Anda di halaman 1dari 5

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 MESUJI RAYA DALAM

MENULIS NASKAH DRAMA


Oleh:
Eniyati Karnida, S.Pd
SMP Negeri 1 Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering ILir Sumatera Selatan
----------------------------------------------------------------------------------------Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui Apakah melalui penggunaan media naskah dapat
Meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Mesuji Raya.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka masalah pokok dalam penelitian tindakan kelas ini
dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah melalui penggunaan media naskah dapat Meningkatkan kemampuan menulis naskah
drama siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Mesuji Raya?
Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki manfaat terhadap beberapa unsur terkait dengan pendidikan
diantaranya Bagi siswa, untuk meningkatkan mutu, aktivitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bagi
guru, untuk meningkatkan kinerja dan kreatifitas guru dalam menunjang ketuntasan belajar siswa
peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat
menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri
Dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan bahwa menggunakan naskah drama dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembuktian dari hasil-hasil yang diperoleh
siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Kata Kunci: Pembelajaran Melalui Menulis Naskah Drama.Bahasa Indonesia
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemampuan berbahasa mencakup empat aspek
penting, yaitu (1) keterampilan mendengar, (2) keterampilan
berbicara, (3) keterampilan membaca, dan (4) keterampilan
menulis. Kemampuan berbahasa ini berhubungan erat dalam
usaha seseorang memperoleh kemampuan berbahasa yang
baik. Berbagai usaha dilakukan untuk membina dan
mengembangkan bahasa agar benar-benar memenuhi
fungsinya.
Berdasarkan pendapat di atas, penggunaan media
merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari
pembelajaran itu sendiri. Seharusnya, sebelum seorang guru
mempersiapkan perangkat kegiatan belajar mengajar berupa
Rencana Pembelajaran, media yang akan digunakan sudah
ditetapkan dan disiapkan. Namun kenyataan yang ditemui di
sekolah adalah bahwa kurangnya penggunaan alat peraga
sangat kurang, akibatnya aktivitas dan kreativitas siswa
dalam proses belajar mengajar dengan juga kurang.
Kalaupun ada penggunaan alat peraga masih seadanya,
bahkan terkadang tidak sama sekali, sehingga tidak
mengherankan jika tingkat pencapaian ketuntasan belajar
tidak akan berhasil dengan baik. Hal ini terlihat dari data
kualitatif nilai pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP
Negeri 1 Mesuji Raya hanya mencapai rata-rata 5,8 hingga
6,4 baik itu tugas pada akhir kegiatan maupun itu tugas
pekerjaan rumah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX SMP
Negeri 1 Mesuji Raya yang dilakukan oleh guru diperoleh
fakta bahwa siswa cenderung kurang aktif dan tidak kreatif.
Penggunaan media yang seadanya tentu saja tidak mampu
memotivasi siswa. Pikiran siswa hanya terfokus pada media
yang disampaikan guru, yakni berupa buku pelajaran.
Sementara metode yang digunakan oleh guru terkesan
monoton dengan metode ceramah yang selama ini telah
lama berlangsung. Sehingga guru tidak berhasil menggali
ide dan gagasan yang terpendam dalam diri siswa. Sehingga
proses belajar mengajar tidak melahirkan kondisi yang
diinginkan.

Oleh karena itu sangat tepat kiranya guru perlu


melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar yang
lebih menekankan pada upaya menumbuh kembangkan
aktivitas dan kreativitas siswa, sesuai tuntutan kompetensi
yang diinginkan.
Berdasarkan uraian diatas peneliti menentukan judul
penelitian ini adalah: MENINGKATKAN KEMAMPUAN
SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 MESUJI
RAYADALAM MENULIS NASKAH DRAMA
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar
belakang
yang
telah
dikemukakan di atas, maka masalah pokok dalam penelitian
tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah melalui penggunaan media naskah dapat
Meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa
Kelas IX SMP Negeri 1 Mesuji Raya?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini
adalah untuk mengetahui Apakah melalui penggunaan
media naskah dapat Meningkatkan kemampuan menulis
naskah drama siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Mesuji Raya.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki
manfaat terhadap beberapa unsur terkait dengan pendidikan
diantaranya sebagai berikut :
1. Bagi siswa, untuk meningkatkan mutu, aktivitas dan
kreativitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
2. Bagi guru, untuk meningkatkan kinerja dan kreatifitas
guru dalam menunjang ketuntasan belajar siswa
3. Bagi sekolah, untuk dapat meningkatkan mutu
pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh semua
pihak.
4. Bagi pembaca, dapat dijadikan rujukan atau bahan
pembelajaran dalam upaya melaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK).
1.5 Hipotesis Tindakan

1122-7

Penggunaan media naskah dapat Meningkatkan


kemampuan menulis naskah drama siswa Kelas IX
SMP Negeri 1 Mesuji Raya

3.4 Subjek penelitian


Sebagai subjek penelitian adalah siswa Kelas IX
SMP Negeri 1 Mesuji Raya. Siswa kelas ini diambil sebagai
subjek penelitian karena di kelas ini hasil belajar siswa di
setiap ulangan harian sangat rendah dengan nilai ulangan
harian hanya sebagian kecil mencapai KKM. Selain itu
sebagian besar siswa pasif dalam pembelajaran menulis
naskah drama, dan ini diduga sebagai faktor penyebab
rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia.

2. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Strategi Belajar Mengajar
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu
garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan
dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai
pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam
mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai
tujuan yang telah digariskan.
Menurut Newman dan Logan, dalam bukunya yang
berjudul Strategy Policy and Central Management(1971 :
8), strategi dasar dari setiap usaha akan mencakup keempat
hal sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan
kualifikasi hasil seperti apa yang harus dicapai dan
menjadi sasaran usaha itu yang sesuai dengan aspirasi
dan selera masyarakat.
b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan
utama manakah yang dipandang paling efektif guna
mencapai sasaran tersebut.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah
apa saja yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran
tersebut.
d. Mempertimbangkan dan menetapkan kriteria dan
patokan ukuran yang harus dipergunakan untuk
mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha
tersebut.
Melihat paparan tersebut di atas, maka strategi
belajar mengajar dapat disimpulkan sebagi suatu proses
upaya untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan
baik. Dengan demikian tidak lepas dari peran serta guru dan
siswa dalam proses belajar mengajar. Guru harus mampu
memberikan suatu metode yang cepat dan tepat sehingga
dengan cepat siswa akan menangkap hasil pembelajaran
yang disampaikan.

3.5 Instrumen Pengumpul Data dan Pengukurannya


Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah
perangkat tes dengan soal-soal bentuk pilihan ganda dan
uraian. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah
berupa instrumen aktivitas belajar.
4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian Siklus I
Hasil penelitian yang diperoleh pada
siklus I, berupa dua jenis data yang memuat hasil
belajar siswa selama dua kali pertemuan dan satu jenis
data aktivitas belajar siswa sebagai data pendukung
penelitian yang diadakan setelah penelitian siklus I
berakhir.
4.1.1 Data aktivitas Siswa Belajar Menulis naskah drama
Berdasarkan data hasil observasi diperoleh
persentase Aktivitas siswa pada siklus I dari pertemuan
pertama dan kedua.dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel I Data Persentase Aktivitas Siswa Belajar Menulis
naskah drama pada Siklus I
NO
1.
2.
3.

Indikator Aktivitas Siswa


Belajar
Lafal membaca
Intonasi membaca
Volume Suara

4.

Ekspresi
Rata-rata

3. METODE DAN PELAKSANAAN PENELITIAN


3.1 Pendekatan penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian
tindakan (Action Reseach)

Pertemuan ke
%
1
2

62.2

75.5

Ratarata %

68.8

Tabel I di atas menunjukkan bahwa aktivitas siswa


belajar Menulis naskah drama ada yang mengalami
peningkatan dan ada juga yang perlu ditingkatkan. Aktivitas
siswa yang kurang yaitu: siswa Bercerita dengan lancar
tidak tersendat sendat masih kurang (55.5), siswa yang
bercerita sesuai dengan isi kutipan novel masih kurang
(53.7%), siswa yang bercerita dengan Intonasi bervariasi
sesuai dengan suasana masih kurang (66.6%), dan siswa
yang bercerita dengan Ekspresi wajah sesuai dengan kata
yang diucapkan baik (81.4%), siswa yang bercerita
Menggunakan kalimat yang sederhana baik (87%).
Dengan demikian Aktivitas siswa belajar Menulis
naskah drama sudah mulai meningkat walaupun masih
rendah yaitu 68,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Aktivitas
siswa belajar menulis naskah drama masih perlu diupayakan
kembali.

3.2 Fokus Penelitian


Penelitian ini difokuskan untuk menyelelidiki
Apakah melalui penggunaan media naskah dapat
Meningkatan Kemampuan Menulis naskah drama Siswa
Kelas IX SMP Negeri 1 Mesuji Raya?
3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3.1 Lokasi penelitian
Lokasi penelitia adalah SMP Ngeeri 1 Mesuji
Rayadengan sampel siswa Kelas IX mata pelajaran bahasa
Indonesia tahun pelajaran 2014/2015.
3.3.2 Waktu penelitian
Waktu penelitian dari bulan Agustus sampai
bulan November tahun 2015 terhadap siswa Kelas IX
pelajaran Bahasa Indonesia semester IIl tahun
pembelajaran 2014/2015 SMP Negeri 1 Mesuji Raya.
Penelitian dilaksanakan tiap-tiap hari Senin. Sesuai
dengan jam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas
IX yang dijadikan objek penelitian.

4.1.2 Data Hasil belajar Menulis naskah drama Siswa pada


Penelitian Siklus I
Data hasil belajar Menulis naskah drama siswa
merupakan data pendukung pada penelitian tindakan kelas
yang mengacu pada Aktivitas siswa belajar. Berdasarkan

1122-8

data hasil Menulis naskah drama siswa, maka diperoleh


Tabel 2.
No

Nilai

1.
2.
3.
4.
5.

<67
67 69
70 79
80 89
90 - 100
Jumlah

Jumlah
Siswa
5
6
12
3
1
25

Tuntas

5.

Tidak
Tuntas
5
6
7

5
3
1
9

16

3.
4.

74

66.6

77.7

92.5

85.1

70.3
48.1

85.1
70.3

77.7
59.2

No

Nilai

1.
2.
3.
4.
5.

<67
67 69
70 79
80 89
90 - 100
Jumlah

Jumlah
Siswa
1
1
16
4
3
25

Tuntas

14
4
3
21

Tidak
Tuntas
1
1
2
4

Pada tabel 4 menunjukkan persentase ketuntasan


klasikal sebesar 90.9%, dengan nilai rata-rata 84,5 hasil
belajar siswa dapat dikatakan telah meningkat.
3. Refleksi Siklus II
Secara umum Aktivitas siswa belajar menulis
naskah drama pada siklus II mengalami peningkatan
dibanding dengan siklus pertama. Pada siklus II ini tampak
siswa lebih memperhatikan materi pembelajaran, siswa lebih
antusias untuk berbicara. Selain itu penerapan pendekatan
pragmatik dalam pembelajaran sudah mulai terlaksana
dengan lebih baik dan menyenangkan. Berdasarkan
pengamatan peneliti Aktivitas siswa belajar Menulis naskah
drama, maka ditemukan hal-hal sbagai berikut.
a. Siswa lebih memfokuskan perhatiannya dengan materi
yang ada di dalam
media, karena isi materi yang akan disampaikan secara
lisan lebih banyak.
b. Siswa lebih terbuka rasa keingintahuannya dengan materi
cerita yang
disampaikan temannya.
c. Siswa lebih antusias untuk tampil berbicara, baik untuk
bertanya, menjawab,
maupun memberikan tanggapan.

4.2.1 Data Aktivitas Siswa Belajar Menulis naskah drama


Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data-data
persentase Aktivitas siswa belajar Menulis naskah drama
pada siklus II dari pertemuan pertama dan ke dua yang
dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3 Data persentase Aktivitas Siswa Belajar Menulis
naskah drama
Pertemuan
RataNO
Indikator Aktivitas Siswa
ke %
rata %
Belajar
1
2
59.2

96.2
77

4.2.2 Data Hasil belajar Menulis naskah drama Siswa pada


Siklus II
Data hasil Menulis naskah drama siswa merupakan
data pendukung pada penelitian tindakan kelas yang
mengacu pada peningkatan Aktivitas belajar siswa, maka
diperoleh tabel 4. Data Menulis naskah drama siswa selama
siklus II.

4.2. Hasil Penelitian Siklus II


Hasil penelitian yang diperoleh pada siklus II,
berupa dua jenis data yang memuat peningkatan Aktivitas
belajar siswa selama dua kali pertemuan dan satu jenis data
hasil Menulis naskah drama siswa selama siklus II.

2.

100
84.4

Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 3 dan


pengamatan observer menunjukkan siswa sudah semakin
giat dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Peneliti
juga mencatat siswa semakin banyak yang mengangkat jari
untuk mengajukan pertanyaaan, menjawab pertanyaan,
maupun untuk mengemukakan pendapat.

4.1.3. Refleksi Siklus I


Berdasarkan hasil pengamatan dari pelaksanaan
pembelajaran siklus I, ditemukan hal-hal sebagai berikut.
a. Siswa tertarik dengan teknik kerja kelompok yang
dipergunakan , hal ini dapat
dilihat dari antusias siswa saat menerima media tersebut.
b. Penerapan Menulis naskah drama secara resmi dengan
teknik kerja kelompok
(bersambung cerita antar teman) merupakan hal yang
belum terbiasa dilakukan
siswa, sehingga siswa masih banyak yang kurang paham
cara penerapannya.
c.. Siswa masih perlu banyak dilatih dan dibimbing untuk
berbicara secara resmi
dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, tidak
gugup dan malu untuk
berbicara.
c. Guru perlu banyak membimbing dan memotivasi agar
siswa berani berbicara
di depan teman-temannya dan pembicaraan tidak
didominasi dan diwakili oleh
beberapa orang siswa saja.

Bercerita dengan lancar


tidak tersendat sendat
Ekspresi wajah sesuai
dengan kata yang diucapkan
Intonasi bervariasi sesuai
dengan suasana
Isi cerita sesuai dengan isi

92.5
69.6

Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa aktivitas siswa


belajar Menulis naskah drama ada yang mengalami
peningkatan dan ada juga yang perlu ditingkatkan. Aktivitas
siswa yang kurang yaitu: siswa Bercerita dengan lancar
tidak tersendat sendat baik (66,6), siswa yang bercerita
sesuai dengan isi kutipan novel masih kurang (59.2%),
siswa yang bercerita dengan Intonasi bervariasi sesuai
dengan suasana masih kurang (77.7%), dan siswa yang
bercerita dengan Ekspresi wajah sesuai dengan kata yang
diucapkan baik (85.1%), siswa yang bercerita Menggunakan
kalimat yang sederhana baik (96.2%).

Pada tabel 2 di atas menunjukkan hasil belajar


Menulis naskah drama siswa selama siklus I telah
memenuhi kriteria ketuntasan minimal (67) sebesar 48,48%.
Dengan nilai rata-rata siswa 74,5. maka dapat disimpulkan
bahwa pada siklus I belum optimal perlu ditingkatkan.

1.

kutipan novel
Menggunakan kalimat yang
sederhana
Rata-rata

1122-9

d. Siswa mulai dilatih penerapan pendekatan pragmatik


dengan konteks yang
berbeda dengan tujuan melatih keterampilan berbicara
siswa.
e. Pemberian penghargaan kepada siswa (berupa tepuk
tangan) memotivasi Aktivitas
siswa untuk berani berbicara di hadapan teman-temannya.
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
1. Peningkatan Aktivitas Siswa Belajar Menulis naskah
drama dari Siklus I ke
Siklus II
Kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan, telah
mengarah pada peningkatan Aktivitas siswa belajar dan
Menulis naskah drama siswa. Berdasarkan hasil pengamatan
pada siklus pertama dan kedua pada penelitian tindakan
kelas ini, pembelajaran dengan pendekatan pragmatik
menunjukkan adanya peningkatan Aktivitas siswa belajar
Menulis naskah drama. Informasi yang dapat dilihat ketika
kegiatan pembelajaran berlangsung diantaranya keaktifan
dan keberanian siswa untuk berbicara sudah baik.Sehingga
pembelajaran berlangsung dengan aktif dan menyenangkan.
Tabel 5 Data Persentase Aktivitas Siswa Belajar
Menulis naskah drama pada Siklus I dan Siklus II Serta
Peningkatannya
NO Indikator Aktivitas Siklus Siklus Peningkatan
Siswa Belajar
I%
II %
(%)
1. Bercerita dengan
lancar tidak
tersendat sendat
55.5
66.6
11.1
2. Ekspresi wajah
sesuai dengan kata
yang diucapkan
81.4
85.1
3.7
3. Intonasi bervariasi
sesuai dengan
suasana
66.6
77.7
11.1
4. Isi cerita sesuai
dengan isi kutipan
novel
53.7
59.2
5.5
5. Menggunakan
kalimat yang
sederhana
87
96.2
9.2
Rata-rata
68.8
77
3.7
Pada tabel 5 dapat dilihat bahwa Aktivitas siswa
belajar Menulis naskah drama mengalami peningkatan. Ada
beberapa indikator siswa yang termasuk baik sekali yang
tetap bertahan 100% yaitu siswa tertarik dengan materi
pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa media yang
digunakan dapat menarik perhatian siswa. Selain itu
indikator siswa mau bekerjasama antar temannya juga baik
sekali (95,8%). Hal ini juga menunjukkan bahwa kerja
kelompok dapat memotivasi Aktivitas siswa untuk
bekerjasama antar temannya.
Selain itu peningkatan
indikator yang lain walaupun tidak terlalu mencolok tetapi
dapat
mengaktifkan
kegiatan
pembelajaran
dan
meningkatkan hasil pada Menulis naskah drama siswa.
2. Peningkatan Hasil Menulis naskah drama Siswa pada
Penelitian Sikllus I dan
Siklus II.
Data hasil ketempilan berbicara siswa yang
merupakan data pendukung pada penelitian tindakan kelas
yang mengacu pada Aktivitas belajar siswa. Berdasarkan

data hasil Menulis naskah drama siswa, maka diperoleh


tabel 6 Data rata-rata hasil Menulis naskah drama siswa,
ketuntasan klasikal pada siklus I dan siklus II.
Tabel 6. Data Rata-rata Hasil Menulis naskah drama Siswa,
Ketuntasan klasikal, dan Peningkatannya.
Hasil
Nilai
%Ketuntasan
Penelitian
RataKlasikal
rata
Siklus I
74,5
55,5%
Siklus II
84,5
92,2%
Peningkatan
10
31,5%
Pada Tabel 6 dapat dilihat peningkatan hasil
Menulis naskah drama siswa sebesar 31,5 dan persentase
peningkatan ketuntasan secara klasikal sebesar 31,5%.
Peningkatan hasil Menulis naskah drama siswa terjadi
karena pada saat proses pembelajaran tetap sesuai dengan
rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan pragmatik dengan memotivasi Aktivitas siswa
untuk berani tampil berbicara dihadapan teman-temannya.
Dari hasil penelitian dapat ditemukan bahwa proses
pembelajaran Menulis naskah drama dengan meggunakan
pendekatan pragmatik berlangsung dapat meningkatkan
Aktivitas siswa untuk belajar. Hal ini dapat dilihat pada
proses pembelajaran siswa mulai banyak mengangkat jari
untuk mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan,
ataupun memberikan tanggapan. Selama pelaksanaan siklus
pertama dan siklus kedua Aktivitas siswa untuk berbicara
semakin meningkat.
Pada pelaksanaan siklus pertama penerapan
pragmatik yang diterapkan ketika siswa tampil, siswa
kelompok tersebut yang menentukan giliran temannya untuk
menyambung ceritanya. Maka untuk melatih agar siswa
terampil berbicara pada siklus kedua guru yang menentukan.
Hal ini dilatih agar semua siswa dalam kelompok tersebut
menguasai isi cerita, lebih konsentrasi menyimak, dan
meningkatkan kerjasama, serta saling membantu antar
teman.
Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh
Purwo (1997) bahwa
Keterampilan berbahasa hanya dapat diraih dengan
melaksanakan berbahasa terus menerus.
Kerja kelompok dengan sistem berkelompok
merupakan cara yang diterapkan dengan tujuan untuk
membantu agar siswa berani berbicara, tidak malu untuk
berbicara di depan teman-temannya, dapat saling membantu
dan bekerjasama sehingga dapat meminimalkan siswa yang
kurang lancar berbicara. Sejalan dengan yang diungkapkan
oleh
Ahmadi
(2000)
bahwa
dengan
bekerja
kelompok/beregu siswa dapat lebih lancar, dapat
bekerjasama, dan dapat saling mengisi.
Hal ini dapat terjadi jika siswa beraktivitas untuk
belajar karena menurut Syah (2003) belajar dengan adanya
Aktivitas akan mempengaruhi hasil belajar dan aktivitas
belajar.
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dengan melakukan penelitian tindakan kelas
(PTK) dapat disimpulkan bahwa menggunakan naskah
drama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembuktian dari
hasil-hasil yang diperoleh siswa dalam kegiatan
pembelajaran.

1122-10

1.

2.

3.

Pada siklus I siswa terlibat aktif dalam


pembelajaran berjumlah 9 orang telah mencapai
ketuntasan 35.00%. Hal ini menunjukan adanya
peningkatan bila dibandingkan sebelum dilakukan
perbaikan.
Pada Siklus II menunjukkan adanya peningkatan
baik aktivitas maupun hasil belajar siswa dibandingkan
dengan hasil yang dicapai pada siklus I. Hal ini terlihat
dari jumlah siswa yang terlibat aktip dalam
pembelajaran berjumlah 21 orang siswa yang telah
mencapai ketuntasan belajar (96.00%).
Meskipun adanya peningkatan pada setiap siklus
pembelajaran, namun pem belajaran Bahasa Indonesia
Kelas VIII yang menggunakan media naskah drama,
belum dikatakan tuntas semua karena diantara anak ada
yang mendapat nilai dibawah standar ketuntasan
(SKBM).

Suprayekti,dkk. 2008.Pembaharuan dan Pembelajaran di


SMP.Jakarta: Universitas Terbuka
Depdiknas

5.2. Saran
Berikut saran penyusun laporan :
1. Bagi Guru
Dalam kegiatan pembelajaran hendaklah menggunakan
media pembelajaran terutama pelajaran Bahasa
Indonesia tidak harus menggunakan metode ceramah
hendaklah
divariasikan
metodenya
dengan
menggunakan media yang tepat.
2. Bagi Sekolah
Dapat mengkaji hasil perbaikan pembelajaran Bahasa
Indonesia agar meningkatkan mutu pembelajaran. Dari
hasil PTK yang dilakukan kiranya perlu adanya
kelompok kerja guru untuk dapat saling bertukar
pengalaman yang berkenaan dengan tugas sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 1995. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta:
Depdikbud. Ditjen Diknas.
Wardani, IG.AK,dkk. 2008.Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta:Universitas Terbuk
Andayani,dkk.
2008.
Pemantapan
Kemampuan
Profesional.Jakarta:Universitas Terbuka
Pendidikan Nasional Republik Indonesia.2006.Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta
Wardani, IG.AK,dkk. 2008. Teknik menulis Karya Ilmiah.
Jakarta: Universitas Terbuka
Denny

Setiawan,dkk. 2008. Komputer dan


Pembelajaran.Universitas Terbuka

Media

Gatot

Muhsetyo,dkk. 2008. Pembelajaran Bahasa


Indonesia SMP.Jakarta: Universitas Terbuka

Hera Lestari Mikarsa,dkk. 2008.Pendidikan Anak di


SMP,Jakarta:Universitas Terbuka
M.Toha

Anggoro,dkk.
2008.Metode
Penelitian.Jakarta:Universitas Terbuka

Djaman

Satori,dkk.
2008.Profesi
Keguruan.Jakarta:Universitas Terbuka

1122-11

.2004.Kurikulum
Berbasis
Kompetensi;Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia SMP dan MI,Jakarta Pusat
Kurikulum Balitbang.