisik yang
sehat dan kuat, (d) isi kurikulum harus memperisiapkan sikap dan mental
peserta

didik

untuk

dapat

mandiri

dan

bertanggung

jawab

dalam

masyarakat, (e) isi kurikulum harus memadukan teori dan praktik, (f) isi
kurikulum harus memadukan pengetshusn, ketrsmpilan dan sikap nilai-ilai,
(g) isi kurikulumharus diselaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi modern, (h) isi kurikulum harus sesuai dengan minat,
18 Nurgiyantoro,Burhan,Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah (Sebuah
pengantar teoritis dan pelaksanaan),(Yogyakarta,BPFE-Yogyakarta,2008), hlm.162
19 Arifin,Zainal,Konsep dan Model pengembangan Kurikulum,(Bandung, PT Remaja
Rosdakarya,2014),hlm.38

kebutuhan, dan perkembangan masyarakat, (i) isi kurikulum harus dapat


mengintegrasikan kegiatan intra, ekstra dan kokurikuler, (j) isi kurikulum
harus memumgkinan adanya kontinuits antara satu lembaga dengan
lembaga pendidikan lainnya, dan (k) isi kurikulum harus dapat disesuaikan
dengan kondisi-kondisi setempat
c. Prinsip berkenaan pemilihan proses belajar dan mengajar.
Prinsip ini meliputi: (a) semua pengetahuan dan kegiatan yang diajarkan
harus

fungsional

dan

praktis,

(b)

pengetahuan

dan

kegiatan

harus

diselaraskan dengan taraf pemahaman dam perkembangan peserta didik, (c)


guru

harus

membangkitkan

dan

memupuk

minat,

perhatian,

dan

kemampuan peserta didik, (d) peyajian bahan pengajaran harus dapat


meningkatkan keimanan dan letakwaan peserta didik terhadap YME, (h)
penyajian bahan hendaknya menggunakan multimode, media, sumber
belajar dan variasi teknk penilaian, dan (i) dalam hal tertentu, guru perlu
memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.
Selanjutnya, prinsip-prinsip yang berkenaan dengan proses pembelajaran
(pendekatan, strategi, metode dan teknik) adalah: (a) harus seusai dengan
tujuan (kognitif, afektif, dan psikomotor) dan materi pelajaran, (b) bervariasi,
sehingga

dapat

melayani

perbedaan

individual

peserta

didik,

(c)

memberikan urutan kegiatan yang logis, sistematis, dan berjenjang, (d)


mengaktifkan peserta didik untuk belajar dan merangsang guru untuk
mengajar,

(e)

menimbulkan

merangsang
jalinan

kegiatan

berkembangnya
belajar

kemampuan

disekolah

dan

di

baru,

(f)

rumah,

(g)

mendorong peserta didik menggunakan berbagai sumber belaja, (h) untuk


belajar ketrampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan
learning by doing disamping learning by seeing and knowing.
d. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
prinsip ini menunjukkan kesesuian dan media dan sumber belajar dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pelajaran, karakteristik

media

pembelajaran,

tingkat

perkembangan

peserta

didik,

tingkat

kemampuan guru, praktis-ekonomis,. Untuk itu pngembangan kurikulum


harus

memperhatikan

faktor-faktor,

antara

lain

objektivitas,

program

pembelajaran, sasaran progrram, situasi dan kondisi (sekolah dan pesert


didik), kualitas media, keefektifan, dan efisiensi penggunaan.
e. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.
Prinsip ini meliputi: prinsip mendidik, prinsip keseluruhan, prinsip
kontinuitas, prinsip objektivitas, prinsip kooperatif, prinsip prakilihattis,
prinsip akuntabilitas. Dilihat dari teknik pengembangan instrumen, perlu
diperhatikan: prosedur penyusun instrumen, jenis dan teknik penilaian,
kesusuaian isntrumen dengan kompetensi, jenjang kemampuan yang
diukur, tingkat perkembangan peserta didik, waktu yang diperlukan, teknik
pengolahan dan analisis item, administrasi penilaian, dan pemanfaatan
hasil penilaian.

Beri Nilai