Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TETAP PENGENDALIAN PENCEMARAN

Solidifikasi

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
1. Achmad Satria Rivaldi
2. Afriansyah
3. Aulia Furqon
4. Ikhsan Nopratama
5. Karina Thohirah
6. Lusiana Apridayani
7. Tri Sutrisno
8. Vidia Wati

0613 4041 1501


0613 4041 1502
0613 4041 1506
0613 4041 1512
0613 4041 1513
0613 4041 1516
0613 4041 1521
0613 4041 1522

KELOMPOK 1
KELAS 4EGA
Dosen Pembimbing : Zulkarnain, S.T M.T
JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2015

SOLIDIFIKASI
I. TUJUAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa dapat melakukan proses
solidifikasi limbah berbahaya agar kontaminan dalam bentuk terlarut dapat larut
atau terekstrak kembali ke air dan tidak menyebar ke lingkungan.
II. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan :

Pengaduk

Buret

Gelas kimia

Gelas ukur

Pipet ukur

Bola karet

Pipet tetes

Botol aqua

Erlenmeyer

Spatula

Corong

Bahan yang digunakan :

Lumpur dari limbah padat

Semen

FeSo4

KMnO4

Indicator H2SO4 0,5 M

III. DASAR TEORI


Solidifikasi adalah proses pemadatan limbah berbahaya sedimikian rupa
sehingga mempunyai sifat fisik, kimia yang stabil sehingga aman untuk
penanganan. Proses selanjutnya mulai pengangkutan, penyimpanan, sementara
sampai penyimpanan lestarr. Bahan yang dapat digunakan untuk proses
solidifikasi adalah semen, semen fly ash.
TEORI TAMBAHAN
Karakteristik solidifikasi:
1. Solidifikasi logam murni
Logam murni membeku pada temperature konstan yaitu sama dengan
temperature pembekuannya / temperature leburnya.
2. Solidifikasi logam murni (alloy)
Logam padatan pada umumnya membeku pada daerah pembekuan
sebenarnya.
3. Solidifikasi logam panduan eutektik
Suatu panduan yang memiliki komposisi tertentu (komposisi
eutentika) bila mengalami pendinginan ssangat lambat maka
pembekuan akan berlangsung pada temperature konstan.
Tiga hal yang umumnya dilakukan dalam proses solidifikasi, yaitu:
1. Fisika
Mencangkup kelembapan, kerapatan, kepadatan, kekuatan, dan daya
tahan.
2. Kimia
Mencangkup Ph, reaksi redoks, kapasitas penetralan asam, kebasahan,
dan kandungan senyawa organic.
3. Peluluhan
Mencangkup TCID, prosedur ekstraksi peluluhan dinamis, prosedur
peluluhan pengendapan asam sintesis (SPLP) dan ekstraksi berurutan.

Keuntungan dan Kerugian Solidifikasi menggunakan Semen


Keuntungan

Kerugian

material dan teknologinya mudah

peningkatan volume dan densitas yang

dijangkau

tinggi for shipping dan disposal

sesuai dengan berbagai jenis limbah

dapat mengalami keretakan apabila

biaya sedikit

terekspos dengan air

produk sememntasi bersifat stabil


terhadap bahan kimia dan biokimia
produk sementasi tidak mudah
terbakar dan memiliki kestabilan
temperature yang baik
LIMBAH B3
Menurut PP No. 18 tahun 1999, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah
sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau
beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan
lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,
kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.
Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa
(limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan
beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability,reactivity, dan corrosivity) serta
konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung
dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan
manusia.
Karakteristik limbah B3 ini mengalami pertambahan lebih banyak dari PP No. 18
tahun 1999 yang hanya mencantumkan 6 (enam) kriteria, yaitu:
1. mudah meledak;
2. mudah terbakar;
3. bersifat reaktif;
4. beracun;
5. menyebabkan infeksi;
6. bersifat korosif.
Keuntungan penggunaan semen dalam proses Solidifikasi/ Stabilisasi limbah
berbahaya adalah:
Mengandung komposisi yang konsisten

Reaksi setting, pengerasan dan fiksasi berjalan lebih bagus

dibandingkan semen pozzolan lain.


Kebanyakan penelitian tentang peluluhan logam menggunakan semen

Portland, sehingga lebih banyak acuan yang bisa dipakai


Murah

Tingkat kekerasan materi semen juga berpengaruh pada kemampuan


mengimobilisasi logam berat. Sala satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan
tingkat kekerasan semen adalh dengan menambahkan 2-chloroaniline yang
berfungsi untuk mempermudah penghilangan air dari tanah liat yang merupakan
materi semen (Botta et al., 2004). Selain itu materi semen juga harus diperhatikan
dalam teknik solidifikasi. Pada penelitian Mohamed dan Gamal (2011) disebutkan
bahwa cement kiln dust kurang direkomendasikan untuk solidifikasi karena tidak
stabil secara kimiawi yang kemampuan mengikat logam beratnya kurang.
Permeabilitas terhadap oksigen juga penting karena menggambarkan kualitas fisik
material limbah hasil solidifikasi (Poon et al., 1986).

IV. PROSEDUR KERJA


1. Membuat Larutan Artificial

1. Meletakkan 100 ml FeSO4 dari

2.Menambahkan 100 ml

aquadest ke sampel 1 ke dalam botol aqua

dalam botol

aqua.
Lakukan kedua proses pengenceran sampai 5 kali. Memipet 100 ml FeSO4 dari
sampel 1, dan menambahkan 100 ml aquadest dan di homogenkan, lalu memipet
lagi 100 ml FeSO4 dari sampel 2 dan menambahkan 100 ml aquadest, dan
seterusnya sampai sampel 5.

Limbah Artificial dari FeSO4

2. Pencampuran Limbah Artificial dengan Tanah

1.Mencampurkan 100 ml limbah


Artificial dengan tanah sampai ke sampel 5.

Hasil Pencampuran Terhadap 5 sampel


3.

Melakukan Proses Titrasi Fe sebelum

Didapatkan PerubahanWarna dari Coklat Menjadi Merah Muda


Dengan volume titrasi berbeda.

4.

Hasil Solidifiksi Selama 1 minggu

Sampel 1

Sampel 2

Sampel 3

Sampel 4
5.

Sampel 5

Proses Uji Tekan

Sampel 1

Sampel 3

Sampel 5
6.

Melakukan Proses Titrasi Fe Sesudah

Sampel 2

Sampel 4

Hasil Dari Titrasi Sampel

V. DATA PENGAMATAN
5.1 Titrasi Fe sebelum
No
1
2
3
4
5

Sampel
1
2
3
4
5

Volume Titrasi
1,2 ml
0,8 ml
0,2 ml
0,15 ml
0,1 ml

5.2 Titrasi Fe sesudah


No
1
2
3
4
5

Sampel
1
2
3
4
5

5.3 Uji Tekan

Volume Titrasi
0,3 ml
0,2 ml
0,3 ml
0,5 ml
0,4 ml

Sampel Ke-

Berat(gram)

Hasil Uji Tekan

Karakteristik

127,3

Hancur pada

Sampel
Keras dan

pukulan pertama,

berwarna coklat

namun strukturnya

muda

masih kasar
Hancur pada

Agak keras,

pukulan pertama,

berwarna coklat

lunak
Hancur pada

muda
Keras dan

pukulan ketiga,

berwarna coklat

struktur kasar
Hancur pada

muda keabu-abuan
Sangat keras,

pukulan kelima,

warna coklat tua

masih kasar
Hancur pada

Keras, warna

pukulan kedua,

coklat

117,9

129,7

129,6

121,0

hancur lunak

5.4 Kadar Fe

VI. Perhitungan
6.1 menentukan % Fe dalam sampel sebelum
a. sampel 1

% Fe = 0,335 %
b. sampel 2

% Fe = 0,22 %
c. sampel 3

% Fe = 0,055 %
d. sampel 4

% Fe = 0,041 %
e. sampel 5

% Fe = 0,0279 %
6.2 menentukan % Fe dalam sampel sesudah disolidifikasi
a. sampel 1

% Fe = 0,083 %
b. sampel 2

% Fe = 0,055 %
c. sampel 3

% Fe = 0,083 %
d. sampel 4

% Fe = 0,139 %
e. sampel 5

% Fe = 0,111 %

VII. ANALISA DATA


Praktikum solidifikasi ini bertujuan untuk mengurangi polutan limbah
berbahaya agar tidak menjadi kontaminandi lingkungan. Dengan solidifikasi,
limbah berbahaya dapat didaur ulang menjadi benda yang berguna setidaknya
tidak menjadi polutan terhadap lingkungan.
Percobaan

solidifikasi

ini

menggunakan

semen,semen

membantu

pembentukan dan penetralan limbah yang menjadi polutan. Seperti sifatnya semen
yang dicampurkan pun beragam pada limbah dari perbandingan 50:50, 70:30,
60:40, 40:60, dan 30:70 ialah perbandingan limbah dan semen.
Kemudian dilakukan uji uji titrasi untuk mengetahui kadar Fe pada limbah
dilihat dari data pengamatan bahwa kadar Fe bergantung pada banyak semen yang
dicampurkan dan juga menentukan tingkat kekerasan dan lunaknya limbah solid.
Logam Fe merupakan logam yang bersifat racun walaupuh kadarnya tidak
terlalu banyak. Tujuan dari penambahan semen (aditif) adalah untuk menurunkan
laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah
tersebut. Proses yang terjadi disini adalah proses adsorpsi, dimana bahan
pencemar Fe diikat secara elektrokimia pada bahan pemadat (semen). Setelah
proses ini bahan pencemar akan terserap kebahan padatannya atau yang sering
kita kenal dengan proses absorpsi. Dengan bantuan semen, proses detosifikasi

dapat terjadi, yaitu pada saat pengeluaran toksisitas dari limbah akan lebih rendah
atau bahkan hilang sama sekali.
VIII. KESIMPULAN
Dari praktikum solidifikasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa:

Solidifikasi bertujuan untuk mencegah migrasi/penyebaran konstituen


berbahaya yang terdapat pada suatu limbah cair dengan merubahnya dalam
bentuk solid sehingga mudah ditangani.

Kadar Fe bergantung pada banyaknya semen yang dicampurkan f=dalam


limbah.

IX. DAFTAR PUSTAKA


Anzar, Erniati. 2015. Penuntun Praktikum Pengendalian Pencemaran. POLSRI:
Palembang
Budi. 2014. Solidifikasi Limbah. (online). http://limbah-padat proses.comhtml
(diakses 16 Maret 2015)

Gambar Alat

Timbagan

Teko Ukur

Ukur

Spatula
Gelas kimia

Botol Aqua

Pipet

Bola Karet

Gelas Ukur