Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Dalam ilmu fisika dikenal adanya pengukuran dan pengaturan. Untuk melakukan
pengukuran dibutuhkan beberapa alat ukur. Jika saat kita di ruangan yang ber-AC
kita akan merasakan rasa sejuk bahkan dingin, kemudian saat kita berada di depan
kulkas maka kita akan merasa dingin. Hal itu disebabkan karena adanya alat yang
mengatur suhu. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai thermostat yang
berhubungan dengan pengaturan suhu.

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti ingin merasakan suasana yang nyaman,
saat cuaca panas yang seperti kita rasakan di Indonesia saat musim panas, kita
ingin mendapatkan udara yang sejuk. Masalah tersebut seakarang telah
mendapatkan solusi, yaitu dengan cara mengatur suhu ruangan dengan
menggunakan AC agar lebih sejuk. Di dalam AC terdapat pengatur suhu yang
dapat diatur sesuai dengan keinginan kita.

Termostat adalah alat pengatur suhu. Ada beberapa macam thermostat yang harus
kita ketahui. Kita juga harus bagaimana cara pengaturan thermostat sehingga
bekerja dengan baik, bagaimana cara memilih thermostat yang baik, dan
bagaimana cara memasang thermostat yang benar. Kita juga dapat menjumpai
thermostat pada setrika, AC, kulkas, dispenser, dan masih banyak lainnya. Oleh
karena itu, disusun makalah ini untuk mengetahui lebih jauh tentang termostat.

I.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah disusun makalah ini, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Apakah yang dimaksud dengan termostat ?


Apa saja bagian bagian pada termostat setrika ?
Bagaimana prinsip kerja termostat ?
Apa saja jenis jenis termostat ?
Apa saja kah contoh penggunaan termostat dalam kehidupan sehari hari?
Bagaimana cara perawatan termostat ?

I.3 Tujuan
Adapun tujuan disusun makalah ini, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Untuk mengetahui pengertian termostat dan fungsinya


Untuk mengetahui bagian-bagian yang ada pada termostat
Untuk mengetahui prinsip kerja termostat
Untuk mengetahui jenis-jenis termostat
Untuk mengetahui contoh penggunaan termostat dalam kehidupan sehari hari
Untuk mengetahui perawatan yang dilakukan pada termostat

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Termostat


termostat adalah suatu elemen yang digunakan untuk mengendalikan kerja suatu
perangkat lainnya pada suatu ambang suhu tertentu. Alat ini banyak digunakan
pada elemen produksi pada industri maupun rumah tangga. Termostat berasal dari
kata Yunani termos "panas" dan statos "berdiri".
Termostat berfungsi untuk menstabilkan suhu yang kita inginkan dengan batasan
dingin atau panas yang kita inginkan dan tentukan, dengan catatan ada yang dapat
diatur sesuai dengan kebutuhan dan ada yang tidak.

Sebuah termostat bisa

menjadi pengontrol suatu unit untuk pemanas atau pendingin suatu kompon.
Termostat bisa dibangun dalam banyak cara dan dapat menggunakan berbagai
sensor untuk mengukur suhu. Output dari sensor kemudian mengontrol peralatan
pemanas atau pendingin. . Thermostat dirancang untuk dapat menunjukkan
besarnya suatu besaran suhu dalam skala pengukuran dan dapat mengendalikan
suatu perangkat external dimana pengendaliannya dapat kita program pada suatu
ambang suhu tertentu, sesuai dengan karakteristik kebutuhan serta karakteristik
kerja alat yang akan dikendalikan.
Termostat pertama kali diciptakan pada tahun 1883 oleh Warren S. Johnson.

2.2 Bagian-bagian pada Termostat

5
6

2
3

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Keping bimetal
Kontak aktif
Kontak pasif
Kontroler
Terminal 1
Terminal 2
2.3 Prinsip Kerja Termostat Bimetal

Thermostat terbuat dari sebuah jalur bimetal, yaitu dua buah logam yang berlainan
dan mempunyai koefisien panas yang berbeda serta diletakkan menjadi satu jalur.
Adapun logam bimetal pada setrika listrik terdiri dari besi dan kuningan. Pada
ujung-ujung dari logam tersebut teradapat sebuah kontak dengan fungsi untuk
membuka dan menutup jalannya arus yang mengalir pada rangkaian.
Penggunaan termostat ini aplikasinya adalah pada setrika. Termostat akan
mengatur panas pada setrika dengan cara apabila elemen tersebut dihubungkan
dengan sumber tegangan, maka elemen panasnya mulai memanas. Kontak-kontak
saklarnya berada diujung dari lempengan termostat itu menjadi panas dan logamlogamnya memuai dengan kecepatan yang berbeda maka salah satu logam akan
melengkung ke arah logam yang koefisiennya lebih kecil sehingga akan membuka
saklar kontak. Logam dengan koefisien muai lebih besar (tinggi) akan lebih cepat
memanjang sehingga kepingan akan membengkok (melengkung) sebab logam
yang satunya lagi tidak ikut memanjang. Akibatnya rangkaian listriknya menjadi

terbuka dan setrikannya mulai dingin. Saat setrika menjadi dingin lempengan itu
kembali ke posisi yang normal, dengan demikian akan menutup saklar sehingga
rangkaian akan tertutup kembali. Proses membuka dan menutup ini akan
berlangsung secara terus menerus selama setrika ini dipakai. Dengan cara kerja
alat seperti itu tingkat panas pada setrika tidak akan melampaui batas panas
maksimum yang ditetapkan.

Perhatikan gambar berikut :

Saat suhu naik, keping bimetal akan melengkung sehingga mengakibatkan kontak
terpisah, kemudian saat suhu telah turun keping bimetal pun akan kembali ke
bentuk semula dan mengakibatkan kontak terhubung kembali.
2.4 Jenis - jenis Termostat
1. Termostat wafer atau kapsul, yang biasa di pake mesin tetas.
5

2. Termostat katup atau valve

Fungsi Thermostat Pada Mesin adalah untuk mempertahankan temperatur kerja


mesin dengan membuka dan menutup saluran air radiator sesuai temperatur
yang tertera pada bodi thermostat. Ketika mesin mencapai suhu kerja, Suhu

mesin yang terlalu dingin akan menyebabkan konsumsi bensin menjadi boros.
Sebaliknya, suhu tinggi membuat kepala silinder mesin melengkung. Di sinilah
termostat memiliki peranan penting agar mesin tidak overheated dan cepat
mencapai suhu optimum.
Termostat memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan suhu mesin. Tugasnya
adalah menutup dan membuka sirkulasi aliran air pendingin mesin yang
menuju radiator. Posisi alat ini berada antara mesin dan selang radiator. Ketika
suhu mesin mobil berada di bawah angka ideal, termostat akan menahan aliran
air dari mesin menuju radiator. Saat itu, aliran air akan berputar di dalam blok
mesin saja. Pada suhu air mencapai antara 82 derajat hingga 93 derajat, katup
termostat otomatis akan terbuka kecil.
Begitu pula bila suhu meningkat di atas 93 derajat dan mesin menjadi panas,
termostat akan membuka katupnya lebar-lebar. Air panas pun mengalir masuk
ke radiator untuk didinginkan. Selanjutnya air dari radiator yang telah dingin
disalurkan oleh water pump menuju blok mesin. Katup termostat akan terus
membuka selama mesin panas, dan menutup kembali saat suhu mesin berubah
dingin.

3.

Termostat kancing, yang biasa di pake peralatan rumah rangga seperti di rice
cooker.

Dalam termostat kancing terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya
magnet lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal termostat (bagian yang kontak
langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah panasnya
sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena panas maka daya
magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari gaya magnet. Akibatnya
pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga menekan tuas dan tuas menekan
saklar. Saklar berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun
sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh
termostat maupun secara manual melalui tombol panel.
4. Termostat bimetal, yang biasa di pake untuk pemanggang roti, setrika,
pengering laundry, dan dispenser.

Termostat setrika listrik

Termostat dispenser

Termostat pada setrika listrik bekerja ketika listrik mengalir melalui sebuah logam
dan keping bimetal yang menuju ke elemen pemanas. Ketika setrika mulai panas,
bimetal mulai sedikit melengkung. Pada suhu tertentu bimetal melengkung cukup

besar sehingga aliran listrik terputus. Ketika aliran listrik putus suhu setrika
perlahan turun dan bimetal perlahan-lahan kembali lurus. Saat bimetal lurus,
listrik kembali mengalir pula dan suhu setrika naik lagi. Demikian seterusnya.
5.

Termostat digital atau elektronik, yang biasa di pake pada air conditioner/AC,
rangkaian amplifire

2.5 Contoh Penggunaan Termostat Dalam kehidupan Sehari-hari


1. Setrika listrik
2. Mesin kendaraan (radiator)
3. Oven Elektronik
4. Mesin Pengetas Telur
5. Lemari Es
6. Pemanas Nasi
7. Dispenser
8. AC, dll.
2.6 Cara Perawatan Termostat
Termostat ini dapat rusak, jika pemakai kurang mentaati aturan pemakaiannya.
Pemakai seharusnya bekerja untuk bahan-bahan yang tipis dan lunak, kemudian
9

meningkat ke bahan yang lebih tebal dan keras. Dengan demikian pengaturan
panasnya mula2 dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi.

BAB III
PENUTUP

10

Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :


1. termostat adalah suatu elemen yang digunakan untuk mengendalikan kerja
suatu perangkat lainnya pada suatu ambang suhu tertentu
2. termostat berfungsi untuk menstabilkan suhu
3. termostat bimetal terdiri dari dua keping logam yang dijadikan satu, kontak,
kontroler, dan terminal
4. prinsip kerja termostat apabila suhu panas bimetal akan melengkung dan
memutus kontak, apabila suhu telah stabil bimetal akan kembali ke bentuk
semula dan kontak terhubung kembali
5. jenis jenis termostat terdiri dari termostat wafer atau kapsul, valve atau katup,
bimetal, kancing, dandigital atau elektronik
6. penggunaan termostat dalam kehidupan sehari hari terdapat pada setrika listrik,
rice cooker, kulkas, AC, oven elektronik, dispenser, mesin kendaraan bermotor

11